KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi,
potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora, dan fauna) dan interaksi
antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam
aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
4.1 Menjelaskan konsep ruang (lokasi, distribusi,
potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi
antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia Indonesia
dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
A. MANUSIA TEMPAT DAN LINGKUNGANNYA
A.
1 PENGERTIAN RUANG DAN INTERAKSI ANTAR RUANG
Pengertian Ruang
Setiap makhluk yang hidup di bumi
ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Tanpa adanya ruang, maka
manusia dan semua makhluk hidup lainnya tidak memiliki tempat untuk
hidup.
Ruang
adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian
yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang
terdiri dari daerah 3 dimensi (atmosfer-luar angkasa, tanah dan perairan) dimana obyek dan peristiwa berada. Ruang
menjadi tempat dari aktivitas-aktivitas manusia, baik aktivitas
untuk kebutuhan fisik maupun emosi manusia. Ruang digunakan untuk mewadahi satu
aktivitas manusia atau lebih. Ruang yang digunakan lebih dari satu fungsi dan
aktivitas disebut ruang multifungsi. Ruang yang bisa digunakan untuk mewadahi
aktivitas yang berlainan bahkan untuk aktivitas yang sangat bertentangan
(seperti aktivitas sakral dan profan) disebut ruang yang relatif. Ruang
merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa maupun kejadian
yang terjadi merupakan konsep Ruang.
KONEKTIVITAS
ANTAR RUANG DAN WAKTU
Setelah kalian memahami konsep
Ruang tentu kalian bertanya-tanya, apa keterkaitan antara ruang dengan waktu?
Mengapa suatu kejadian bisa mempengaruhi kejadian lainnya? Menurut kalian
mengapa hal itu bisa terjadi? Untuk lebih memahaminya simaklah percakapan
berikut ini!
. -
Andi : Kapan Proklamasi
kemerdekaan Bangsa Indonesia, Patric?
-
Patric : Tentu,
Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945
-
Andi : Dimana
proklamasi tersebut berlangsung, Patric
-
Patric : di
Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta
-
Andi : apakah
kamu tahu itu Tina?
-
Tina : Memangnya
kenapa Andi?
-
Andi : Segala
peristiwa juga terikat oleh waktu. Yang dimaksud waktu adalah seluruh
serangkaian, proses, perbuatan, atau keadaan berlagsung Seluruh kegiatan
manusia tersususn dalam satu waktu dan urutan waktu.
-
Tina : Apa
kaitannya dengan proklamasi kemerdekaan, Andi?
-
Andi : Peristiwa
itu terikat ruang, yaitu di Jalan Pengangsaan Timur N0. 56 Jakarta, waktu
tanggal 17 Agustus 1945,
-
Tina : Tentu
saja, bahkan peristiwa tersebut merupakan rangaian peristiwa sebelumnya. Ada
keterkaitan yakni penjajahan bangsa asing yang meyebabkan penderitaan bagsa
Idonesia.
-
Patric : Iya
Tina, sekarang aku tahu keterkaitan ruang dan waktu. Kita juga harus menghargai
sejarah bangsa kita serta memiliki sikap menghargai
jasa pahlawan.
Setelah mempelajari ruang dan
keterkaitan dengan waktu, kamu dapat memahami bahwa suatu kejaidan di muka bumi memiliki waktu terjadinya peristiwa
tersebut. Begitupun dengan keadaan yang ada di wilayah di pengaruhi oleh
keadaan yang terjadi di masa lampau. Contohnya, kemerdekaan bangsa Indonesia
sekarang ini tak lepas dari penjajahan yang dialami oleh bangsa Indonesia
sebelumnya.
Konsep waktu dalam sejarah
mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan
manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang,
dan waktu yang akan datang. Pegetahuan tentang berbagai peristiwa yang terjadi
pada masa lampau membantu kita memahami perubahan dan perkembangan masyarakat
baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik hingga
pelajaran mengenai sebab akibat, baik-buruk, atau benar-salah yang dapat
dijadikan sebagai pedoman hidup di masa yang akan datang.
Waktu yang sudah berlalu tak dapat
kembali lagi. Karena itu, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tetapi
manfaatkan waktu untuk kegiatan bermanfaat seperti belajar, membatu orang tua,
dan lain-lain. Dengan cara demikian, berarti kamu mensyukuri waktu yang telah
diberikan oleh Tuhan YME
1. Ruang merupakan tempat segala peristiwa
terjadi. Segala peristiwa maupun kejadian yang terjadi merupakan konsep
Ruang.
2. Setiap ruang memiliki karakteristik yang
berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan sumber daya dan potensi yang
dihasilkan. Kaitannya dengan Keadaan Alam Wilayah Indonesia, maka setiap
wilayah dan kenampakan alam yang berbeda-beda menghasilkan sumber daya alam
yang beraneka ragam. Karena itu tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi
kebutuhannya sediri, setiap ruang memerlukan sumber daya dari tempat atau ruang
lainnya. Disinilah terjadi konektivitas antara satu ruang dengan lainnya.
3. Ruang mejadi tempat manusia untuk
berinteraksi. Seseorang memerlukan orang lain untuk dapat melakukan interaksi,
manusia juga senantiasa melakukan mobilitas (perpindahan) dari satu ruang ke
ruang lainnya.
4. Ruang memiliki keterkaitan dengan Waktu,
setiap kejadian di suatu ruang berkaitan dengan peristiwa di masa lampau pada
ruang tersebut, dan dapat dijadikan pedoman hidup pada masa yang akan datang.
5. Untuk mendapatkan informasi keruangan dapat
menggunakan sebuah peta.
6. Sebagai contoh keruangan lingkup regional
yaitu pedesaan dan perkotaan.
KARAKTERISTIK
RUANG
Setiap
ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu
wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya
sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian
menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi.
Setiap ruang memiliki karakteristik
yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan sumber daya dan potensi yang
dihasilkan. Kaitannya dengan Keadaan Alam Wilayah Indonesia, maka setiap
wilayah dan kenampakan alam yang berbeda-beda menghasilkan sumber daya alam
yang beraneka ragam. Karena itu tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi
kebutuhannya sediri, setiap ruang memerlukan sumber daya dari tempat atau ruang
lainnya. Disinilah terjadi konektivitas antara satu ruang dengan lainnya.
KONSEP
RUANG
Supaya lebih mudah dalam
mempelajari konsep ruang, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.
Ruang
tidak hanya terbatas udara beresentuhan dengan bumi, tetapi lapisan atmosfer
terbawah yang mempengaruhi permukaan bumi.
2.
Setiap
ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan
lainnya, diikuti dengan sumber daya yang dihasilkannya.
3.
Ruang
tidak berdiri sendiri, kejadian di suatu ruang mempengaruhi ruang lainnya.
4.
Ruang
merupakan tempat manusia berinteraksi. Sebagai makhluk sosial senantiasa
berinteraksi dengan manusia lain.
5.
Ruang
merupakan tempat segala peristiwa terjadi.
INTERAKSI
ANTAR RUANG
Perbedaan karakteristik ruang menyebabkan
adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang
membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah
pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir
menghasilkan ikan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah
pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari
penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui
aktivitas perdagangan.
Interaksi
melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan.
Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca
berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.
Interaksi
dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan
wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal,
perdagangan internasional, dan lain-lain. Interaksi dalam bentuk pergerakan
manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan gagasan dan
informasi disebut komunikasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan barang
atau energi disebut transportasi. Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk
melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan
yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena
penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.
PENGERTIAN
INTERAKSI ANTAR RUANG
Interaksi antar ruang adalah suatu cara mengelola ruang-ruang berdasarkan
potensi dan permasalahannya dan keterkaitan suatu ruang dengan ruang-ruang yang
ada disekitarnya. Interaksi antarruang dapat berupa
pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan.
Setiap
ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu
wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya
sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian
menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai suatu
wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda
dengan wilayah lainnya. Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di
permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki keterkaitan dengan ruang
lainnya.
Menjelaskan Kondisi Saling Bergantung Yang Diperlukan
Untuk Terjadinya Interaksi Antar Ruang
Syarat
Terjadinya Interaksi Antar Ruang
Ada
beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan
yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening
opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability)
1. Saling Melengkapi
(complementarity atau Regional Complementary)
Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda
komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran,
sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan,
sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan
(surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui
aktivitas perdagangan atau jual beli.
2. Kesempatan Antar
Keruangan (Intervening Opportunity)
Kesempatan antara
merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat
asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia
akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.
Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian
diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya
lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari
wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara
wilayah A dengan B melemah.
3. Kemudahan Transfer
(Transfer Ability)
Pengangkutan
barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi
tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika
biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi
antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan
juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana)
yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.
Jalan yang rusak
dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena
biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan
menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami
kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi
menjual sayuran ke wilayah B.
Wujud
interaksi antarruang seperti kota-desa yang paling sering dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.
1. Pergerakan
barang dari desa ke kota, atau sebaliknya.
2. Pergerakan
gagasan dan informasi, terutama dari kota ke desa.
3. Adanya
komunikasi penduduk antara kedua wilayah.
4. Pergerakan
manusia, baik dalam bentuk bekerja, rekreasi, menuntut ilmu, ataupun
keperluan-keperluan lainnya.
CONTOH
INTERAKSI ANTAR RUANG DAN WAKTU DENGAN BENAR
1.
Pendatang dari
daerah, mengadu nasib di Jakarta. Tentunya ini yang membuat perubahan baik bagi
Jakarta dan daerah yang ditinggalkan. Akibatnya, penduduk di Jakarta semakin padat
dan kalian sudah pasti tahu kan akibatnya seperti apa jika Jakarta semakin
padat?
2.
Tanah kosong,
kebun, atau pun persawahan yang sudah berganti fungsinya menjadi supermarket,
pabrik, atau bahkan perumahan.
Aspek Interaksi
Antar Ruang
a. Aspek
ruang
Ruang merupkan
tempat segala peristiwa terjadi. Ruang tidak hanya terbatas yang bersentuhan
dengan bumi. Namun, lapisan atmosfer terbawah juga merupakan ruang. Ruang
kelas, sekolah, kota, provinsi tempat kamu tinggal, negara, bahkan benua
merupakan sebuah ruang yang lebih kompleks.
b. Aspek
waktu
Setiap kejadian
pada suatu ruang memiliki waktu. Pada suatu ruang tidak lepas pada peristiwa
yang terjadi pada masa lampau, sekarang, dan masa yang aan datang. Keterkaitan
tersebut merupakan sejarah yang terjadi pada suatu ruang dan merupakan
rangkaian dari peristiwa sebelumnya. Sebagai contoh, pada masa Orde Baru banyak
dilakukan transmigrasi, salah satunya dari Pulau Jawa ke Lampung hal tersebut
dilakukan karena semakin padat penduduk di Pulau Jawa, dan tujuan lain untuk
membangun kawasan tersebut yang tadinya kurang produktif menjadi produktif.
Kamu juga dapat melihat banyak orang Lampung pendatang yang banyak menggunakan
bahasa Jawa, karena mereka dulu nya merupakan transmigran. Aspek waktu yakni
pada pemerintahan Orde Baru, yang tentunya merupakan saturangkaian peristiwa.
Kamu juga dapat mengamati aspek waktu yang dapat kalian ketahui dari lingkungan
tempat tinggal kalian.
c. Aspek
Kelangkaan
Setiap ruang yang
memiliki karakteristik berbeda-beda dengan ruang lainnya. Oleh karena itu sulit
suatu wilayah memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Dibutuhkan lah wilayah lain
untuk memnuhi kebutuhan di wilayahnya. Kelangkaan pada suatu daerah berkaitan
dengan masalah ekonomi yang muncul karena adanya kebutuhan manusia yang tidak
terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan, berupa barang dan jasa terbatas
adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas
kebutuhan disebut kelangkaan. Untuk mengatasi kelangkaan, diperlukan kegiatan
ekonomi ditentukan oleh interaksi sosial.
Kebutuhan manusia dipenuhi melalui proses interaksi sosial. Interaksi
sosial sudah terjadi sejak manusia ada. Pada zaman dahulu, pemenuhan kebutuhan
hidup diawali dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Dengan makin meningkatnya
kebutuhan dan keterbatasan ruang serta sumber daya, manusia mulai hidup menetap
dan bercocok tanam. Untuk memenuhi
kebutuhan akan barang yang belum mampu dihasilkan sendiri, manusia melakukan
barter. Barter adalah cara berdagang yang dilakukan oleh masyarakat melalui
pertukaran barang. Cara ini dilakukan ketika belum ditemukan uang sebagai alat
tukar. Apakah dengan barter kebutuhan mereka terpenuhi seluruhnya? Ternyata
tidak karena keterbatasan potensi sumber daya alam yang terdapat pada wilayah
masing-masing.
d. Aspek
Kemasyarakatan
Suatu wilayah
memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk karakteristik masyarakat wilayah
tersebut. Pernahkah kamu mengamati karakteristik masyarakat di daerah
perbukitan? Karekteristik masyarakat pantai? Karakteristik masyarakat kota?
Apakah kegiatan mereka sama dalam memenuhi kebutuhan mereka? Jika kamu
mengamati lebih lanjut, kalian akan melihat masyarakat daerah pegunungan yang
umumnya bekerja dengan berkebun, masyarakat pesisir sebagian besar nelayan, dan
masyarakat kota yang cenderung dinamis.
Apa yang dapat kamu simpulkan dari contoh keadaan masyarakat tersebut?
Kamu dapat mengetahui bahwa setiap wilayah memiliki masyarakat berbeda satu
sama lainnya, hal ini dikarenakan keadaan wilayah mereka yang berbeda satu sama
lain. Suatu wilayah menggambarkan corak masyarakatnya. Jika kamu sudah dapat
memahami, coba kamu lihat daerah tempat tinggalmu, dan lihatlah bagaimana
keadaan masyarakat sekitar lingkungan tinggalmu.
A.2 LETAK DAN LUAS WILAYAH INDONESIA
1. Pemahaman Lokasi
Melalui Peta
Peta
adalah gambaran permukaan bumi pada suatu bidang datar dan diperkecil dengan
menggunakan skala. Pada terdapat juga peta dengan sejumlah informasi yang
menyertainya.
Peta terdiri atas komponen penyusunannya. Komponen
penyusunannya terdiri atas:
a) Judul Peta
Judul
peta menunjukkan isi suatu peta. Digunakan untuk mengetahui nama daerah yang
dipetakan di peta tersebut.
b) Skala Peta
Skala
peta menunjukkan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhya di lapangan.
Skala peta dapat dibedakan menjadi skala angka dan skala garis atau grafis.
1) Skala Angka
Skala angka berwujud
perbandingan angka, misalnya 1:10.000
2) Skala Garis atau Grafis
Skala grafis adalah skala
peta yang bebrentuk garis dengan ukuran tertentu. Skala grafis biasanya ada
dalam kolom legenda.
c) Orientasi Utara
Bentuk
orientasi ditunjukkan oleh symbol berbentuk panah dengan bentuk yang
bervariasi.
d) Symbol Peta
Symbol
peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan.
Berdasarkan bentuknya, symbol peta dapat dibedakan menjadi:
1) Symbol Titik
Symbol titik pada peta dapat beragam bentuknya. Symbol titik
dapat berupa lingkaran, bujur sangkar segitiga dan lainnya. Contohnya:
2) Symbol Garis
Symbol garis dapat digambar dalam beragam bentuk dan ukuran
ketebalan. Ketebalan garis dapat diatur sesuai dengan kaidah perpetaan.
Contohnya:
3) Symbol Warna
Symbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu.
Tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek tertentu karena ada
aturan perpetaan. Contohnya:
4) Symbol Area
Objek yang digambar pad peta biasanya berupa ilustrasi dari
objek yang ada di lapangan. Symbol area juga memiliki aturan tertentu dalam
pemetaannya. Contohnya:
e) Garis Koordinat
Garis
koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk
garis lintang dan garis bujur.
f) Inset
Inset
merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah
yang dipetakan diantara lokasi lainnya yang lebih luas.
g) Legenda
Legenda
menunjukkan keterangan semua objek yang ada atau muncul pada muka peta.
Tujuannya agar pembaca peta lebih mudah untuk mengetahui tentang objek yang ada
pada wilayah yang dipetakan.
h) Sumber Peta
Sumber
peta menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta.
2. Letak
dan Luas Indonesia
Indonesia merupakan
negara kepulauan. Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan? Sebab negara kita terdiri dari banyak pulau baik besar maupun
kecil. Jumlah pulau di Indonesia lebih dari 17.504 pulau, banyak bukan?
Pulau-pulau tersebut terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Letak
Indonesia dapat dilihat dari 3 tinjauan :
1. Letak
Astronomis
Letak
astronomis adalah letak tempat berkaitan dengan garis lintang dan garis bujur.
Secara astronomis, wilayah Indonesia terletak diantara 6⁰ LU - 11⁰ LS, dan 95⁰
BT – 141⁰BT. Perhatikan gambar berikut!
Sumber
: http://id.wikipedia.org/wiki/khatulistiwa
Berbagai pengaruh yang ada oleh
letak astronomis tersebut adalah sebagai berikut:
a. Hanya memiliki dua jenis musim,
yaitu musim hujan dan musim kemarau
b. Memiliki curah hujan dan kelembaban tinggi, akibatnya
Indonesia memiliki hutan hujan tropis.
c. Pemanasan matahari berlangsung
sepanjang tahun
d. Panjang waktu siang dan malam
relatif sama dan tetap sepanjang tahun.
e. Memiliki tiga daerah pembagian waktu.
Berdasarkan
letak astronomisnya, Indonesia memiliki ciri-ciri iklim yang khas, antara lain:
Ø Temperatur
tinggi sekitar 260° C – 280° C.
Dengan temperatur yang tinggi tersebut
mengakibatkan terjadinya hujan zenithal.
Ø Curah
hujan hingga 200 mm per tahun.
Ø Bebatuan
lebih cepat lapuk.
Ø Memiliki
keanekaragaman hayati yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan negara lain.
Ø Gaya
hidup masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh iklimnya.
Akibat
dari letak astronomisnya, Indonesia memiliki tiga perbedaan waktu, antara lain:
v Waktu
Indonesia Barat (WIB) yang meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat juga
Tengah.
v Waktu
Indonesia Tengah (WITA) yang meliputi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan
Selatan, NTB, Bali, NTT, juga Sulawesi.
v Waktu
Indonesia Timur (WIT) yang meliputi wilayah Maluku juga Irian Jaya.
2. Letak Geografis
Letak geografis
adalah letak suatu wilayah ditinjau dari kenyataannya dimuka bumi. Letak
tersebut berkaitan dengan posisi relatif suatu wilayah terhadap wilayah lain di
sekitarnya. Letak geografis dipengaruhi letak astronomis. Perhatikan gambar berikut!
Sumber
: http://www.satujam.com/letak-geografis-indonesia/
Dari peta tersebut terlihat bahwa
secara geografis, Indonesia berada diantara dua benua, yakni benua Asia dan
benua Australia, serta berada diantara dua Samudera, yakni samudera Hindia dan
samudera Pasifik.
Dengan demikian, Indonesia berada
diposisi silang dunia (world cross position). Pada posisi tersebut,
Indonesia menjadi jalur lalulintas dunia. Itulah sebabnya mengapa Indonesia
dianggap mempunyai posisi strategis.
Letak
geografis Indonesia memberikan pengaruh sebagai berikut:
a. Indonesia dipengaruhi angin muson sehingga
musim berganti tiap enam bulan sekali
b. Indonesia berada pada pertemuan jalur
pegunungan muda, akibatnya banyak gunung berapi, rawan gempa dan kaya bahan
tambang.
c. Posisi diantara dua samudera dan benua
menjadikan Indonesia sebagai jalur lalulintas perdagangan internasional.
d. Posisi di antara dua benua membuat Indonesia
memiliki keanekaragaman flora dan fauna, serta keuntungan politisnya.
Pengaruh
letak Geografis dan astronomis Indonesia terhadap:
a. Suhu: Karena Indonesia terletak di daerah
garis katulistiwa maka Indonesia hampir selalu memiliki suhu yang tinggi karena
sepanjang tahun selalu kena matahari
b. Cuaca: Karena suhu di Indonesia tidak
berubah-rubah maka rata-rata suhu hamper selalu sama sehingga cuaca di
Indonesia tidak terlalu berbeda-beda.
c. Iklim: Karena Indonesia diapit dua benua,
menyebabkan Indonesia mengalami perubahan musim setiap enam bulan sekali. Hal
ini menyebabkan curah hujan yang tinggi di Indonesia, sehingga Indonesia termasuk
wilayah tropis (curah hujan tinggi)
d. Musim: Letak geografis Indonesia yang berada
di antara Asia dan Australia telah mempengaruhi keadaan musim di Indonesia,
yaitu musim hujan, kemarau, dan pancaroba.
e. Flora: Karena Indonesia memiliki lautan dan juga
pegunungan jadi Indonesia memiliki 10% lebih jenis-jenis tanaman di dunia.
f. Fauna: Karena dulu wilayah Indonesia
tergabung dengan Asia, juga ada yang dengan Australia, maka fauna di Indonesia
campuran dari fauna Asia dan Australia.
3. Letak
Geologis
Letak geologis adalah letak suatu
daerah atau negara berdasarkan keadaan batuan-batuan yang terdapat pada tubuh
bumi. Letak geologis wilayah Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Indonesia merupakan bagian dari dua buah
rangkaian pegunungan besar di dunia yaitu rangkaian pegunungan Mediterania (pegunungan
bagian barat yang melewati Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, sampai ke pulauan
Banda), dan rangkaian pegunungan sirkum Pasifik (pegunungan bagian timur yang melewati
Kalimantan dan Sulawesi)
b. Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan tiga
lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng
Pasifik. Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api.
Keuntungan dari letak geologi seperti ini adalah beragamnya potensi sumber
energi dan mineral.
c. Indonesia terletak pada tiga daerah
dangkalan, yaitu dangkalan Sunda, dangkalan Sahul, dan daerah laut pertengahan
Australia Asiatis.
Dampak
dari letak geologis Indonesia tersebut, antara lain sebagai berikut:
a.
Indonesia memiliki banyak gunung berapi
b. Wilayah Indonesia termasuk daerah yang labil
dan sering mengalami gempa bumi tektonik dan vulkanik
c. Di dalam perut bumi wilayah Indonesia terdapat
banyak kandungan bahan tambang, seperti minyak bumi, emas, timah, bauksit, dan
batu bara.
d. Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian
pegunungan muda Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik
e. Laut di bagian Indonesia barat dan lndonesia
timur dangkal, di Indonesia tengah lautnya dalam
Batas wilayah negara Indonesia dapat juga dilihat dari
posisinya, yaitu:
1.
Untuk sebelah utara, wiayah
Indonesia berbatasan dengan wilayah negara Malaysia, Singapura, Palau,
Filipina, dan Laut Cina Selatan.
2.
Untuk sebelah barat, wilayah
Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.
3.
Untuk sebelah selatan, wilayah
Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.
4.
Sedangkan sebelah timur, wilayah
Indonesia berbatasan dengan negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.
A.3 POTENSI
SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN
1. Mengidentifikasi
potensi sumber daya hutan di Indonesia
Pernahkah kamu pergi ke hutan? Apakah kamu melihat penduduk
yang memanfaatkan sumber daya alam yang ada di hutan? Apa saja yang mereka
manfaatkan dari hutan? Hutan di Indonesia dikenal sebagai hutan hujan tropis.
Hutan hujan tropis seringkali digambarkan sebagai hutan yang lebat padahal
kenyataannya tidaklah selalu demikian. Hutan tropis di Indonesia sangat
bervariasi dari hutan di pegunungan, dataran rendah, sampai hutan pantai.
Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, luasnya
mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia. Luas hutan
yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Papua, Kalimantan,
Sulawesi, dan Sumatra.
2. Mengidentifiksi
jenis persebaran hutan di Indonesia
Faktor-faktor yang
memengaruhi keanekaragaman tumbuh-tubuhan di Indonesia adalah banyaknya hutan.
Jenis-jenis hutan tersebut, antara lain hutan hujan tropis, hutan musim, hutan
sabana dan hutan bakau.
Hutan hujan tropis
hutan hujan tropis
pada hakikatnya adalah hutan dengan variasi flora yang sangat beragam (hutan
heterogen) dengan pohon-pohonnya yang sangat lebat.
Ciri-ciri hutan
tropis, antara lain sebagai berikut:
1.
Pohon-pohonnya
tinggi, rapat, dan berdaun lebat.
2.
Dasar
hutan ditumbuhi rumput dan lumut sebagai penutup lahan.
3.
Sinar
matahari tidak dapat menembus dasar hutan.
4.
Udara
di sekitarnya sangat lembap.
5.
Terjadi
di daerah curah hujan tinggi.
Sebaran hutan
hujan tropis di Indonesia terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat,
Sulawesi, Utara, Maluku Utara, dan Papua.
Hutan musim
hutan ini sering
dinamakan hutan homogen. Hal ini dikarenakan tumbuhannya hanya terdiri atas
satu jenis flora saja.
Ciri-ciri hutan
musim, antara lain sebagai berikut.
1.
Pohon-pohonnya
lebih jarang dibandingkan hutan hujan tropis.
2.
Tinggi
pohon lebih rendah dibandingkan pohon pada hutan hujan tropis.
3.
Pada
musim kemarau pohon di hutan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan.
Sebaran hutan musim di Indonesia terdapat di Jawa
Tengah dan Jawa Timur.
Hutan Sabana
hutan sabana
adalah hutan yang berupa padang rumput luas diselingi oleh pohon perdu dan
terdapat pada daerah yang musim kemaraunya panjang atau curah hujannya sedikit.
Hutan sabana ini cocok untuk peternakan. Sebaran hutan sabana di indonesia
terdapat di Nusa Tenggara dan Madura.
Hutan Bakau
(Mangrove)
hutan bakau
(mangrove) adalah hutan yang terdapat di daratan rendah pantai. Tumbuhan ini
mempunyai akar penyangga sehingga dapat menahan dari emosi air laut. Hutan
bakau mempunyai kadar garam, air, dan tanah yang tinggi, tetapi kadar oksigen
pada air dan tanahnya rendah sehingga tumbuhan bakau sulir menyerap air. Daun
tumbuhan bakau tebal, kaku, dan mengandung lapisan kutikula yang tebal untuk
mencegah penguapan air yang berlebihan. Sebaran hutan bakau (mangrove) di
Indonesia terdapat di pantai utara pulau Jawa, pantai Timur Sumatra, dan pantai
KepulauanRiau.
Sumber: Buku Mengkaji Ilmu Geografi
2. Sugiyanto. Danang Endarto.
3.
Menjelaskan
manfaat hutan di Indonesia
Manfaat hutan bagi
Kehidupan
1. Menyerap
Karbon Dioksida
Manfaat
hutan bagi kehidupan manusia antara lain dapat menyerap gas-gas karbon dioksida
yang ada dimuka bumi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa gas-gas
karbon dioksida ini sangat membahayakan manusia terlebih jika tingkatannya jauh
diatas batas normal.
2. Menghasilkan
Oksigen
Fungsi
hutan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh manusia adalah hutan sebagai penyedia
oksigen. Hutan menghasilkan oksigen dalam jumlah yang sangat besar yang
digunakan oleh manusia untuk bernafas. Coba bayangkan kalau tidak ada hutan,
mau bernafas dengan apa kita?
3. Sumber
Pangan Manusia
Tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa hutan memiliki peranan yang sangat luar bisa, salah satu
diantaranya adalah hutan sebagai penyedia sumber pangan bagi manusia. Sumber
pangan yang ada dihutan seperti umbi-umbian, buah-buahan, sagu, jamur, madu,
dan lainnya.
4. Penghasil
Obat-obatan
Manfaat
hutan lainnya yang bisa dirasakan adalah hutan sebagai penghasil obat-obatan.
Banyak sekali tanaman obat yang bisa kita temukan dihutan, tentunya ini alami
dan tidak berbahaya bagi tubuh kita. So, sayangi dan cintailah hutan yang ada
disekitar kita.
5. Rumah Bagi
Suku Pedalaman
Ketahuilah
bahwa masih banyak suku-suku pedalaman di Indonesia ini, dan mereka menjadikan hutan
sebagai rumah mereka. Ini merupakan tugas kita bersama agar dapat melestarikan
hutan dan menjaga keberadaan suku pedalaman, khususnya yang berada didalam
wilayah NKRI.
6. Rumah Bagi
Flora dan Fauna
Hutan
adalah rumah dan habitat bagi flora dan fauna, disana mereka lahir, tumbuh dan
berkembang. Kalau hutan menjadi rusak, lalu mereka mau tinggal dimana? Kita
tentu pernah melihat pemukiman yang dirusak hewan liar, itu karena rumah dan
habitat mereka yang dirusak terlebih dahulu.
7. Sumber
Ekonomi
Salah satu
manfaat hutan yang bisa kita rasakan adalah hutan sebagai sumber ekonomi.
Hasil-hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, dan lainnya dijual (ekspor)
sebagai sumber pendapatan negara. Sudah seharusnya negara mempergunakannya
untuk kepentingan kesejahteraan rakyat banyak.
8. Mencegah
Bencana Alam
Fungsi
hutan bagi kehidupan lainnya adalah hutan dapat mencegah atau meminimalisir
terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Kedua bencana alam tersebut
disebabkan oleh volume air yang berlebihan yang ada dibumi, dan pohon-pohon
yang ada dihutan bisa menampung air tersebut.
9. Menyimpan
Air
Salah satu
diantara banyak peranan hutan adalah sebagai tempat penyimpanan air dalam
volume yang sangat besar. Jika hutan kita rusak maka air dengan volume yang
sangat besar tersebut tidak bisa tertampung sehingga hal seperti ini bisa
menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor.
10. Mengurangi
Polusi
Fungsi
hutan lainnya yang sangat berguna bagi kehidupan manusia didunia adalah hutan
dapat mengurangi polusi udara. Kita tahu semua bahwa polusi udara ini sangat
membahayakan manusia, dan udara yang tidak sehat tersebut dapat diserap oleh
pohon-pohon yang ada dihutan.
11. Tempat
Wisata
Ketahuilah
bahwa hutan tidak hanya memiliki tanaman atau pohon-pohon saja, ada juga hutan
yang memiliki panorama yang begitu indah. Oleh sebab itu tidak sedikit hutan
yang dijadikan sebagai tempat wisata. Tentunya ini sangat menguntungkan karena
bisa dijadikan sumber pendapatan daerah.
12. Untuk
Pendidikan
Tidak
hanya sebagai tempat wisata, hitan juga bisa dijadikan sebagai tempat riset dan
penelitian untuk pendidikan. Penelitian-penelitian seperti ini bisa
menginformasikan kepada masyarakat bagaimana pentingnya keberadaan hutan dan
menyadarkannya agar selalu menjaga dan melestarikannya.
13. Mengatur
Iklim
Keberadaan
hutan sangatlah penting bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah hutan
kota. Hutan kota ini berfungsi untuk mengatur iklim yang ada disekitar kota
tersebut, misalnya dengan mengurangi efek panas, memberikan kesejukan, dan
berbagai manfaat lainnya.
4. Mengidentifikasi
kekayaan flora dan fauna yang tersimpan di dalam hutan Indonesia
Persebaran flora di
Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu:
1.
Flora di Daerah Paparan Sahul
Flora di daerah
Paparan Sahul adalah flora di daerah Irian Jaya, yang terdiri atas tiga macam,
sebagai berikut.
v
Pohon sagu, pohon nipah, dan mangrove.
v
Hutan hujan tropik.
v
Jenis Pemetia Pinnata (motea).
2.
Flora di Daerah Peralihan
Di Sulawesi terdapat
4.222 jenis flora yang berkerabat dekat dengan wilayah lain yang relatif kering
di Filipina, Maluku, Nusa Tenggara, dan Jawa. Flora di daerah peralihan yang
berada di habitat pantai, dataran rendah dan ultra basis lebih mirip dengan
flora Irian dan jenis tumbuhan gunung mirip dengan yang ada di Kalimantan. Flora Sulawesi menunjukkan percampuran antara Indonesia bagian
barat dengan bagian timur. Jenis flora di Sulawesi banyak yang mempunyai
kesamaan dengan wilayah kering di Jawa, Maluku, dan Nusa Tenggara, sedangkan
flora dataran rendah di Sulawesi banyak yang mirip dengan flora dataran rendah
di Papua.
3.
Flora di Daerah Paparan Sunda
Flora di daerah paparan Sunda adalah flora di wilayah
Sumatra yang terdiri atas tiga macam, yaitu:
Ø Flora
endemik, contoh bunga Rafflesia Arnoldi.
Ø Flora
di pantai timur terdiri atas mangrove dan rawa gambut.
Ø Flora
di pantai barat terdiri atas bermacam-macam vegetasi di antaranya
meranti-merantian, kemuning, rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan rotan.
Flora di Kalimantan memiliki kesamaan dengan flora di Sumatra, yaitu hutan
hujan tropik, hutan gambut, dan hutan mangrove.
Persebaran
tumbuh-tumbuhan menurut lingkungan geografi berdasarkan iklim dan keadaan
daerah di Indonesia adalah sebagai berikut.
1.
Hutan Mangrove
Hutan mangrove atau
hutan pasang, hutan ini khas bagi daerah pantai tropik, ciri tumbuhan ini
mempunyai akar napas yang tergantung dari batang, benih tumbuhan dapat
mengapung di air laut selama beberapa bulan, sehingga masih dapat tumbuh
setelah terdampar di daratan. Terdapat gejala vivipari, yaitu perkecambahan
biji pada tumbuhan induk. Hutan ini banyak terdapat di pantai timur Pulau
Sumatra dan daerah pantai Kalimantan Tengah, dan Papua, dan sebagian besar
daerah pantai di seluruh dunia.
2.
Hutan Lumut (Tundra)
Hutan lumut, terdapat
di pegunungan-pegunungan tinggi yang selalu tertutup kabut karena letaknya
sangat tinggi dari permukaan laut, sehingga udaranya sangat lembap dan suhunya
rendah sekali. Hutan lumut terdiri atas pohon-pohonan yang ditumbuhi dengan
lumut, misalnya di pegunungan tinggi di Papua, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,
dan Jawa.
3.
Hutan Rawa
Hutan rawa, meliputi
daerah yang cukup luas di Indonesia. Hutan rawa air tawar tidak menghasilkan
kayu yang baik, tetapi tanahnya dapat dimanfaatkan sebagai tanah pertanian.
Hutan rawa gambut dapat menghasilkan kayu, salah satunya ialah kayu ramin.
Hutan rawa gambut banyak terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
4.
Hutan Musim
Jenis hutan ini sering
disebut dengan hutan homogen, karena tumbuhannya hanya terdiri atas satu pohon.
Hutan ini bercirikan gugurnya daun-daun pada musim kemarau (meranggas). Sebagai
contoh ialah hutan jati, cemara, dan pinus. Jenis hutan ini banyak terdapat di
Indonesia bagian tengah, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sampai Nusa Tenggara.
5.
Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis
merupakan hutan rimba yang memiliki pohonpohon yang lebat. Jenis hutan ini
banyak terdapat di daerah hutan tropis atau daerah yang mengalami hujan
sepanjang tahun. Hutan ini sering disebut dengan hutan heterogen, karena
tumbuhannya terdiri bermacam-macam jenis pohon. Jenis hutan ini banyak terdapat
di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
6.
Stepa
Stepa,
adalah padang rumput yang cukup luas. Terdapatnya stepa di Indonesia disebabkan
curah hujan sudah banyak turun di bagian barat seperti Sumatra dan Jawa Barat,
sehingga angin musim yang membawa hujan dari arah Asia sudah kering setelah
sampai di daerah ini. Curah hujan yang ada hanya cukup untuk tumbuhnya
tumbuh-tumbuhan jenis rumput yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Daerah
yang terdapat stepa ini antara lain Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur.
7.
Sabana
Sabana memiliki ciri daerah padang rumput yang luas dengan diselingi adanya
pohon-pohon atau semak-semak di sekitarnya. Daerah ini mengalami musim kemarau
yang panjang dan bersuhu panas. Di Indonesia terdapat di Nusa Tenggara, Madura,
dan di dataran tinggi Gayo (Aceh). Wilayah ini digunakan untuk peternakan,
seperti sapi, kuda, dan kambing.
Berikut ini pembagian persebaran fauna di Indonesia
1.
Pembagian
Fauna Menurut Wallace (1910)
Pada tahun 1910 (tiga tahun
sebelum ia wafat), Wallace dengan mempertimbangkan keunggulan bentuk fauna Asia
di Sulawesi, menyimpulkan bahwa fauna Sulawesi tampak demikian khas, sehingga
Wallace menduga bahwa Sulawesi dahulu pernah bersambung dengan Benua Asia
maupun Benua Australia. Wallace membuat garis yang ditarik dari sebelah timur
Filipina, melalui Selat Makassar dan antara Bali dan Lombok yang dikenal dengan
Garis Wallace dengan kemudian Wallace menggeser garis yang telah ditetapkan
sebelumnya ke sebelah timur Sulawesi (Wallace, 1910). Sulawesi merupakan daerah
peralihan antara fauna Asia dengan fauna Australia.
Wallace mengelompokkan jenis fauna di
Indonesia menjadi tiga, yaitu:
Fauna
Asiatis (Tipe Asia), menempati bagian barat Indonesia sampai Selat
Makassar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui
yang besar seperti:
·
tapir terdapat di Sumatra dan Kalimantan,
·
banteng terdapat di Jawa dan Kalimantan,
·
kera gibon terdapat di Sumatra dan Kalimantan,
·
orang hutanterdapat di Sumatra Utara dan Kalimantan,
·
beruang terdapat di Sumatra dan Kalimantan,
·
badak terdapat di Sumatra dan Jawa,
·
gajah terdapat di Sumatra (berpindah-pindah),
·
siamang terdapat di Sumatra,
·
kijang terdapat di Jawa, Sumatra, Bali, dan Lombok,
·
harimau loreng terdapat di Jawa dan Sumatra, sedangkan
harimau kumbang dan tutul terdapat di Jawa, Bali, dan Madura,
·
kancil terdapat di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan,
·
trenggiling banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan,
Jawa, dan Bali, dan
·
jalak Bali terdapat di Bali, dan burung merah terdapat
di Jawa.
Di daerah ini juga
ditemui jenis hewan lain, seperti kancil pelanduk (terdapat di Sumatra, Jawa,
dan Kalimantan), singa, mukang (terdapat di Sumatra, dan Kalimantan), dan ikan
lumba-lumba (terdapat di Kalimantan).
Fauna tipe Australia,
menempati bagian timur Indonesia meliputi Papua dan pulau-pulau di sekitarnya.
Di daerah ini tidak didapatkan jenis kera, binatang menyusuinya kecil-kecil dan
jumlahnya tidak banyak. Hewan-hewan di Indonesia bagian timur mirip dengan
hewan Australia. Jenis hewan tipe Australia, antara lain sebagai berikut.
·
Burung, terdiri atas cenderawasih, kasuari, nuri dan
raja udang.
·
Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan
katak air.
·
Berbagai jenis serangga.
·
Berbagai jenis ikan.
·
Mamalia, terdiri atas kanguru, walabi, beruang,
nokdiak (landak Papua), opossum laying (pemanjat berkantung), kuskus, dan
kanguru pohon.
·
Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, kadal, dan
kura-kura.
Fauna peralihan, menempati di antara Indonesia
timur dan Indonesia barat, misalnya di Sulawesi terdapat kera (fauna Asiatis)
dan terdapat kuskus (fauna Australia). Di samping itu terdapat hewan yang tidak
didapatkan baik tipe Asiatis maupun tipe Australia. Fauna Indonesia yang
tergolong tipe peralihan adalah sebagai berikut.
·
Mamalia, terdiri atas anoa, babi rusa, kuskus, monyet
hitam, sapi, banteng, dan kuda.
·
Reptilia, terdiri atas biawak, komodo, kura-kura, dan
buaya.
·
Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan
katak air.
·
Berbagai macam burung, terdiri atas maleo, kakaktua,
nuri, merpati, burung dewata, dan angsa.
2.
Pembagian
Fauna Menurut Weber
|
Peta Persebaran Fauna di Indonesia
|
3.
Pembagian
Fauna Menurut
Lydekker
Ahli
lain, yaitu Lydekker, menentukan batas barat fauna Australia dengan menggunakan
garis kontur dan mengikuti kedalaman laut antara 180 – 200 meter, sekitar
Paparan Sahul dan Paparan Sunda. Hal ini sama dengan Wallace yang menentukan
batas timur fauna Asia.
Adanya perbedaan fauna antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur karena
kedua wilayah itu terpisah oleh perairan yang cukup luas dan dalam, dan
kedalaman lautnya lebih dari 1000 meter. Laut yang dalam tersebut sebagai
pemisah antara kedua wilayah, sehingga fauna pada masing-masing wilayah
berkembang sendiri-sendiri
PETA PERSEBARAN HUTAN DI
INDONESIA
|
Narasi Peta |
|
|
Wilayah Tersedia |
Pulau Sumatera (Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi,
Bengkulu, Sumsel, Lampung, Babel, Kepri) |
|
Pulau Jawa (Jakarta, Banteng, Jabar, Jateng, Jogja
& Jatim) |
|
|
Pulau
Kalimantan (Kalbar, Kalteng, Kasel, Kaltim & Kaltara) |
|
|
Pulau Bali (Bali) |
|
|
Kepulauan Nusa Tenggara (NTT dan NTB) |
|
|
Pulau Sulawesi (Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulteng,
Gorontalo & Sulut) |
|
|
Kepulauan Maluku (Maluku & Malut) |
|
|
Pulau Papua (Papua dan PapBar) |
|
|
Sumber |
Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan, Depatemen
Kehutanan |
|
Jenis Peta Kehutanan |
|
|
Peta-peta Kehutanan |
Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) |
|
Penunjukan Kawasan Hutan (PKH) |
|
|
Indikatip
Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) |
|
|
Izin Usaha Pertambangan dan Perkebunan (IUP)* |
|
|
Penggunaan Lahan Overlay Kawasan |
|
|
Peta
Fungsi Kawasan |
Kawasan Hutan Lindung (HL) |
|
Kawasan Hutan Produksi (HP), Hutan Produksi Terbatas
(HPT), Hutan Produksi Konversi (HPK) |
|
|
Kawasan Hutan Suaka Alam (HSAW), Taman Nasional
(TN), Taman Nasional Laut (TNL) |
|
|
|
Kawasan Cagar Alam (CA), Kawasan Lindung Pantai
(KLP) & Taman Hutan Raya (Tahura) |
5. Menjelaskan sebab-sebab kerusakan
hutan di Indonesia
1. Kebakaran
Hutan
Kebakaran
hutan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Kebakaran
hutan sangalah susah untuk diatas, untuk itu kita semua harus dapat
mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terjadi. Penelitian menunjukan
bahwa sebagian besar kebakaran hutan yang terjadi dikarenakan ulah manusia
2. Penebangan
Hutan Secara Liar
Penyebab
kerusakan hutan lainnya yang memilidi andil yang sangat besar adalah penebangan
hutan secara liat atau yang biasa disebut illegal logging. Umumnya kejadian
seperti ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ekonomi, untuk itu Pemerintah
diharapkan bisa memberikan solusi dalam permasalahan inI.
3. Penegakkan
Hukum Yang Lemah
Lemahnya
supremasi hukum di Indonesia menjadi penyebab lain dari kerusakan hutan, hal
ini yang membuat pelaku kerusakan hutan tidak jera dan melakukan perbuatan
illegal logging lagi setelah mendapatkan hukuman. Ini juga merupakan pekerjaan
rumah bagi Pemerintah untuk membuat hukum yang baik
4. Mentalitas
Sebenarnya
penyebab kerusakan hutan yang terjadi selama ini adalah karena mantalitas
sebagian manusia yang menganggap dirinya paling berhak untuk mengelola hutan.
Padahal kenyataan dilapangan banyak amanah yang disalahgunakan sehingga
menjadikan hutan yang semakin hari semakin rusak
Dampak Kerusakan Hutan
Ketahuilah
bahwa dampak kerusakan hutan sangatlah merugikan bagi kehidupan. Oleh sebab itu
kita harus bisa menjaga dan melindungi hutan kita dari keruskan. Dan dibawah
ini adalah beberapa dampak kerusakan hutan bagi kehidupan didunia:
• Semakin lama hutan semakin gundul dan ini tentunya merugikan.
• Hutan yang gundul bisa menjadi sebab terjadinya banjir pada musim
hujan.
• Keruskan hutan dapat menjadikan peristiwa kekeringan dimusim
kemarau.
• Hilangnya potensi keuntungan negara dari pendapatan hasil hutan.
• Matinya berbagai jenis flora dan fauna yang habitatnya dihutan.
• Menjadi sebab terjadinya fenomena perubahan iklim dan pemanasan
global.
• Membuat kerusakan ekosistem bagi yang ada didarat maupun dilaut.
• Secara tidak langsung hal ini menjadi sebab musabab kemiskinan.
Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia
a. Kawasan hutan yang semula 83 ribu hektar, berubah menjadi 20 ribu hektar.
menyempitnya luasan hutan tersebut dikarenakan perambahan hutan oleh oknum
tertentu untuk perkebunan kelapa sawit ilegal.
b.
Kerusakan
hutan di tanah air cukup memprihatinkan.
Berdasarkan catatan
Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2%
dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya. Data Kementerian Kehutanan
menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42
juta hektar diantaranya sudah habis ditebang. Kerusakan atau ancaman yang
paling besar terhadap hutan alam di Indonesia adalah penebangan liar, alih
fungsi hutan menjadi perkebunan, kebakaran hutan dan eksploitasi hutan secara
tidak lestari baik untuk pengembangan pemukiman, industri, maupun akibat
perambahan. Kerusakan hutan yang semakin parah menyebabkan terganggunya
keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan disekitarnya. Contoh nyata yang
frekuensinya semakin sering terjadi adalah konflik ruang antara satwa
6. Menjelaskan upaya
pelestarian flora dan fauna di Indonesia hutan
Perlindungan
terhadap flora dan fauna
Karena flora dan fauna Indonesia termasuk langka,
maka pada tahun 1931 dikeluarkan Undang-Undang Perlindungan Binatang Liar,
kemudian pada tahun 1932 status UU tersebut menjadi UU Cagar Alam. Usaha
perlindungan dan pelestarian flora dan fauna adalah dengan menetapkan
daerah-daerah tertentu sebagai kawasan lindung. Tempat perlindungan alam di
Indonesia antara lain:
a. Hutan
suaka alam adalah kawasan hutan yang digunakan untuk perlindungan alam hayati.
b. Cagar
alam adalah hutan suaka alam yang ditetapkan sebagai tempat perlindungan flora
dan fauna.
c. Suaka margasatwa adalah hutan suaka alam yang
ditetapkan sebagai perlindungan bagi margasatwa.
d. Hutan
wisata adalah hutan yang dipelihara guna kepentingan pariwisata.
PENGERTIAN DAN POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA
Istilah maritim berasal dari bahasa inggris yaitu
maritime, yang berarti navigasi. Dari kata ini kemudian lahir istilah maritime power
yaitu negara maritim atau negara samudra. Kemaritim
merupakan segala aktivitas pelayaran dan perniagaan/perdagangan yang
berhubungan dengan kelautan. Sedangkan pengertian lain dari kemaritiman yang berdasarkan pada
termonologi adalah mencakup ruang/wilayah permukaan laut, pelagik dan
mesopelagik yang merupakan daerah subur dimana pada daerah ini terdapat
kegiatan seperti pariwisata, lalulintas, pelayaran dan jasa – jasa
kemaritiman
Indonesia adalah sebuah negara maritim terbesar
dunia. Lebih dari 70 persen luas wilayahnya terdiri dari lautan yang membentang
dari ujung utara Pulau Sumatera sampai ke ujung selatan Irian Jaya. Indonesia
juga bisa disebut sebagai negara kepulauan terbesar dan terluas dunia, karena
semua wilayah daratannya merupakan gugusan pulau-pulau yang membentang antara
Benua Asia dan Benua Australia yang sering juga disebut dengan zamrudnya
khatulistiwa.
Potensi
Sumber Daya Laut (kemaritiman) Indonesia
1. Potensi Perikanan
Potensi perikanan meliputi perikanan laut
(tuna/cakalang, udang, demersal, pelagis kecil, dan lainnya), potensi
mariculture (rumput laut, ikan, dan kerang-kerangan serta mutiara), perairan
umum, tambak, budidaya air tawar, dan potensi bioteknologi kelautan. Saat ini
potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia baru sempat digali hanya
sekitar 24,5% dari potensi yang ada.
2. Potensi Wisata Bahari
Indonesia memiliki potensi wisata bahari
yang sangat besar, selain potensi yang didukung oleh kekayaan alam yang indah
dan keanekaragaman flora dan fauna juga didukung oleh kemajemukan budaya.
Berbagai obyek dan daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan adalah pantai,
keragaman flora dan fauna, taman laut, alam, budaya, maupun olah raga. Saat ini
kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia menunjukkan terjadinya
peningkatan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Setiap tahun rata-rata
pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Indonesia meningkat sebesar 7-10%.
3. Potensi Pertambangan dan Energi
Pesisir laut Indonesia memiliki cadangan
minyak dan gas, mineral, dan bahan tambang yang besar. Potensi kekayaan tambang
dasar laut seperti aluminium, mangan, tembaga, zirconium, nikel, kobalt, biji
besi non titanium, vanadium, dan lain sebagainya yang sampai sekarang belum
dikelola dengan baik, sehingga diperlukan teknologi yang maju untuk
mengembangkan potensi tersebut.
4.
Potensi
Transportasi Laut
Jumlah kunjungan kapal di seluruh pelabuhan mengalami
fluktuasi, meskipun secara umum mengalami pertumbuhan positif. Berdasarkan
Statistik Transportasi Indonesia, jumlah kunjungan kapal di seluruh pelabuhan
di Indonesia pada tahun 2013 mencapai
832,6 ribu unit dengan jumlah total ukuran kapal sebesar 1,550 milyar GT.
5.
Potensi Industri Maritim Industri
maritim nasional yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah industri
galangan kapal. Industri ini telah berkembang dan terbagi dalam tiga kategori
industri, yaitu: (i) industri pembangunan kapal, (ii) industri mesin, suku
cadang, dan komponen yang diperlukan dalam konstruksi kelautan, serta (iii)
industri pemeliharaan dan perbaikan kapal.
6. Potensi Bangunan Kelautan
Sektor bangunan kelautan merupakan
potensi ekonomi maritim dan kelautan yang diantaranya berasal dari kegiatan
penyiapan lahan sampai konstruksi bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat
tinggal di wilayah pesisir dan
laut. Salah satu bangunan kelautan yang menjadi fokus utama adalah bangunan
pelabuhan. Pelabuhan adalah pusat aktivitas perekonomian barang dan jasa (antar
pulau, ekspor maupun ekspor), sehingga keberadaannya sangat diperlukan dalam
pembangunan kelautan.
7. Potensi Jasa Kelautan
Jasa kelautan merupakan salah satu sektor
yang berpotensi menjadi sumber penerimaan devisa negara melalui beberapa
kegiatan yang bersifat menunjang dan memperlancar kegiatan pengangkutan yang
meliputi jasa pelayanan pelabuhan, jasa pelayanan keselamatan pelayaran, dan
kegiatan yang memanfaatkan kelautan sebagai jasa (perdagangan, pendidikan,
pelatihan, penelitian, arkeologi laut dan benda muatan kapal tenggelam, jasa
pengelolaan kabel dan pipa di dasar laut) dan jasa lingkungan (keanekaragaman
hayati, penyerapan karbon, pengolahan limbah, keindahan alam, dan udara
bersih).
8. Potensi Sumberdaya Manusia
Sekitar 60% penduduk Indonesia bermukim
di wilayah pesisir, sehingga pusat kegiatan perekonomian, seperti perdagangan,
perikanan tangkap, perikanan budidaya, pertambangan, transportasi laut, dan
wisata bahari dilakukan di daerah pesisir. Penduduk yang menyebar di
pulau-pulau merupakan aset yang strategis untuk peningkatan aktivitas ekonomi
antarpulau, sekaligus modal dasar pertahanan dan keamanan negara. Namun sampai
saat ini SDM yang berkecimpung
di bidang kelautan, baik secara kuantitas maupun kualitas, masih sangat kurang.
9. Wilayah Pesisir Lestari
Potensi pesisir yang dimiliki Indonesia
berupa keanekaragaman hayati dan non – hayati. Tercatat bahwa panjang pantai di
Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas wilayah laut 5,4 juta km2, mendominasi
total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2
10. Garam
Garam yang merupakan kebutuhan pokok
dalam setiap masakan yang tersaji di atas meja makan, mampu memperolah US$
28.000.000.000. disamping sebagai bahan masakan yang wajib dimiliki, garam pula
dapat berpotensi sebagai salah satu sumber penghasilan Negara. Industry garam
pun membantu perekonomian negara.
11. Bioteknologi laut
Tingginya kelimpahan dan keanekaragaman
hayati di laut Indonesia, digunakan untuk pengembangan industri bioteknologi
bahan pangan, obatobatan, kosmetika dan bioremediasi. Pemanfaatan di bidang
bioteknologi laut ini berpotensi paling besar diantara potensi lainya.
12. Minyak Bumi
Potensi sumber daya alam yang lainya
yaitu minyak bumi dan gas offshore, minyak bumi dan gas offshore ini 70% dari
total keseluruhan berasal dari laut. Terdapat sebanyak 40 dari 60 cekungan
potensial yang mengandung minyak bumi dan gas yang terletak di lepas pantai.
Sedangkan 14 lainya terdapat di pesisir laut dan hanya 6 yang terdapat di
daratan
BATAS-BATAS
KEMARITIMAN INDONESIA
Apakah kamu mengetahui 10 negara tersebut
? jika kamu mengetahuinya tulis jawabanmu di buku catatan kamu. Batas wilayah
negara adalah garis batas yang merupakan pemisah kedaulatan suatau negara yang
didasarkan atas hukum internasional. Pengaturan batas – batas wilayah negara
dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum mengenai ruang lingkup wilayah
negara, dan hak – hak berdaulat. Batas wilayah laut Indoneia mencakup 12 mil ke
arah luar garis pantai, selain itu indonesia memiliki wilayah yuridiksi nasional
yang meliputi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil dan landas kontinen
sampai sejauh 350 mil dari garis pantai.
Penataan batas maritim dalam UU No. 17
Tahun 1985 mengamanatkan perlunya penanganan secara serius penataan batas –
batas maritim indonesia dengan negara – negara tetangga. Di laut Indonesia
berbatasan dengan 10 negara yaitu India, Singapura, Malaysia, Thailand,
Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Batas-batas
maritim yang harus diselesaikan tersebut, meliputi :
1. Laut
Teritorial
Laut teritorial adalah wilayah
kedaulatan suatu Negara pantai, meliputi ruang udara serta dasar laut dan tanah di bawahnya,
lebarnya tidak melebihi 12 mil laut diukur dari garis pangkal
2. Zona
Tambahan
Di luar laut teritorial terdapat
laut-laut dimana Indonesia mempunyai hakhak berdaulat dan kewenangan-kewenangan
tertentu. Di Zona tambahan, yaitu sampai batas 12 mil laut di luar laut
territorial atau 24 mil laut diukur dari garis pangkal, Indonesia juga dapat
melaksanakan kewenangan-kewenangan tertentu untuk mengontrol pelanggaran
terhadap aturan-aturan di bidang bea cukai/pabean, keuangan, karantina
kesehatan, pengawasan imigrasi, dan
menjamin pelaksanaan hukum di wilayahnya
3. Zona
Ekonomi Eksklusif
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah
suatu daerah di luar dan berdampingan dengan laut teritorial, lebar zona ini
tidak lebih 200 mil laut dari garis pangkal. Di ZEE Indonesia memiliki hak berdaulat atas eksplorasi dan
eksploitasi, konservasi dan pengelolaan sumberdaya alam, baik hayati maupun
non-hayati, dari perairan di atas dasar laut dan dari dasar laut dan tanah di
bawahnya dan berkenaan dengan kegiatan lain untuk keperluan eksplorasi ekonomi
zona tersebut, seperti energi dari air, arus dan angin.
4. Landasan Kontinen
Landasan kontinen (continental shelf)
pada awalnya merupakan istilah geologi. Istilah ini merujuk pada fakta geologis
bahwa daratan pantai akan menurun ke bawah laut dengan kemiringan kecil hingga
di suatu tempat tertentu menurun secara terjal ke dasar laut. Bagian tanah
dasar laut dengan kemiringan kecil tersebut merupakan landasan kontinen.
Sedangkan bagian atas dasar tanah dengan kemiringan curam merupakan lereng
kontinen.
POTENSI SUMBER DAYA TAMBANG
Menjelaskan potensi sumber daya
tambang di Indonesia
Potensi sumber daya tambang kita melimpah,
Namun sayangnya sebagian dari potensi tersebut belum dapat dikelola oleh bangsa
Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan
tambang. Beraneka bahan tambang tersedia
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Aktivitas
pertambangan telah menghasilkan banyak penghasilan atau devisa bagi Indonesia
Menggali potensi sumber daya tambang yang ada
di Indonesia
Persebaran Barang Tambang di
Indonesia
Ada peribahasa yang mengatakan "Gemah ripah Loh Jinawi" yang artinya
kekayaan hasil bumi yang melimpah. Itulah negara Indonesia, negeri timur
seberang yang sejak abad ke 16 diserbu oleh negara-negara barat dalam rangka
merkantilisme, kolonialisme dan imperialisme. Tentu saja yang mereka incar
adalah kekayaan negeri timur tersebut. Sudah berjuta-juta ton rempah-rempah dan
barang tambang diangkut ke Eropa. Dan inilah bukti kekayaan barang tambang ada
di Indonesia. Barang tambang dan persebarannya itu meliputi:
(1.) Minyak bumi
Ada banyak tambang
minyak bumi di Indonesia. Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai
berikut:
1. Tambang
minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera
Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju,
Sungai Gerong, Muara Enim).
2. Tambang
minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap
di (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
3. Tambang
minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu
dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau
(Kalimantan Selatan)
4. Maluku (Pulau
Seram dan Tenggara), serta
5. Irian Jaya
(Klamono, Sorong, dan Babo).
(2.) Bauksit (bijih aluminium)
Penambangan bauksit
berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).
(3.) Batu bara
Penambangan batu bara
terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam,
Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan
Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan
(Makassar), dan Papua (Klamono).
(4.) Besi
Penambangan besi
terdapat di daerah Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan (Pulau Sebuku),
Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).
(5.) Timah
Penambangan timah
terdapat di daerah Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung (Manggara), dan
Pulau Singkep (Dabo).
(6.) Emas
Penambangan emas
terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu
(Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat
(Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).
(7.) Tembaga
Penambangan tembaga
terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).
(8.) Nikel
Ditambang
dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).
(9.) Marmer
Ditambang
dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.
(10) Mangan
Ditambang dari daerah
Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan
(Martapura).
(11) Aspal
Ditambang dari daerah
Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).
(12) Belerang
Ditambang dari daerah
Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).
(13) Yodium
Ditambang dari daerah
Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).
Persebaran bahan Tambang di Indonesia
a. Minyak Bumi
Menurut perkiraan
para ilmuwan, minyak bumi mulai terbentuk selama jutaan tahun. Indonesia
merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi.
Kualitas minyak bumi
Indonesia cukup baik. Kadar sulfur (belerang) minyak bumi Indonesia sangat
rendah, sehingga mengurangi kadar pencemaran udara.
Daerah-daerah
penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut:
a.
Sumatera,
terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumut (Tanjung Pura); Riau
(Sungaipakning, Dumai); SumSel (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)
b.
Jawa,
terdapat di Wonokromo, Delta (JaTim); Cepu, Cilacap (JaTeng); Majalengka,
Jatibarang (JaBar).
c.
Kalimantan,
terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (KalTim)
serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (KalSel)
d.
Maluku
(Pulau Seram dan Tenggara)
e) Irian
Jaya (Klamono, Sorong, Babo).
Minyak bumi diambil
dalam bentuk minyak mentah, sebelum dapat digunakan, minyak mentah tersebut
harus diolah. Pengolahan minyak bumi menghasilkan avgas, avtur, premium, minyak
tanah, solar dll. Manfaat dari produk-produk tersebut adalah sebagai berikut:
v Avtur untuk bahan bakar pesawat
terbang;
v Bensin untuk bahan bakar
kendaraan bermotor;
v Minyak Tanah untuk bahan baku
lampu minyak;
v Solar untuk bahan bakar kendaraan
diesel;
v LNG (Liquid Natural Gas) untuk
bahan bakar kompor gas;
v Oli ialah bahan untuk pelumas
mesin;
v Vaselin ialah salep untuk bahan
obat;
v Parafin untuk bahan pembuat
lilin; dan
v Aspal untuk bahan pembuat jalan
(dihasilkan di Pulau Buton)
.
b. Gas Alam
Di Indonesia terdapat
banyak sumber gas alam. Gas alam dapat digunakan sebagai bahan bakar. Ada 2
macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG dan LPG. Apa bedanya? LNG
(Liquified Natural Gas) atau Gas alam cair dibuat dari gas alam yang terbentuk
secara alami. LNG terdiri atas gas metan dan gas etan. LNG membutuhkan suhu
sangat dingin supaya dapat disimpan sebagai cairan. Gas alam cair diproduksi di
Arun dan Badak, selanjutnya diekspor antara lain di Jepang.
LPG (Liquified
Petrolium Gas) atau gas hasil olahan minyak bumi yang dicairkan. Elpiji
inilah yang digunakan sebagai bahan bakar kompor gas di rumah kita.
c. Batu Bara
Sebagian besar batu bara terjadi
dari tumbuh-tumbuhan yang hidup berjuta-juta tahun yang lalu. Tubuh-tumbuhan
tersebut termasuk jenis paku-pakuan. Tumbuhan itu tertimbun hingga berada dalam
lapisan-lapisan batuan sedimen yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut
juga inkolen (proses pengarangan).
Daerah tambang batu bara di
Indonesia adalah sebagai berikut:
v Ombilin dekat sawahlunto
(sumatera Barat) menghasilkan batu bara muda yang sifatnya mudah hancur.
v Bukit asam dekat Tanjung Enim
(palembang) enghasilkan batu bara muda yang sudah menjadi antrasit karena
pengaruh magma.
v Kalimantan Barat, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan (Pulau laut/Sebuku)
v Jambi, Riau, Aceh, Papua (Irian
Jaya)
d. Tanah Liat
Tanah Liat adalah tanah yang mengandung lempung (65%), butir-butirnya
sangat halus, sehingga rapat dan sulit menyerap air. Tanah liat banyak terdapat
di dataran rendah di Pulau Jawa dan sumatera.
Tanah liat dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan gerabah.
e. Kaolin
Kaolin terbentuk dari pelapukan batuan granit. Batuan ini banyak terdapat
di daerah sekitar pegunungan di sumatera. Kaolin banyak dipakai sebagai
bahan pengisi (filler), pelapis (coater), barang-barang tahan api dan isolator.
Kaolin juga dipakai pada proses pembuatan keramik, obat, melapisi kertas,
sebagai bahan tambahan makanan, odol, sebagai bahan menyebarkan sinar di bola
lampu pijar agar berwarna putih, serta sebagai bahan kosmetik.
f. Gamping
(Batu Kapur)
Batu kapur terbentuk
dari pelapukan sarang binatang karang. Potensi batu kapur di Indonesia sangat
besar dan tersebar hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia. Sebagian besar
cadangan batu kapur Indonesia terdapat di Sumatera Barat. Beberapa daerah lain
yang merupakan penghasil utama batu kapur adalah Jawa Timur. Berbagai wilayah
di daerah ini antara lain Pacitan, Trenggalek, Tulungagug, Ponorogo, ngawi,
Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Nganjuk, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan,
Sampang, pamekasan, Sumenep dan Gresik. Bahkan di wilayah provinsi Jawa Timur
sendiri, potensi yang saat ini masih tersedia adalah sebesar ±1.259.438.298 M³.
Selanjutnya di wilayah Kalimantan, potensi batuan gamping atau batuan kapur ini
yang terbesar adalah di provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur ( http://edukasi.kompasiana.com).
g. Pasir
Kuarsa
Pasir Kuarsa
terbentuk dari pelapukan batu-batuan yang hanyut lalu mengendap di daerah
sekitar sungai, pantai, dan danau. Pasir kuarsa banyak terdapat di Banda Aceh,
Bangka, Belitung dan Bengkulu. Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di
Sumatera Barat, potensi lain terdapat di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera
Selatan, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung (http://www.purewatercare.com).
Manfaat pasir
kuarsa atau biasa disebut Pasir Silika (SiO2) antara lain adalah untuk
menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air minum atau air
tanah atau air PDAM atau air gunung pada industri pengolahan air. Sebagai
bahan baku utama dalam industri gelas kaca, semen, tegel, mosaik keramik, bahan
baku fero silikon, silikon carbide bahan abrasit (ampelas dan sand blasting).
Sebagai bahan ikutan dalam industri cor, industri perminyakan dan
pertambangan, bata tahan api (refraktori), dan lain
sebagainya (http://www.purewatercare.com).
h. Pasir Besi
Pasir Besi adalah
batuan pasir yang banyak mengandung zat besinya. Pasir besi banyak terdapat di
Pantai Cilacap, Jawa Tengah. Pasir besi selain digunakan untuk industri
logam besi, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen dan bahan dasar
tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama untuk
pita kaset, pewarna serta campuran (filter) untuk cat, bahan dasar untuk
industri magnet permanent (http://www.lumajang.go.id).
i. Marmer/Batu
Pualam
Marmer/batu pualam adalah batu kapur yang telah berubah bentuk dan rupanya
sehingga merupakan batuan yang sangat indah setelah digosok dan dilicinkan.
Marmer banyak terdapat di Trenggalek, JawaTimur dan daerah Bayat Jawa Tengah.
j. Batu Aji/Batu Akik
Batu aji/batu akik adalah batuan atau mineral yang cukup keras. Warna batu
akik bermacam-macam, antara lain merah, hijau, biru, ungu, putih, kuning, dan
hitam. Batu ini digunakan untuk perhiasan dan banyak terdapat di daerah
pegunungan dan di sekitar aliran sungai.
k. Bauksit
Bauksit di Indonesia banyak terdapat di Pulau Bintan dan Riau.Bauksit dari
Bintan diolah di Sumatera utara di Proyek Asahan.Proyek Asahan juga merupakan
pusat tenaga air terjun di sungai Asahan.
l. Timah
Daerah-daerah penghasil timah di Indonesia adalah Pulau Bangka,
Belitung,dan Singkep yang menghasilkan lebih dari 20% produksi timah putih
dunia. Di Muntok terdapat pabrik peleburan timah. Ada dua macam timah yaitu
timah primer dan timah sekunder (aluvial). Timah primer adalah timah yang
mengendap pertama kali pada batuan granit. Timah sekunder (aluvial) adalah
endapan timah yang sudah berpindah dari tempat asalnya akibat proses
pelapukandan erosi.
m. Nikel
Nikel terdapat di sekitar Danau Matana, Danau Towuti, dan di Kolaka
(Sulawesi Selatan).
n. Tembaga
Tembaga terdapat di Tirtomoyo dan wonogiri (Jawa Tengah), Muara Sipeng
(Sulawesi) dan Tembagapura (Papua/Irian Jaya)
o. Emas dan perak
Emas dan Perak merupakan logam mulia. Pusat tambang emas dan perak terdapat
di daerah-daerah berikut:
v Tembagapura di Papua (Irian Jaya)
v Batu hijau di Nusa Tenggara Barat
v Tasikmalaya dan Jampang di Jawa
Barat
v Simao di Bengkulu
v Logos di Riau
v Meulaboh di Naggroe Aceh
Darusalam
p. Belerang
Belerang terdapat di kawasan Gunung Talaga Bodas (Garut) dan di kawah
gunung berapi, seperti di Dieng (Jawa Tengah)
q. Mangaan
Belerang terdapat di Kliripan (Daerah Istimewa Yogyakarta), Pulau Doi
(Halmahera), dan Karang nunggal (sebelah selatan Tasikmalaya)
r. Fosfat
Fosfat terdapat di cirebon, Gunung Ijen dan Banyumas (fosfat hijau.
s. Besi
Di dalam temperatur tinggi, bijih besi dicampur dengan kokas dan besi tua.
Percampuran diatur sedemikian rupa, sehingga proses pembakarannya merata.
Kotoran dalam bijih besi dapat di hilangkan dengan jalan reduksi (mengambil
unsur oksigen dari biji besa). Prases pembakaran dalam suhu tinggi menghasilkan
cairan. Kemudian cairan tersebut dicetak dalambentuk tertentu. Besi baja
adalahbesi yang kandungan / campuran karbonya rendah.
t. Mika
Mika terdapat di Pulau Peleng, Kepulauan Banggai di Sulawesi Tengah
u. Tras
Tras terdapat di pegunungan Muria, Jawa tengah.
v. Intan
Intan terdapat di Martapura, Kalimantan Selatan
Mendiskripsikan manfaat hasil tambang di lingkungan sekitar
Minyak bumi diambil dalam bentuk minyak mentah,
sebelum dapat digunakan, minyak mentah tersebut harus diolah. Pengolahan minyak
bumi menghasilkan avgas, avtur, premium, minyak tanah, solar dll. Manfaat dari
produk-produk tersebut adalah sebagai berikut:
v Avtur untuk bahan bakar pesawat
terbang;
v Bensin untuk bahan bakar
kendaraan bermotor;
v Minyak Tanah untuk bahan baku
lampu minyak;
v Solar untuk bahan bakar kendaraan
diesel;
v LNG (Liquid Natural Gas) untuk
bahan bakar kompor gas;
v Oli ialah bahan untuk pelumas
mesin;
v Vaselin ialah salep untuk bahan
obat;
v Parafin untuk bahan pembuat
lilin; dan
v Aspal untuk bahan pembuat jalan
(dihasilkan di Pulau Buton)
Sebagai salah satu
negara penghasil utama minyak bumi, Indonesia menjadi anggota Organization
Petroleum Exportir Countries (OPEC), yang bergerak dalam bidang ekspor minyak
bumi.
Batu bara juga
merupakan suatu bahan yang penting dalam pembuatan produk-produk tertentu,
seperti:
Ø Karbon teraktivasi (digunakan
pada saringan air dan pembersih udara serta mesin pencuci darah).
Ø Serat karbon (bahan pengeras yang
sangat kuat namun ringan yang digunakan pada konstruksi, sepeda gunung dan
raket tenis).
Ø Metal silikon – digunakan untuk
memproduksi silikon dan silan, yang pada gilirannya digunakan untuk membuat
pelumas, bahan kedap air, resin, kosmetik, shampo dan pasta gigi.
Pengelompokan barang
tambang logam dan non logam
Barang
tambang logam adalah : barang tambang yang berwujud bijih yang dapat
mengantarkan listrik. Contohnya: bijih besi, nikel, emas, tembaga, timah dan
bijih bouksit.
Mineral
logam dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: Logam murni dan logam campuran
Logam murni
digunakan dalam kondisi murni tanpa campuran, contoh logam murni: emas, timah,
seng dan alumunium. Biasanya kaleng minuman mengguakan alumunium murni, sementara
kabel listrik terbuat dari tembaga murni.
Barang tambang
tidak murni dipakai dalam keadaan dicampur misalnya: campuran tembaga timah dan
seng pada pembuatan kapal. Bahan campuran ini lebih tahan menghadapi proses
perubahan. Mineral logam dapat di kelompokkan dalam 4 (empat) kelompok utama:
1.
Kelompok
logam dasar.
Logam yang umum terdapat dan secara kimia
lebih aktif misalnya: tembaga (Cu), timah hitam (Tb). timah (Sn), dan seng (Zn)
danlain-lain.
2.
Kelompok
logam mulia.
Logam yang secara ekonomis sangat
berharga dan banyak dibutuhkan terdiri dari: emas (Au), perak (Ag), platina (Pt),
dalam ke2 (dua) kelompok lain satu sama lain selalu berkaitan bisa dalam bentuk
urat maupun dalam bentuk sebaran dalam satuan.
Khusus untuk emas selain terkenal
dalam bentuk urat biarat dalam urat kuasa juga bisa terdapat sebagai emas aluvialyang
tersebar di bekas undak-undak sungai tua atau tersebar di endapan pasir sungai
yang masih aktif logam dasar dan logam mulia yang terbentuk dalam urat bisanya
di Indonesia khususnya terjadi dalam lingkungan batuan gunung api dan populer
disebut emas epiternal sudah barang tentu disebut demikian memenuhi
kriteria-kriteria pembentukannya.
3.
Logam
jarang
Logam yang secara relatif ditemukan dalam
jumlah sedikit dan tersebar di bumi, unsur-unsur logam ini jarang ditemukan
terkonsentrasi dalam jumlah banyak. Beberapa diantaranya adalah: lithium (Li),
yurium (Yh), zirtunium (Zf), logam tanah jarang (Rare eart elemen: unsur yang
mempunyai nomor atom 57-71), indium (In), cadmiumn (Cd) dan lain-lain.
Kegunaan unsur-unsur logam jarang umumnya
untuk tenologi tingg: barang elektronik, katalis dalam pengolahan minyak bumi,
keramik tahan panas, dll
4.
Kelompok
mineral logam besi dan campuran besi
Logam yang lazim digunakan dalam industri
besi dan campurannya seperti: besi (Fe), cobal (Co), cromit (cr), mangan (Mn) dan
lain lain.
SUMBER
DAYA PERIKANAN
Menjelaskan
potensi dan persebaran sumber daya alam dan kemaritiman di Indonesia
Potensi
sumberdaya kelautan terdiri atas:
1.
Sumber
daya dapat pulih (ikan dan biota lainnya, terumbu karang, hutan mangrove,
pulau-pulau kecil).
2.
Sumber
daya tidak dapat pulih (minyak dan gas, bahan tambang dan mineral).
3.
Energi
kelautan (gelombang, pasang surut, Ocean Thermal Energy Conversion, angin).
4.
Jasa
lingkungan (media transportasi, komunikasi, iklim, keindahan alam, penyerap
limbah).
Peserta
didik dapat Menyebutkan potensi sumber daya alam indonesia.
A.
Perikanan
Sumber Daya Perikanan Indonesia
Berdasarkan
aturan internasional, jumlah tangkapan yang
diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari tersebut atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah
hasil tangkapan ikan di Indonesia belum
mencapai angka tersebut. Ini berarti masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jika
dibandingkan sebaran potensi ikannya,
terlihat adanya perbedaan secara umum antara wilayah
Indonesia bagian Barat dan Timur.
Di Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman laut 75
meter, jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi agak
berbeda terdapat di kawasan Indonesia Timur dengan rata-rata kedalaman laut
mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia bagian Timur, banyak ditemukan ikan
pelagis besar seperti cakalang dan tuna. Selain ikan yang tersedia di lautan,
penduduk Indonesia juga banyak yang melakukan budi daya ikan, terutama di
daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat yang
mengembangkan usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak. Jenis ikan yang
dikembangbiakkan di sana adalah ikan bandeng dan udang.
Kekayaan alam kita yang berupa ikan banyak diambil oleh nelayan
dari negara lain berupa praktik
pencurian ikan atau illegal fishing. Ada beberapa wilayah perairan
Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal fishing. Wilayah yang paling rawan
dengan praktik pencurian ikan adalah Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan
Indonesia.
B.
Hutan Mangrove
Hutan mangrove (hutan bakau) adalah
tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan
mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove
bebas dari genangan air laut. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi
sumber daya laut di Indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi
ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut
untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain
dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut. Fungsi
ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk
hidup yang ada di dalamnya
C.
Terumbu Karang
Indonesia memiliki kekayaan terumbu
karang yang berlimpah. Namun, sebagian dari terumbu karang telah mengalami
kerusakan. Dalam 50 tahun terakhir terjadi penurunan sebanyak 50 persen. Hanya
sekitar 5,23% yang berada dalam kondisi yang baik
Peserta
didik dapat Menyebutkan kondisi alam Indonesia
Beberapa sumber daya alam
di wilayah pesisir dan lautan telah mengalami over exploitasi. Sumberdaya
perikanan laut baru dimanfaatkan sekitar 63,49% dari total potensi lestarinya
(MSY, Maximum Suistainable Yield), namun di beberapa kawasan perairan beberapa
stok sumberdaya ikan telah mengalami kondisi tangkap lebih (over fishing).
Upaya
pelestariaan potensi sumber daya perikanan laut di Indonesia
1. Menggunakan
alat tangkap yang ramah lingkungan
Hindari menggunakan alat tangkap yang dilarang,
seperti yang mengandung bom, cantrang, atau pukat tarik, karena alat-alat
tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada dasar perairan yang berakibat buruk
pada ekosistem di bawah laut.
2. Menghindari
overfishing
Yang dimaksud
dengan menghindari terjadinya overfishing adalah nelayan tidak boleh menangkap
hasil laut berupa ikan yang masih kecil, karena ikan tersebut ditangkap tidak
pada waktu yang tepat, atau dapat dibilang, terlalu dini. Hal ini dapat
menyebabkan kepunahan pada ikan, apalagi jika dilakukan secara berlebihan.
3. Memperhatikan
kondisi lautan
Kondisi
lautan yang baik juga berdampak pada hasil penangkapan yang baik pula. Maka
dari itu, nelayan juga harus menjaga laut dari pencemaran. Nelayan tentu saja
tidak boleh membuang limbah, bahan bakar, atau sampah sembarangan ke laut. Hal
tersebut akan meracuni bahkan merusak ekosistem yang ada di laut.
4. Memahami
edukasi terkait penangkapan ikan
Dari beberapa
hal yang telah disebutkan di atas, tentu terdapat hal penting yang menjadi
kunci utama. Secara garis besar, dari awal nelayan harus memahami seluk beluk
penangkapan ikan di laut. Pemerintah juga sebaiknya memberikan penyuluhan
tentang ilmu pengetahuan yang baik bagi nelayan. Setelah itu, bukan hanya memahami,
tetapi nelayan kemudian diharapkan dapat merealisasikan segala ilmunya dengan
baik dan benar.
.
Kekayaan alam kita yang berupa ikan banyak
diambil oleh nelayan dari negara lain berupa praktik pencurian ikan atau illegal
fishing. Ada
beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal
fishing. Wilayah yang paling rawan dengan praktik pencurian ikan adalah Laut
Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia
Persebaran ikan Laut di Indonesia
v Ikan cakalang di
perairan laut Sulawesi, laut arafuru
v Ikan tuna di
Samudera Hindia, Laut Sulawesi
v Ikan tengiri: di
Laut Jawa
v Ikan Albakora: Di
laut Banda, Laut Arafuru
Laut Natuna
Utara dan Selat Makassar merupakan wilayah perairan dengan potensi perikanan
terbesar di Nusantara.
Peserta didik menggali
potensi perikanan di indonesia
Prospek pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia
sangat cerah dan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang strategis karena
Bangsa Indonesia terdiri atas 17.502 buah pulau, dan garis pantai sepanjang
81.000 km dengan Luas wilayah perikanan di laut sekitar 5,8 juta Km2, yang
terdiri dari perairan kepulauan dan teritorial seluas 3,1 juta Km2 serta
perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta Km2
Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang
sangat besar baik dari segi kuantitas maupun keanekaragamannya. Potensi lestari
sumber daya perikanan tangkap diperkirakan sebesar 6,4 juta ton per tahun.
Namun demikian, telah terjadi ketidakseimbangan tingkat
pemanfaatan sumber daya perikanan antar kawasan dan antar jenis sumber daya. Di
sebagian wilayah telah terjadi gejala tangkap lebih (over fishing) seperti di
Laut Jawa dan Selat Malaka, sedangkan di sebagian besar wilayah timur tingkat
pemanfaatannya masih di bawah potensi lestari.
Dalam periode 2003-2007, produksi perikanan tangkap
mengalami peningkatan rata–rata per tahun sebesar 1.32%, yakni dari 4.691.796
ton pada tahun 2003 menjadi 4.942.430 ton pada tahun 2007. Konstribusinya masih
didominasi oleh penangkapan ikan di laut. Dalam periode yang sama, produksi
perikanan tangkap di laut meningkat sekitar 1.49% yakni dari 4.383.103 ton pada
tahun 2003 menjadi 4.647.730 ton pada tahun 2007, meskipun pada tahun 2004
pernah mengalami penurunan menjadi 4.320.241 ton. Sedangkan produksi perikanan
perairan umum mengalami penurunan rata-rata sebesar 0.96%, yakni dari 308.693
ton pada tahun 2003 menjadi 294.700 ton pada tahun 2007.
Walaupun data yang diperoleh menunjukan bahwa wilayah
perairan Indonesia memiliki potensi perikanan yang menjanjikan, namun pemanfaatannya
masih kurang maksimal. Diantaranya disebakan oleh Sebagian besar nelayan masih
merupakan nelayan tradisional, armada perikanan yang masih didominasi oleh skala kecil/tradisional dengan kemampuan
IPTEK yang rendah, sumber data perikanan yang kurang memadai, masih rendahnya
kemampuan penanganan dan pengolahan hasil perikanan dan masih banyak
permasalahan lain yang masih belum mendapatkan penanganan yang serius dari
departemen terkait.
Cara Menangani Ilegal Fishing
1.
Melakukan perlindungan wilayah perairan Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE) untuk pencegahan pencurian ikan (illegal
fishing) di wilayah indonesia. Hal ini harus dilakukan TNI Angkatan Laut
sebagai bentuk perlindungan wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif
Indonesia berkewajiban menjaga kedaulatan Indonesia serta melindungi
sumber daya alam laut dari tindakan-tindakan pencurian ikan di Zona Ekonomi
Eksklusif .
2. Melakukan tindakan hukum tegas bagi pelaku
pencurian ikan (illegal fishing) yang dilakukan oleh kapal asing di perairan zona
ekonomi eksklusif (zee) berdasarkan undang-undang nomor 31 tahun 2004
tentang perikanan.
3. Meningkatkan kompetensi nelayan tradisional
dengan pemberdayaan nelayan dapat mencegah pencurian ikan oleh kapal asing.
HUTAN MANGROVE
Selain ikan, kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah
pesisir berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu
karang. Hutan mangrove (hutan bakau)
adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang,
hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan
mangrove bebas dari genangan air laut. Umumnya hutan mangrove berkembang dengan
baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.
Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di
Indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove
adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari
makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove
adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.
Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu
pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk
memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau
juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga
dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis, misalnya udang dan
jenis ikan lainnya yang berkembang biak dengan baik di wilayah ini. Di mana
sajakah sebaran hutan mangrove di Indonesia? Hutan mangrove tersebar di pesisir
sebelah barat Pulau Sumatra, beberapa bagian ada di pantai utara Pulau Jawa,
sepanjang pesisir Pulau Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, pesisir sebelah
Selatan Papua, dan beberapa pulau kecil lainnya. Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai
sekitar 3 juta hektare, yang tersebar di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia
(Giri et al., 2011).
Hutan mangrove Indonesia tidak tersebar secara merata. Luas terbesar
hutan mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3,7 juta ha. Berikutnya
adalah Sumatra (417 ribu ha), Kalimantan (165 ribu ha), Sulawesi (53 ribu)
Menjelaskan pengertian hutan
mangrove
Hutan mangrove adalah tipe hutan yang
berada di daearah pasang surut air laut.
Mengidentifikasi fungsi hutan mangrove
sebagai potensi sumber daya laut
a. Aspek ekologis
Adalah sebagai
habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan dan
berkembang biak, untuk melindungi pantai dari abrasi air laut
b. Aspek Ekonomi
Berupa nilai
ekonomis dari kayu, pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya, misalnya
kayu bakar untuk membuat arang, membuat kertas dan beragam jenis fauna yang
bernilai ekonomis, missal udang dan jenis ikan lainnya yang berkembangbiak di
wilayah tersebut
Mengidentfikasi
sebaran hutan mangrove di Indonesia
Hutan Mangrove
banyak dijumpai di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Riau dan Kepulauan
Riau
Mengidentifikasi faktor-faktor
kerusakan hutan mangrove di Indonesia
v Pemanfaatan yang
tidak terkontrol, karena ketergantungan masyarakat yang menempati wilayah
tersebut sangat tinggi
v Konversi hutan
Mangrove untuk berbagai kepentingan (perkebunan, tambak, pemukiman, kawasan
industry, wisata, dll)
v Akibat yang
ditimbulkan dari kerusakan hutan Mangrove:
v Instrusi air laut
v Turunnya kemampuan
ekosistem hayati di wilayah pesisir
v Meningkatnya
abrasi pantai
v Turunnya kemampuan
ekosistem dalam menahan tiupan angina
v Peningkatan
perencanaan pantai
Mendiskripsikan upaya untuk menjaga dan melestarikan hutan
mangrove di Indonesia
a)
Penanaman
kembali mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat. Modelnya dapat masyarakat
terlibat dalam pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan hutan
mangrove berbasis konservasi. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat
antara lain terbukanya peluang kerja sehingga terjadi peningkatan pendapatan
masyarakat.
b)
Pengaturan
kembali tata ruang wilayah pesisir: pemukiman, vegetasi, dll. Wilayah pantai
dapat diatur menjadi kota ekologi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wisata
pantai (ekoturisme) berupa wisata alam atau bentuk lainnya.
c)
Peningkatan
motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove
secara bertanggungjawab.
d)
Ijin
usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek konservasi.
e)
Peningkatan
pengetahuan dan penerapan kearifan local tentang konservasi
f)
Peningkatan
pendapatan masyarakat pesisir
g)
Program
komunikasi konservasi hutan mangrove
h)
Penegakan
hukum
i)
Perbaikkan
ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat. Artinya dalam
memperbaiki ekosistem wilayah pesisir masyarakat sangat penting dilibatkan yang
kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain
itu juga mengandung pengertian bahwa konsep-konsep lokal (kearifan lokal)
tentang ekosistem dan pelestariannya perlu ditumbuh-kembangkan kembali sejauh
dapat mendukung program ini.
TERUMBU KARANG
Mendeskripsikan
Pengertian Terumbu Karang
Terumbu
karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur
yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur
untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni,
koral-koral tersebut akan membentuk karang. Sebagai negara kepulauan, Indonesia
merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu
karang Indonesia mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu
karang yang ada di seluruh dunia.
Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, akan
tetapi juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Keanekaragaman hayati
terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia juga yang
tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska,
1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang. Mengapa terumbu karang banyak
ditemukan di wilayah Indonesia? Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik
pada suhu perairan laut antara 21 – 290 C. Pada suhu lebih besar
atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik.
Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, pantaslah
jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan
terumbu karang yang berlimpah. Namun, sebagian dari terumbu karang telah
mengalami kerusakan. Dalam 50 tahun terakhir terjadi penurunan sebanyak 50
persen. Hanya sekitar 5,23% yang berada dalam kondisi yang baik.
Pertumbuhan terumbu karang juga akan baik pada kondisi air yang
jernih dan dangkal. Kedalaman air yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang
tidak lebih dari 18 meter. Jika lebih besar dari kedalaman tersebut,
pertumbuhan terumbu karang juga akan menjadi kurang baik. Selain persyaratan
tersebut, terumbu karang juga mensyaratkan salinitas (kandungan garam air laut)
yang tinggi. Oleh karena itu, terumbu karang sulit hidup di sekitar muara
sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat bercampurnya air sungai ke
laut. Mengapa terumbu karang wajib dilindungi dari kerusakan? Terumbu karang
memiliki banyak manfaat, baik manfaat yang bersifat ekonomis, ekologis, maupun
sosial ekonomi.
Coral bleaching atau pemutihan karang merupakan salah satu bentuk
kerusakan terumbu karang. Coral bleaching juga dijadikan sebagai
salah satu indicator pemanasan global berupa naiknya suhu air laut dan muka air
laut. Global warming membuat nutrisi yang dibutuhkan karang semakin berkurang.
.
Faktor Yang
Mempengaruhi Sebaran Terumbu Karang Di Indonesia
a.
Suhu
dalam laut
b.
Cahaya
dan kedalaman laut
c.
Arus
laut
d.
sedimentasi
Manfaat Terumbu
Karang
1. Sumber
Berbagai Obat
Dalam
terumbu karang mengandung banyak zat kimia yang sangat berguna untuk dijadikan
obat-obatan bagi kita manusia dan saat ini sudah banyak penelitian dan masih
terus dilanjutkan untuk menggali lebih jauh tentang kegunaan terumbu karang ini
untuk obat manusia.
2. Melindungi
Ekosistem Pantai
Kegunaan
terumbu karang adalah untuk menahan dan menghalangi energi gelombang sehingga
abrasi dan juga kerusakan di sekitar pantai bisa dihindari. Sementara dari
fisiknya, terumbu karang juga berguna untuk melindungi sekitar area pantau dari
erosi dan struktur karang yang sangat keras tersebut akan mencegah kerusakan
mangrove atau padang lamun yang berada di sekitar pantai tersebut.
3. Sumber Mata
Pencaharian
Karena
terumbu karang menjadi tempat tinggal bagi banyak hewan laut dan juga tanaman,
maka ini merupakan keuntungan bagi manusia sebagai sumber mata pencaharian.
Dalam terumbu karang yang sehat bisa menghasilkan hingga 25 ton ikan setiap
tahunnya. Dari 132 jenis ikan di Indonesia, 32 diantaranya hidup dan tinggal di
terumbu karang dan menjadi komoditi ekspor. Selain itu, terumbu karang juga
berguna untuk sumber makanan manusia lainnya seperti rumput laut, udang,
kepiting dan juga teripang.
4. Objek Wisata
Terumbu
karang yang memiliki penampilan sangat eksotis tersebut juga akan menarik lebih
banyak minta dari para wisatawan seperti menyelam untuk menikmati pesona bawah
laut yang mengagumkan tersebut.
5. Mengurangi
Pemanasan Global
Tidak
hanya diserap oleh hutan, gas CO2 juga diserap air laut dan lewat
reaksi kimia serta terumbu karang, CO2 ini akan diubah menjadi zat
kapur sebagai bahan baku terumbu karang dan terumbu karang akan dibantu
xoozanthellae yakni tumbuhan bersel satu yang hidup dalam jaringan terumbu
karang tersebut.
6. Bahan
Kosmetik
Dengan
adanya terumbu karang, maka berbagai jenis alga bisa tumbuh dengan baik di
terumbu karang tersebut. Alag ini sangat berguna sebagai bahan dasar membuat
kosmetik dan juga bahan pembungkus kapsul sehingga kita bisa memakai berbagai
produk kecantikan yang sering kita gunakan selama ini.
7. Sumber
Bibit Budaya
Seperti
yang sudah dijelaskan diatas, terumbu karang merupakan tempat tinggal dari
berbagai biota laut seperti rumput laut, berbagai jenis ikan, udang dan juga
teripang dan ini bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai manusia untuk bibit budidaya
yang akan memberikan banyak keuntungan.
8. Menunjang
Kegiatan Pendidikan
Terumbu
karang juga digunakan sebagai media untuk berbagai kegiatan pendidikan serta
penelitian khususnya tentang ekosistem pesisir, pengenalan hewan dan tumbuhan
laut serta pendidikan cinta alam dan juga sarana penelitian.
9. Sarana
Rekreasi
Dengan
keindahan terumbu karang dari berbagai bentuk, ukuran serta warna, maka ini
bisa dijadikan sebagai sarana rekreasi masyarakat sebagai tempat melepas penat
dan stress setelah seharian beraktivitas.
10. Memiliki
Nilai Spiritual
Untuk
sebagian masyarakat Indonesia, terumbu karang juga sangat penting untuk
mendukung kekayaan spiritual yang dimiliki daerah tersebut, sehingga laut terus
dijaga kelestariannya sehingga terumbu karang juga bisa hidup dan tumbuh dengan
baik.
11. Penyangga
Garis Pantai
Terumbu
karang juga memiliki peranan penting sebagai penyangga garis pantai dan juga
menghasilkan pasir pantai yang sering kita injak saat sedang berkunjung ke
darah pesisir pantai.
12. Mengobati
Asma dan Radang Sendi
Kandungan
enzim dalam terumbu karang yakni secosteroid sangat berguna untuk melindungi
tubuh manusia dari berbagai penyakit dan juga dipakai untuk menyembuhkan sakit
asma, radang sendi serta gangguan inflamasi yang lain.
13. Anti Kanker
Bryozoan
bugula neritina yang merupakan organisme serupa dengan teritip merupakan
senyawa bryostatin yang merupakan zat untuk melawan sel kanker. Institut kanker
nasional Amerika Serikat sudah mengumpulkan lebih dari 26 ribupon organisme
yang ada di terumbu karang tersebut sebagai anti kanker yang sudah teruji.
14. Mengobati
Kanker Paru
Ganggang
hijau yang tumbuh subur di terumbu karang ini digunakan sebagai pengobatan
melanoma dan juga beberapa jenis tumor, sehingga secara tidak langsung terumbu
karang juga sangat bermanfaat untuk mengobati kanker paru sebab menjadi lahan
subur untuk bertumbuhnya ganggang hijau sebagai obat kanker paru tersebut.
15. Anti
Inflamasi Kulit
Dengan
beberapa rangkaian bahan kimia organik yang diisolasi dari terumbu karang lunak
didapatkan jika terkandung zat anti inflamasi yang sangat berguna untuk menjaga
kesehatan kulit dari manusia.
16. Meredam
Gelombang dan Tsunami
Jika
dilihat secara ekologis, terumbu karang tidak hanya menjadi tempat hidup dari
berbagai biota laut, namun juga bisa meredam gelombang air laut pasang atau
sering disebut dengan tsunami dan memiliki kegunaan yang sama dengan hutan
mangrove.
17. Anti
Alzheimer
Dari
penelitian yang sudah dilakukan, terumbu karang memiliki potensi yang
dikembangkan sebagai obat anti alzheimer. Senyawa bioaktif yang terkandung
dalam terumbu karang yakni GTS-21 menjadi anti alzheimer yang sangat penting
untuk kita manusia. Ini berasal dari terumbu karang lunak yakni
Pseudopterogorgia elisabethae, akan tetapi penelitian ini masih berlanjut
hingga sekarang untuk mengetahui manfaat lebih terumbu karang untuk memerangi
sakit alzheimer tersebut.
18. Menghilangkan
Rasa Sakit
Tidak
hanya berguna sebagai anti radang, terumbu karang juga bermanfaat untuk
menghilangkan rasa sakit karena kandungan senyawa biokatif yakni Prialt yang
terdalap pada terumbu karang jenis Moluska yakni Conus Magnus.
19. Pewarna
Makanan Alami
Pewarna
makanan kimia yang terkandung dalam makanan tentunya akan sangat berbahaya bagi
kesehatan tubuh yang bisa memicu kanker. Terumbu karang ternyata menyimpan
kegunaan sebagai bahan pewarna makanan alami yang bisa kita gunakan. Bakteri
Erythrobacter flavus yang bercampur dengan terumbu karang jenis Acropora inilah
yang menghasilkan pigmen atau pewarna beta karoten sebagai sumber pewarna
makanan alami.
20. Obat Sarkoma
Terumbu
karang yang dijadikan ekstrak sangat berguna untuk dijadikan obat jaringan
halus dari sarkoma yakni sejenis tumor. Senyawa Yondelis yang dihasilkan dari
terumbu karang merupakan obat sarkoma yang memang belum terlalu dikenal
masyarakat luas dan belum dipasarkan secara besar.
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kerusakan Terumbu Karang Di Indonesia
e.
Pembuangan
sampah di sungai dan laut
f.
Sedimentasi
menghambat pertumbuhan terumbu karang
g.
Menangkap
ikan dengan menggunakan bahan peledak
h.
Pemanasan
suhu bumi
i.
Asal
melempar jangkar
j.
Eksplorasi
secara berlebihan
Kerusakan
terumbu karang bisa terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Berikut penyebab
kerusakan terumbu karang meliputi:
• Faktor alam
Misalnya
hempasan ombak yang mematahkan karang atau ikan dan hewan laut lainya yang
menjadikan karang sebagai mangsanya. Akan tetapi, regenerasi dan pertumbuhan
karang menggantikan kerusakan ini.
• Pengendapan
sedimen
Pengendapan
yang berasal dari sedimen tanah yang tererosi karena penebangan hutan, sehingga
tanah tersebut terbawa ke laut dan menutupi karang dari sinar matahari
• Aliran air
yang tercemar
Aliran air
yang sudah dicemari oleh limbah sisa pembuangan dapat lambat laun akan membuat
karang mati. Bahan pencemar bisa berasal dari berbagai sumber, diantaranya
adalah limbah pertanian, perkotaan, pabrik, pertambangan dan minyak.
• Pemanasan
suhu bumi
Pemanasan
suhu bumi dikarenakan pelepasan karbon dioksida (CO2) ke udara. Tingginya kadar
CO2 diudara berpotensi meningkatan suhu secara global. yang dapat mengakibatkan
naik nya suhu air laut sehingga karang menjadi memutih (bleaching) seiring
dengan perginya zooxanthelae dari jaringan kulit karang, jika terjadi terus
menerus maka pertumbuhan terumbu karang terhambat dan akan mati.
• Uji coba
militer
Latihan
militer yang dilakukan sering tidak memperhatikan keadaan lingkungan
sekitarnya. Pengujian bahan peledak dan radiasi nuklir memiliki potensi
meningkatkan kerusakan terumbu karang serta menyebabkan mutasi pada terumbu
karang.
• Eksploitasi
yang berlebihan
Kebanyakan
nelayan tidak mengerti pentingnya karan bagi kehidupan, sehingga eksploitasi
besar-besaran sering dilakukan, penambangan terumbu karang tentu perlu di awasi
karena dampaknya yang bisa menghancurkan bahkan menghilangkan spesies terumbu
karang.
• Asal
melempar jangkar
Para
nelayan bahkan perahu sewaan terkadang menambatkan jangkar di sembarang tempat.
Jangkar yang di jatuhkan sembarangan dapat merusak terumbu karang.
Upaya
Untuk Menjaga Dan Dan Melestarikan Terumbu Karang Di
Indonesia
v
Menjaga
kebersihan sungai dan pesisir pantai
v
Mencegah
terjadinya erosi
v
Menangkap
ikan tanpa merusak karang
v
Tidak
mengambil karang dan terumbu karang
v
Pengenalan
karang dan terumbu karang sejak dini
v
Sosialisaasi
fungsi dan manfaat terumbu karang
A.4 DINAMIKA KEPENDUDUKAN INDONESIA
A.
JUMLAH DAN PERSEBARAN PENDUDUK
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
Berdasarkan Data Kependudukan Dunia tahun 2018, jumlah penduduk Indonesia menempati
urutan keempat di dunia setelah Cina (1.372 juta jiwa), India (1.314 juta
jiwa), dan Amerika Serikat (321 juta jiwa). Jumlah penduduk Indonesia mencapai 261.890.900 jiwa.
Tabel
Jumlah Penduduk berdasarkan Propinsi
|
Urutan |
Provinsi |
Jumlah
Penduduk |
Persentasi |
|
1 |
Jawa Barat |
48.037.600 jiwa |
18,3% |
|
2 |
Jawa Timur |
39.293.000 jiwa |
15,0% |
|
3 |
Jawa Tengah |
34.257.900 jiwa |
13,1% |
|
4 |
Sumatera Utara |
14.262.100 jiwa |
5,4% |
|
5 |
Banten |
12.448.200 jiwa |
4,8% |
|
6 |
DKI Jakarta |
10.374.200 jiwa |
4,0% |
|
7 |
Sulawesi Selatan |
8.690.300 jiwa |
3,3% |
|
8 |
Lampung |
8.289.600 jiwa |
3,2% |
|
9 |
Sumatera Selatan |
8.267.000 jiwa |
3,2% |
|
10 |
Riau |
6.657.900 jiwa |
2,5% |
|
11 |
Sumatera Barat |
5.321.500 jiwa |
2,0% |
|
12 |
Nusa Tenggara Timur |
5.287.300 jiwa |
2,0% |
|
13 |
Aceh |
5.189.500
jiwa |
2,0% |
|
14 |
Nusa Tenggara Barat |
4.955.600 jiwa |
1,9% |
|
15 |
Kalimantan Barat |
4.932.500 jiwa |
1,9% |
|
16 |
Bali |
4.246.500 jiwa |
1,6% |
|
17 |
Kalimantan Selatan |
4.119.800 jiwa |
1,6% |
|
18 |
DI Yogyakarta |
3.762.200 jiwa |
1,4% |
|
19 |
Kalimantan Timur |
3.575.400 jiwa |
1,4% |
|
20 |
Jambi |
3.515.000 jiwa |
1,3% |
|
21 |
Papua |
3.265.200 jiwa |
1,2% |
|
22 |
Sulawesi Tengah |
2.966.300 jiwa |
1,1% |
|
23 |
Kalimantan Tengah |
2.605.300 jiwa |
1,0% |
|
24 |
Sulawesi Tenggara |
2.602.400 jiwa |
1,0% |
|
25 |
Sulawesi Utara |
2.461.000 jiwa |
0,9% |
|
26 |
Kepulauan Riau |
2.082.700 jiwa |
0,8% |
|
27 |
Bengkulu |
1.934.300 jiwa |
0,7% |
|
28 |
Maluku |
1.744.700 jiwa |
0,7% |
|
29 |
Kepulauan Bangka Belitung |
1.430.900 jiwa |
0,5% |
|
30 |
Sulawesi Barat |
1.331.000 jiwa |
0,5% |
|
31 |
Maluku Utara |
1.209.300 jiwa |
0,5% |
|
32 |
Gorontalo |
1.168.200 jiwa |
0,4% |
|
33 |
Papua Barat |
915.400 jiwa |
0,3% |
|
34 |
Kalimantan Utara |
691.100 jiwa |
0,3% |
|
Total |
261.890.900 jiwa |
100% |
Megurutkan
jumlah penduduk 5 provinsi yang terpadat
di Indonesia dengan benar setelah mengamati tebel.
Jumlah Penduduk Indonesia yang sebanyak 261.890.900 jiwa ini
tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik ini, Provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah provinsi
Jawa Barat. Provinsi yang sering disingkat dengan JABAR ini memiliki jumlah
penduduk sebanyak 48.037.600 jiwa atau sekitar 18,3% dari keseluruhan jumlah
penduduk di Indonesia. Provinsi yang berada di urutan kedua sebagai provinsi
dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Timur dengan jumlah penduduk
sebanyak 39.293.000 jiwa. Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk
sebanyak 34.257.900 jiwa ini berada di urutan ketiga sebagai provinsi dengan
jumlah penduduk terbanyak ketiga di Indonesia.
Perhatikan table di bawah ini!
|
No |
Propinsi |
Jumlah Penduduk |
|
1. |
Jawa Barat |
48.037.600
jiwa |
|
2. |
Jawa Timur |
39.293.000
jiwa |
|
3. |
Jawa Tengah |
34.257.900
jiwa |
|
4. |
Sumatra Utara |
14.262.100
jiwa |
|
5. |
Banten |
12.448.200
jiwa |
Sedangkan Provinsi yang jumlah penduduknya paling sedikit
adalah Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Papua Barat. Kedua Provinsi
tersebut memiliki jumlah penduduk dibawah 1 juta jiwa. Provinsi Kalimantan
Utara hanya memiliki jumlah penduduk sebanyak 691.100 jiwa atau sekitar 0,3%
dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia dan Provinsi Papua Barat hanya
memiliki jumlah penduduk sebanyak915.400 jiwa atau sekitar 0,3% dari
keseluruhan jumlah penduduk Indonesia.
Perhatikan table di bawah ini!
|
No |
Propinsi |
Jumlah Penduduk |
|
1. |
Kalimantan Utara |
691.100
jiwa |
|
2. |
Papua Barat |
915.400
jiwa |
|
3. |
Gorontalo |
1.168.200
jiwa |
|
4. |
Maluku Utara |
1.209.300
jiwa |
|
5. |
Sulawesi Barat |
1.331.000
jiwa |
Faktor-faktor penyebab
perbedaan kepadataan penduduk di wilayah Indonesia secara baik setelah
mengamati peta kepadatan penduduk yang tidak merata dari tahun ketahun dengan
berdiskusi.
a.
Jumlah kelahiran yang
tinggi dan kematian yang rendah
b.
Pusat
pemerintahan berada di Indonesia bagian barat. Banyak masyarakat desa yang
berfikir bahwa hidup di Jawa akan memberikan kesejahteraan.
c.
Kondisi
Iklim dan Geografis yang Lebih Bagus Pulau jawa merupakan salah satu pulau
dengan gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Seringnya gunung
berapi meletus pada zaman dulu maupun di era modern ini selain memberikan
dampak negative juga memberikan dampak positif.
d.
Sejarah
Kerajaan-kerajaan Besar dan Penjajahan Kerajaan-kerajaan
besar baik kerajaan Islam, Hindu, dan Buddha cukup banyak yang berkembang di
Pulau Jawa. Hal
ini menyebabkan masyarakat pada zaman dulu menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat
aktivitas penduduk karena merasa terlindungi bila hidup berkelompok dibanding
sendirian.
e.
Kurangnya
Lapangan Kerja di Daerah Lain Karena Jawa menjadi pusat
pemerintahan dan didukung dengan bagusnya kondisi geografis, maka
bermunculanlah industri-industri besar di pulau jawa.
f.
Program
Transmigrasi Tidak Berjalan Maksimal Pemerintah yang
menyadari ketidakseimbangan ini mecoba untuk membuat program transmigrasi
(perpindahan penduduk).
g.
Gengsi
dan Gaya Hidup
Dampak perbedaan
kepadataan penduduk di wilayah Indonesia secara baik setelah mengamati peta
kepadatan penduduk yang tidak merata dari tahun ketahun dengan berdiskusi.
Pemusatan penduduk dikota-kota besar
seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan
dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
a.
Munculnya pemukiman
liar.
b.
Sungai-sungai
tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun
dari pabrik-pabrik industry.
c.
Terjadinya pencemaran
udara dari asap kendaraan dan industri.
d.
Kemacetan lalu
lintas.
e.
Sifat konsumtif
f.
Timbulnya berbagai
masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan sebagainya.
Usaha mengatasi perbedaan kepadataan penduduk
di wilayah Indonesia secara benar
setelah mengamati peta kepadatan penduduk yang tidak merata dari tahun
ketahun dengan berdiskusi.
a.
Pemerataan
pembangunan
b.
Penciptaan lapangan
kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.
c.
Dengan pemberiana
penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengolahan lingkungan alamnya.
d.
Untuk mengatasi
persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigrasi. Tujuan
pelaksanaan transmigrasi yaitu :
·
Dengan
meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
·
Dengan
peningkatan taraf hidup transmigran.
·
Pengolahan
sumber daya alam.
·
Pemerataan
pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
·
Meningkatkan
persatuan dan kesatuan bangsa.
·
Meningkatkan
pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia
Jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin
Berdasarkan
proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk
Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 133,17
juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan.Menurut kelompok umur,
penduduk yang masih tergolong anak-anak (0-14 tahun) mencapai 70,49 juta jiwa
atau sekitar 26,6% dari total populasi. Untuk populasi yang masuk kategori usia
produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%) dan penduduk usia lanjut 65 ke
atas sebanyak 85,89 juta jiwa (5,8%)
B.
KOMPOSISI PENDUDUK
Menjelaskan pengertian komposisi penduduk
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan
usia/umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat
tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam
suatu negara karena dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan ataupun
penentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan.
Komposisi penduduk itu di buat dengan
tujuan seperti berikut ini:
1. Mengetahui sumber daya yang
ada, baik menurut umur maupun jenis kelamin.
2. Mengambil kebijaksanaan yang
berhubungan dengan kependudukan.
3. Membandingkan keadaan penduduk
dengan penduduk lainnya.
4. Menentukan dasar perencanaan
pembangunan.
5. Menghitung rasio jenis kelamin
(sex ratio) dan angka beban ketergantungan (dependency ratio
Membedakan komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin
a. Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia
Komposisi penduduk berdasarkan usia/umur
dapat dibuat dalam bentuk usia tunggal, seperti 0, 1, 2, 3, 4, sampai 60 tahun
atau lebih. Komposisi penduduk dapat juga dibuat berdasarkan interval usia
tertentu, seperti 0–5 tahun (usia balita), 6–12 tahun (usia SD), 13–15 tahun
(usia SMP), tahun 16–18 (usia SMA), 19–24 tahun (usia Perguruan Tinggi), 25–60
tahun (usia dewasa), dan >60 tahun (usia lanjut). Selain itu, komposisi
penduduk juga dapat dibuat berdasarkan usia produktif dan usia nonproduktif,
misalnya: usia 0–14 (usia belum produktif), 15–64 (usia produktif), dan usia
>65 (tidak produktif).
b. Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis
Kelamin
Komposisi penduduk berdasarkan
jenis kelamin juga penting untuk diketahui, karena dapat digunakan dalam
menghitung angka perbandingan jenis kelamin (sex ratio). Perbandingan tersebut
dapat digunakan untuk memperkirakan bentuk pemberdayaan penduduk sebagai sumber
daya manusia sesuai dengan karakteristiknya. Misalnya, berkenaan dengan
pekerjaan, tanggung jawab, serta bentuk pengembangan pendidikan dan pelatihan
yang sesuai dengan potensi dan kemampuan penduduk.
Menjelaskan pengertian piramida penduduk
Piramida penduduk merupakan bentuk penyajian data
kependudukan
(jenis kelamin dan kelompok umur) antara dua grafik batang yang digambarkan
berlawanan arah dengan posisi horizontal. Dalam piramida penduduk, terdapat dua
sumbu, yaitu sumbu horizontal dan sumbu vertikal. Sumbu vertikal menggambarkan
umur penduduk dari nol sampai dengan 65 tahun lebih, dengan interval satu atau
lima tahunan. Sedangkan sumbu horizontal menggambarkan jumlah penduduk, baik absolut maupun relatif dalam
skala tertentu. Pada sumbu vertikal, statistik penduduk laki-laki digambarkan
di sisi sebelah kiri, sedangkan perempuan di sisi sebelah kanan.
Mendiskripsikan bentuk-bentuk piramida
penduduk
Berdasarkan umur, jenis kelamin, dan karakteristik penduduk suatu daerah
atau negara, terdapat 3 jenis piramida penduduk, yaitu Piramida
Penduduk Muda (ekspansif), Piramida Penduduk Dewasa (stasioner),
dan Piramida Penduduk Tua (konstruktif).
1. Piramida
Penduduk Muda (ekspansif)
Gambar piramida penduduk muda berbentuk kerucut dengan alas yang
lebar dan puncak yang meruncing. Piramida penduduk muda menggambarkan
pertumbuhan penduduk yang pesat. Selain itu, pada piramida penduduk muda,
jumlah penduduk usia muda merupakan jumlah yang dominan. Contoh negara dengan
piramida penduduk muda adalah Indonesia dan Cina.
Ciri-ciri Piramida Expansive:
1) Sebagian
besar berada pada kelompok penduduk muda
2) Kelompok
usia tua jumlahnya sedikit
3) Tingkat
kelahiran bayi tinggi 4) Pertumbuhan penduduk tinggi
2. Piramida
Penduduk Dewasa (stationer)
Piramida ini menggambarkan negara atau daerah dengan pertumbuhan
penduduk yang stabil. Dalam piramida penduduk dewasa, angka kelahiran (natalitas)
dan angka kematian (mortalitas) cenderung seimbang. Oleh karena itu,
jenis piramida penduduk dewasa sangat sering ditemukan di negara maju, seperti
Amerika Serikat dan Inggris, Singapura, dan Jepang.
Ciri-ciri Piramida Penduduk Stasioner:
1) Penduduk
pada tiap kelompok umur hampir sama
2) Tingkat
kelahiran rendah
3) Tingkat
kematian rendah
4) Pertumbuhan
penduduk mendekati nol atau lambat
3. Piramida
Penduduk Tua (Konstruktif)
Piramida penduduk tua menggambarkan kondisi daerah atau negara
yang angka pertumbuhan penduduknya cenderung mengalami penurunan.
Gambar piramida penduduk tua berbentuk batu nisan dan terdapat antara lain di
Jerman, Belgia, dan Swedia.
Ciri-ciri Piramida Penduduk Tua :
1) Sebagian besar penduduk berada
kelompok usia dewasa atau tua
2) Jumlah penduduk usia muda
sangat sedikit
3) Tingkat kelahiran lebih rendah
dibanding dengan tingkat kematian
4) Pertumbuhan penduduk terus
berkurang.
Angka Beban
Ketergantungan
Angka Beban
Ketergantungan (Dependency Ratio), sebelumnya disebut Rasio Ketergantungan
adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan
jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja)
dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja).
Hasil Survei Sosial
Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS Maret 2016 menunjukkan bahwa angka beban
ketergantungan Indonesia adalah 49,32. Sedangkan Pada tahun 2018 menurun
angkanya sebesar 48,23, artinya setiap 100 penduduk usia kerja (dianggap
produktif) mempunyai tanggungan 48 orang belum/tidak produktif. (IF)Nusa
Tenggara Timur angka beban ketergantungan tertinggi sebesar 69,45, terendah DKI
Jakarta sebesar 39,51.
C.
PERTUMBUHAN DAN
KUALITAS PENDUDUK
Pertumbuhan
penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan kekuatan
yang mengurangi jumlah penduduk.
Menjelaskan pertumbuhan
penduduk Indonesia dengan benar
Tingkat pertumbuhan penduduk
di negara kita termasuk kategori sedang.
Pada periode 2010-2014, angka pertumbuhannya mencapai 1,40% per tahun.
Untuk menurunkan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini, pemerintah Indonesia
melaksanakan program Keluarga Berencana. Dengan program Keluarga Berencana,
penduduk Indonesia telah mengalami penurunan dari yang awalnya 2,31% pada
periode 1971-1980 menjadi 1,49% pada periode 1990-2000.
Struktur penduduk Indonesia
lebih banyak pada penduduk usia muda, hal ini sebagai akibat dari masih
tingginya tingkat kelahiran. Persentase penduduk 0 - 14 tahun pada tahun 1980
mencapai 40,3% dan pada tahun 1985 sedikit turun menjadi 39,%. Penduduk usia
muda ini pada tahun 2000 diperkirakan turun lagi menjadi 37,7% dan 34%.
Pertumbuhan penduduk sangat banyak, yaitu nomor empat di dunia setelah Cina,
India, dan Amerika Serikat.
Ada beberapa faktor yang
memengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni kelahiran, kematian, dan migrasi.
Kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut faktor
nonalami. Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi
jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi masuk
(imigrasi), sedangkan migrasi yang bersifat mengurangi disebut migrasi keluar
(emigrasi).
Membedakan faktor alami
dan faktor non alami yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.
a. Faktor Alami Pertumbuhan penduduk adalah kelahiran
dan kematian. Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk, sedangkan kematian
bersifat mengurangi jumlah penduduk.
b.
Faktor non alami pertumbuhan penduduk
adalah migrasi. Migrasi terdiri dari imigrasi dan emigrasi. Imigrasi bersifat
menambah jumlah penduduk (migrasi masuk), sedangkan emigrasi bersifat
mengurangi jumlah penduduk (migrasi keluar).
Mendefinisikan dampak
pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap kependudukan di Indonesia.
Pertumbuhan
penduduk yang cepat menyebabkan beberapa hal berikut ini.
a. Pertumbuhan penduduk usia muda yang cepat menyebabkan tingginya angka
pengangguran.
b. Persebaran penduduk tidak merata.
c. Komposisi penduduk kurang menguntungkan karena banyaknya penduduk
usia muda yang belum produktif sehingga beban ketergantungan tinggi.
d. Arus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan
lapangan kerja.
e. Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.
Menjelaskan kualitas penduduk Indonesia
dengan benar.
Di Indonesia,
masalah kualitas penduduk yang terjadi dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya
tingkat kesejahteraan yang kemudian dapat berpengaruh pada pendapatan per
kapita masyarakat tersebut. Rendahnya pendapatan perkapita dapat menyebabkan
orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga banyak anak yang putus
sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.
Selain itu, rendahnya tingkat kesehatan masyarakat juga merupakan salah satu penentu dari kualitas penduduk. Tingkat
kesehatan penduduk merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan
pembangunan. Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka
kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya. Hal ini terlihat dari
tingginya angka kematian bayi dan angka harapan hidup yang lebih rendah
dibandingkan dengan negara-negara maju.
Menganalisa faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas penduduk.
1.
Faktor alam: pegunungan,
dataran tinggi, dataran rendah, cuaca, iklim, rawa-rawa, dan kesuburan tanah.
2.
Faktor ekonomi, yaitu
perbedaan kebutuhan antara tempat yang satu dengan yang lain.
3.
Faktor industri, yaitu
kebutuhan tenaga kerja, tempat tinggal, dan peralatan rumah.
4.
Faktor sosial, yaitu
pendidikan, pendapatan, dan kesehatan.
5.
Faktor lalu lintas,
yaitu jenis transport, kondisi jalan, dan fasilitas lalu lintas
Menjelaskan usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas penduduk.
Usaha
pemerintah dalam meningkatkan kualitas penduduk:
1. Melaksanakan
program wajib belajar 9 tahun secara menyeluruh
2. Menambah jumlah
fasilitasnya mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi
3. Menambah jumlah
tenaga pendidik/guru di semua jenjang pendidikan
4. Menambah buku
pelajaran berikut perpustakaanya
5. Meningkatkan
kualitas guru melalui penataran
6. pendidikan gratis
7. pengobatan gratis
8. pemberian subsidi
di berbagai bidang.
KERAGAMAN
ETNIK DAN BUDAYA (Rumah Adat, Pakaian Adat, dan Tarian Daerah)
Masyarakat Indonesia merupakan
masyarakat yang memiliki suku bangsa dan budaya yang beragam. Suku bangsa
sering juga disebut etnik. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti
sekelompok manusia yang mempunyai kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran
budaya tersebut, sehingga menjadi identitas. Kesadaran dan identitas biasanya
dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Ciri-ciri suku bangsa memiliki kesamaan
kebudayaan, bahasa, adat istiadat, dan nenek moyang. Ciri-ciri mendasar yang
membedakan suku bangsa satu dengan lainnya, antara lain bahasa daerah, adat
istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal. Ciri-ciri
mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya, antara lain bahasa
daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal.
Menurut penelitian Badan Pusat
Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku
bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan dan itulah
yang membentuk keanekaragaman di Indonesia.
Menganalisis faktor yang menyebabkan keragaman etnik
dan budaya di Indonesia
Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
1.
Keadaan Fisik
Wilayah
Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki
beribu-ribu pulau yang dipisahkan oleh selat dan laut. Ini merupakan kondisi
lingkungan geografis Indonesia. Lingkungan geografis semacam itu menjadi sumber
adanya keanekaragaman suku, budaya, ras dan golongan Indonesia.
2.
Pengaruh
Kebudayaan asing
Adanya kontak dan komunikasi dengan para
pedagang asing yang memiliki corak budaya dan agama yang berbeda menyebabkan
terjadinya proses akulturasi unsur kebudayaan dan agama.
3.
Kondisi Iklim dan
Kondisi Alam yang Berbeda
Kondisi iklim seperti perbedan musim hujan
dan kemarau antar daerah, serta perbedaan kondisi alam seperti pantai,
pegunungan mengakibatkan perbedaan pada masyarakat.
Menyebutkan dampak positif maupun negatif keragaman
etnik dan budaya di indonesia
1.
Dampak positif :
a)
Sebagai sumber
kekayaan budaya
b)
Melatih kita untuk
saling menghormati
c)
Memotivasi anak
bangsa untuk tetapmenjaga persatuan ditengah perbedaan.
d)
Membuktikan kepada
dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dan beragam
2.
Dampak
Negatif :
a)
Timbul kekerasan
akibat kurangnya rasa toleransi dan kurangnya menghargai perbedaan
b)
Timbul permussuhan
antar suku karena adanya perbedaan budaya
c)
Munculnya egoisme
Menyebutkan jenis
rumah, pakaian dan tarian adat di indonesia dengan benar
c.
Suku Bangsa
Berikut
ini contoh persebaran suku bangsa di Indonesia:
1. Nanggroe Aceh Darussalam : suku Aceh, suku
Alas, suku Gayo, suku Kluet, suku Simelu, suku Singkil, suku Tamiang, suku Ulu
.
2. Sumatera Utara : suku Karo, suku Nias, suku
Simalungun, suku Mandailing, suku Dairi, suku Toba, suku Melayu, suku PakPak,
suku maya-maya
3. Sumatera Barat: suku Minangkabau, suku
Mentawai, suku Melayu, suku guci, suku jambak
4. Riau : Melayu, Siak, Rokan, Kampar, Kuantum
Akit, Talang Manuk, Bonai, Sakai, Anak Dalam, Hutan, Laut .
5. Kepulauan Riau: Melayu, laut
6. Bangka Belitung: Melayu
7. Jambi: Batin, Kerinci, Penghulu, Pewdah,
Melayu, Kubu, Bajau.
8. Sumatera Selatan: Palembang, Melayu, Ogan,
Pasemah, Komering, Ranau Kisam, Kubu, Rawas, Rejang, Lematang, Koto, Agam
9. Bengkulu: Melayu, Rejang, Lebong, Enggano,
Sekah, Serawai, Pekal, Kaur, Lembak
10.
Lampung: Lampung, Melayu, Semendo,
Pasemah, Rawas, Pubian, Sungkai, Sepucih
11.
DKI Jakarta: Betawi
12.
Banten: Jawa, Sunda, Badui
13.
Jawa Barat: Sunda,
14.
Jawa Tengah: Jawa, Karimun, Samin,
Kangean
15.
D.I. Yogyakarta: Jawa
16.
Jawa Timur: Jawa, Madura, Tengger, Asing
17.
Bali: Bali, Jawa, Madura
18.
NTB: Bali, Sasak, Bima, Sumbawa, Mbojo,
Dompu, Tarlawi, Lombok
19.
NTT: Manggarai, Alor, Solor, Rote, Sawu,
Sumba, Lio, Belu,
20. Kalimantan Barat: Melayu, Dayak (Iban Embaluh,
Punan, Kayan, Kantuk, Embaloh, Bugan, Bukat), Manyuke
21.
Kalimantan Tengah: Melayu, Dayak (Medang,
Basap, Tunjung, Bahau, Kenyah, Penihing, Benuaq), Banjar, Kutai, Ngaju,
Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas
22.
Kalimantan Timur: Melayu, Dayak (Bukupai,
Lawangan, Dusun, Ngaju, Maayan)
23.
Kalimantan Selatan: Melayu, Banjar,
Dayak, Aba
24.
Sulawesi Selatan: Bugis, Makasar, Toraja,
Mandar
25.
Sulawesi Tenggara: Muna, Buton, Totaja,
Tolaki, Kabaena, Moronehe, Kulisusu, Wolio
26.
SulawesiTengah: Kaili, Tomini, Toli-Toli,
Buol, Kulawi, Balantak, Banggai, Lore
27.
Sulawesi Utara: Bolaang-Mongondow,
Minahasa, Sangir, Talaud, Siau, Bantik
28.
Gorontalo: Gorontalo
29.
Maluku: Ambon, Kei, Tanimbar, Seram,
Saparua, Aru, Kisar
30.
Maluku Utara: Ternate, Morotai, Sula,
taliabu, Bacan, Galela
31.
Papua Barat: Waigeo, Misool, Salawati,
Bintuni, Bacanca
32.
Papua Tengah: Yapen, Biak, Mamika,
Numfoor
33.
Papua Timur: Sentani, Asmat, Dani, Senggi
d.
Rumah
adat
|
Nama Propinsi |
Nama Rumah Adat |
|
Nusa Tenggara Timur |
Musalaki |
|
Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah |
Rumah Joglo |
|
Nanggroe Aceh Darusalam |
Krong Bade |
|
Sumatra Barat |
Rumah Gadang |
|
Bali |
Rumah Adat Gapura Candi Bentar |
|
Papua |
Rumah Adat Honai |
|
Sulawesi Utara |
Rumah adat Istana Buton |
|
Kalimantan Timur |
Rumah adat Lamin |
|
Kalimantan Selatan |
Banjar atau Betang |
|
Kalimantan Timur |
Musalaki |
|
Kalimantan Tengah |
Betang |
|
Sumatra Utara |
Rumah Balon |
|
Sulawesi
Selatan |
Rumah Tongkonan |
e.
Pakaian
Adat
Pakaian adat tradisional di Indonesia
begitu banyak dan beragam, ini merupakan nilai-nilai budaya Indonesia yang tak
ternilai harganya yang seharusnya kita jaga dan lestarikan.
|
Nama Daerah |
Pakaian Adat |
|
Gorontalo |
Ngambe |
|
Sulawesi Tengah |
Biliu dan Makuta |
|
Sulawesi Selatan |
Baju Bodo |
|
Jawa Tengah |
Kebaya dan Beskap |
|
Papua |
Koteka dan rok rumba
- rumba |
f.
Tarian
adat
Contoh Tari-tarian
Tradisional Indonesia
1. Nangroe Aceh Darussalam: Tari Seudati, Saman, Bukat
2. Sumatera Utara: Tari Serampang, Baluse, Manduda
3. Sumatera Barat: Tari Piring, Payung, Tabuik
4. Riau: Tari Joget Lambak, Tandak
5. Sumatera Selatan: Tari Kipas, Tanggai, Tajak
6. Lampung: Tari Melinting, Bedana
7. Bengkulu: Tari Adum, Bidadari
8. Jambi: Tari Rangkung, Sekapur Sirih
9. Jakarta:
Tari Yapong, Serondeng, Topeng
10. Jawa Barat Tari Jaipong, Merak, Patilaras
11. Jawa Tengah-Yogyakarta: Tari Bambangan Cakil, Enggot-enggot, Bedaya,
Beksan,
12. Jawa Timur: Tari Reog Ponorogo, Remong
13. Bali: Tari Legong, Arje, Kecak, Pendet
14. Nusa Tenggara Barat: Tari Batunganga,
Sampari
15.
Nusa Tenggara Timur: Tari Meminang, Perang
16. Banten: Tari Merak
17. Kalimantan Timur: Tari Perang
Ciri-ciri pakaian
adat Jawa:
a.
Baju kebaya dipakai
dengan kain jarik
b.
Baju beskap dipakai
dengan kain jarik
c.
Baju adat jawa
terbuat dari kain
Ciri-ciri pakaian
adat Papua:
a.
Koteka berbentuk
selongsong yang mengerucut ke bagian depannya bahannya terbuat dari buah labu
air tua.
b.
rok rumabai berupa
rok yang terbuat dari sususnan daun sagu kering
Keanekaragaman etnik dan budaya indonesia
perlu dilestarikan karena kenaekaragaman budaya di
Indonesia dari sabang sampai merauke merupakan aset yang tidak ternilai
harganya sehingga harus tetap dipertahankan dan dilestarikan.
A.6 PERUBAHAN AKIBAT INTERAKSI ANTAR
RUANG
BERBAGAI PERUBAHAN AKIBAT INTERAKSI KERUANGAN
Dampak interaksi
antarruang bagi kehidupan manusia:
1.
Berkembangnya Pusat-pusat Pertumbuhan
Seperti pada umumnya di kota-kota besar, bakalan terjadi pemusatan
aktivitas. Ini terjadi karena banyaknya pergerakan orang, barang, dan
jasa di wilayah kota tersebut. Hal ini yang menyebabkan perkotaan menjadi
pusat pertumbuhan.
2.
Perubahan Penggunaan Lahan
Coba tengok di wilayah sekitar rumahmu. Apakah ada
pembangunan di sebuah lahan kosong? Misalnya begini, jika ada tanah kosong,
kebun, atau pun persawahan yang sudah berganti fungsinya menjadi supermarket,
pabrik, atau bahkan perumahan, nah itu salah satu dampak interaksi antarruang.
Kita bisa menyebutnya sebagai alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan dapat
diartikan sebagai bergantinya fungsi sebuah lahan untuk menampung aktivitas
kegiatan manusia.
3.
Perubahan Orientasi Mata Pencaharian
Orientasi mata pencaharian beda dengan orientasi di sekolah.
Orientasi dalam hal ini berhubungan dengan pekerjaan. Coba kamu
perhatikan, di kota-kota besar itu pasti dihuni dengan orang-orang yang memiliki
pekerjaan yang beragam kan? Bandingkan dengan yang ada di desa. Rata-rata
mereka yang tinggal di daerah pedesaan, mata pencahariannya umumnya sebagai
petani, nelayan, atau peternak.
4.
Berkembangnya Sarana dan Prasarana
Dampak interaksi antarruang tidak selalu berhubungan dengan
hal negatif, ada juga positifnya seperti berkembangnya sarana dan prasarana. Pembangunan
sarana dan prasarana bakalan semakin meningkat seiring dengan
peningkatan pergerakan antarruang itu sendiri. Transportasi, fasilitas
umum, pusat perdagangan, dan sebagainya akan semakin berkembang dan bertambah
dengan sendirinya mengikuti arus perubahan tersebut.
5.
Perubahan Komposisi Penduduk
Coba tebak suku apa yang menjadi penduduk asli di Jakarta?
Pasti Betawi. Tapi, keberadaan suku Betawi sekarang sudah menyebar, bahkan
pindah ke daerah pinggiran Jakarta. Ini karena banyaknya orang dengan latar
belakang suku, budaya, etnis, dan sebagainya yang berbondong-bondong datang ke
Jakarta. Akibatnya ya itu tadi, awalnya kebudayaan di Jakarta relatif
seragam, sekarang berkembang menjadi beragam kebudayaan.
6.
Perubahan Sosial Budaya
Di zaman globalisasi saat ini rasanya tidak mungkin deh
kalau kamu tidak mengikuti perkembangan terbaru yang ada di internet. Mulai dari
Bowo Alpenliebel hingga artis-artis Korea kan? Perubahan sosial budaya
saat ini tidak terpaku karena pergerakan penduduk saja, tapi juga karena
informasi dari luar negeri yang bisa diakses kapan saja. Contoh
gampangnya kita menemukan banyak sekali gaya-gaya busana artis-artis Korea yang
ditiru remaja saat ini?
2. Faktor-Faktor
Perkembangan Pusat Pertumbuhan
Pusat
Pertumbuhan adalah suatu wilayah yang perkembangannya sangat pesat sehingga
dapat dijadikan pusat pembangunan berkembangnya wilayah daerah-daerah
disekitarnya. Kemajuan kota akan menyebar dan mendorong perkembangan wilayah di
sekitarnya.
Teori Dasar Pusat Pertumbuhan
Berikut ini
terdapat beberapa teori dasar pusat pertumbuhan, antara lain:
1. Teori Tempat yang Sentral
Isi Teori
·
Range (Jangkauan), yaitu
jarak yang perlu ditempuh orang untuk mendapatkan barang kebutuhan yang hanya
kadang-kadang saja.
·
Threshold (ambang),
yaitu jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan
kesinambungan suplai barang.
·
Isi Teori, yaitu suatu
lokasi pusat aktifitas yang senantiasa melayani berbagai kebutuhan penduduk
harus terletak pada suatu tempat yang sentral.
2. Teori Katub
Pertumbuhan
· Isi Teori Katub pertumbuhan oleh
Perroux adalah pada kenyataan pembangunan dimanapun adanya bukanlah merupakan
suatu proses yang terjadi secara serentak tetapi muncul ditempat tertentu
dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda. Tempat atau kawasan yang menjadi
pusat pembangunan dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan.
3. Teori Pusat Pertumbuhan
· Kemajuan pembangunan suatu Negara
senantiasa berada pada kondisi yang tidak seimbang. Ada wilayah yang cepat
perkembangan dan ada yang lambat. Perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan
sumber daya alam, SDM dan Sumber daya keuangan.
Faktor yang Mempengaruhi Pusat Pertumbuhan
Berikut ini
terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pusat pertumbuhan, antara lain:
- Faktor alam: pegunungan, dataran tinggi, dataran
rendah, cuaca, iklim, rawa-rawa, dan kesuburan tanah.
- Faktor ekonomi, yaitu perbedaan kebutuhan antara
tempat yang satu dengan yang lain.
- Faktor industri, yaitu kebutuhan tenaga kerja,
tempat tinggal, dan peralatan rumah.
- Faktor sosial, yaitu pendidikan, pendapatan, dan
kesehatan.
- Faktor lalu lintas, yaitu jenis transport, kondisi
jalan, dan fasilitas lalu lintas
Pusat Pertumbuhan di Indonesia
Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) membagi wilayah di Indonesia menjadi empat buah
pusat pertumbuhan wilayah dari A sampai D. Masing-masing wilayah tersebut
dibagi lagi menjadi beberapa wilayah pembangunan.
3. Contoh-contoh Perubahan Penggunaan Lahan
Perpindahan penduduk menuju daerah
pinggiran kota menimbulkan alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman
4. Contoh-contoh Perubahan Orientasi Mata
Pencaharian
Masyarakat pedesaan yang bermata pencarian
sebagai petani, perkebunan, dan pertenakan. Mereka merasa bahwa diperkotaan
memiliki lapangan kerja yang banyak. Jadi mereka beralih pekerjaan yang dulu
sebagai petani sekarang menjadi buru pabrik, yang dulu berkebun sekarang
menjadi pedagang.
B. INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL
B.1 INTERAKSI SOSIAL
Interaksi
Sosial adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan
masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif.
Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak
yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.
Pengertian Interaksi Sosial Menurut
Para Ahli :
·
Pengertian Interaksi Sosial Menurut Homans (dalam Ali,
2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu
aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran
atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi
pasangannya. Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian
bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi
merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
·
Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner (dalam Ali,
2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana
kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau
sebaliknya.
·
Pengertian Interaksi Sosial Menurut John Lewis
Gillin [1]
"Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang
menyangkut hubungan antar individu, antara individu dan kelompok, atau antar kelompok."
Faktor-faktor
Terjadinya Interaksi Sosial
1.
Faktor Imitasi,
merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok.
Contohnya : seorang anak perempuan bermain masak-masakan karena melihat
ibunya pada saat memasak di dapur.
2.
Faktor Sugesti,
merupakan pengaruh yang dapat menggerakan hati orang.
Contohnya : seorang pasien yang akan berobat ke seorang dokter, pasien
tersebut akan cepat mengalami penyembuhan salah satunya disebabkan oleh adanya
rasa sugesti pada dokter tersebut.
3.
Faktor Identifikasi,
merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri
seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.
Contohnya : Seorang anak yang mengidolakan pemain sepak bola, sehingga
semua tingkah laku idolanya akan dilakukan.
4.
Faktor Simpati,
merupakan suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan
simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang atau
suatu lembaga formal pada saat-saat khusus. Contoh simpati adalah pada peringatan
ulang tahun, pada saat lulus ujian, atau pada saat mencapai suatu prestasi.
5.
Faktor Empati adalah
kemampuan mengambil atau memainkan peranan secara efektif dan seseorang atau
orang lain dalam konsidi yang sebenar-benarnya, seolah-olah ikut merasakan apa yang
dirasakan oleh orang lain tersebut seperti rasa senang, sakit, susah, dan
bahagia. Empat hampir mirip dengan sikap simpati. Perbedaannya, sikap empati
lebih menjiwai atau lebih terlihat secara emosional. Contoh empati adalah saat
kita turut merasakan empati terhadap masyarakat Yogyakarta yang menjadi korban
letusan Gunung Merapi.
6.
Faktor Motivasi,
merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang
individu kepada individu yang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi
tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis,
rasional, dan penuh tanggung jawab. Contoh motivasi adalah guru yang memberikan
motivasi kepada siswanya supaya siswanya semakin giat belajar.
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Menurut John
Lewis Gillin, proses interaksi sosial hanya dapat terjadi jika memenuhi dua
syarat, yaitu; adanya komunikasi dan kontak sosial.
1. Komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi, baik itu pesan, ide, dan gagasan
dari satu pihak kepada pihak lainnya yang dilakukan untuk saling mempengaruhi
satu sama lain. Proses komunikasi tersebut dapat terjadi dengan dua cara,
yaitu:
a.
Komunikasi Verbal;
yaitu bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan, misalnya berbicara atau
surat-menyurat.
b.
Komunikasi Non
verbal; yaitu bentuk komunikasi dengan memakai simbol-simbol, misalnya gestur
tubuh, atau bahasa isyarat.
2. Kontak Sosial
Pada dasarnya
kontak sosial adalah suatu hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya.
Kontak sosial merupakan awal dari social interactions dimana setiap pihak akan
saling merespon tindakan satu sama lainnya meskipun tidak ada kontak fisik.
Proses kontak sosial dapat dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu:
a.
Kontak Sosial Primer
atau kontak sosial langsung; yaitu hubungan timbal bali antar individu atau
antar kelompok masyarakat yang terjadi dengan cara tatap muka (fisik).
Misalnya, berjabat tangan, melakukan dialog/ berbicara.
b.
Kontak Sosial
Sekunder atau kontak sosial tidak langsung; yaitu hubungan timbal bali antar
individu atau antar kelompok yang dilakukan dengan bantuan perantara. Misalnya,
berkomunikasi melalui telepon, chatting, atau mengirim pesan melalui orang
lain.
Adapun ciri-ciri interaksi sosial
adalah sebagai berikut:
1.
Terdapat pelaku sosial yang lebih
dari 1 orang. Proses social interactions hanya dapat terjadi ketika
terdapat lebih dari satu orang.
2.
Terjadi proses komunikasi antar
pelaku sosial dengan memakai simbol-simbol. Komunikasi antar pelaku
interaksi dapat dilakukan dengan cara lisan, isyarat, dan gestur tubuh.
3.
Terdapat dimensi waktu (masa
lampau, kini, masa depan) yang bisa menentukan sifat aksi yang sedang
berlangsung. Dengan kata lain proses social interactions pernah terjadi di
masa lalu, masa kini, dan juga pada masa yang akan datang.
4.
Interaksi dilakukan karena ada
tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Tidak
semua tindakan dapat dikategorikan sebagai interaksi. Dalam interaksi harus ada orientasi
timbal-balik dari pihak-pihak yang bersangkutan. entah itu timbal balik dalam
bentuk cinta atau benci, melukai atau menolong, kesetiaan ataupun
pengkhianatan.
B.2 BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Jenis Jenis Interaksi Sosial
Interaksi sosial mempunyai berbagai macam bentuk dan dikelompokkan berdasarkan
bentuk, cara, dan subjek.
1.
Interaksi Sosial
Individu dengan Individu adalah interaksi ketika dua individu bertemu secara
langsung dan melakukan interaksi satu sama lain walaupun itu dalam bentuk yang
sederhana seperti, saling menyapa dan tersenyum ketika berpapasan dijalan.
2.
Interaksi Kelompok
dan Kelompok adalah interaksi ketika 2 kelompok yang berbeda saling bertemu.
Komunikasi yang terjalin bukan lagi berkaitan dengan hal-hal yang bersifat
pribadi melainkan kepentingan kelompok. Contohnya pertemuan antar Ormas dsb.
3.
Sedangkan Interaksi
Individu dan Kelompok adalah interaksi dimana seseorang berkomunikasi dengan
sekolompok orang atau lebih dari tiga orang. Seperti misalnya seseorang yang
berorasi di podium dsb.
Bentuk-bentuk
Interaksi Sosial
1.
INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF
INTERAKSI SOSIAL
ASOSIATIF adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja
sama dan persatuan.
Bentuk-Bentuk
Interaksi Sosial Asosiatif
·
Kooperasi, yaitu
usaha yang dilakukan banyak orang untuk kepentingan bersama dan dilakukan
dengan cara saling mendukung, bersinergi, dan saling membantu. Misalnya,
kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.
·
Akomodasi, yaitu
suatu cara untuk menyelesaikan masalah antara beberapa pihak tanpa menjatuhkan
salah satu pihak. Beberapa bentuknya adalah eliminasi segregasi, adjudikasi,
konsiliasi, mediasi, kompromi, dan koersi.
·
Asimilasi, yaitu
suatu peleburan antara dua kebudayaan yang berbeda sehingga menjadi kebudayaan
yang baru untuk kepentingan bersama.
·
Akulturasi, yaitu
suatu peleburan dua kebudayaan namun kebudayaan asli dari masing-masing
kelompok tetap ada. Dengan kata lain, dua budaya berpadu dan menghasilkan
budaya baru tanpa menghilangkan budaya yang asli.
Contoh Interaksi Soaial
asosiatif:
·
Kegiatan musyawarah masyarakat
desa untuk memilih ketua RT/ RW.
·
Proses tawar menawar barang
yang dilakukan oleh pedagang dan pembeli.
Jenis-Jenis
Dari Bentuk Kerjasama Dan Akomodasi
a.
Kerjasama
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang
perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan
bersama.
Kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai
kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup
pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi
kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan
yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja
sama yang berguna.
Ada beberapa bentuk interaksi sosial yang berupa kerja sama, yaitu:
v Bargaining adalah pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang
atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
v Cooptation (kooptasi) adalah suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menghindari
kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
v Coalition (koalisi) adalah kerja sama yang dilaksanakan oleh dua organisasi
atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan
yang tidak stabil untuk sementara waktu, karena dua organisasi atau lebih
tersebut mungkin mempunyai struktur yang berbeda satu sama lain.
v Join venture adalah kerja sama dengan pengusaha proyek tertentu untuk
menghasilkan keuntungan yang akan dibagi menurut proporsi tertentu. Join
venture jika diterjemahkan akan menjadi ‘usaha patungan’.
b.
Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses di mana orang perorangan atau
kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling mengadakan
penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan.
Bentuk-bentuk akomodasi adalah sebagai berikut:
v Tolerant participation (toleransi) adalah suatu watak seseorang atau
kelompok untuk sedapat mungkin menghindari perselisihan. Individu semacam itu
disebut tolerant.
v Compromise (kompromi) adalah suatu bentuk akomodasi di mana masing-masing
pihak mengerti pihak lain sehingga pihak-pihak yang bersangkutan mengurangi
tuntutannya agar tercapai penyelesaiannya terhadap perselisihan. Kompromi dapat
pula disebut perundingan.
v Coercion (koersi) adalah bentuk akomodasi yang proses pelaksanaannya
menggunakan paksaan. Pemaksaan terjadi bila satu pihak menduduki posisi kuat,
sedangkan pihak lain dalam posisi lemah.
v Arbitration adalah proses akomodasi yang proses pelaksanaannya menggunakan
pihak ketiga dengan kedudukan yang lebih tinggi dari kedua belah pihak yang
bertentangan. Penentuan pihak ketiga harus disepakati oleh dua pihak yang
berkonflik. Keputusan pihak ketiga ini bersifat mengikat.Mediasi adalah
menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikan kedua belah pihak yang
bertikai. Berbeda dengan arbitration, keputusan pihak ketiga ini bersifat tidak
mengikat.
v Concilation adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan yang
berselisih agar tercapai persetujuan bersama. Biasanya dilakukan melalui
perundingan.
v Ajudication adalah penyelesaian perkara melalui pengadilan. Pada umumnya
cara ini ditempuh sebagai alternatif terakhir dalam penyelesaian konflik.
v Stalemate adalah suatu akomodasi semacam balance of power (politik
keseimbangan) sehingga kedua belah pihak yang berselisih sampai pada titik
kekuatan yang seimbang. Posisi itu sama dengan zero option (titik nol) yang
sama-sama mengurangi kekuatan serendah mungkin. Dua belah pihak yang
bertentangan tidak dapat lagi maju atau mundur.
v Segregasi adalah upaya saling memisahkan diri atau saling menghindar di
antara pihak-pihak yang bertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan.
v Gencatan senjata adalah penangguhan permusuhan atau peperangan dalam jangka
waktu tertentu. Masa penangguhan digunakan untuk mencari upaya penyelesaian
konflik di antara pihak-pihak yang bertikai.
Perbedaan Antara Asimilasi Dengan Aklturasi
a.
Asimilasi
Asimilasi
adalah usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara beberapa orang atau
kelompok serta usaha menyamakan sikap, mental, dan tindakan demi tercapainya tujuan
bersama. Contoh asimilasi antar dua kelompok masyarakat adalah upaya untuk
membaurkan etnis Tionghoa dengan masyarakat pribumi.
Faktor-faktor
yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi antara lain adalah:
· Toleransi
· Kesempatan-kesempatan yang seimbang di
bidang ekonomi
· Sikap menghargai orang asing dan
kebudayaannya
· Sikap terbuka dari golongan yang
berkuasa dalam masyarakat
· Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
· Perkawinan campuran (amalgamation)
· Adanya musuh bersama dari luar
Selain beberapa
faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi, ada pula faktor-faktor yang
menghambat asimilasi. Antara lain sebagai berikut:
· Adanya isolasi kebudayaan dari salah
satu kebudayaan kelompok
· Minimnya pengetahuan dari salah satu
kebudayaan kelompok atas kebudayaan kelompok lain
· Ketakutan atas kekuatan kebudayaan
kelompok lain
· Perasaan superioritas atas kebudayaan
kelompok tertentu
· Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah
· Adanya perasaan in-group yang kuat
· Adanya diskriminasi
· Adanya perbedaan kepentingan antar
kelompok
b.
Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses yang timbul apabila suatu kelompok manusia
dan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing
dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun
diterima tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Biasanya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur
kebudayaan kebendaan dam peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan
sangat bermanfaat seperti komputer, handphone, mobil, dan lain-lain. Sedangkan
kebudayaan asing yang sulit diterima adalah unsur kebudayaan asing yang sulit
diterima adalah unsur kebudayaan yang menyangkut ideologi, keyakinan, atau
nilai tertentu yang menyangkut prinsip hidup seperti paham komunisme, kapitalisme,
liberalisme, dan lain-lain.
2.
INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF
INTERAKSI SOSIAL
DISOSIATIF MERUPAKAN bentuk interaksi
sosial yang menghasilkan sebuah perpecahan.
Bentuk Interaksi
Sosial Disosiatif
·
Oposisi/Pertentangan/Konflik
Ini
adalah kelompok atau individu yang menyalahkan dan menentang sesuatu yang sudah
lama dan pelakunya disebut sebagai oposan.
·
Kompetisi / Persaingan
Ini
adalah usaha yang dilakukan untuk meraih prestasi dan menentukan yang terbaik.
Contoh persaingan adalah saat
siswa bersaing untuk mendapatkan peringkat pertama atau pada saat
berlangsungnya suatu pertandingan.
·
Kontravensi
Ini
berada di tengah-tengah antara kompetisi dan oposisi. Hal ini membuat individu
merasa bimbang karena ketidakpastian dari individu lain atau menyembunyikan
perasaannya karena individu lain.
Contoh:
OSIS di sekolahmu mempunyai suatu rencana, tetapi kelasmu kurang setuju terhadap
rencana tersebut sehingga berkembang rasa tidak suka atau benci tetapi masih
disembunyikan.
Jenis-Jenis Dari Bentuk Persaingan
Persaingan ada dua jenis yaitu
persaingan yang bersifat pribadi dan persaingan kelompok.
Salah satu ciri dari persaingan adalah perjuangan yang dilakukan secara
damai, sportif, fair play. Artinya, persaingan selalu menjunjung tinggi
batas-batas yang diharuskan.persaingan sangat berguna dalam meningkatkan
prestasi seseorang.
a.
Persaingan pribadi,
artinya yang bersaing adalah induvidu dengan induvidu lainnya yang secara
langsung bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Contohnya persaingan untuk menjadi
juara satu dalam sebuah lomba atau pertandingan.
b.
Persaingan kelompok,
artinya persaingan yang melibatkan berbagai pihak secara kelompok demi mencapai
tujuan kelompok. Contohnya: persaingan antara 2 klub sepak bola untuk menjadi
pemenang.
Persaingan dapat terwujud dalam berbagai bentuk yaitu :
a.
Persaingan ekonomi
b.
Persaingan kebudayaan
c.
Persaingan untuk
mendapatkan kedudukan
d.
Persaingan karena
perbedan ras
Perbedaan Kontrovensi Dengan Pertentangan
a.
Kontravensi
Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dan
ketidakpastian mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang
disembunyikan, kebencian atau keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang.
Kontravensi apabila dibandingkan dengan persaingan atau pertentangan bersifat
rahasia. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan
tidak tenang atau resah. Dalam hal ini lawan tidak diserang secara fisik tetapi
secara psikologis.
Sikap tersembunyi seperti ini dapat berubah menjadi
pertentangan atau pertikaian. Wujudnya dapat berupa protes, sentimen,
mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki melalui surat selebaran,
agitasi, subversi, dan lain-lain.
Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, kontravensi memiliki 5 bentuk,
yaitu sebagai berikut :
1.
Umum, seperti penolakan, keengganan, perlawanan, protes,
perbuatan menghalang-halangi, melakukan kekerasan, atau mengacaukan rencana
pihak lain.
2.
Sederhana, seperti menyangkal pernyataan orang di muka
umum, memaki melalui surat selebaran, atau mencerca.
3.
Intensif, seperti penghasutan atau menyebarkan
desas-desus.
4.
Rahasia, seperti mengumumkan rahasia lawan atau
berkhianat.
5.
Taktis, seperti mengejutkan lawan, membingungkan pihak
lawan, provokasi, atau intimidasi.
b.
Pertentangan
Pertentangan atau
konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi
tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau
kekerasan. Bentuk-bentuknya dapat berupa konfrontasi, perang, dan sebagainya.
Jadi perbedaan antara kontrovensi dengan persaingan adalah :
Kontravensi : proses
sosial antara persaingan dan pertikaian sedangkan pertentangan adalah proses
sosial untuk memenuhi tujuan dengan disertai ancaman atau kekerasan.
Sebab-Sebab
Kontravensi Dan Upaya Penaggulangannya
Penyebab kontravensi antara lain karena adanya perbedaan
pendirian antara kalangan tertentu dengan pendirian kalangan lainnya dalam
masyarakat, atau bisa juga dengan pendirian keseluruhan masyarakat.
Pengertian Dan Bentuk-Bentuk Pertentangan
Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk khusus. Diantaranya
sebagai berikut :
v Pertentangan pribadi. Pertentangan ini terjadi antara induvidu yang satu
dengan induvidu yang lain dan dapat menimbulkan kebencian. Misalnya:
pertentangan antara kamu dengan temanmu.
v Pertentangan rasial. Sumber pertentangan ini adalah adanya perbedaan
ciri-ciri fisik. Misalnya, antara kulit hitam dan kulit putih di Amerika
Serikat.
v Pertentangan antar kelas sosial. Umumunya disebabkan oleh adanya
perbedaan-perbedaan kepentingan. Misalnya, antara pengusaha dan buruh.
v Pertentangan politik. Pertentangan ini dapat terjadi antara golongan yang
satu dengan golongan yang lain atau diantara negara-negara yang berdaulat.
v Pertentangan yang bersifat internasional. Pertentangan ini dapat disebabkan
oleh adanya kepentingan yang lebih luas dan menyangkut kepentingan nasional
serta kedaulatan masing-masing negara.
Sebab-Sebab Terjadinya Pertentangan
Faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya pertentangan/konflik dalam masyarakat adalah:
1.
Perbedaan induvidu,
berupa perbedaan pendirian dan perasaan
2.
Perbedaan latar
belakang kebudayaan
3.
Perbedaan kepentingan
antara induvidu dengan kelompok
4.
Perubahan nilai yang
cepat dan mendadak dalam masyarakat
Upaya Pencegahan Terjadinya Pertentangan
Secara Umum upaya pencegahan terjadinya pertentangan
adalah:
1.
Koalisi
Koalisi merupakan kerja sama yang dilaksanakan oleh dua organisasi atau lebih yang mempunyai
tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk
sementara waktu, karena dua organisasi atau lebih tersebut mungkin mempunyai struktur
yang berbeda satu sama lain.
2.
Mediasi
Berbeda dengan dilakukan
oleh pihak ketiga sebagai mediator, hanya sebagai penasehat.
Tapi, keputusan akhir tetap dikembalikan kepada kedua pihak yang berkonflik.
Contoh, pak RT memberikan nasehat kepada tetangga yang bertengkar.
3.
Arbitrase
Arbitrasi terjadi ketika pihak ketiga
membantu meredakan pertentangan yang memiliki kedudukan lebih
tinggi dan dapat memberikan keputusanyang mengikat pihak-pihak yang
berkonflik. Contoh, guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar.
Secara Khusus upaya pencegahan
terjadinya pertentangan menurut Georg
Simmel adalah:
a.
Kemenangan suatu pihak
b.
Kompromi, Rekonsiliasi
c.
Saling memaafkan
d.
Kesepakatan-kesepakatan untuk tidak berkonflik
B.3 PENGARUH
INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL
Interaksi sosial berpengaruh
terhadap kehidupan masyarakat dan juga dalam adanya lembaga sosial. Tidak ada
hubungan antar manusia atau antar kelompok tanpa adanya interaksi sosial. Oleh
sebab itu, penting adanya interaksi sosial sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku di lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Adanya lembaga sosial juga merupakan
pengaruh dari interaksi sosial. Lembaga sosial terbentuk karena adanya
interaksi sosial antar masyarakat dan timbulnya kebutuhan yang harus dipenuhi
oleh sejumlah lembaga sosial untuk kelangsungan hidup masyarakat. Adanya
kebutuhan manusia mengharuskan adanya interaksi sosial dan mendorong
terbentuknya lembaga sosial. Lembaga sosial terbentuk berdasarkan keteraturan
bentuk sosial.
Berikut beberapa tahapan untuk mencapai
keteraturan sosial, yakni:
·
Adanya tertib sosial, yaitu
keteraturan yang terjadi karena adanya norma.
·
Adanya order, yaitu tahapan
masyarakat yang mulai menerima dan memandang tata tertib.
·
Adanya keajegan, yaitu tahapan
dimana interaksi sosial, norma dan ciri-ciri nilai sosial mulai menemukan
kesesuaian dalam msayarakat.
·
Adanya pola, yaitu tahapan dimana
keajegannya diulang sehingga mampu membentuk pola perilaku masayarakat. Dalam
tahap ini, perilaku sosial, norma dan nilai-nilai sosial sudah menjadi suatu
perwujudan dalam segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
Dari interaksi sosial, menusia satu
dengan manusia yang lain akan saling bertemu dan mereka dapat membentuk
kelompok sosial. Kelompok sosial akan membutuhkan yang namanya kebutuhan.
Kebutuhan tersebut harus dipenuhi melalui lembaga sosial. Kelompok-kelompok
sosial terbentuk berdasarkan kesamaan karakteristik, seperti kesamaan
kepentingan, kesamaan darah dan keturunan, kesamaan ideologi, dan kesamaan
politik. Berikut beberapa kategori interaksi sosial sebagai lembaga sosial,
diantaranya:
·
Suatu tata kelakuan yang baku, yaitu
berupa norma dan adat istiadat secara tertulis ataupun lisan.
·
Suatu kelompok manusia yang
melaksanakan kegiatan bersama-sama sesuai dengan norma dan nilai sosial yang
ada dalam kegiatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan.
·
Suatu pusat kegiatan yang mempunyai
fungsi pemenuhan kebutuhan anggota masyarakat.
Melalui interaksi sosial, manusia
saling bekerja sama, menghormati, menghargai, hidup rukun, dan gotong royong
sehingga menghindari kesenjangan sosial dalam kehidupan
masyarakat. Kemudian sikap-sikap tersebut dapat menciptakan keteraturan
dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga
sosial.
Contoh Interaksi Sosial Terhadap
Lembaga Sosial
·
Kebutuhan akan kesehatan dan
pengobatan, untuk itu butuh adanya interaksi antara dokter atau perawat dan
pasien sehingga mendorong terbentuknya lembaga kesehatan seperti rumah sakit
atau klinik pengobatan.
·
Kebutuhan sandang atau pakaian
mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti pasar atau swalayan.
·
Kebutuhan menyelesaikan masalah
pelanggaran dan penyimpangan sosial, untuk itu membutuhkan adanya interaksi
antara hakim dan pelaku sehingga mendorong terbentuknya lembaga hukum seperti
pengadilan atau kantor hukum.
·
Kebutuhan untuk perkawinan mendorong
terbentuknya lembaga sosial yakni KUA.
·
Kebutuhan akan pendidikan, untuk
anak-anak membutuhkan adanya interaksi antara guru dan murid sehingga mendorong
terbentuknya lembaga pendidikan seperti sekolah atau tempat belajar-mengajar
lainnya.
·
Kebutuhan adanya listrik mendorong
terbentuknya lembaga sosial yakni PLN.
·
Kebutuhan menjalin persaudaraan dan
menambah ilmu agama, untuk itu butuh interaksi antar masyarakat seagama
sehingga mendorong terbentuknya lembaga agama seperti majelis agama atau
kelompok mengaji.
·
Kebutuhan adanya transpotasi
mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti perusahaan bus.
·
Kebutuhan modal yang dapat diperoleh
dari kreditur dan debitur mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti bank.
·
Kebutuhan adanya keamanan lingkungan
mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti siskamling.
No
– Kebutuhan – Interaksi sosial – Lembaga
1.
Kebutuhan
terhadap makan dan minum maka dapat dilakukan interaksi sosial antara penjual
dan pembeli melalui lembaga sosial berupa pasar, toko, dan supermarket
2.
Pendidikan
dibutuhkan setiap manusia, pendidikan bisa terjadi melalui pertemuan antara
guru dan siswa di sekolah dan universitas
3.
Kebutuhan kesehatan
terjadi karena interaksi sosial antara dokter dengan pasien di lembaga sosial
seperti puskesmas dan rumah sakit
4.
Sandang
atau pakaian bisa didapatkan melalui bertemunya penjual dan pembeli di pasar
pakaian atau swalayan
5.
Kebutuhan
untuk meneruskan keturunan maka terjadi interaksi antara pria dan wanita dalam
lembaga sosial yang disebut penikahan atau perkawinan.
6.
Modal
bisa diperoleh dari kreditur kepada debitur dalam lembaga yang disebut bank
7.
Kebutuhan
telekomunikasi bisa terjadi karena adanya hubungan manusia melalui signal atau
peran internet dalam organisasi internet internasional
8.
Listrik
bisa dipenuhi karena adanya interaksi antara perusahaan listrik dengan pelangan
melalui lembaga sosial berupa badan usaha milik negara PLN
9.
Kebutuhan
keamanan lingkungan bisa diwujudkan dengan gotonng royong warga dalam bentuk
Siskamling.
10.
Air minum bisa diperoleh dari penyedia air minum dengan konsumen melalu
perusahaan PDAM.
11.
Pekerjaan
atau mata pencaharian bisa terjadi karena ada pengusaha dan tenaga kerja yang
ada di perusahaan industri.
12. Transportasi dengan adanya sopir dan penumpang dalam sebuah
lembaga misalnya perusahaan Bus seperti PT Damri.
B.4 LEMBAGA SOSIAL
Menjelaskan Pengertian Lembaga Sosial
Pengertian Lembaga Sosial adalah lembaga yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang
berkumpul menjadi satu kesatuan karena adanya satu kesamaan visi dan misi.
Lembaga Sosial sering disebut juga sebagai lembaga kemasyarakatan.
Selain visi dan misi, dalam Lembaga
Sosial juga terdapat nilai-nilai, norma, adat dan unsur kemasyarakatan yang
dianut oleh masyarakat yang sama. Dalam Lembaga Sosial tersebut nantinya juga
terdapat aturan yang disepakati bersama sehingga ia dapat berjalan sesuai
dengan keinginan bersama.
Setiap anggota yang
masuk kedalam suatu lembaga sosal akan terikat dengan peraturan yang dibuat dan
harus dipatuhi. Selain aturan, biasanya juga terdapat satu tradisi yang hanya
diketahui oleh para anggota di dalamnya dan meski tradisi tersebut tidak
tertulis, namun tetap dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam
Lembaga Sosial.
Menyebutkan Syarat-Syarat Lembaga Sosial
1.
Suatu tata
kelakuan yang baku, yang bias berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup
dalam ingatan maupun hidup
2.
Kelompok-kelompok
manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut
sistem norma-norma tersebut.
3.
Suatu pusat
aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan tertentu yang
disadari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.
4.
Mempunyai
kelengkapan dan peralatan
5.
Sistem aktivitas
itu dibiasakan atau didasarkan kepada kelompok-kelompok yang bersangkutan dalam
suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama.
Karakteristik Lembaga Sosial
a. Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga.
b. Memiliki tata tertib dan
tradisi, sebagai panutan secara tertulis
dan tidak tertulis oleh anggotannya.
c. Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi.
d. Memiliki ideologi atau sistem
gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh
anggotanya.
e. Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga.
f. Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja.
Fungsi Lembaga Sosial
Lembaga sosial tentu saja memiliki
beragam fungsi dan beberapa diantaranya adalah;
1.
Memberi pedoman pada anggota
masyarakat. bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam
menghadapi masalah yang berkembang atau muncul di lingkungan masyarakat.
2.
Menjaga keutuhan masyarakat.
3.
Memberikan pengarahan kepada
masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
Menjelaskan Tingkatan Norma Di Masyarakat
Di dalam masyarakat dikenal ada empat tingkatan norma yaitu sebagai
berikut:
a. Cara (Usage)
Cara lebih terlihat
pada perbuatan individu dalam masyarakat. Penyimpangan dalam norma cara ini
tidak akan mendapatkan hukuman berat akan tetapi hanya sekedar celaan.
b. Kebiasaan (Folksway)
Contohnya kebiasaan memberi hormat kepada yang lebih
tua usianya, mendahulukan orang yang sudah lanjut usia ketika sedang antri, dan
sebagainya. Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi sosial berupa
teguran atas penyimpangan terhadap kebiasaan tersebut.
c. Tata
Kelakuan (Mores)
Kebiasaan itu kemudian diterima sebagai patokan atau norma
pengatur kelakuan bertindak, maka di dalamnya sudah terdapat unsur pengawasan
dan jika terjadi penyimpangan, pelakunya akan dikenakan sanksi.
d. Adat istiadat (Custom)
Tata kelakuan yang semakin kuat mencerminkan kekuatan pola
kelakuan masyarakat yang mengikat para anggotanya. Bagi anggota masyarakat yang melanggar adat
istiadat, maka ia akan mendapat sanksi sesuai dengan adat masing-masing. Norma-norma
tersebut mempunyai dasar yang sama, yaitu memberikan petunjuk bagi tingkah laku
seseorang yang hidup di dalam masyarakat.
Menyebutkan Contoh Tingkatan Norma Di Masyarakat
a.
Cara (Usage)
Contoh tindakan yang melanggar norma ini antara lain, cara seseorang
membuang sampah, jika ada seorang membuang sampah sembarangan cenderung
mendapat celaan karena melakukan tindakan yang tidak sesuai pada tempatnya.
Contoh lain cara berpakaian, apabila seseorang berpakaian yang kurang pantas
hanya ditegur saja.
b. Kebiasaan
(Folksway)
Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara
berulang-ulang dalam bentuk yang sama. Memberi hadiah
kepada orang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju
mewah ketika pergi ke pesta.
c. Tata Kelakuan (mores)
Contoh: Jika seorang peserta didik
melanggar tata tertib sekolah akan mendapatkan sanksi atas perbuatannya sesuai dengan
tata tertib yang berlaku, Melarang
pembunuhan, pemerkosaan, menikahi saudara kandung
d. Adat istiadat (Custom), contoh: orang
yang melanggar hukum adat akan dibuang dan diasingkan di daerah lain.
Membedakan Tingkatan Norma Di Masyarakat
|
No |
Nama-norma |
Pengertian |
|
1 |
Cara
(Usage) |
Norma
yang menunjuk kepada satu bentuk perbuatan sanksi yang ringan terhadap
pelanggarnya |
|
2 |
Kebiasaan
(Folksway) |
Norma
yang menunjukan perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk
yang sama |
|
3 |
Tata
Kelakuan (Mores) |
Kebiasaan
yang dianggap tidak hanya sebagai perilaku, tetapi diterima sebagai
norma-norma pengatur |
|
4 |
Adat
Istiadat (Customs) |
Tata
kelakuan yang menyatu dengan pola-pola perilaku masyarakat dan memiliki
kekuatan mengikat yang lebih. Jika dilanggar, sanksi keras akan didapatkan
dari masyarakat. |
LEMBAGA EKONOMI
Menjelaskan Pengertian Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi adalah
lembaga dalam masyarakat yang berkaitan dengan masalah ekonomi dan memiliki
tujuan agar kebutuhan ekonomi dalam masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.
Lembaga ekonomi ini juga tentunya menjadi pedoman dan solusi untuk menjaga
kehidupan ekonomi masyarakat tetap stabil.
Mengidentifikasi Tujuan Lembaga Ekonomi
Secara umum yang hendak dicapai lembaga ekonomi adalah mengatur
bidang-bidang ekonomi agar terpenuhinya kebutuhaan pokok demi kelangsungan
hidup masyarakat.
Mendeskripsikan Fungsi Lembaga Ekonomi
v Mengubah cara-cara mengatur dan memanfaatkan waktu
v Mengubah pola pemukiman
v Memberikan pendoman untuk mendapatkan bahan pangan
v Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang atau barter
v Memberi pedoman tentang harga jual beli barang
v Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
v Memberi pedoman tentang cara pengupahan
v Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
v Memberi identitas bagi masyarakat
Lembaga-lembaga
Ekonomi syariah.
Lembaga perekonomian syariah adalah sebuah
lemabaga yang perekonomian yang berdasarkan syariat-syariat islam. Lembaga ini
terdiri dari:
1.
Bank syariah, merupakan
suatu lembaga keuangan yang mempunyai fungsi utamanya adalah menerima simpanan
uang, meminjamkan uang, dan jasa pengiriman uang, berdasarkan prinsip- prinsip
syariah.
2.
Asuransi Syariah, adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong
diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset.
3.
Pasar Modal Syariah, salah satu fungsinya yakni Memungkikan bagi masyarakat berpatisipasi dalam kegiatan
perekonomian terutama bisnis dengan memperoleh bagian dari kuntungan dan
resikonya.
4.
Pegadaian Syariah, adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai
piutang atas suatu barang.
5.
Baitul Maal Wa Tamwil (BMT), Merupakan organisasi bisnis yang juga berperan sosial
yang lebih mengembangkan usahanya pada sektor keuangan yakni simpan pinjam.
6.
Reksa Dana Syariah, adalah rekasa dana yang pengelolaan dan kebijakan
investasinya mengacu pada syariat islam.
7.
BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah), adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan
hanya dalam bentuk deposito berjangka tabungan, dana/atau bentuk lainya yang
dipersamakan dengan bentuk itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR.
LEMBAGA PENDIDIKAN
Menjelaskan Pengertian
Pendidikan
Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia, tentang Pengertian
Pendidikan, yang berasal dari kata “didik”, kata ini mendapat awalan kata “me”
sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam
memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan bimbingan mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran.
Kata pendidikan (education) berasal dari bahasa latin
educare yang artinya. Pendidikan merupakan proses membimbing manusia dari
kegelapan menuju kecerdasan pengetahuan atau dari tidak tahu menjadi tahu.
Menjelaskan
Pengertian Lembaga Pendidikan
Lembaga Pendidikan adalah lembaga atau tempat
berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah
tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan
lingkungan sekitar. Lembaga Pendidikan merupakan sebuah lembaga yang menawarkan
pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah sampai ke jenjang pendidikan
tinggi, baik yang bersifat umum maupun khusus.
Lembaga pendidikan formal terpenting dalam
masyarakat kita ialah sekolah yang menawarkan pendidikan formal mulai dari
jenjang prasekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi baik yang bersifat umum
maupun khusus (misalnya sekolah agama dan sekolah luar biasa).
Lembaga pendidikan juga merupakan sebuah
institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi lanjutan setelah lembaga
keluarga. Dalam lembaga pendidikan, seorang anak akan dikenalkan mengenai
kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Selain sekolah sebagai lembaga
pendidikan formal, terdapat pula pendidikan nonformal, misalnya kursus-kursus
keterampilan, kursus bahasa, dan kursus komputer serta pendidikan informal,
pendidikan yang terjadi di keluarga (rumah).
Adapun beberapa fungsi lembaga
pendidikan:
·
Pendidikan memberi pengetahuan dan
keterampilan.
·
Mengembangkan potensi yang dimiliki
individu demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.
·
Mengembangkan cara berpikir
rasional.
·
Sarana melestarikan kebudayaan
dengan cara mengajarkan dan membiasakan hal-hal berkaitan dengan kebudayaan
masyarakat sekitar.
Menyebutkan Jenis
Lembaga Pendidikan Berdasarkan Jalurnya
1.
Lembaga Pendidikan
Formal
2.
Lembaga Pendidikan
Informal
3.
Lembaga Pendidikan
Non Formal
Memberi Contoh
Lembaga-lembaga Pendidikan non formal disekitar tempat tinggal
1.
Lembaga Kursus
2.
Lembaga Bibingan
Belajar
Membandingkan
Fungsi Manifest dan Fungsi Laten dari Lembaga Pendidikan
Secara fundamental lembaga pendidikan berfungsi untuk
mengatur pemenuhan kebutuhan terhadap pendidikan. Mengenai fungsi lembaga
pendidikan ada dua yaitu fungsi manifes dan fungsi laten. Fungsi manifes adalah
fungsi yang tercantum dalam kurikulum sekolah.
1.
Menurut Horton dan
Hunt dalam Kamanto Sunarto (2004), fungsi manifes lembaga pendidikan antara
lain sebagai berikut.
1). Mempersiapkan
anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Dengan bekal keterampilan yang
diperoleh dari lembaga pendidikan seperti sekolah maka seseorang siap untuk
bekerja.
2). Mengembangkan
bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
3). Melestarikan
kebudayaan masyarakat. Lembaga pendidikan mengajarkan beragam kebudayaan dalam
masyarakat.
4). Menanamkan keterampilan yang perlu bagi
partisipasi dalam demokrasi.
2. Fungsi laten (fungsi yang tidak disadari)
dari lembaga pendidikan antara lain :
1). Mengurangi pengendalian orang tua.
Keikutsertaan seorang anak dalam lembaga pendidikan seperti sekolah akan
mengurangi pengendalian orang tuanya karena yang berperan saat dalam pengajaran
dan pendidikan di sekolah adalah para gurunya.
2). Mempertahankan sistem kelas sosial. Lembaga
sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk
menerima perbedaan status yang ada di masyarakat. Sekolah diharapkan dapat
menghilangkan perbedaan kelas sosial berdasarkan status sosial peserta didik di
masyarakat.
3). Memperpanjang masa remaja. Adanya sekolah
memungkinkan diperpanjang masa remaja dan penundaan masa dewasa.
Contoh-contoh Lembaga Pendidikan sesuai Jalurnya:
a. Lembaga pendidikan formal, meliputi: SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi/Universitas/Institut.
b. Lembaga pendidikan non formal, meliputi: PAUD, TPA, PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat), PBA (pemberantasan buta aksara), CLC (community learning center)
LEMBAGA AGAMA
Yang
dimaksud dengan lembaga Agama adalah lembaga sosial dalam masyarakat dimana di
dalamnya terdapat praktek kepercayaan suatu agama dan hal-hal yang dianggap
suci. Lembaga ini dibuat bertujuan untuk mempersatukan umat beragama.
Fungsi lembaga agama diantaranya
adalah:
·
Sebagai sumber kebenaran
·
Menjadi tuntunan dan pedoman hidup
masyarakat
·
Mengatur tata cara bersosialisasi
dengan manusian dan berhubungan dengan Tuhan
·
Sebagai lambang identitas rohani
manusia
Contoh Lembaga Agama
·
Katolik = Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
·
Kristen = Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia (PGI)
·
Islam = Majelis Ulama Indonesia (MUI)
·
Buddha = Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)
·
Hindu = Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
·
Konghucu
= Majelis Tinggi Konghucu Indonesia (MATAKIN)
Menjelaskan
Permasalahan dari Keanekaragaman Agama di Indonesia
1.
Perbedaan Induvidu
2.
Perbedaan Latar
belakang budaya
3.
Perbedaan kepentingan
4.
Perubahan nilai-nilai
yang cepat
Menjelaskan Dampak Adanya Keanekaragaman Agama di Indonesia
Indonesia terdiri dari
beragam suku, bangsa, dan agama. Berikut ini dampak positif dan negatif yang
ditimbulkan dari adanya perbedaan suku, bangsa, dan agama :
- Dampak
Positif
- melatih
kita untuk bisa saling menghormati
- melatih
untuk menghargai perbedaan dan rasa toleransi
- kita dapat
mencontoh kebiasaan baik yang sering dilakukan oleh suatu suku, agama, dan
ras
- memotivasi
anak bangsa untuk tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan
- membuktikan
kepada dunia bahwa indonesia merupakan negara yang kaya dan beragam
- Dampak Negatif
- bagi
beberapa kalangan perbedaan menimbulkan perpecahan
- timbulnya
kekerasan akibat kurangnya rasa toleransi dan kurangnya menghargai
perbedaan
- timbul
persaingan
- munculnya
rasisme (membeda-bedakan antar golongan)
- timbulnya
permusuhan antar suku karena perbedaan atau pertentangan budaya
- adanya
tindak anarkis dari oknum fanatik yang mengatasnamakan suku, ras, maupun
agama
- munculnya
egoisme
- timbulnya
individualisme.
Menjelaskan Upaya Mengatasi
Permasalahan dari Keanekaragaman Agama di Indonesia
1.
Menyatukan Suku
Bangsa dan Ras, contoh sikap cinta tanah air dengan tidak boleh membedakan keberagaman ras dan suku
bangsa dan mencoba untuk melihat mereka dari sisi pandang yang sama yaitu
sebagai WNI yang baik.
2.
Tolerir Keyakinan dan
Agama, dengan melakukan penoleriran terhadap keberagaman
keyakinan maupun agama yang tentunya terjadi Indonesia.
3.
Pemersatu Politik dan
Ideologi, Banyaknya keanekaragaman dari ideologi yang
di dapat dan juga ragam politik Indonesia tentunya memerukan toleransi yang
besar agar bisa menyatukan keanekaragaman tersebut. Walupun pada dasarnya
ideologi utama dari bangsa indonesia hanyalah pancasila dan meyakini contoh pancasila sebagai etika politik.
4.
Memiliki Tata Krama
Yang baik, Dengan memiliki tata krama yang baik dan
santun maka setiap perbedaan tentunya bisa diatasi dengan baik tanpa ada cela.
Memiliki tata krama yang baik merupakan salah satu contoh contoh keberhasilan pelaksanaan asas wawasan
nusantara.
5.
Mengatasi Kesenjangan
ekonomi, Perekonomian merupakan sektor yang akan
ditingkatkan dan diperhatikan apalagi bagi pertumbuhan sebuah negara berkembang
seperti Indonesia. Tentunya akan ada beberapa perbedaan perekonomian mendasar
diantara setiap rakyat yang hanya bisa diatasi dengan melakukan tindakan adil
tanpa adanya diskriminasi terhadap aparat atau oknum tertentu.
6.
Menanggulangi
Kesenjangan Sosial, Karena adanya peranan masyarakat majemuk yang
ada contoh upaya penengakan keberagaman di Indonesia tnetunya ada banyak macam
hal yang berbeda yang harus diatasi untuk menyatukan dan tetap menjadikan negara
ini menjadi satu kesatuan yang utuh. Salah satu diantaranya adalah peranan
pemerintah dalam mengatasi kesenjangan sosial
LEMBAGA POLITIK
Pengertia Politik
Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani
yaitu polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang
menjadi polities yang berarti warganegara, politeia yang berarti semua yang
berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara dan
politikos yang berarti kewarganegaraan. Kata “politisi” berarti orang-orang
yang menekuni hal politik.
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian
kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan
keputusan, khususnya dalam negara. Definisi politik yang lainnya seperti:
politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan
bersama. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan
dan negara. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan
mempertahankan kekuasaan di masyarakat.
Menjelaskan Pengertian Lembaga Politik
Lembaga politik adalah lembaga yang
mengatur semua aktivitas yang berkaitan dengan perpolitikan negara, seperti
urusaan pemerintahan daerah dan pemerintahan negara. Contoh lembaga politik
yang ada di Indonesia adalah Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR yang berfungsi
sebagai wakil rakyat di pemerintahan pusat.
Adapun fungsi lembaga politik dapat
kita jelaskan sebagai berikut:
·
Lembaga politik mengatur norma-norma
tentang kekuasaan melalui undang-undang.
·
Lembaga politik berfungsi
sebagai pengontrol atas konflik yang terjadi.
·
Menyelenggarakan pelayanan kepada
masyarakat.
Menyebutkan Jenis Lembaga Politik berdasarkan Jalurnya
Lembaga
politik merupakan suatu badan yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan
kekuasaan dan wewenang. Lembaga-lembaga politik yang berkembang di Indonesia
adalah sebagai berikut
1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
2. Presiden dan Wakil Presiden
3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
4. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
5. Pemerintahan Daerah
6. DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota
7. Partai Politik
Memberi contoh
lembaga-lembaga politik non formal di sekitar tempat tinggal
Lembaga politik
atau mesin politik nonformal yang memiliki peran secara tidak langsung dalam
pengambilan kebijakan2 politik disebut..
a) suprastruktur
politik
b) sistem
politik
c) infrastruktur
politik
d) partai
politik
e) mesin
politik
Membandingkan
fungsi manifest dan fungsi laten dari lembaga politik
Fungsi manifes lembaga politik:
1.
Fungsi
pemaksaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
2.
Fungsi
mengarahkan masyarakat untuk berperan aktif dalam politik.
3.
Fungsi
menengahi suatu pertentangan dalam masyarakat.
4.
Fungsi
melindungi masyarakat melalui langkah diplomasi.
5.
Fungsi menyalurkan
aspirasi masyarakat.
6.
Fungsi
mengawasi, mengatur, dan mengajak masyarakat untuk taat pada undang-undang.
Fungsi laten lembaga politik:
1.
Meningkatkan
jiwa patriotik.
2.
Membatasi
kekuasaan pemerintah.
3.
Meningkatkan
sikap berdemokrasi.