Tampilkan postingan dengan label Materi IPS Kelas 7 Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi IPS Kelas 7 Semester 1. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2020

KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora, dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.

4.1 Menjelaskan konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia Indonesia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.

 

A.    MANUSIA TEMPAT DAN LINGKUNGANNYA

 

A.    1 PENGERTIAN RUANG DAN INTERAKSI ANTAR RUANG

 

Pengertian Ruang

Setiap makhluk yang hidup di bumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Tanpa adanya ruang, maka manusia dan semua makhluk hidup lainnya tidak memiliki tempat untuk hidup. 

 

Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal.  Ruang terdiri dari daerah 3 dimensi (atmosfer-luar angkasa, tanah dan perairan) dimana obyek dan peristiwa berada. Ruang menjadi tempat dari aktivitas-aktivitas manusia, baik aktivitas untuk kebutuhan fisik maupun emosi manusia. Ruang digunakan untuk mewadahi satu aktivitas manusia atau lebih. Ruang yang digunakan lebih dari satu fungsi dan aktivitas disebut ruang multifungsi. Ruang yang bisa digunakan untuk mewadahi aktivitas yang berlainan bahkan untuk aktivitas yang sangat bertentangan (seperti aktivitas sakral dan profan) disebut ruang yang relatif. Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa maupun kejadian yang terjadi merupakan konsep Ruang.

 

KONEKTIVITAS ANTAR RUANG DAN WAKTU

Setelah kalian memahami konsep Ruang tentu kalian bertanya-tanya, apa keterkaitan antara ruang dengan waktu? Mengapa suatu kejadian bisa mempengaruhi kejadian lainnya? Menurut kalian mengapa hal itu bisa terjadi? Untuk lebih memahaminya simaklah percakapan berikut ini!

.    -   Andi     : Kapan Proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia, Patric?

-       Patric   : Tentu, Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945

-       Andi    : Dimana proklamasi tersebut berlangsung, Patric

-       Patric   : di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta

-       Andi    : apakah kamu tahu itu Tina?

-       Tina     : Memangnya kenapa Andi?

-       Andi    : Segala peristiwa juga terikat oleh waktu. Yang dimaksud waktu adalah seluruh serangkaian, proses, perbuatan, atau keadaan berlagsung Seluruh kegiatan manusia tersususn dalam satu waktu dan urutan waktu.

-       Tina     : Apa kaitannya dengan proklamasi kemerdekaan, Andi?

-       Andi    : Peristiwa itu terikat ruang, yaitu di Jalan Pengangsaan Timur N0. 56 Jakarta, waktu tanggal 17 Agustus 1945, 

-       Tina     : Tentu saja, bahkan peristiwa tersebut merupakan rangaian peristiwa sebelumnya. Ada keterkaitan yakni penjajahan bangsa asing yang meyebabkan penderitaan bagsa Idonesia.

-       Patric   : Iya Tina, sekarang aku tahu keterkaitan ruang dan waktu. Kita juga harus menghargai sejarah bangsa kita serta memiliki sikap menghargai jasa pahlawan.

 

Setelah mempelajari ruang dan keterkaitan dengan waktu, kamu dapat memahami bahwa suatu kejaidan di muka bumi memiliki waktu terjadinya peristiwa tersebut. Begitupun dengan keadaan yang ada di wilayah di pengaruhi oleh keadaan yang terjadi di masa lampau. Contohnya, kemerdekaan bangsa Indonesia sekarang ini tak lepas dari penjajahan yang dialami oleh bangsa Indonesia sebelumnya.

 

Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang. Pegetahuan tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau membantu kita memahami perubahan dan perkembangan masyarakat baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik hingga pelajaran mengenai sebab akibat, baik-buruk, atau benar-salah yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup di masa yang akan datang.

Waktu yang sudah berlalu tak dapat kembali lagi. Karena itu, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tetapi manfaatkan waktu untuk kegiatan bermanfaat seperti belajar, membatu orang tua, dan lain-lain. Dengan cara demikian, berarti kamu mensyukuri waktu yang telah diberikan oleh Tuhan YME

 

1.    Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa maupun kejadian yang terjadi merupakan konsep Ruang. 

2.    Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan sumber daya dan potensi yang dihasilkan. Kaitannya dengan Keadaan Alam Wilayah Indonesia, maka setiap wilayah dan kenampakan alam yang berbeda-beda menghasilkan sumber daya alam yang beraneka ragam. Karena itu tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi kebutuhannya sediri, setiap ruang memerlukan sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Disinilah terjadi konektivitas antara satu ruang dengan lainnya.

3.    Ruang mejadi tempat manusia untuk berinteraksi. Seseorang memerlukan orang lain untuk dapat melakukan interaksi, manusia juga senantiasa melakukan mobilitas (perpindahan) dari satu ruang ke ruang lainnya.

4.    Ruang memiliki keterkaitan dengan Waktu, setiap kejadian di suatu ruang berkaitan dengan peristiwa di masa lampau pada ruang tersebut, dan dapat dijadikan pedoman hidup pada masa yang akan datang.

5.    Untuk mendapatkan informasi keruangan dapat menggunakan sebuah peta.

6.    Sebagai contoh keruangan lingkup regional yaitu pedesaan dan perkotaan.

 

KARAKTERISTIK RUANG

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi.

 

Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan sumber daya dan potensi yang dihasilkan. Kaitannya dengan Keadaan Alam Wilayah Indonesia, maka setiap wilayah dan kenampakan alam yang berbeda-beda menghasilkan sumber daya alam yang beraneka ragam. Karena itu tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi kebutuhannya sediri, setiap ruang memerlukan sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Disinilah terjadi konektivitas antara satu ruang dengan lainnya.

 

KONSEP RUANG

Supaya lebih mudah dalam mempelajari konsep ruang, maka dapat disimpulkan bahwa:

1.        Ruang tidak hanya terbatas udara beresentuhan dengan bumi, tetapi lapisan atmosfer terbawah yang mempengaruhi permukaan bumi.

2.        Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya, diikuti dengan sumber daya yang dihasilkannya.

3.        Ruang tidak berdiri sendiri, kejadian di suatu ruang mempengaruhi ruang lainnya. 

4.        Ruang merupakan tempat manusia berinteraksi. Sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dengan manusia lain.

5.        Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi.

 

INTERAKSI ANTAR RUANG

Perbedaan karakteristik ruang menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.

 

Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

 

Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dan lain-lain. Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan gagasan dan informasi disebut komunikasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi. Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.

 

PENGERTIAN INTERAKSI ANTAR RUANG

Interaksi antar ruang adalah suatu cara mengelola ruang-ruang berdasarkan potensi dan permasalahannya dan keterkaitan suatu ruang dengan ruang-ruang yang ada disekitarnya. Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan.

 

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki keterkaitan dengan ruang lainnya.

 

Menjelaskan Kondisi Saling Bergantung Yang Diperlukan Untuk Terjadinya Interaksi Antar Ruang

 

Syarat Terjadinya Interaksi Antar Ruang

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability)

1.    Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)


Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

2.    Kesempatan Antar Keruangan (Intervening Opportunity)

Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.


3.
   Kemudahan Transfer (Transfer Ability)

Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.

Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.

 

Wujud interaksi antarruang seperti kota-desa yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.

1.    Pergerakan barang dari desa ke kota, atau sebaliknya.

2.    Pergerakan gagasan dan informasi, terutama dari kota ke desa.

3.    Adanya komunikasi penduduk antara kedua wilayah.

4.    Pergerakan manusia, baik dalam bentuk bekerja, rekreasi, menuntut ilmu, ataupun keperluan-keperluan lainnya.

 

CONTOH INTERAKSI ANTAR RUANG DAN WAKTU DENGAN BENAR

1.        Pendatang dari daerah, mengadu nasib di Jakarta. Tentunya ini yang membuat perubahan baik bagi Jakarta dan daerah yang ditinggalkan. Akibatnya, penduduk di Jakarta semakin padat dan kalian sudah pasti tahu kan akibatnya seperti apa jika Jakarta semakin padat?

2.        Tanah kosong, kebun, atau pun persawahan yang sudah berganti fungsinya menjadi supermarket, pabrik, atau bahkan perumahan.

 

Aspek Interaksi Antar Ruang

a.    Aspek ruang 

Ruang merupkan tempat segala peristiwa terjadi. Ruang tidak hanya terbatas yang bersentuhan dengan bumi. Namun, lapisan atmosfer terbawah juga merupakan ruang. Ruang kelas, sekolah, kota, provinsi tempat kamu tinggal, negara, bahkan benua merupakan sebuah ruang yang lebih kompleks. 

b.    Aspek waktu

Setiap kejadian pada suatu ruang memiliki waktu. Pada suatu ruang tidak lepas pada peristiwa yang terjadi pada masa lampau, sekarang, dan masa yang aan datang. Keterkaitan tersebut merupakan sejarah yang terjadi pada suatu ruang dan merupakan rangkaian dari peristiwa sebelumnya. Sebagai contoh, pada masa Orde Baru banyak dilakukan transmigrasi, salah satunya dari Pulau Jawa ke Lampung hal tersebut dilakukan karena semakin padat penduduk di Pulau Jawa, dan tujuan lain untuk membangun kawasan tersebut yang tadinya kurang produktif menjadi produktif. Kamu juga dapat melihat banyak orang Lampung pendatang yang banyak menggunakan bahasa Jawa, karena mereka dulu nya merupakan transmigran. Aspek waktu yakni pada pemerintahan Orde Baru, yang tentunya merupakan saturangkaian peristiwa. Kamu juga dapat mengamati aspek waktu yang dapat kalian ketahui dari lingkungan tempat tinggal kalian.

 

 

c.    Aspek Kelangkaan 

Setiap ruang yang memiliki karakteristik berbeda-beda dengan ruang lainnya. Oleh karena itu sulit suatu wilayah memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Dibutuhkan lah wilayah lain untuk memnuhi kebutuhan di wilayahnya. Kelangkaan pada suatu daerah berkaitan dengan masalah ekonomi yang muncul karena adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan, berupa barang dan jasa terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan disebut kelangkaan. Untuk mengatasi kelangkaan, diperlukan kegiatan ekonomi ditentukan oleh interaksi sosial.   Kebutuhan manusia dipenuhi melalui proses interaksi sosial. Interaksi sosial sudah terjadi sejak manusia ada. Pada zaman dahulu, pemenuhan kebutuhan hidup diawali dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Dengan makin meningkatnya kebutuhan dan keterbatasan ruang serta sumber daya, manusia mulai hidup menetap dan bercocok tanam.  Untuk memenuhi kebutuhan akan barang yang belum mampu dihasilkan sendiri, manusia melakukan barter. Barter adalah cara berdagang yang dilakukan oleh masyarakat melalui pertukaran barang. Cara ini dilakukan ketika belum ditemukan uang sebagai alat tukar. Apakah dengan barter kebutuhan mereka terpenuhi seluruhnya? Ternyata tidak karena keterbatasan potensi sumber daya alam yang terdapat pada wilayah masing-masing.

d.    Aspek Kemasyarakatan 

Suatu wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk karakteristik masyarakat wilayah tersebut. Pernahkah kamu mengamati karakteristik masyarakat di daerah perbukitan? Karekteristik masyarakat pantai? Karakteristik masyarakat kota? Apakah kegiatan mereka sama dalam memenuhi kebutuhan mereka? Jika kamu mengamati lebih lanjut, kalian akan melihat masyarakat daerah pegunungan yang umumnya bekerja dengan berkebun, masyarakat pesisir sebagian besar nelayan, dan masyarakat kota yang cenderung dinamis.   Apa yang dapat kamu simpulkan dari contoh keadaan masyarakat tersebut? Kamu dapat mengetahui bahwa setiap wilayah memiliki masyarakat berbeda satu sama lainnya, hal ini dikarenakan keadaan wilayah mereka yang berbeda satu sama lain. Suatu wilayah menggambarkan corak masyarakatnya. Jika kamu sudah dapat memahami, coba kamu lihat daerah tempat tinggalmu, dan lihatlah bagaimana keadaan masyarakat sekitar lingkungan tinggalmu.

 

A.2   LETAK DAN LUAS WILAYAH INDONESIA

 

1.    Pemahaman Lokasi Melalui Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada suatu bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala. Pada terdapat juga peta dengan sejumlah informasi yang menyertainya.

Peta terdiri atas komponen penyusunannya. Komponen penyusunannya terdiri atas:

a)    Judul Peta

Judul peta menunjukkan isi suatu peta. Digunakan untuk mengetahui nama daerah yang dipetakan di peta tersebut.

b)    Skala Peta

Skala peta menunjukkan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhya di lapangan. Skala peta dapat dibedakan menjadi skala angka dan skala garis atau grafis.

   1)   Skala Angka

          Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1:10.000

   2)   Skala Garis atau Grafis

Skala grafis adalah skala peta yang bebrentuk garis dengan ukuran tertentu. Skala grafis biasanya ada dalam kolom legenda.

c)    Orientasi Utara

Bentuk orientasi ditunjukkan oleh symbol berbentuk panah dengan bentuk yang bervariasi.

      d)    Symbol Peta

Symbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Berdasarkan bentuknya, symbol peta dapat dibedakan menjadi:

1)    Symbol Titik

Symbol titik pada peta dapat beragam bentuknya. Symbol titik dapat berupa lingkaran, bujur sangkar segitiga dan lainnya. Contohnya:

2)    Symbol Garis

Symbol garis dapat digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan. Ketebalan garis dapat diatur sesuai dengan kaidah perpetaan. Contohnya:

3)    Symbol Warna

Symbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek tertentu karena ada aturan perpetaan. Contohnya:

4)    Symbol Area

Objek yang digambar pad peta biasanya berupa ilustrasi dari objek yang ada di lapangan. Symbol area juga memiliki aturan tertentu dalam pemetaannya. Contohnya:

 

e)    Garis Koordinat

Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur.

f)     Inset

Inset merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan diantara lokasi lainnya yang lebih luas.

g)    Legenda

Legenda menunjukkan keterangan semua objek yang ada atau muncul pada muka peta. Tujuannya agar pembaca peta lebih mudah untuk mengetahui tentang objek yang ada pada wilayah yang dipetakan.

h)    Sumber Peta

Sumber peta menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta.

 

2.    Letak dan Luas Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan. Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan? Sebab negara kita terdiri dari banyak pulau baik besar maupun kecil. Jumlah pulau di Indonesia lebih dari 17.504 pulau, banyak bukan? Pulau-pulau tersebut terbentang dari Sabang sampai Merauke.

 

Letak Indonesia dapat dilihat dari 3 tinjauan :

1.      Letak Astronomis

Letak astronomis adalah letak tempat berkaitan dengan garis lintang dan garis bujur. Secara astronomis, wilayah Indonesia terletak diantara 6⁰ LU - 11⁰ LS, dan 95⁰ BT – 141⁰BT. Perhatikan gambar berikut!

 

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/khatulistiwa

Berbagai pengaruh yang ada oleh letak astronomis tersebut adalah sebagai berikut:

a.    Hanya memiliki dua jenis musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau

b.   Memiliki curah hujan dan kelembaban tinggi, akibatnya Indonesia memiliki hutan hujan tropis.

c.    Pemanasan matahari berlangsung sepanjang tahun

d.   Panjang waktu siang dan malam relatif sama dan tetap sepanjang tahun.

e.    Memiliki tiga daerah pembagian waktu.

 

Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia memiliki ciri-ciri iklim yang khas, antara lain:

Ø Temperatur tinggi sekitar 260° C – 280° C.

     Dengan temperatur yang tinggi tersebut mengakibatkan terjadinya hujan zenithal.

Ø Curah hujan hingga 200 mm per tahun.

Ø Bebatuan lebih cepat lapuk.

Ø Memiliki keanekaragaman hayati yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan negara lain.

Ø Gaya hidup masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh iklimnya.

 

Akibat dari letak astronomisnya, Indonesia memiliki tiga perbedaan waktu, antara lain:

v  Waktu Indonesia Barat (WIB) yang meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat juga Tengah.

v  Waktu Indonesia Tengah (WITA) yang meliputi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Bali, NTT, juga Sulawesi.

v  Waktu Indonesia Timur (WIT) yang meliputi wilayah Maluku juga Irian Jaya.

 

2.    Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu wilayah ditinjau dari kenyataannya dimuka bumi. Letak tersebut berkaitan dengan posisi relatif suatu wilayah terhadap wilayah lain di sekitarnya. Letak geografis dipengaruhi letak astronomis. Perhatikan gambar berikut!

Sumber : http://www.satujam.com/letak-geografis-indonesia/

Dari peta tersebut terlihat bahwa secara geografis, Indonesia berada diantara dua benua, yakni benua Asia dan benua Australia, serta berada diantara dua Samudera, yakni samudera Hindia dan samudera Pasifik.

Dengan demikian, Indonesia berada diposisi silang dunia (world cross position). Pada posisi tersebut, Indonesia menjadi jalur lalulintas dunia. Itulah sebabnya mengapa Indonesia dianggap mempunyai posisi strategis.

 

Letak geografis Indonesia memberikan pengaruh sebagai berikut:

a.    Indonesia dipengaruhi angin muson sehingga musim berganti tiap enam bulan sekali

b.    Indonesia berada pada pertemuan jalur pegunungan muda, akibatnya banyak gunung berapi, rawan gempa dan kaya bahan tambang.

c.    Posisi diantara dua samudera dan benua menjadikan Indonesia sebagai jalur lalulintas perdagangan internasional.

d.    Posisi di antara dua benua membuat Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna, serta keuntungan politisnya.

 

Pengaruh letak Geografis dan astronomis Indonesia terhadap:

a.    Suhu: Karena Indonesia terletak di daerah garis katulistiwa maka Indonesia hampir selalu memiliki suhu yang tinggi karena sepanjang tahun selalu kena matahari

b.    Cuaca: Karena suhu di Indonesia tidak berubah-rubah maka rata-rata suhu hamper selalu sama sehingga cuaca di Indonesia tidak terlalu berbeda-beda.

c.    Iklim: Karena Indonesia diapit dua benua, menyebabkan Indonesia mengalami perubahan musim setiap enam bulan sekali. Hal ini menyebabkan curah hujan yang tinggi di Indonesia, sehingga Indonesia termasuk wilayah tropis (curah hujan tinggi)

d.    Musim: Letak geografis Indonesia yang berada di antara Asia dan Australia telah mempengaruhi keadaan musim di Indonesia, yaitu musim hujan, kemarau, dan pancaroba.

e.    Flora: Karena Indonesia memiliki lautan dan juga pegunungan jadi Indonesia memiliki 10% lebih jenis-jenis tanaman di dunia.

f.     Fauna: Karena dulu wilayah Indonesia tergabung dengan Asia, juga ada yang dengan Australia, maka fauna di Indonesia campuran dari fauna Asia dan Australia.

 

3.    Letak Geologis

Letak geologis adalah letak suatu daerah atau negara berdasarkan keadaan batuan-batuan yang terdapat pada tubuh bumi. Letak geologis wilayah Indonesia adalah sebagai berikut:

a.     Indonesia merupakan bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar di dunia yaitu rangkaian pegunungan Mediterania (pegunungan bagian barat yang melewati Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, sampai ke pulauan Banda), dan rangkaian pegunungan sirkum Pasifik (pegunungan bagian timur yang melewati Kalimantan dan Sulawesi)

b.    Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api. Keuntungan dari letak geologi seperti ini adalah beragamnya potensi sumber energi dan mineral.

 

c.     Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu dangkalan Sunda, dangkalan Sahul, dan daerah laut pertengahan Australia Asiatis.

 

Dampak dari letak geologis Indonesia tersebut, antara lain sebagai berikut:

a.     Indonesia memiliki banyak gunung berapi

b.    Wilayah Indonesia termasuk daerah yang labil dan sering mengalami gempa bumi tektonik dan vulkanik

c.     Di dalam perut bumi wilayah Indonesia terdapat banyak kandungan bahan tambang, seperti minyak bumi, emas, timah, bauksit, dan batu bara.

d.    Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan muda Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik

e.     Laut di bagian Indonesia barat dan lndonesia timur dangkal, di Indonesia tengah lautnya dalam

 

Batas wilayah negara Indonesia dapat juga dilihat dari posisinya, yaitu:

1.         Untuk sebelah utara, wiayah Indonesia berbatasan dengan wilayah negara Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan Laut Cina Selatan.

2.         Untuk sebelah barat, wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.

3.         Untuk sebelah selatan, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.

4.         Sedangkan sebelah timur, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

 

 

A.3 POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN

1.    Mengidentifikasi potensi sumber daya hutan di Indonesia

Pernahkah kamu pergi ke hutan? Apakah kamu melihat penduduk yang memanfaatkan sumber daya alam yang ada di hutan? Apa saja yang mereka manfaatkan dari hutan? Hutan di Indonesia dikenal sebagai hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis seringkali digambarkan sebagai hutan yang lebat padahal kenyataannya tidaklah selalu demikian. Hutan tropis di Indonesia sangat bervariasi dari hutan di pegunungan, dataran rendah, sampai hutan pantai.

Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, luasnya mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia. Luas hutan yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.

 

2.    Mengidentifiksi jenis persebaran hutan di Indonesia

Faktor-faktor yang memengaruhi keanekaragaman tumbuh-tubuhan di Indonesia adalah banyaknya hutan. Jenis-jenis hutan tersebut, antara lain hutan hujan tropis, hutan musim, hutan sabana dan hutan bakau.

 

Hutan hujan tropis

hutan hujan tropis pada hakikatnya adalah hutan dengan variasi flora yang sangat beragam (hutan heterogen) dengan pohon-pohonnya yang sangat lebat.

Ciri-ciri hutan tropis, antara lain sebagai berikut:

1.         Pohon-pohonnya tinggi, rapat, dan berdaun lebat.

2.         Dasar hutan ditumbuhi rumput dan lumut sebagai penutup lahan.

3.         Sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan.

4.         Udara di sekitarnya sangat lembap.

5.         Terjadi di daerah curah hujan tinggi.

Sebaran hutan hujan tropis di Indonesia terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, Utara, Maluku Utara, dan Papua.

 

Hutan musim

hutan ini sering dinamakan hutan homogen. Hal ini dikarenakan tumbuhannya hanya terdiri atas satu jenis flora saja.

Ciri-ciri hutan musim, antara lain sebagai berikut.

1.        Pohon-pohonnya lebih jarang dibandingkan hutan hujan tropis.

2.        Tinggi pohon lebih rendah dibandingkan pohon pada hutan hujan tropis.

3.        Pada musim kemarau pohon di hutan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan.

Sebaran hutan musim di Indonesia terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

Hutan Sabana

hutan sabana adalah hutan yang berupa padang rumput luas diselingi oleh pohon perdu dan terdapat pada daerah yang musim kemaraunya panjang atau curah hujannya sedikit. Hutan sabana ini cocok untuk peternakan. Sebaran hutan sabana di indonesia terdapat di Nusa Tenggara dan Madura.

 

Hutan Bakau (Mangrove)

hutan bakau (mangrove) adalah hutan yang terdapat di daratan rendah pantai. Tumbuhan ini mempunyai akar penyangga sehingga dapat menahan dari emosi air laut. Hutan bakau mempunyai kadar garam, air, dan tanah yang tinggi, tetapi kadar oksigen pada air dan tanahnya rendah sehingga tumbuhan bakau sulir menyerap air. Daun tumbuhan bakau tebal, kaku, dan mengandung lapisan kutikula yang tebal untuk mencegah penguapan air yang berlebihan. Sebaran hutan bakau (mangrove) di Indonesia terdapat di pantai utara pulau Jawa, pantai Timur Sumatra, dan pantai KepulauanRiau.


Sumber:  Buku Mengkaji Ilmu Geografi 2. Sugiyanto. Danang Endarto.

 

 

 

 

 

3.        Menjelaskan manfaat hutan di Indonesia

Manfaat hutan bagi kehidupan yang ada dimuka bumi ini sangatlah banyak, dan sebagian besar manfaat tersebut diperuntukkan bagi umat manusia. Untuk itu sudah seharusnya bagi kita melindungi, menjaga, dan melestarikan hutan yang ada disekitar kita agar tetap bertahan hidup sepanjang masa.

 

Manfaat hutan bagi Kehidupan

1.    Menyerap Karbon Dioksida

       Manfaat hutan bagi kehidupan manusia antara lain dapat menyerap gas-gas karbon dioksida yang ada dimuka bumi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa gas-gas karbon dioksida ini sangat membahayakan manusia terlebih jika tingkatannya jauh diatas batas normal.

2.    Menghasilkan Oksigen

       Fungsi hutan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh manusia adalah hutan sebagai penyedia oksigen. Hutan menghasilkan oksigen dalam jumlah yang sangat besar yang digunakan oleh manusia untuk bernafas. Coba bayangkan kalau tidak ada hutan, mau bernafas dengan apa kita?

3.    Sumber Pangan Manusia

       Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa hutan memiliki peranan yang sangat luar bisa, salah satu diantaranya adalah hutan sebagai penyedia sumber pangan bagi manusia. Sumber pangan yang ada dihutan seperti umbi-umbian, buah-buahan, sagu, jamur, madu, dan lainnya.

4.    Penghasil Obat-obatan

       Manfaat hutan lainnya yang bisa dirasakan adalah hutan sebagai penghasil obat-obatan. Banyak sekali tanaman obat yang bisa kita temukan dihutan, tentunya ini alami dan tidak berbahaya bagi tubuh kita. So, sayangi dan cintailah hutan yang ada disekitar kita.

5.    Rumah Bagi Suku Pedalaman

       Ketahuilah bahwa masih banyak suku-suku pedalaman di Indonesia ini, dan mereka menjadikan hutan sebagai rumah mereka. Ini merupakan tugas kita bersama agar dapat melestarikan hutan dan menjaga keberadaan suku pedalaman, khususnya yang berada didalam wilayah NKRI.

6.    Rumah Bagi Flora dan Fauna

       Hutan adalah rumah dan habitat bagi flora dan fauna, disana mereka lahir, tumbuh dan berkembang. Kalau hutan menjadi rusak, lalu mereka mau tinggal dimana? Kita tentu pernah melihat pemukiman yang dirusak hewan liar, itu karena rumah dan habitat mereka yang dirusak terlebih dahulu.

7.    Sumber Ekonomi

       Salah satu manfaat hutan yang bisa kita rasakan adalah hutan sebagai sumber ekonomi. Hasil-hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, dan lainnya dijual (ekspor) sebagai sumber pendapatan negara. Sudah seharusnya negara mempergunakannya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat banyak.

8.    Mencegah Bencana Alam

       Fungsi hutan bagi kehidupan lainnya adalah hutan dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Kedua bencana alam tersebut disebabkan oleh volume air yang berlebihan yang ada dibumi, dan pohon-pohon yang ada dihutan bisa menampung air tersebut.

9.    Menyimpan Air

       Salah satu diantara banyak peranan hutan adalah sebagai tempat penyimpanan air dalam volume yang sangat besar. Jika hutan kita rusak maka air dengan volume yang sangat besar tersebut tidak bisa tertampung sehingga hal seperti ini bisa menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor.

10. Mengurangi Polusi

       Fungsi hutan lainnya yang sangat berguna bagi kehidupan manusia didunia adalah hutan dapat mengurangi polusi udara. Kita tahu semua bahwa polusi udara ini sangat membahayakan manusia, dan udara yang tidak sehat tersebut dapat diserap oleh pohon-pohon yang ada dihutan.

11. Tempat Wisata

       Ketahuilah bahwa hutan tidak hanya memiliki tanaman atau pohon-pohon saja, ada juga hutan yang memiliki panorama yang begitu indah. Oleh sebab itu tidak sedikit hutan yang dijadikan sebagai tempat wisata. Tentunya ini sangat menguntungkan karena bisa dijadikan sumber pendapatan daerah.

12. Untuk Pendidikan

       Tidak hanya sebagai tempat wisata, hitan juga bisa dijadikan sebagai tempat riset dan penelitian untuk pendidikan. Penelitian-penelitian seperti ini bisa menginformasikan kepada masyarakat bagaimana pentingnya keberadaan hutan dan menyadarkannya agar selalu menjaga dan melestarikannya.

13. Mengatur Iklim

       Keberadaan hutan sangatlah penting bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah hutan kota. Hutan kota ini berfungsi untuk mengatur iklim yang ada disekitar kota tersebut, misalnya dengan mengurangi efek panas, memberikan kesejukan, dan berbagai manfaat lainnya.

 

4.    Mengidentifikasi kekayaan flora dan fauna yang tersimpan di dalam hutan Indonesia

Persebaran flora di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu:

1.         Flora di Daerah Paparan Sahul

Flora di daerah Paparan Sahul adalah flora di daerah Irian Jaya, yang terdiri atas tiga macam, sebagai berikut.

v  Pohon sagu, pohon nipah, dan mangrove.

v  Hutan hujan tropik.

v  Jenis Pemetia Pinnata (motea).

2.         Flora di Daerah Peralihan

Di Sulawesi terdapat 4.222 jenis flora yang berkerabat dekat dengan wilayah lain yang relatif kering di Filipina, Maluku, Nusa Tenggara, dan Jawa. Flora di daerah peralihan yang berada di habitat pantai, dataran rendah dan ultra basis lebih mirip dengan flora Irian dan jenis tumbuhan gunung mirip dengan yang ada di Kalimantan. Flora Sulawesi menunjukkan percampuran antara Indonesia bagian barat dengan bagian timur. Jenis flora di Sulawesi banyak yang mempunyai kesamaan dengan wilayah kering di Jawa, Maluku, dan Nusa Tenggara, sedangkan flora dataran rendah di Sulawesi banyak yang mirip dengan flora dataran rendah di Papua.

3.         Flora di Daerah Paparan Sunda

Flora di daerah paparan Sunda adalah flora di wilayah Sumatra yang terdiri atas tiga macam, yaitu:

Ø  Flora endemik, contoh bunga Rafflesia Arnoldi.

Ø  Flora di pantai timur terdiri atas mangrove dan rawa gambut.

Ø  Flora di pantai barat terdiri atas bermacam-macam vegetasi di antaranya meranti-merantian, kemuning, rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan rotan.


Flora di Kalimantan memiliki kesamaan dengan flora di Sumatra, yaitu hutan hujan tropik, hutan gambut, dan hutan mangrove.

 

Persebaran tumbuh-tumbuhan menurut lingkungan geografi berdasarkan iklim dan keadaan daerah di Indonesia adalah sebagai berikut.

1.         Hutan Mangrove

Hutan mangrove atau hutan pasang, hutan ini khas bagi daerah pantai tropik, ciri tumbuhan ini mempunyai akar napas yang tergantung dari batang, benih tumbuhan dapat mengapung di air laut selama beberapa bulan, sehingga masih dapat tumbuh setelah terdampar di daratan. Terdapat gejala vivipari, yaitu perkecambahan biji pada tumbuhan induk. Hutan ini banyak terdapat di pantai timur Pulau Sumatra dan daerah pantai Kalimantan Tengah, dan Papua, dan sebagian besar daerah pantai di seluruh dunia.

2.         Hutan Lumut (Tundra)

Hutan lumut, terdapat di pegunungan-pegunungan tinggi yang selalu tertutup kabut karena letaknya sangat tinggi dari permukaan laut, sehingga udaranya sangat lembap dan suhunya rendah sekali. Hutan lumut terdiri atas pohon-pohonan yang ditumbuhi dengan lumut, misalnya di pegunungan tinggi di Papua, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.

3.         Hutan Rawa

Hutan rawa, meliputi daerah yang cukup luas di Indonesia. Hutan rawa air tawar tidak menghasilkan kayu yang baik, tetapi tanahnya dapat dimanfaatkan sebagai tanah pertanian. Hutan rawa gambut dapat menghasilkan kayu, salah satunya ialah kayu ramin. Hutan rawa gambut banyak terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

4.         Hutan Musim

Jenis hutan ini sering disebut dengan hutan homogen, karena tumbuhannya hanya terdiri atas satu pohon. Hutan ini bercirikan gugurnya daun-daun pada musim kemarau (meranggas). Sebagai contoh ialah hutan jati, cemara, dan pinus. Jenis hutan ini banyak terdapat di Indonesia bagian tengah, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sampai Nusa Tenggara.

5.         Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan hutan rimba yang memiliki pohonpohon yang lebat. Jenis hutan ini banyak terdapat di daerah hutan tropis atau daerah yang mengalami hujan sepanjang tahun. Hutan ini sering disebut dengan hutan heterogen, karena tumbuhannya terdiri bermacam-macam jenis pohon. Jenis hutan ini banyak terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

6.         Stepa

Stepa, adalah padang rumput yang cukup luas. Terdapatnya stepa di Indonesia disebabkan curah hujan sudah banyak turun di bagian barat seperti Sumatra dan Jawa Barat, sehingga angin musim yang membawa hujan dari arah Asia sudah kering setelah sampai di daerah ini. Curah hujan yang ada hanya cukup untuk tumbuhnya tumbuh-tumbuhan jenis rumput yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Daerah yang terdapat stepa ini antara lain Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur.

7.         Sabana
Sabana memiliki ciri daerah padang rumput yang luas dengan diselingi adanya pohon-pohon atau semak-semak di sekitarnya. Daerah ini mengalami musim kemarau yang panjang dan bersuhu panas. Di Indonesia terdapat di Nusa Tenggara, Madura, dan di dataran tinggi Gayo (Aceh). Wilayah ini digunakan untuk peternakan, seperti sapi, kuda, dan kambing.


Berikut ini pembagian persebaran fauna di Indonesia

1.         Pembagian Fauna Menurut Wallace (1910) 

Pada tahun 1910 (tiga tahun sebelum ia wafat), Wallace dengan mempertimbangkan keunggulan bentuk fauna Asia di Sulawesi, menyimpulkan bahwa fauna Sulawesi tampak demikian khas, sehingga Wallace menduga bahwa Sulawesi dahulu pernah bersambung dengan Benua Asia maupun Benua Australia. Wallace membuat garis yang ditarik dari sebelah timur Filipina, melalui Selat Makassar dan antara Bali dan Lombok yang dikenal dengan Garis Wallace dengan kemudian Wallace menggeser garis yang telah ditetapkan sebelumnya ke sebelah timur Sulawesi (Wallace, 1910). Sulawesi merupakan daerah peralihan antara fauna Asia dengan fauna Australia. 

 

Wallace mengelompokkan jenis fauna di Indonesia menjadi tiga, yaitu: 

 

Fauna Asiatis (Tipe Asia), menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makassar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti:

·           tapir terdapat di Sumatra dan Kalimantan,

·           banteng terdapat di Jawa dan Kalimantan,

·           kera gibon terdapat di Sumatra dan Kalimantan,

·           orang hutanterdapat di Sumatra Utara dan Kalimantan,

·           beruang terdapat di Sumatra dan Kalimantan,

·           badak terdapat di Sumatra dan Jawa,

·           gajah terdapat di Sumatra (berpindah-pindah),

·           siamang terdapat di Sumatra,

·           kijang terdapat di Jawa, Sumatra, Bali, dan Lombok,

·           harimau loreng terdapat di Jawa dan Sumatra, sedangkan harimau kumbang dan tutul terdapat di Jawa, Bali, dan Madura,

·           kancil terdapat di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan,

·           trenggiling banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali, dan

·           jalak Bali terdapat di Bali, dan burung merah terdapat di Jawa.

Di daerah ini juga ditemui jenis hewan lain, seperti kancil pelanduk (terdapat di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), singa, mukang (terdapat di Sumatra, dan Kalimantan), dan ikan lumba-lumba (terdapat di Kalimantan). 

 

Fauna tipe Australia, menempati bagian timur Indonesia meliputi Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Di daerah ini tidak didapatkan jenis kera, binatang menyusuinya kecil-kecil dan jumlahnya tidak banyak. Hewan-hewan di Indonesia bagian timur mirip dengan hewan Australia. Jenis hewan tipe Australia, antara lain sebagai berikut.

·           Burung, terdiri atas cenderawasih, kasuari, nuri dan raja udang.

·           Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.

·           Berbagai jenis serangga.

·           Berbagai jenis ikan.

·           Mamalia, terdiri atas kanguru, walabi, beruang, nokdiak (landak Papua), opossum laying (pemanjat berkantung), kuskus, dan kanguru pohon.

·           Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, kadal, dan kura-kura.


Fauna peralihan, menempati di antara Indonesia timur dan Indonesia barat, misalnya di Sulawesi terdapat kera (fauna Asiatis) dan terdapat kuskus (fauna Australia). Di samping itu terdapat hewan yang tidak didapatkan baik tipe Asiatis maupun tipe Australia. Fauna Indonesia yang tergolong tipe peralihan adalah sebagai berikut.

·           Mamalia, terdiri atas anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, sapi, banteng, dan kuda.

·           Reptilia, terdiri atas biawak, komodo, kura-kura, dan buaya.

·           Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.

·           Berbagai macam burung, terdiri atas maleo, kakaktua, nuri, merpati, burung dewata, dan angsa.

 

2.         Pembagian Fauna Menurut Weber 

Banyak ahli yang melakukan telaah tentang persebaran jenis hewan di Indonesia dengan membuat garis batas yang berbeda-beda. Salah satu ahli adalah Weber, ia menentukan batas dengan imbangan perbandingan hewan Asia dan Australia 50 : 50. Weber menggunakan burung dan hewan menyusui sebagai dasar analisisnya, tetapi tidak setiap binatang yang dijadikan dasar memiliki garis batas yang sama. Contohnya, hewan melata dan kupu-kupu Asia menembus lebih jauh ke arah timur daripada burung dan siput. Garis batas antara Indonesia bagian barat dengan bagian tengah disebut garis Wallace dan garis batas antara Indonesia bagian timur dengan bagian tengah disebut garis Weber. 

Peta Persebaran Fauna di Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.           Pembagian Fauna Menurut Lydekker 

Ahli lain, yaitu Lydekker, menentukan batas barat fauna Australia dengan menggunakan garis kontur dan mengikuti kedalaman laut antara 180 – 200 meter, sekitar Paparan Sahul dan Paparan Sunda. Hal ini sama dengan Wallace yang menentukan batas timur fauna Asia. 
Adanya perbedaan fauna antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur karena kedua wilayah itu terpisah oleh perairan yang cukup luas dan dalam, dan kedalaman lautnya lebih dari 1000 meter. Laut yang dalam tersebut sebagai pemisah antara kedua wilayah, sehingga fauna pada masing-masing wilayah berkembang sendiri-sendiri

 

PETA PERSEBARAN HUTAN DI INDONESIA

 

 

Narasi Peta

Wilayah Tersedia

Pulau Sumatera (Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Babel, Kepri)

Pulau Jawa (Jakarta, Banteng, Jabar, Jateng, Jogja & Jatim)

Pulau Kalimantan (Kalbar, Kalteng, Kasel, Kaltim & Kaltara)

Pulau Bali (Bali)

Kepulauan Nusa Tenggara (NTT dan NTB)

Pulau Sulawesi (Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulteng, Gorontalo & Sulut)

Kepulauan Maluku (Maluku & Malut)

Pulau Papua (Papua dan PapBar)

Sumber

Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan, Depatemen Kehutanan

 

Jenis Peta Kehutanan

Peta-peta Kehutanan

Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK)

Penunjukan Kawasan Hutan (PKH)

Indikatip Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB)

Izin Usaha Pertambangan dan Perkebunan (IUP)*

Penggunaan Lahan Overlay Kawasan

Peta Fungsi Kawasan  

Kawasan Hutan Lindung (HL)

Kawasan Hutan Produksi (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), Hutan Produksi Konversi (HPK)

Kawasan Hutan Suaka Alam (HSAW), Taman Nasional (TN), Taman Nasional Laut (TNL)

 

Kawasan Cagar Alam (CA), Kawasan Lindung Pantai (KLP) & Taman Hutan Raya (Tahura)

 

5.    Menjelaskan sebab-sebab kerusakan hutan di Indonesia

Sesuatu yang terjadi tentu ada sebab musababnya, begitu juga dengan kejadian kerusakan hutan. Tentu ada penyebab kerusakan hutan baik itu karena faktor alam maupun faktor ulah manusia, dan inilah beberapa penyebab kerusakan hutan:

1.    Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Kebakaran hutan sangalah susah untuk diatas, untuk itu kita semua harus dapat mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terjadi. Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar kebakaran hutan yang terjadi dikarenakan ulah manusia

2.    Penebangan Hutan Secara Liar

Penyebab kerusakan hutan lainnya yang memilidi andil yang sangat besar adalah penebangan hutan secara liat atau yang biasa disebut illegal logging. Umumnya kejadian seperti ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ekonomi, untuk itu Pemerintah diharapkan bisa memberikan solusi dalam permasalahan inI.

3.    Penegakkan Hukum Yang Lemah

Lemahnya supremasi hukum di Indonesia menjadi penyebab lain dari kerusakan hutan, hal ini yang membuat pelaku kerusakan hutan tidak jera dan melakukan perbuatan illegal logging lagi setelah mendapatkan hukuman. Ini juga merupakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah untuk membuat hukum yang baik

4.    Mentalitas

Sebenarnya penyebab kerusakan hutan yang terjadi selama ini adalah karena mantalitas sebagian manusia yang menganggap dirinya paling berhak untuk mengelola hutan. Padahal kenyataan dilapangan banyak amanah yang disalahgunakan sehingga menjadikan hutan yang semakin hari semakin rusak

 

Dampak Kerusakan Hutan

Ketahuilah bahwa dampak kerusakan hutan sangatlah merugikan bagi kehidupan. Oleh sebab itu kita harus bisa menjaga dan melindungi hutan kita dari keruskan. Dan dibawah ini adalah beberapa dampak kerusakan hutan bagi kehidupan didunia:

•   Semakin lama hutan semakin gundul dan ini tentunya merugikan.

•   Hutan yang gundul bisa menjadi sebab terjadinya banjir pada musim hujan.

•   Keruskan hutan dapat menjadikan peristiwa kekeringan dimusim kemarau.

•   Hilangnya potensi keuntungan negara dari pendapatan hasil hutan.

•   Matinya berbagai jenis flora dan fauna yang habitatnya dihutan.

•   Menjadi sebab terjadinya fenomena perubahan iklim dan pemanasan global.

•   Membuat kerusakan ekosistem bagi yang ada didarat maupun dilaut.

•   Secara tidak langsung hal ini menjadi sebab musabab kemiskinan.

 

Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia

a.     Kawasan hutan yang semula 83 ribu hektar, berubah menjadi 20 ribu hektar. menyempitnya luasan hutan tersebut dikarenakan perambahan hutan oleh oknum tertentu untuk perkebunan kelapa sawit ilegal.

b.    Kerusakan hutan di tanah air cukup memprihatinkan.

       Berdasarkan catatan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2% dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya. Data Kementerian Kehutanan menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang. Kerusakan atau ancaman yang paling besar terhadap hutan alam di Indonesia adalah penebangan liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, kebakaran hutan dan eksploitasi hutan secara tidak lestari baik untuk pengembangan pemukiman, industri, maupun akibat perambahan. Kerusakan hutan yang semakin parah menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan disekitarnya. Contoh nyata yang frekuensinya semakin sering terjadi adalah konflik ruang antara satwa

 

6.    Menjelaskan upaya pelestarian flora dan fauna di Indonesia hutan

       Perlindungan terhadap flora dan fauna

Karena flora dan fauna Indonesia termasuk langka, maka pada tahun 1931 dikeluarkan Undang-Undang Perlindungan Binatang Liar, kemudian pada tahun 1932 status UU tersebut menjadi UU Cagar Alam. Usaha perlindungan dan pelestarian flora dan fauna adalah dengan menetapkan daerah-daerah tertentu sebagai kawasan lindung. Tempat perlindungan alam di Indonesia antara lain:

a.     Hutan suaka alam adalah kawasan hutan yang digunakan untuk perlindungan alam hayati.

b.    Cagar alam adalah hutan suaka alam yang ditetapkan sebagai tempat perlindungan flora dan fauna.

c.  Suaka margasatwa adalah hutan suaka alam yang ditetapkan sebagai perlindungan bagi margasatwa.

d.    Hutan wisata adalah hutan yang dipelihara guna kepentingan pariwisata.

 

PENGERTIAN DAN POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA       

Istilah maritim berasal dari bahasa inggris yaitu maritime, yang berarti navigasi. Dari kata ini kemudian lahir istilah maritime power yaitu negara maritim atau negara samudra. Kemaritim merupakan segala aktivitas pelayaran dan perniagaan/perdagangan yang berhubungan dengan kelautan. Sedangkan pengertian lain  dari kemaritiman yang berdasarkan pada termonologi adalah mencakup ruang/wilayah permukaan laut, pelagik dan mesopelagik yang merupakan daerah subur dimana pada daerah ini terdapat kegiatan seperti pariwisata, lalulintas, pelayaran dan jasa – jasa kemaritiman       

 

Indonesia adalah sebuah negara maritim terbesar dunia. Lebih dari 70 persen luas wilayahnya terdiri dari lautan yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera sampai ke ujung selatan Irian Jaya. Indonesia juga bisa disebut sebagai negara kepulauan terbesar dan terluas dunia, karena semua wilayah daratannya merupakan gugusan pulau-pulau yang membentang antara Benua Asia dan Benua Australia yang sering juga disebut dengan zamrudnya khatulistiwa. 

 

Potensi Sumber Daya Laut (kemaritiman) Indonesia

1.    Potensi Perikanan

       Potensi perikanan meliputi perikanan laut (tuna/cakalang, udang, demersal, pelagis kecil, dan lainnya), potensi mariculture (rumput laut, ikan, dan kerang-kerangan serta mutiara), perairan umum, tambak, budidaya air tawar, dan potensi bioteknologi kelautan. Saat ini potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia baru sempat digali hanya sekitar 24,5% dari potensi yang ada. 

2.    Potensi Wisata Bahari

       Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar, selain potensi yang didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna juga didukung oleh kemajemukan budaya. Berbagai obyek dan daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan adalah pantai, keragaman flora dan fauna, taman laut, alam, budaya, maupun olah raga. Saat ini kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia menunjukkan terjadinya peningkatan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Setiap tahun rata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Indonesia meningkat sebesar 7-10%.

3.    Potensi Pertambangan dan Energi 

       Pesisir laut Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas, mineral, dan bahan tambang yang besar. Potensi kekayaan tambang dasar laut seperti aluminium, mangan, tembaga, zirconium, nikel, kobalt, biji besi non titanium, vanadium, dan lain sebagainya yang sampai sekarang belum dikelola dengan baik, sehingga diperlukan teknologi yang maju untuk mengembangkan potensi tersebut.

 

 

4.         Potensi Transportasi Laut 

Jumlah kunjungan kapal di seluruh pelabuhan mengalami fluktuasi, meskipun secara umum mengalami pertumbuhan positif. Berdasarkan Statistik Transportasi Indonesia, jumlah kunjungan kapal di seluruh pelabuhan di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 832,6 ribu unit dengan jumlah total ukuran kapal sebesar 1,550 milyar GT.

5.    Potensi Industri Maritim Industri maritim nasional yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah industri galangan kapal. Industri ini telah berkembang dan terbagi dalam tiga kategori industri, yaitu: (i) industri pembangunan kapal, (ii) industri mesin, suku cadang, dan komponen yang diperlukan dalam konstruksi kelautan, serta (iii) industri pemeliharaan dan perbaikan kapal.

6.    Potensi Bangunan Kelautan

       Sektor bangunan kelautan merupakan potensi ekonomi maritim dan kelautan yang diantaranya berasal dari kegiatan penyiapan lahan sampai konstruksi bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal di wilayah pesisir dan laut. Salah satu bangunan kelautan yang menjadi fokus utama adalah bangunan pelabuhan. Pelabuhan adalah pusat aktivitas perekonomian barang dan jasa (antar pulau, ekspor maupun ekspor), sehingga keberadaannya sangat diperlukan dalam pembangunan kelautan. 

7.    Potensi Jasa Kelautan

       Jasa kelautan merupakan salah satu sektor yang berpotensi menjadi sumber penerimaan devisa negara melalui beberapa kegiatan yang bersifat menunjang dan memperlancar kegiatan pengangkutan yang meliputi jasa pelayanan pelabuhan, jasa pelayanan keselamatan pelayaran, dan kegiatan yang memanfaatkan kelautan sebagai jasa (perdagangan, pendidikan, pelatihan, penelitian, arkeologi laut dan benda muatan kapal tenggelam, jasa pengelolaan kabel dan pipa di dasar laut) dan jasa lingkungan (keanekaragaman hayati, penyerapan karbon, pengolahan limbah, keindahan alam, dan udara bersih).

8.    Potensi Sumberdaya Manusia 

       Sekitar 60% penduduk Indonesia bermukim di wilayah pesisir, sehingga pusat kegiatan perekonomian, seperti perdagangan, perikanan tangkap, perikanan budidaya, pertambangan, transportasi laut, dan wisata bahari dilakukan di daerah pesisir. Penduduk yang menyebar di pulau-pulau merupakan aset yang strategis untuk peningkatan aktivitas ekonomi antarpulau, sekaligus modal dasar pertahanan dan keamanan negara. Namun sampai saat ini SDM yang berkecimpung di bidang kelautan, baik secara kuantitas maupun kualitas, masih sangat kurang.

9.    Wilayah Pesisir Lestari

       Potensi pesisir yang dimiliki Indonesia berupa keanekaragaman hayati dan non – hayati. Tercatat bahwa panjang pantai di Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas wilayah laut 5,4 juta km2, mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2

10. Garam  

       Garam yang merupakan kebutuhan pokok dalam setiap masakan yang tersaji di atas meja makan, mampu memperolah US$ 28.000.000.000. disamping sebagai bahan masakan yang wajib dimiliki, garam pula dapat berpotensi sebagai salah satu sumber penghasilan Negara. Industry garam pun membantu perekonomian negara.

11. Bioteknologi laut

       Tingginya kelimpahan dan keanekaragaman hayati di laut Indonesia, digunakan untuk pengembangan industri bioteknologi bahan pangan, obatobatan, kosmetika dan bioremediasi. Pemanfaatan di bidang bioteknologi laut ini berpotensi paling besar diantara potensi lainya.

12. Minyak Bumi

       Potensi sumber daya alam yang lainya yaitu minyak bumi dan gas offshore, minyak bumi dan gas offshore ini 70% dari total keseluruhan berasal dari laut. Terdapat sebanyak 40 dari 60 cekungan potensial yang mengandung minyak bumi dan gas yang terletak di lepas pantai. Sedangkan 14 lainya terdapat di pesisir laut dan hanya 6 yang terdapat di daratan

 

       BATAS-BATAS KEMARITIMAN INDONESIA

       Apakah kamu mengetahui 10 negara tersebut ? jika kamu mengetahuinya tulis jawabanmu di buku catatan kamu. Batas wilayah negara adalah garis batas yang merupakan pemisah kedaulatan suatau negara yang didasarkan atas hukum internasional. Pengaturan batas – batas wilayah negara dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum mengenai ruang lingkup wilayah negara, dan hak – hak berdaulat. Batas wilayah laut Indoneia mencakup 12 mil ke arah luar garis pantai, selain itu indonesia memiliki wilayah yuridiksi nasional yang meliputi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil dan landas kontinen sampai sejauh 350 mil dari garis pantai. 

      

       Penataan batas maritim dalam UU No. 17 Tahun 1985 mengamanatkan perlunya penanganan secara serius penataan batas – batas maritim indonesia dengan negara – negara tetangga. Di laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara yaitu India, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Batas-batas maritim yang harus diselesaikan tersebut, meliputi :

       1.    Laut Teritorial 

Laut teritorial adalah wilayah kedaulatan suatu Negara pantai, meliputi ruang udara  serta dasar laut dan tanah di bawahnya, lebarnya tidak melebihi 12 mil laut diukur dari garis pangkal 

       2.    Zona Tambahan 

Di luar laut teritorial terdapat laut-laut dimana Indonesia mempunyai hakhak berdaulat dan kewenangan-kewenangan tertentu. Di Zona tambahan, yaitu sampai batas 12 mil laut di luar laut territorial atau 24 mil laut diukur dari garis pangkal, Indonesia juga dapat melaksanakan kewenangan-kewenangan tertentu untuk mengontrol pelanggaran terhadap aturan-aturan di bidang bea cukai/pabean, keuangan, karantina kesehatan, pengawasan  imigrasi, dan menjamin pelaksanaan hukum di wilayahnya 

3.    Zona Ekonomi Eksklusif 

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah suatu daerah di luar dan berdampingan dengan laut teritorial, lebar zona ini tidak lebih 200 mil laut dari garis pangkal. Di ZEE Indonesia  memiliki hak berdaulat atas eksplorasi dan eksploitasi, konservasi dan pengelolaan sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati, dari perairan di atas dasar laut dan dari dasar laut dan tanah di bawahnya dan berkenaan dengan kegiatan lain untuk keperluan eksplorasi ekonomi zona tersebut, seperti energi dari air, arus dan angin.

4.    Landasan Kontinen  

       Landasan kontinen (continental shelf) pada awalnya merupakan istilah geologi. Istilah ini merujuk pada fakta geologis bahwa daratan pantai akan menurun ke bawah laut dengan kemiringan kecil hingga di suatu tempat tertentu menurun secara terjal ke dasar laut. Bagian tanah dasar laut dengan kemiringan kecil tersebut merupakan landasan kontinen. Sedangkan bagian atas dasar tanah dengan kemiringan curam merupakan lereng kontinen.

 

POTENSI SUMBER DAYA TAMBANG

Menjelaskan potensi sumber daya tambang di Indonesia

Potensi sumber daya tambang kita melimpah, Namun sayangnya sebagian dari potensi tersebut belum dapat dikelola oleh bangsa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan tambang.  Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Aktivitas pertambangan telah menghasilkan banyak penghasilan atau devisa bagi Indonesia

 

Menggali potensi sumber daya tambang yang ada di Indonesia

Persebaran Barang Tambang di Indonesia



Ada peribahasa yang mengatakan "Gemah ripah Loh Jinawi" yang artinya kekayaan hasil bumi yang melimpah. Itulah negara Indonesia, negeri timur seberang yang sejak abad ke 16 diserbu oleh negara-negara barat dalam rangka merkantilisme, kolonialisme dan imperialisme. Tentu saja yang mereka incar adalah kekayaan negeri timur tersebut. Sudah berjuta-juta ton rempah-rempah dan barang tambang diangkut ke Eropa. Dan inilah bukti kekayaan barang tambang ada di Indonesia. Barang tambang dan persebarannya itu meliputi:

(1.) Minyak bumi

Ada banyak tambang minyak bumi di Indonesia. Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai berikut:

1. Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim).

2. Tambang minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap di (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).

3. Tambang minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan Selatan)

4. Maluku (Pulau Seram dan Tenggara), serta

5. Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).

(2.) Bauksit (bijih aluminium)

Penambangan bauksit berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).

(3.) Batu bara

Penambangan batu bara terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono). 

(4.) Besi

Penambangan besi terdapat di daerah Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan (Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).

(5.) Timah

Penambangan timah terdapat di daerah Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung (Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).

(6.) Emas

Penambangan emas terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).

(7.) Tembaga

Penambangan tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).

(8.) Nikel

       Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).

(9.) Marmer

       Ditambang dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.

(10) Mangan

Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan (Martapura).

(11) Aspal

Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).

(12) Belerang

Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).

(13) Yodium

Ditambang dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).

 

Persebaran bahan Tambang di Indonesia

a.    Minyak Bumi

Menurut perkiraan para ilmuwan, minyak bumi mulai terbentuk selama jutaan tahun. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi. 

Kualitas minyak bumi Indonesia cukup baik. Kadar sulfur (belerang) minyak bumi Indonesia sangat rendah, sehingga mengurangi kadar pencemaran udara.

 

 

Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut:

a.         Sumatera, terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumut (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); SumSel (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)

b.         Jawa, terdapat di Wonokromo, Delta (JaTim); Cepu, Cilacap (JaTeng); Majalengka, Jatibarang (JaBar).

c.         Kalimantan, terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (KalTim) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (KalSel)

d.         Maluku (Pulau Seram dan Tenggara)

e)    Irian Jaya (Klamono, Sorong, Babo).

 

Minyak bumi diambil dalam bentuk minyak mentah, sebelum dapat digunakan, minyak mentah tersebut harus diolah. Pengolahan minyak bumi menghasilkan avgas, avtur, premium, minyak tanah, solar dll. Manfaat dari produk-produk tersebut adalah sebagai berikut:

v  Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;

v  Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;

v  Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;

v  Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;

v  LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;

v  Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;

v  Vaselin ialah salep untuk bahan obat;

v  Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan

v  Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)

.

b.    Gas Alam

Di Indonesia terdapat banyak sumber gas alam. Gas alam dapat digunakan sebagai bahan bakar. Ada 2 macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG dan LPG. Apa bedanya? LNG (Liquified Natural Gas) atau Gas alam cair dibuat dari gas alam yang terbentuk secara alami. LNG terdiri atas gas metan dan gas etan. LNG membutuhkan suhu sangat dingin supaya dapat disimpan sebagai cairan. Gas alam cair diproduksi di Arun dan Badak, selanjutnya diekspor antara lain di Jepang. 

LPG (Liquified Petrolium Gas) atau gas hasil olahan minyak bumi yang dicairkan.  Elpiji inilah yang digunakan sebagai bahan bakar kompor gas di rumah kita.

c.    Batu Bara

Sebagian besar batu bara terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang hidup berjuta-juta tahun yang lalu. Tubuh-tumbuhan tersebut termasuk jenis paku-pakuan. Tumbuhan itu tertimbun hingga berada dalam lapisan-lapisan batuan sedimen yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut juga inkolen (proses pengarangan).

Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebagai berikut:

v  Ombilin dekat sawahlunto (sumatera Barat) menghasilkan batu bara muda yang sifatnya mudah hancur.

v  Bukit asam dekat Tanjung Enim (palembang) enghasilkan batu bara muda yang sudah menjadi antrasit karena pengaruh magma.

v  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan (Pulau laut/Sebuku)

v  Jambi, Riau, Aceh, Papua (Irian Jaya)

d.   Tanah Liat

Tanah Liat adalah tanah yang mengandung lempung (65%), butir-butirnya sangat halus, sehingga rapat dan sulit menyerap air. Tanah liat banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan sumatera.

Tanah liat dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan gerabah.

e.    Kaolin

Kaolin terbentuk dari pelapukan batuan granit. Batuan ini banyak terdapat di daerah sekitar pegunungan di sumatera. Kaolin banyak dipakai sebagai bahan pengisi (filler), pelapis (coater), barang-barang tahan api dan isolator. Kaolin juga dipakai pada proses pembuatan keramik, obat, melapisi kertas, sebagai bahan tambahan makanan, odol, sebagai bahan menyebarkan sinar di bola lampu pijar agar berwarna putih, serta sebagai bahan kosmetik.

f.     Gamping (Batu Kapur)

Batu kapur terbentuk dari pelapukan sarang binatang karang. Potensi batu kapur di Indonesia sangat besar dan tersebar hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia. Sebagian besar cadangan batu kapur Indonesia terdapat di Sumatera Barat. Beberapa daerah lain yang merupakan penghasil utama batu kapur adalah Jawa Timur. Berbagai wilayah di daerah ini antara lain Pacitan, Trenggalek, Tulungagug, Ponorogo, ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Nganjuk, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, pamekasan, Sumenep dan Gresik. Bahkan di wilayah provinsi Jawa Timur sendiri, potensi yang saat ini masih tersedia adalah sebesar ±1.259.438.298 M³. Selanjutnya di wilayah Kalimantan, potensi batuan gamping atau batuan kapur ini yang terbesar adalah di provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur ( http://edukasi.kompasiana.com). 

g.    Pasir Kuarsa

Pasir Kuarsa terbentuk dari pelapukan batu-batuan yang hanyut lalu mengendap di daerah sekitar sungai, pantai, dan danau. Pasir kuarsa banyak terdapat di Banda Aceh, Bangka, Belitung dan Bengkulu. Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Sumatera Barat, potensi lain terdapat di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung (http://www.purewatercare.com).

Manfaat pasir kuarsa atau biasa disebut Pasir Silika (SiO2) antara lain adalah untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air minum atau air tanah atau air PDAM atau air gunung pada industri pengolahan air. Sebagai bahan baku utama dalam industri gelas kaca, semen, tegel, mosaik keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide bahan abrasit (ampelas dan sand blasting).  Sebagai bahan ikutan dalam industri cor, industri perminyakan dan pertambangan, bata tahan api (refraktori), dan lain sebagainya (http://www.purewatercare.com). 

h.    Pasir Besi

Pasir Besi adalah batuan pasir yang banyak mengandung zat besinya. Pasir besi banyak terdapat di Pantai Cilacap, Jawa Tengah. Pasir besi selain digunakan untuk industri logam besi, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen dan bahan dasar tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama untuk pita kaset, pewarna serta campuran (filter) untuk cat, bahan dasar untuk industri magnet permanent (http://www.lumajang.go.id). 

i.     Marmer/Batu Pualam

Marmer/batu pualam adalah batu kapur yang telah berubah bentuk dan rupanya sehingga merupakan batuan yang sangat indah setelah digosok dan dilicinkan. Marmer banyak terdapat di Trenggalek, JawaTimur dan daerah Bayat Jawa Tengah.

j.     Batu Aji/Batu Akik

Batu aji/batu akik adalah batuan atau mineral yang cukup keras. Warna batu akik bermacam-macam, antara lain merah, hijau, biru, ungu, putih, kuning, dan hitam. Batu ini digunakan untuk perhiasan dan banyak terdapat di daerah pegunungan dan di sekitar aliran sungai.

k.    Bauksit

Bauksit di Indonesia banyak terdapat di Pulau Bintan dan Riau.Bauksit dari Bintan diolah di Sumatera utara di Proyek Asahan.Proyek Asahan juga merupakan pusat tenaga air terjun di sungai Asahan.

l.     Timah

Daerah-daerah penghasil timah di Indonesia adalah Pulau Bangka, Belitung,dan Singkep yang menghasilkan lebih dari 20% produksi timah putih dunia. Di Muntok terdapat pabrik peleburan timah. Ada dua macam timah yaitu timah primer dan timah sekunder (aluvial). Timah primer adalah timah yang mengendap pertama kali pada batuan granit. Timah sekunder (aluvial) adalah endapan timah yang sudah berpindah dari tempat asalnya akibat proses pelapukandan erosi.

m.   Nikel

Nikel terdapat di sekitar Danau Matana, Danau Towuti, dan di Kolaka (Sulawesi Selatan).

n.    Tembaga

Tembaga terdapat di Tirtomoyo dan wonogiri (Jawa Tengah), Muara Sipeng (Sulawesi) dan Tembagapura (Papua/Irian Jaya)

o.    Emas dan perak

Emas dan Perak merupakan logam mulia. Pusat tambang emas dan perak terdapat di daerah-daerah berikut:

v Tembagapura di Papua (Irian Jaya)

v Batu hijau di Nusa Tenggara Barat

v Tasikmalaya dan Jampang di Jawa Barat

v Simao di Bengkulu

v Logos di Riau

v Meulaboh di Naggroe Aceh Darusalam

p.    Belerang

Belerang terdapat di kawasan Gunung Talaga Bodas (Garut) dan di kawah gunung berapi, seperti di Dieng (Jawa Tengah)

q.    Mangaan

Belerang terdapat di Kliripan (Daerah Istimewa Yogyakarta), Pulau Doi (Halmahera), dan Karang nunggal (sebelah selatan Tasikmalaya)

r.    Fosfat

Fosfat terdapat di cirebon, Gunung Ijen dan Banyumas (fosfat hijau.

s.     Besi

Di dalam temperatur tinggi, bijih besi dicampur dengan kokas dan besi tua. Percampuran diatur sedemikian rupa, sehingga proses pembakarannya merata. Kotoran dalam bijih besi dapat di hilangkan dengan jalan reduksi (mengambil unsur oksigen dari biji besa). Prases pembakaran dalam suhu tinggi menghasilkan cairan. Kemudian cairan tersebut dicetak dalambentuk tertentu. Besi baja adalahbesi yang kandungan / campuran karbonya rendah.

t.     Mika

Mika terdapat di Pulau Peleng, Kepulauan Banggai di Sulawesi Tengah

u.    Tras

Tras terdapat di pegunungan Muria, Jawa tengah.

v.    Intan

Intan terdapat di Martapura, Kalimantan Selatan

 

Mendiskripsikan manfaat hasil tambang di lingkungan sekitar

Minyak bumi diambil dalam bentuk minyak mentah, sebelum dapat digunakan, minyak mentah tersebut harus diolah. Pengolahan minyak bumi menghasilkan avgas, avtur, premium, minyak tanah, solar dll. Manfaat dari produk-produk tersebut adalah sebagai berikut:

v Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;

v Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;

v Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;

v Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;

v LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;

v Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;

v Vaselin ialah salep untuk bahan obat;

v Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan

v Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)

Sebagai salah satu negara penghasil utama minyak bumi, Indonesia menjadi anggota Organization Petroleum Exportir Countries (OPEC), yang bergerak dalam bidang ekspor minyak bumi.

Batu bara juga merupakan suatu bahan yang penting dalam pembuatan produk-produk tertentu, seperti: 

Ø Karbon teraktivasi (digunakan pada saringan air dan pembersih udara serta mesin pencuci darah).

Ø Serat karbon (bahan pengeras yang sangat kuat namun ringan yang digunakan pada konstruksi, sepeda gunung dan raket tenis).

Ø Metal silikon – digunakan untuk memproduksi silikon dan silan, yang pada gilirannya digunakan untuk membuat pelumas, bahan kedap air, resin, kosmetik, shampo dan pasta gigi.

 

Pengelompokan barang tambang logam dan non logam

Barang tambang logam adalah : barang tambang yang berwujud bijih yang dapat mengantarkan listrik. Contohnya: bijih besi, nikel, emas, tembaga, timah dan bijih bouksit.

 

Mineral logam dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: Logam murni dan logam campuran

Logam murni digunakan dalam kondisi murni tanpa campuran, contoh logam murni: emas, timah, seng dan alumunium. Biasanya kaleng minuman mengguakan alumunium murni, sementara kabel listrik terbuat dari tembaga murni.

Barang tambang tidak murni dipakai dalam keadaan dicampur misalnya: campuran tembaga timah dan seng pada pembuatan kapal. Bahan campuran ini lebih tahan menghadapi proses perubahan. Mineral logam dapat di kelompokkan dalam 4 (empat) kelompok utama:

1.        Kelompok logam dasar.

Logam yang umum terdapat dan secara kimia lebih aktif misalnya: tembaga (Cu), timah hitam (Tb). timah (Sn), dan seng (Zn) danlain-lain.

2.        Kelompok logam mulia.

Logam yang secara ekonomis sangat berharga dan banyak dibutuhkan terdiri dari: emas (Au), perak (Ag), platina (Pt), dalam ke2 (dua) kelompok lain satu sama lain selalu berkaitan bisa dalam bentuk urat maupun dalam bentuk sebaran dalam satuan.

Khusus untuk emas selain terkenal dalam bentuk urat biarat dalam urat kuasa juga bisa terdapat sebagai emas aluvialyang tersebar di bekas undak-undak sungai tua atau tersebar di endapan pasir sungai yang masih aktif logam dasar dan logam mulia yang terbentuk dalam urat bisanya di Indonesia khususnya terjadi dalam lingkungan batuan gunung api dan populer disebut emas epiternal sudah barang tentu disebut demikian memenuhi kriteria-kriteria pembentukannya.

3.        Logam jarang

       Logam yang secara relatif ditemukan dalam jumlah sedikit dan tersebar di bumi, unsur-unsur logam ini jarang ditemukan terkonsentrasi dalam jumlah banyak. Beberapa diantaranya adalah: lithium (Li), yurium (Yh), zirtunium (Zf), logam tanah jarang (Rare eart elemen: unsur yang mempunyai nomor atom 57-71), indium (In), cadmiumn (Cd) dan lain-lain.

       Kegunaan unsur-unsur logam jarang umumnya untuk tenologi tingg: barang elektronik, katalis dalam pengolahan minyak bumi, keramik tahan panas, dll

4.        Kelompok mineral logam besi dan campuran besi

Logam yang lazim digunakan dalam industri besi dan campurannya seperti: besi (Fe), cobal (Co), cromit (cr), mangan (Mn) dan lain lain.

 

SUMBER DAYA PERIKANAN

 

Menjelaskan potensi dan persebaran sumber daya alam dan kemaritiman di Indonesia

Potensi sumberdaya kelautan terdiri atas:

1.        Sumber daya dapat pulih (ikan dan biota lainnya, terumbu karang, hutan mangrove, pulau-pulau kecil).

2.        Sumber daya tidak dapat pulih (minyak dan gas, bahan tambang dan mineral).

3.        Energi kelautan (gelombang, pasang surut, Ocean Thermal Energy Conversion, angin).

4.        Jasa lingkungan (media transportasi, komunikasi, iklim, keindahan alam, penyerap limbah).

 

Peserta didik dapat Menyebutkan potensi sumber daya alam indonesia.

A.      Perikanan

 

Sumber Daya Perikanan Indonesia

 

Sumber daya perikanan laut merupakan salah satu potensi sumber daya laut di Indonesia yang sejak dulu telah dimanfaatkan penduduk. Laut Indonesiamemiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan.

Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari tersebut atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah hasil tangkapan ikan di Indonesia belum mencapai angka tersebut. Ini berarti masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jika dibandingkan sebaran potensi ikannya, terlihat adanya perbedaan secara umum antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur.

Di Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman laut 75 meter, jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi agak berbeda terdapat di kawasan Indonesia Timur dengan rata-rata kedalaman laut mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia bagian Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna. Selain ikan yang tersedia di lautan, penduduk Indonesia juga banyak yang melakukan budi daya ikan, terutama di daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat yang mengembangkan usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak. Jenis ikan yang dikembangbiakkan di sana adalah ikan bandeng dan udang. 

Kekayaan alam kita yang berupa ikan banyak diambil oleh nelayan dari negara lain berupa praktik pencurian ikan atau illegal fishing. Ada beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal fishing. Wilayah yang paling rawan dengan praktik pencurian ikan adalah Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia.

 

 

B.       Hutan Mangrove

Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut. Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya

C.      Terumbu Karang

Indonesia memiliki kekayaan terumbu karang yang berlimpah. Namun, sebagian dari terumbu karang telah mengalami kerusakan. Dalam 50 tahun terakhir terjadi penurunan sebanyak 50 persen. Hanya sekitar 5,23% yang berada dalam kondisi yang baik

 

Peserta didik dapat Menyebutkan kondisi alam Indonesia

Beberapa sumber daya alam di wilayah pesisir dan lautan telah mengalami over exploitasi. Sumberdaya perikanan laut baru dimanfaatkan sekitar 63,49% dari total potensi lestarinya (MSY, Maximum Suistainable Yield), namun di beberapa kawasan perairan beberapa stok sumberdaya ikan telah mengalami kondisi tangkap lebih (over fishing).

 

Upaya pelestariaan potensi sumber daya perikanan laut di Indonesia

1.    Menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan

       Hindari  menggunakan alat tangkap yang dilarang, seperti yang mengandung bom, cantrang, atau pukat tarik, karena alat-alat tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada dasar perairan yang berakibat buruk pada ekosistem di bawah laut.

2.    Menghindari overfishing

       Yang dimaksud dengan menghindari terjadinya overfishing adalah nelayan tidak boleh menangkap hasil laut berupa ikan yang masih kecil, karena ikan tersebut ditangkap tidak pada waktu yang tepat, atau dapat dibilang, terlalu dini. Hal ini dapat menyebabkan kepunahan pada ikan, apalagi jika dilakukan secara berlebihan.

3.    Memperhatikan kondisi lautan

       Kondisi lautan yang baik juga berdampak pada hasil penangkapan yang baik pula. Maka dari itu, nelayan juga harus menjaga laut dari pencemaran. Nelayan tentu saja tidak boleh membuang limbah, bahan bakar, atau sampah sembarangan ke laut. Hal tersebut akan meracuni bahkan merusak ekosistem yang ada di laut.

4.    Memahami edukasi terkait penangkapan ikan

       Dari beberapa hal yang telah disebutkan di atas, tentu terdapat hal penting yang menjadi kunci utama. Secara garis besar, dari awal nelayan harus memahami seluk beluk penangkapan ikan di laut. Pemerintah juga sebaiknya memberikan penyuluhan tentang ilmu pengetahuan yang baik bagi nelayan. Setelah itu, bukan hanya memahami, tetapi nelayan kemudian diharapkan dapat merealisasikan segala ilmunya dengan baik dan benar.

.

Kekayaan alam kita yang berupa ikan banyak diambil oleh nelayan dari negara lain berupa praktik pencurian ikan atau illegal fishing. Ada beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal fishing. Wilayah yang paling rawan dengan praktik pencurian ikan adalah Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia

 

Persebaran ikan Laut di Indonesia

v  Ikan cakalang di perairan laut Sulawesi, laut arafuru

v  Ikan tuna di Samudera Hindia, Laut Sulawesi

v  Ikan tengiri: di Laut Jawa

v  Ikan Albakora: Di laut Banda, Laut Arafuru

Laut Natuna Utara dan Selat Makassar merupakan wilayah perairan dengan potensi perikanan terbesar di Nusantara.

 

Peserta didik menggali potensi perikanan di indonesia

Prospek pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia sangat cerah dan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang strategis karena Bangsa Indonesia terdiri atas 17.502 buah pulau, dan garis pantai sepanjang 81.000 km dengan Luas wilayah perikanan di laut sekitar 5,8 juta Km2, yang terdiri dari perairan kepulauan dan teritorial seluas 3,1 juta Km2 serta perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta Km2

Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar baik dari segi kuantitas maupun keanekaragamannya. Potensi lestari sumber daya perikanan tangkap diperkirakan sebesar 6,4 juta ton per tahun.

Namun demikian, telah terjadi ketidakseimbangan tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan antar kawasan dan antar jenis sumber daya. Di sebagian wilayah telah terjadi gejala tangkap lebih (over fishing) seperti di Laut Jawa dan Selat Malaka, sedangkan di sebagian besar wilayah timur tingkat pemanfaatannya masih di bawah potensi lestari.

Dalam periode 2003-2007, produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan rata–rata per tahun sebesar 1.32%, yakni dari 4.691.796 ton pada tahun 2003 menjadi 4.942.430 ton pada tahun 2007. Konstribusinya masih didominasi oleh penangkapan ikan di laut. Dalam periode yang sama, produksi perikanan tangkap di laut meningkat sekitar 1.49% yakni dari 4.383.103 ton pada tahun 2003 menjadi 4.647.730 ton pada tahun 2007, meskipun pada tahun 2004 pernah mengalami penurunan menjadi 4.320.241 ton. Sedangkan produksi perikanan perairan umum mengalami penurunan rata-rata sebesar 0.96%, yakni dari 308.693 ton pada tahun 2003 menjadi 294.700 ton pada tahun 2007.

Walaupun data yang diperoleh menunjukan bahwa wilayah perairan Indonesia memiliki potensi perikanan yang menjanjikan, namun pemanfaatannya masih kurang maksimal. Diantaranya disebakan oleh Sebagian besar nelayan masih merupakan nelayan tradisional, armada perikanan yang masih didominasi oleh  skala kecil/tradisional dengan kemampuan IPTEK yang rendah, sumber data perikanan yang kurang memadai, masih rendahnya kemampuan penanganan dan pengolahan hasil perikanan dan masih banyak permasalahan lain yang masih belum mendapatkan penanganan yang serius dari departemen terkait.

 

Cara Menangani Ilegal Fishing

1.   Melakukan perlindungan wilayah perairan Zona Ekonomi  Eksklusif (ZEE) untuk pencegahan pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah indonesia. Hal ini harus dilakukan TNI Angkatan Laut sebagai bentuk perlindungan wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia berkewajiban menjaga kedaulatan Indonesia serta melindungi sumber daya alam laut dari tindakan-tindakan pencurian ikan di Zona Ekonomi Eksklusif . 

2.    Melakukan tindakan hukum tegas bagi pelaku pencurian ikan (illegal fishing) yang dilakukan oleh kapal asing di perairan zona ekonomi eksklusif (zee) berdasarkan undang-undang nomor 31  tahun  2004 tentang perikanan.

3.    Meningkatkan kompetensi nelayan tradisional dengan pemberdayaan nelayan dapat mencegah pencurian ikan oleh kapal asing.

 

HUTAN MANGROVE

Selain ikan, kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah pesisir berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang.   Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Umumnya hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.

Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.

Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis, misalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak dengan baik di wilayah ini. Di mana sajakah sebaran hutan mangrove di Indonesia? Hutan mangrove tersebar di pesisir sebelah barat Pulau Sumatra, beberapa bagian ada di pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Pulau Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, pesisir sebelah Selatan Papua, dan beberapa pulau kecil lainnya.  Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai sekitar 3 juta hektare, yang tersebar di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia (Giri et al., 2011).

Hutan mangrove Indonesia tidak tersebar secara merata. Luas terbesar hutan mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3,7 juta ha. Berikutnya adalah Sumatra (417 ribu ha), Kalimantan (165 ribu ha), Sulawesi (53 ribu)

 

 

Menjelaskan pengertian hutan mangrove

Hutan mangrove adalah tipe hutan yang berada di daearah pasang surut air laut.

 

Mengidentifikasi fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut

a.    Aspek ekologis

Adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak, untuk melindungi pantai dari abrasi air laut

b.    Aspek Ekonomi

Berupa nilai ekonomis dari kayu, pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya, misalnya kayu bakar untuk membuat arang, membuat kertas dan beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis, missal udang dan jenis ikan lainnya yang berkembangbiak di wilayah tersebut

 

Mengidentfikasi sebaran hutan mangrove di Indonesia

Hutan Mangrove banyak dijumpai di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Riau dan Kepulauan Riau

 

Mengidentifikasi faktor-faktor kerusakan hutan mangrove di Indonesia

v  Pemanfaatan yang tidak terkontrol, karena ketergantungan masyarakat yang menempati wilayah tersebut sangat tinggi

v  Konversi hutan Mangrove untuk berbagai kepentingan (perkebunan, tambak, pemukiman, kawasan industry, wisata, dll)

v  Akibat yang ditimbulkan dari kerusakan hutan Mangrove:

v  Instrusi air laut

v  Turunnya kemampuan ekosistem hayati di wilayah pesisir

v  Meningkatnya abrasi pantai

v  Turunnya kemampuan ekosistem dalam menahan tiupan angina

v  Peningkatan perencanaan pantai

 

Mendiskripsikan upaya untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove di Indonesia

a)        Penanaman kembali mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat. Modelnya dapat masyarakat terlibat dalam pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan hutan mangrove berbasis konservasi. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat antara lain terbukanya peluang kerja sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat.

b)        Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir: pemukiman, vegetasi, dll. Wilayah pantai dapat diatur menjadi kota ekologi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wisata pantai (ekoturisme) berupa wisata alam atau bentuk lainnya.

c)        Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove secara bertanggungjawab.

d)        Ijin usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek konservasi.

e)        Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan local tentang konservasi

f)         Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir

g)        Program komunikasi konservasi hutan mangrove

h)        Penegakan hukum

i)         Perbaikkan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat. Artinya dalam memperbaiki ekosistem wilayah pesisir masyarakat sangat penting dilibatkan yang kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu juga mengandung pengertian bahwa konsep-konsep lokal (kearifan lokal) tentang ekosistem dan pelestariannya perlu ditumbuh-kembangkan kembali sejauh dapat mendukung program ini. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERUMBU KARANG

 

Mendeskripsikan  Pengertian Terumbu Karang

Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang. Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu karang yang ada di seluruh dunia.

Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, akan tetapi juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Keanekaragaman hayati terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia juga yang tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang. Mengapa terumbu karang banyak ditemukan di wilayah Indonesia? Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21 – 290 C. Pada suhu lebih besar atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, pantaslah jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan terumbu karang yang berlimpah. Namun, sebagian dari terumbu karang telah mengalami kerusakan. Dalam 50 tahun terakhir terjadi penurunan sebanyak 50 persen. Hanya sekitar 5,23% yang berada dalam kondisi yang baik.

Pertumbuhan terumbu karang juga akan baik pada kondisi air yang jernih dan dangkal. Kedalaman air yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang tidak lebih dari 18 meter. Jika lebih besar dari kedalaman tersebut, pertumbuhan terumbu karang juga akan menjadi kurang baik. Selain persyaratan tersebut, terumbu karang juga mensyaratkan salinitas (kandungan garam air laut) yang tinggi. Oleh karena itu, terumbu karang sulit hidup di sekitar muara sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat bercampurnya air sungai ke laut. Mengapa terumbu karang wajib dilindungi dari kerusakan? Terumbu karang memiliki banyak manfaat, baik manfaat yang bersifat ekonomis, ekologis, maupun sosial ekonomi.

Coral bleaching atau pemutihan karang merupakan salah satu bentuk kerusakan terumbu karang. Coral bleaching juga dijadikan sebagai salah satu indicator pemanasan global berupa naiknya suhu air laut dan muka air laut. Global warming membuat nutrisi yang dibutuhkan karang semakin berkurang.

.

Faktor Yang Mempengaruhi Sebaran Terumbu Karang Di Indonesia

a.         Suhu dalam laut

b.        Cahaya dan kedalaman laut

c.         Arus laut

d.        sedimentasi

 

Manfaat Terumbu Karang

1.    Sumber Berbagai Obat

       Dalam terumbu karang mengandung banyak zat kimia yang sangat berguna untuk dijadikan obat-obatan bagi kita manusia dan saat ini sudah banyak penelitian dan masih terus dilanjutkan untuk menggali lebih jauh tentang kegunaan terumbu karang ini untuk obat manusia.

2.    Melindungi Ekosistem Pantai

       Kegunaan terumbu karang adalah untuk menahan dan menghalangi energi gelombang sehingga abrasi dan juga kerusakan di sekitar pantai bisa dihindari. Sementara dari fisiknya, terumbu karang juga berguna untuk melindungi sekitar area pantau dari erosi dan struktur karang yang sangat keras tersebut akan mencegah kerusakan mangrove atau padang lamun yang berada di sekitar pantai tersebut.

3.    Sumber Mata Pencaharian

       Karena terumbu karang menjadi tempat tinggal bagi banyak hewan laut dan juga tanaman, maka ini merupakan keuntungan bagi manusia sebagai sumber mata pencaharian. Dalam terumbu karang yang sehat bisa menghasilkan hingga 25 ton ikan setiap tahunnya. Dari 132 jenis ikan di Indonesia, 32 diantaranya hidup dan tinggal di terumbu karang dan menjadi komoditi ekspor. Selain itu, terumbu karang juga berguna untuk sumber makanan manusia lainnya seperti rumput laut, udang, kepiting dan juga teripang.

4.    Objek Wisata

       Terumbu karang yang memiliki penampilan sangat eksotis tersebut juga akan menarik lebih banyak minta dari para wisatawan seperti menyelam untuk menikmati pesona bawah laut yang mengagumkan tersebut.

5.    Mengurangi Pemanasan Global

       Tidak hanya diserap oleh hutan, gas CO2 juga diserap air laut dan lewat reaksi kimia serta terumbu karang, CO2 ini akan diubah menjadi zat kapur sebagai bahan baku terumbu karang dan terumbu karang akan dibantu xoozanthellae yakni tumbuhan bersel satu yang hidup dalam jaringan terumbu karang tersebut.

6.    Bahan Kosmetik

       Dengan adanya terumbu karang, maka berbagai jenis alga bisa tumbuh dengan baik di terumbu karang tersebut. Alag ini sangat berguna sebagai bahan dasar membuat kosmetik dan juga bahan pembungkus kapsul sehingga kita bisa memakai berbagai produk kecantikan yang sering kita gunakan selama ini.

7.    Sumber Bibit Budaya

       Seperti yang sudah dijelaskan diatas, terumbu karang merupakan tempat tinggal dari berbagai biota laut seperti rumput laut, berbagai jenis ikan, udang dan juga teripang dan ini bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai manusia untuk bibit budidaya yang akan memberikan banyak keuntungan.

8.    Menunjang Kegiatan Pendidikan

       Terumbu karang juga digunakan sebagai media untuk berbagai kegiatan pendidikan serta penelitian khususnya tentang ekosistem pesisir, pengenalan hewan dan tumbuhan laut serta pendidikan cinta alam dan juga sarana penelitian.

9.    Sarana Rekreasi

       Dengan keindahan terumbu karang dari berbagai bentuk, ukuran serta warna, maka ini bisa dijadikan sebagai sarana rekreasi masyarakat sebagai tempat melepas penat dan stress setelah seharian beraktivitas.

10. Memiliki Nilai Spiritual

       Untuk sebagian masyarakat Indonesia, terumbu karang juga sangat penting untuk mendukung kekayaan spiritual yang dimiliki daerah tersebut, sehingga laut terus dijaga kelestariannya sehingga terumbu karang juga bisa hidup dan tumbuh dengan baik.

11. Penyangga Garis Pantai

       Terumbu karang juga memiliki peranan penting sebagai penyangga garis pantai dan juga menghasilkan pasir pantai yang sering kita injak saat sedang berkunjung ke darah pesisir pantai.

12. Mengobati Asma dan Radang Sendi

       Kandungan enzim dalam terumbu karang yakni secosteroid sangat berguna untuk melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit dan juga dipakai untuk menyembuhkan sakit asma, radang sendi serta gangguan inflamasi yang lain.

13. Anti Kanker

       Bryozoan bugula neritina yang merupakan organisme serupa dengan teritip merupakan senyawa bryostatin yang merupakan zat untuk melawan sel kanker. Institut kanker nasional Amerika Serikat sudah mengumpulkan lebih dari 26 ribupon organisme yang ada di terumbu karang tersebut sebagai anti kanker yang sudah teruji.

14. Mengobati Kanker Paru

       Ganggang hijau yang tumbuh subur di terumbu karang ini digunakan sebagai pengobatan melanoma dan juga beberapa jenis tumor, sehingga secara tidak langsung terumbu karang juga sangat bermanfaat untuk mengobati kanker paru sebab menjadi lahan subur untuk bertumbuhnya ganggang hijau sebagai obat kanker paru tersebut.

15. Anti Inflamasi Kulit

       Dengan beberapa rangkaian bahan kimia organik yang diisolasi dari terumbu karang lunak didapatkan jika terkandung zat anti inflamasi yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan kulit dari manusia.

16. Meredam Gelombang dan Tsunami

       Jika dilihat secara ekologis, terumbu karang tidak hanya menjadi tempat hidup dari berbagai biota laut, namun juga bisa meredam gelombang air laut pasang atau sering disebut dengan tsunami dan memiliki kegunaan yang sama dengan hutan mangrove.

17. Anti Alzheimer

       Dari penelitian yang sudah dilakukan, terumbu karang memiliki potensi yang dikembangkan sebagai obat anti alzheimer. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam terumbu karang yakni GTS-21 menjadi anti alzheimer yang sangat penting untuk kita manusia. Ini berasal dari terumbu karang lunak yakni Pseudopterogorgia elisabethae, akan tetapi penelitian ini masih berlanjut hingga sekarang untuk mengetahui manfaat lebih terumbu karang untuk memerangi sakit alzheimer tersebut.

 

 

 

18. Menghilangkan Rasa Sakit

       Tidak hanya berguna sebagai anti radang, terumbu karang juga bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit karena kandungan senyawa biokatif yakni Prialt yang terdalap pada terumbu karang jenis Moluska yakni Conus Magnus.

19. Pewarna Makanan Alami

       Pewarna makanan kimia yang terkandung dalam makanan tentunya akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh yang bisa memicu kanker. Terumbu karang ternyata menyimpan kegunaan sebagai bahan pewarna makanan alami yang bisa kita gunakan. Bakteri Erythrobacter flavus yang bercampur dengan terumbu karang jenis Acropora inilah yang menghasilkan pigmen atau pewarna beta karoten sebagai sumber pewarna makanan alami.

20. Obat Sarkoma

       Terumbu karang yang dijadikan ekstrak sangat berguna untuk dijadikan obat jaringan halus dari sarkoma yakni sejenis tumor. Senyawa Yondelis yang dihasilkan dari terumbu karang merupakan obat sarkoma yang memang belum terlalu dikenal masyarakat luas dan belum dipasarkan secara besar.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kerusakan Terumbu Karang Di Indonesia

e.         Pembuangan sampah di sungai dan laut

f.          Sedimentasi menghambat pertumbuhan terumbu karang

g.        Menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak

h.        Pemanasan suhu bumi

i.          Asal melempar jangkar

j.          Eksplorasi secara berlebihan

 

Kerusakan terumbu karang bisa terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Berikut penyebab kerusakan terumbu karang meliputi:

•      Faktor alam

       Misalnya hempasan ombak yang mematahkan karang atau ikan dan hewan laut lainya yang menjadikan karang sebagai mangsanya. Akan tetapi, regenerasi dan pertumbuhan karang menggantikan kerusakan ini.

•      Pengendapan sedimen

       Pengendapan yang berasal dari sedimen tanah yang tererosi karena penebangan hutan, sehingga tanah tersebut terbawa ke laut dan menutupi karang dari sinar matahari

•      Aliran air yang tercemar

       Aliran air yang sudah dicemari oleh limbah sisa pembuangan dapat lambat laun akan membuat karang mati. Bahan pencemar bisa berasal dari berbagai sumber, diantaranya adalah limbah pertanian, perkotaan, pabrik, pertambangan dan minyak.

•      Pemanasan suhu bumi

       Pemanasan suhu bumi dikarenakan pelepasan karbon dioksida (CO2) ke udara. Tingginya kadar CO2 diudara berpotensi meningkatan suhu secara global. yang dapat mengakibatkan naik nya suhu air laut sehingga karang menjadi memutih (bleaching) seiring dengan perginya zooxanthelae dari jaringan kulit karang, jika terjadi terus menerus maka pertumbuhan terumbu karang terhambat dan akan mati.

•      Uji coba militer

       Latihan militer yang dilakukan sering tidak memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya. Pengujian bahan peledak dan radiasi nuklir memiliki potensi meningkatkan kerusakan terumbu karang serta menyebabkan mutasi pada terumbu karang.

•      Eksploitasi yang berlebihan

       Kebanyakan nelayan tidak mengerti pentingnya karan bagi kehidupan, sehingga eksploitasi besar-besaran sering dilakukan, penambangan terumbu karang tentu perlu di awasi karena dampaknya yang bisa menghancurkan bahkan menghilangkan spesies terumbu karang.

•      Asal melempar jangkar

       Para nelayan bahkan perahu sewaan terkadang menambatkan jangkar di sembarang tempat. Jangkar yang di jatuhkan sembarangan dapat merusak terumbu karang.

 

Upaya Untuk Menjaga Dan Dan Melestarikan Terumbu Karang Di Indonesia

v  Menjaga kebersihan sungai dan pesisir pantai

v  Mencegah terjadinya erosi

v  Menangkap ikan tanpa merusak karang

v  Tidak mengambil karang dan terumbu karang

v  Pengenalan karang dan terumbu karang sejak dini

v  Sosialisaasi fungsi dan manfaat terumbu karang

 

 

A.4 DINAMIKA KEPENDUDUKAN INDONESIA

 

A.   JUMLAH DAN PERSEBARAN PENDUDUK

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Berdasarkan Data Kependudukan Dunia tahun 2018, jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah Cina (1.372 juta jiwa), India (1.314 juta jiwa), dan Amerika Serikat (321 juta jiwa). Jumlah penduduk Indonesia mencapai 261.890.900 jiwa.

 

Tabel Jumlah Penduduk berdasarkan Propinsi

Urutan

Provinsi

Jumlah Penduduk

Persentasi

1

Jawa Barat

               48.037.600 jiwa

18,3%

2

Jawa Timur

               39.293.000 jiwa

15,0%

3

Jawa Tengah

               34.257.900 jiwa

13,1%

4

Sumatera Utara

               14.262.100 jiwa

5,4%

5

Banten

               12.448.200 jiwa

4,8%

6

DKI Jakarta

               10.374.200 jiwa

4,0%

7

Sulawesi Selatan

                  8.690.300 jiwa

3,3%

8

Lampung

                  8.289.600 jiwa

3,2%

9

Sumatera Selatan

                  8.267.000 jiwa

3,2%

10

Riau

                  6.657.900 jiwa

2,5%

11

Sumatera Barat

                  5.321.500 jiwa

2,0%

12

Nusa Tenggara Timur

                  5.287.300 jiwa

2,0%

13

Aceh

                  5.189.500 jiwa

2,0%

14

Nusa Tenggara Barat

                  4.955.600 jiwa

1,9%

15

Kalimantan Barat

                  4.932.500 jiwa

1,9%

16

Bali

                  4.246.500 jiwa

1,6%

17

Kalimantan Selatan

                  4.119.800 jiwa

1,6%

18

DI Yogyakarta

                  3.762.200 jiwa

1,4%

19

Kalimantan Timur

                  3.575.400 jiwa

1,4%

20

Jambi

                  3.515.000 jiwa

1,3%

21

Papua

                  3.265.200 jiwa

1,2%

22

Sulawesi Tengah

                  2.966.300 jiwa

1,1%

23

Kalimantan Tengah

                  2.605.300 jiwa

1,0%

24

Sulawesi Tenggara

                  2.602.400 jiwa

1,0%

25

Sulawesi Utara

                  2.461.000 jiwa

0,9%

26

Kepulauan Riau

                  2.082.700 jiwa

0,8%

27

Bengkulu

                  1.934.300 jiwa

0,7%

28

Maluku

                  1.744.700 jiwa

0,7%

29

Kepulauan Bangka Belitung

                  1.430.900 jiwa

0,5%

30

Sulawesi Barat

                  1.331.000 jiwa

0,5%

31

Maluku Utara

                  1.209.300 jiwa

0,5%

32

Gorontalo

                  1.168.200 jiwa

0,4%

33

Papua Barat

                     915.400 jiwa

0,3%

34

Kalimantan Utara

                     691.100 jiwa

0,3%

Total

             261.890.900 jiwa

100%

 

Megurutkan jumlah penduduk 5 provinsi yang terpadat  di Indonesia dengan benar setelah mengamati tebel.

Jumlah Penduduk Indonesia yang sebanyak 261.890.900 jiwa ini tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ini, Provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah provinsi Jawa Barat. Provinsi yang sering disingkat dengan JABAR ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 48.037.600 jiwa atau sekitar 18,3% dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia. Provinsi yang berada di urutan kedua sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Timur dengan jumlah penduduk sebanyak 39.293.000 jiwa. Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 34.257.900 jiwa ini berada di urutan ketiga sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Indonesia.

 

Perhatikan table di bawah ini!

No

Propinsi

Jumlah Penduduk

1.

Jawa Barat

48.037.600 jiwa

2.

Jawa Timur

39.293.000 jiwa

3.

Jawa Tengah

34.257.900 jiwa

4.

Sumatra Utara

14.262.100 jiwa

5.

Banten

12.448.200 jiwa

 

Sedangkan Provinsi yang jumlah penduduknya paling sedikit adalah Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Papua Barat. Kedua Provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk dibawah 1 juta jiwa. Provinsi Kalimantan Utara hanya memiliki jumlah penduduk sebanyak 691.100 jiwa atau sekitar 0,3% dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia dan Provinsi Papua Barat hanya memiliki jumlah penduduk sebanyak915.400 jiwa atau sekitar 0,3% dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia.

 

Perhatikan table di bawah ini!

No

Propinsi

Jumlah Penduduk

1.

Kalimantan Utara

691.100 jiwa

2.

Papua Barat

915.400 jiwa

3.

Gorontalo

1.168.200 jiwa

4.

Maluku Utara

1.209.300 jiwa

5.

Sulawesi Barat

1.331.000 jiwa

 

Faktor-faktor penyebab  perbedaan kepadataan penduduk di wilayah Indonesia secara baik setelah mengamati peta kepadatan penduduk yang tidak merata dari tahun ketahun dengan berdiskusi.

a.         Jumlah kelahiran yang tinggi dan kematian yang rendah

b.         Pusat pemerintahan berada di Indonesia bagian barat.  Banyak masyarakat desa yang berfikir bahwa hidup di Jawa akan memberikan kesejahteraan.

c.         Kondisi Iklim dan Geografis yang Lebih Bagus Pulau jawa merupakan salah satu pulau dengan gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Seringnya gunung berapi meletus pada zaman dulu maupun di era modern ini selain memberikan dampak negative juga memberikan dampak positif.

d.         Sejarah Kerajaan-kerajaan Besar dan Penjajahan Kerajaan-kerajaan besar baik kerajaan Islam, Hindu, dan Buddha cukup banyak yang berkembang di Pulau Jawa. Hal ini menyebabkan masyarakat pada zaman dulu menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat aktivitas penduduk karena merasa terlindungi bila hidup berkelompok dibanding sendirian.

e.         Kurangnya Lapangan Kerja di Daerah Lain Karena Jawa menjadi pusat pemerintahan dan didukung dengan bagusnya kondisi geografis, maka bermunculanlah industri-industri besar di pulau jawa.

f.          Program Transmigrasi Tidak Berjalan Maksimal Pemerintah yang menyadari ketidakseimbangan ini mecoba untuk membuat program transmigrasi (perpindahan penduduk).

g.         Gengsi dan Gaya Hidup

 

 

 

Dampak  perbedaan kepadataan penduduk di wilayah Indonesia secara baik setelah mengamati peta kepadatan penduduk yang tidak merata dari tahun ketahun dengan berdiskusi.

Pemusatan penduduk dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:

a.         Munculnya pemukiman liar.

b.         Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industry.

c.         Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.

d.         Kemacetan lalu lintas.

e.         Sifat konsumtif

f.          Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan sebagainya.

 

Usaha mengatasi perbedaan kepadataan penduduk di wilayah Indonesia secara benar  setelah mengamati peta kepadatan penduduk yang tidak merata dari tahun ketahun dengan berdiskusi.

a.         Pemerataan pembangunan

b.         Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.

c.         Dengan pemberiana penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengolahan lingkungan alamnya.

d.         Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigrasi. Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu :

·      Dengan meratakan persebaran penduduk di Indonesia.

·      Dengan peningkatan taraf hidup transmigran.

·      Pengolahan sumber daya alam.

·      Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

·      Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

·      Meningkatkan pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia

 

Jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin

Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan.Menurut kelompok umur, penduduk yang masih tergolong anak-anak (0-14 tahun) mencapai 70,49 juta jiwa atau sekitar 26,6% dari total populasi. Untuk populasi yang masuk kategori usia produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%) dan penduduk usia lanjut 65 ke atas sebanyak 85,89 juta jiwa (5,8%)

 

B.    KOMPOSISI PENDUDUK

 

Menjelaskan pengertian komposisi penduduk

Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia/umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara karena dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan ataupun penentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan.

 

Komposisi penduduk itu di buat dengan tujuan seperti berikut ini:

1.    Mengetahui sumber daya yang ada, baik menurut umur maupun jenis kelamin.

2.    Mengambil kebijaksanaan yang berhubungan dengan kependudukan.

3.    Membandingkan keadaan penduduk dengan penduduk lainnya.

4.    Menentukan dasar perencanaan pembangunan.

5.    Menghitung rasio jenis kelamin (sex ratio) dan angka beban ketergantungan (dependency ratio

 

Membedakan komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin

a.     Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia

Komposisi penduduk berdasarkan usia/umur dapat dibuat dalam bentuk usia tunggal, seperti 0, 1, 2, 3, 4, sampai 60 tahun atau lebih. Komposisi penduduk dapat juga dibuat berdasarkan interval usia tertentu, seperti 0–5 tahun (usia balita), 6–12 tahun (usia SD), 13–15 tahun (usia SMP), tahun 16–18 (usia SMA), 19–24 tahun (usia Perguruan Tinggi), 25–60 tahun (usia dewasa), dan >60 tahun (usia lanjut). Selain itu, komposisi penduduk juga dapat dibuat berdasarkan usia produktif dan usia nonproduktif, misalnya: usia 0–14 (usia belum produktif), 15–64 (usia produktif), dan usia >65 (tidak produktif).

b.    Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

       Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin juga penting untuk diketahui, karena dapat digunakan dalam menghitung angka perbandingan jenis kelamin (sex ratio). Perbandingan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan bentuk pemberdayaan penduduk sebagai sumber daya manusia sesuai dengan karakteristiknya. Misalnya, berkenaan dengan pekerjaan, tanggung jawab, serta bentuk pengembangan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan potensi dan kemampuan penduduk.

 

Menjelaskan pengertian piramida penduduk

Piramida penduduk merupakan bentuk penyajian data kependudukan (jenis kelamin dan kelompok umur) antara dua grafik batang yang digambarkan berlawanan arah dengan posisi horizontal. Dalam piramida penduduk, terdapat dua sumbu, yaitu sumbu horizontal dan sumbu vertikal. Sumbu vertikal menggambarkan umur penduduk dari nol sampai dengan 65 tahun lebih, dengan interval satu atau lima tahunan. Sedangkan sumbu horizontal menggambarkan jumlah penduduk, baik absolut maupun relatif dalam skala tertentu. Pada sumbu vertikal, statistik penduduk laki-laki digambarkan di sisi sebelah kiri, sedangkan perempuan di sisi sebelah kanan.

 

Mendiskripsikan bentuk-bentuk piramida penduduk

Berdasarkan umur, jenis kelamin, dan karakteristik penduduk suatu daerah atau negara, terdapat 3 jenis piramida penduduk, yaitu Piramida Penduduk Muda (ekspansif), Piramida Penduduk Dewasa (stasioner), dan Piramida Penduduk Tua (konstruktif).

1.    Piramida Penduduk Muda (ekspansif)

Gambar piramida penduduk muda berbentuk kerucut dengan alas yang lebar dan puncak yang meruncing. Piramida penduduk muda menggambarkan pertumbuhan penduduk yang pesat. Selain itu, pada piramida penduduk muda, jumlah penduduk usia muda merupakan jumlah yang dominan. Contoh negara dengan piramida penduduk muda adalah Indonesia dan Cina.

Ciri-ciri Piramida Expansive: 

1)    Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda

2)    Kelompok usia tua jumlahnya sedikit

3)    Tingkat kelahiran bayi tinggi 4) Pertumbuhan penduduk tinggi

2.    Piramida Penduduk Dewasa (stationer)

Piramida ini menggambarkan negara atau daerah dengan pertumbuhan penduduk yang stabil. Dalam piramida penduduk dewasa, angka kelahiran (natalitas) dan angka kematian (mortalitas) cenderung seimbang. Oleh karena itu, jenis piramida penduduk dewasa sangat sering ditemukan di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Inggris, Singapura, dan Jepang.

Ciri-ciri Piramida Penduduk Stasioner:

1)    Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama

2)    Tingkat kelahiran rendah

3)    Tingkat kematian rendah

4)    Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat

3.    Piramida Penduduk Tua (Konstruktif)

Piramida penduduk tua menggambarkan kondisi daerah atau negara yang angka pertumbuhan penduduknya cenderung mengalami penurunan. Gambar piramida penduduk tua berbentuk batu nisan dan terdapat antara lain di Jerman, Belgia, dan Swedia.

       Ciri-ciri Piramida Penduduk Tua : 

1)    Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua

2)    Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit

3)    Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian

4)    Pertumbuhan penduduk terus berkurang.

 

Angka Beban Ketergantungan

Angka Beban Ketergantungan (Dependency Ratio), sebelumnya disebut Rasio Ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja).

 

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS Maret 2016 menunjukkan bahwa angka beban ketergantungan Indonesia adalah 49,32. Sedangkan Pada tahun 2018 menurun angkanya sebesar 48,23, artinya setiap 100 penduduk usia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggungan 48 orang belum/tidak produktif. (IF)Nusa Tenggara Timur angka beban ketergantungan tertinggi sebesar 69,45, terendah DKI Jakarta sebesar 39,51.

 

C.    PERTUMBUHAN DAN KUALITAS PENDUDUK

Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk.

 

Menjelaskan pertumbuhan penduduk Indonesia dengan benar

Tingkat pertumbuhan penduduk di negara kita termasuk kategori sedang.  Pada periode 2010-2014, angka pertumbuhannya mencapai 1,40% per tahun. Untuk menurunkan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini, pemerintah Indonesia melaksanakan program Keluarga Berencana. Dengan program Keluarga Berencana, penduduk Indonesia telah mengalami penurunan dari yang awalnya 2,31% pada periode 1971-1980 menjadi 1,49% pada periode 1990-2000.

 

Struktur penduduk Indonesia lebih banyak pada penduduk usia muda, hal ini sebagai akibat dari masih tingginya tingkat kelahiran. Persentase penduduk 0 - 14 tahun pada tahun 1980 mencapai 40,3% dan pada tahun 1985 sedikit turun menjadi 39,%. Penduduk usia muda ini pada tahun 2000 diperkirakan turun lagi menjadi 37,7% dan 34%. Pertumbuhan penduduk sangat banyak, yaitu nomor empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

 

Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni kelahiran, kematian, dan migrasi. Kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut faktor nonalami. Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi masuk (imigrasi), sedangkan migrasi yang bersifat mengurangi disebut migrasi keluar (emigrasi).

 

Membedakan faktor alami dan faktor non alami yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

a.  Faktor Alami Pertumbuhan penduduk adalah kelahiran dan kematian. Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk.

b. Faktor non alami pertumbuhan penduduk adalah migrasi. Migrasi terdiri dari imigrasi dan emigrasi. Imigrasi bersifat menambah jumlah penduduk (migrasi masuk), sedangkan emigrasi bersifat mengurangi jumlah penduduk (migrasi keluar).

 

Mendefinisikan dampak pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap kependudukan di Indonesia.

Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan beberapa hal berikut ini.

a.     Pertumbuhan penduduk usia muda yang cepat menyebabkan tingginya angka pengangguran.

b.    Persebaran penduduk tidak merata. 

c.     Komposisi penduduk kurang menguntungkan karena banyaknya penduduk usia muda yang belum produktif sehingga beban ketergantungan tinggi.

d.    Arus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan lapangan kerja.

e.     Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.

 

Menjelaskan kualitas penduduk Indonesia dengan benar.

Di Indonesia, masalah kualitas penduduk yang terjadi dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya tingkat kesejahteraan yang kemudian dapat berpengaruh pada pendapatan per kapita masyarakat tersebut. Rendahnya pendapatan perkapita dapat menyebabkan orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga banyak anak yang putus sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.

 

Selain itu, rendahnya tingkat kesehatan masyarakat juga merupakan salah satu penentu dari kualitas penduduk. Tingkat kesehatan penduduk merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan pembangunan. Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya. Hal ini terlihat dari tingginya angka kematian bayi dan angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.

Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk.

1.         Faktor alam: pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, cuaca, iklim, rawa-rawa, dan kesuburan tanah.

2.         Faktor ekonomi, yaitu perbedaan kebutuhan antara tempat yang satu dengan yang lain.

3.         Faktor industri, yaitu kebutuhan tenaga kerja, tempat tinggal, dan peralatan rumah.

4.         Faktor sosial, yaitu pendidikan, pendapatan, dan kesehatan.

5.         Faktor lalu lintas, yaitu jenis transport, kondisi jalan, dan fasilitas lalu lintas

 

Menjelaskan usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas penduduk.

Usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas penduduk:

1.      Melaksanakan program wajib belajar 9 tahun secara menyeluruh

2.      Menambah jumlah fasilitasnya mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi

3.      Menambah jumlah tenaga pendidik/guru di semua jenjang pendidikan

4.      Menambah buku pelajaran berikut perpustakaanya

5.      Meningkatkan kualitas guru melalui penataran

6.      pendidikan gratis

7.      pengobatan gratis

8.      pemberian subsidi di berbagai bidang.

 

KERAGAMAN ETNIK DAN BUDAYA (Rumah Adat, Pakaian Adat, dan Tarian Daerah)

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki suku bangsa dan budaya yang beragam. Suku bangsa sering juga disebut etnik. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang mempunyai kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran budaya tersebut, sehingga menjadi identitas. Kesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Ciri-ciri suku bangsa memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa, adat istiadat, dan nenek moyang. Ciri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya, antara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal. Ciri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya, antara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal.

Menurut penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman di Indonesia.

 

Menganalisis faktor yang menyebabkan keragaman etnik dan budaya di Indonesia

Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia

1.         Keadaan Fisik Wilayah

Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki beribu-ribu pulau yang dipisahkan oleh selat dan laut. Ini merupakan kondisi lingkungan geografis Indonesia. Lingkungan geografis semacam itu menjadi sumber adanya keanekaragaman suku, budaya, ras dan golongan Indonesia.

2.         Pengaruh Kebudayaan asing

Adanya kontak dan komunikasi dengan para pedagang asing yang memiliki corak budaya dan agama yang berbeda menyebabkan terjadinya proses akulturasi unsur kebudayaan dan agama.

3.         Kondisi Iklim dan Kondisi Alam yang Berbeda

Kondisi iklim seperti perbedan musim hujan dan kemarau antar daerah, serta perbedaan kondisi alam seperti pantai, pegunungan mengakibatkan perbedaan pada masyarakat.

 

Menyebutkan dampak positif maupun negatif keragaman etnik dan budaya di indonesia

1.         Dampak positif :

a)        Sebagai sumber kekayaan budaya

b)        Melatih kita untuk saling menghormati

c)        Memotivasi anak bangsa untuk tetapmenjaga persatuan ditengah perbedaan.

d)        Membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dan beragam

2.         Dampak Negatif :

a)        Timbul kekerasan akibat kurangnya rasa toleransi dan kurangnya menghargai perbedaan

b)        Timbul permussuhan antar suku karena adanya perbedaan budaya

c)        Munculnya egoisme

 

 

 

Menyebutkan jenis rumah, pakaian dan tarian adat di indonesia dengan benar

c.      Suku Bangsa

Berikut ini contoh persebaran suku bangsa di Indonesia:

1.    Nanggroe Aceh Darussalam : suku Aceh, suku Alas, suku Gayo, suku Kluet, suku Simelu, suku Singkil, suku Tamiang, suku Ulu .

2.    Sumatera Utara : suku Karo, suku Nias, suku Simalungun, suku Mandailing, suku Dairi, suku Toba, suku Melayu, suku PakPak, suku maya-maya

3.    Sumatera Barat: suku Minangkabau, suku Mentawai, suku Melayu, suku guci, suku jambak

4.    Riau : Melayu, Siak, Rokan, Kampar, Kuantum Akit, Talang Manuk, Bonai, Sakai, Anak Dalam, Hutan, Laut .

5.    Kepulauan Riau: Melayu, laut

6.    Bangka Belitung: Melayu

7.    Jambi: Batin, Kerinci, Penghulu, Pewdah, Melayu, Kubu, Bajau.

8.    Sumatera Selatan: Palembang, Melayu, Ogan, Pasemah, Komering, Ranau Kisam, Kubu, Rawas, Rejang, Lematang, Koto, Agam

9.    Bengkulu: Melayu, Rejang, Lebong, Enggano, Sekah, Serawai, Pekal, Kaur, Lembak

10. Lampung: Lampung, Melayu, Semendo, Pasemah, Rawas, Pubian, Sungkai, Sepucih

11. DKI Jakarta: Betawi

12. Banten: Jawa, Sunda, Badui

13. Jawa Barat: Sunda,

14. Jawa Tengah: Jawa, Karimun, Samin, Kangean

15. D.I. Yogyakarta: Jawa

16. Jawa Timur: Jawa, Madura, Tengger, Asing

17. Bali: Bali, Jawa, Madura

18. NTB: Bali, Sasak, Bima, Sumbawa, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Lombok

19. NTT: Manggarai, Alor, Solor, Rote, Sawu, Sumba, Lio, Belu,

20.  Kalimantan Barat: Melayu, Dayak (Iban Embaluh, Punan, Kayan, Kantuk, Embaloh, Bugan, Bukat), Manyuke

21. Kalimantan Tengah: Melayu, Dayak (Medang, Basap, Tunjung, Bahau, Kenyah, Penihing, Benuaq), Banjar, Kutai, Ngaju, Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas

22. Kalimantan Timur: Melayu, Dayak (Bukupai, Lawangan, Dusun, Ngaju, Maayan)

23. Kalimantan Selatan: Melayu, Banjar, Dayak, Aba

24. Sulawesi Selatan: Bugis, Makasar, Toraja, Mandar

25. Sulawesi Tenggara: Muna, Buton, Totaja, Tolaki, Kabaena, Moronehe, Kulisusu, Wolio

26. SulawesiTengah: Kaili, Tomini, Toli-Toli, Buol, Kulawi, Balantak, Banggai, Lore

27. Sulawesi Utara: Bolaang-Mongondow, Minahasa, Sangir, Talaud, Siau, Bantik

28. Gorontalo: Gorontalo

29. Maluku: Ambon, Kei, Tanimbar, Seram, Saparua, Aru, Kisar

30. Maluku Utara: Ternate, Morotai, Sula, taliabu, Bacan, Galela

31. Papua Barat: Waigeo, Misool, Salawati, Bintuni, Bacanca

32. Papua Tengah: Yapen, Biak, Mamika, Numfoor

33. Papua Timur: Sentani, Asmat, Dani, Senggi

d.         Rumah adat

Nama Propinsi

Nama Rumah Adat

Nusa Tenggara Timur

Musalaki

Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah

Rumah Joglo

Nanggroe Aceh Darusalam

Krong Bade

Sumatra Barat

Rumah Gadang

Bali

Rumah Adat Gapura Candi Bentar

Papua

Rumah Adat Honai

Sulawesi Utara

Rumah adat Istana Buton

Kalimantan Timur

Rumah adat Lamin

Kalimantan Selatan

Banjar atau Betang

Kalimantan Timur

Musalaki

Kalimantan Tengah

Betang

Sumatra Utara

Rumah Balon

Sulawesi Selatan

Rumah Tongkonan

 

 

e.         Pakaian Adat

Pakaian adat tradisional di Indonesia begitu banyak dan beragam, ini merupakan nilai-nilai budaya Indonesia yang tak ternilai harganya yang seharusnya kita jaga dan lestarikan.

Nama Daerah

Pakaian Adat

Gorontalo

Ngambe

Sulawesi Tengah

Biliu dan Makuta

Sulawesi Selatan

Baju Bodo

Jawa Tengah

Kebaya dan Beskap

Papua

Koteka dan rok rumba - rumba

 

f.          Tarian adat

Contoh Tari-tarian Tradisional Indonesia

1.    Nangroe Aceh Darussalam: Tari Seudati, Saman, Bukat

2.    Sumatera Utara: Tari Serampang, Baluse, Manduda

3.    Sumatera Barat: Tari Piring, Payung, Tabuik

4.    Riau: Tari Joget Lambak, Tandak

5.    Sumatera Selatan: Tari Kipas, Tanggai, Tajak

6.    Lampung: Tari Melinting, Bedana

7.    Bengkulu: Tari Adum, Bidadari

8.    Jambi: Tari Rangkung, Sekapur Sirih

9.    Jakarta: Tari Yapong, Serondeng, Topeng

10. Jawa Barat Tari Jaipong, Merak, Patilaras

11. Jawa Tengah-Yogyakarta: Tari Bambangan Cakil, Enggot-enggot, Bedaya, Beksan,

12.   Jawa Timur: Tari Reog Ponorogo, Remong

13.   Bali: Tari Legong, Arje, Kecak, Pendet

14.   Nusa Tenggara Barat: Tari Batunganga, Sampari

15.   Nusa Tenggara Timur: Tari Meminang, Perang

16.  Banten: Tari Merak

17.  Kalimantan Timur: Tari Perang

 

Ciri-ciri pakaian adat Jawa:

a.         Baju kebaya dipakai dengan kain jarik

b.        Baju beskap dipakai dengan kain jarik

c.         Baju adat jawa terbuat dari kain

Ciri-ciri pakaian adat Papua:

a.         Koteka berbentuk selongsong yang mengerucut ke bagian depannya bahannya terbuat dari buah labu air tua.

b.        rok rumabai berupa rok yang terbuat dari sususnan daun sagu kering

Keanekaragaman etnik dan budaya indonesia perlu dilestarikan karena kenaekaragaman budaya di Indonesia dari sabang sampai merauke merupakan aset yang tidak ternilai harganya sehingga harus tetap dipertahankan dan dilestarikan.

 

 

A.6 PERUBAHAN AKIBAT INTERAKSI ANTAR RUANG

 

BERBAGAI PERUBAHAN AKIBAT INTERAKSI KERUANGAN

Dampak interaksi antarruang bagi kehidupan manusia:

1.    Berkembangnya Pusat-pusat Pertumbuhan

Seperti pada umumnya di kota-kota besar, bakalan terjadi pemusatan aktivitas. Ini terjadi karena banyaknya pergerakan orang, barang, dan jasa di wilayah kota tersebut. Hal ini yang menyebabkan perkotaan menjadi pusat pertumbuhan.

2.    Perubahan Penggunaan Lahan

Coba tengok di wilayah sekitar rumahmu. Apakah ada pembangunan di sebuah lahan kosong? Misalnya begini, jika ada tanah kosong, kebun, atau pun persawahan yang sudah berganti fungsinya menjadi supermarket, pabrik, atau bahkan perumahan, nah itu salah satu dampak interaksi antarruang. Kita bisa menyebutnya sebagai alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan dapat diartikan sebagai bergantinya fungsi sebuah lahan untuk menampung aktivitas kegiatan manusia

 

 

 

3.    Perubahan Orientasi Mata Pencaharian

Orientasi mata pencaharian beda dengan orientasi di sekolah. Orientasi dalam hal ini berhubungan dengan pekerjaan. Coba kamu perhatikan, di kota-kota besar itu pasti dihuni dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan yang beragam kan? Bandingkan dengan yang ada di desa. Rata-rata mereka yang tinggal di daerah pedesaan, mata pencahariannya umumnya sebagai petani, nelayan, atau peternak.

 

4.    Berkembangnya Sarana dan Prasarana

Dampak interaksi antarruang tidak selalu berhubungan dengan hal negatif, ada juga positifnya seperti berkembangnya sarana dan prasarana. Pembangunan sarana dan prasarana bakalan semakin meningkat seiring dengan peningkatan pergerakan antarruang itu sendiri. Transportasi, fasilitas umum, pusat perdagangan, dan sebagainya akan semakin berkembang dan bertambah dengan sendirinya mengikuti arus perubahan tersebut.

5.    Perubahan Komposisi Penduduk

Coba tebak suku apa yang menjadi penduduk asli di Jakarta? Pasti Betawi. Tapi, keberadaan suku Betawi sekarang sudah menyebar, bahkan pindah ke daerah pinggiran Jakarta. Ini karena banyaknya orang dengan latar belakang suku, budaya, etnis, dan sebagainya yang berbondong-bondong datang ke Jakarta. Akibatnya ya itu tadi, awalnya kebudayaan di Jakarta relatif seragam, sekarang berkembang menjadi beragam kebudayaan.

6.    Perubahan Sosial Budaya

Di zaman globalisasi saat ini rasanya tidak mungkin deh kalau kamu tidak mengikuti perkembangan terbaru yang ada di internet. Mulai dari Bowo Alpenliebel hingga artis-artis Korea kan? Perubahan sosial budaya saat ini tidak terpaku karena pergerakan penduduk saja, tapi juga karena informasi dari luar negeri yang bisa diakses kapan saja. Contoh gampangnya kita menemukan banyak sekali gaya-gaya busana artis-artis Korea yang ditiru remaja saat ini?

 

2.    Faktor-Faktor Perkembangan Pusat Pertumbuhan

Pusat Pertumbuhan adalah suatu wilayah yang perkembangannya sangat pesat sehingga dapat dijadikan pusat pembangunan berkembangnya wilayah daerah-daerah disekitarnya. Kemajuan kota akan menyebar dan mendorong perkembangan wilayah di sekitarnya.

 

Teori Dasar Pusat Pertumbuhan

Berikut ini terdapat beberapa teori dasar pusat pertumbuhan, antara lain:

1.    Teori Tempat yang Sentral

Isi Teori

·       Range (Jangkauan), yaitu jarak yang perlu ditempuh orang untuk mendapatkan barang kebutuhan yang hanya kadang-kadang saja.

·       Threshold (ambang), yaitu jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan kesinambungan suplai barang.

·       Isi Teori, yaitu suatu lokasi pusat aktifitas yang senantiasa melayani berbagai kebutuhan penduduk harus terletak pada suatu tempat yang sentral.

2.    Teori Katub Pertumbuhan

·       Isi Teori Katub pertumbuhan oleh Perroux adalah pada kenyataan pembangunan dimanapun adanya bukanlah merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak tetapi muncul ditempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda. Tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan.

3.    Teori Pusat Pertumbuhan

·       Kemajuan pembangunan suatu Negara senantiasa berada pada kondisi yang tidak seimbang. Ada wilayah yang cepat perkembangan dan ada yang lambat. Perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan sumber daya alam, SDM dan Sumber daya keuangan.

 

Faktor yang Mempengaruhi Pusat Pertumbuhan

Berikut ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pusat pertumbuhan, antara lain:

  1. Faktor alam: pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, cuaca, iklim, rawa-rawa, dan kesuburan tanah.
  2. Faktor ekonomi, yaitu perbedaan kebutuhan antara tempat yang satu dengan yang lain.
  3. Faktor industri, yaitu kebutuhan tenaga kerja, tempat tinggal, dan peralatan rumah.
  4. Faktor sosial, yaitu pendidikan, pendapatan, dan kesehatan.
  5. Faktor lalu lintas, yaitu jenis transport, kondisi jalan, dan fasilitas lalu lintas

 

Pusat Pertumbuhan di Indonesia

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membagi wilayah di Indonesia menjadi empat buah pusat pertumbuhan wilayah dari A sampai D. Masing-masing wilayah tersebut dibagi lagi menjadi beberapa wilayah pembangunan.

                            

 

3.    Contoh-contoh Perubahan Penggunaan Lahan

       Perpindahan penduduk menuju daerah pinggiran kota menimbulkan alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman

 

4.    Contoh-contoh Perubahan Orientasi Mata Pencaharian

Masyarakat pedesaan yang bermata pencarian sebagai petani, perkebunan, dan pertenakan. Mereka merasa bahwa diperkotaan memiliki lapangan kerja yang banyak. Jadi mereka beralih pekerjaan yang dulu sebagai petani sekarang menjadi buru pabrik, yang dulu berkebun sekarang menjadi pedagang.

 

 

 

 

 

 

 

 

B. INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL

 

B.1 INTERAKSI SOSIAL

Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli :

·           Pengertian Interaksi Sosial Menurut Homans (dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

·           Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner (dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

·           Pengertian Interaksi Sosial Menurut John Lewis Gillin [1]
"Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antar
individu, antara individu dan kelompok, atau antar kelompok."

 

Faktor-faktor Terjadinya Interaksi Sosial

1.      Faktor Imitasi, merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok.

Contohnya : seorang anak perempuan bermain masak-masakan karena melihat ibunya pada saat memasak di dapur.

2.      Faktor Sugesti, merupakan pengaruh yang dapat menggerakan hati orang.

Contohnya : seorang pasien yang akan berobat ke seorang dokter, pasien tersebut akan cepat mengalami penyembuhan salah satunya disebabkan oleh adanya rasa sugesti pada dokter tersebut.

3.      Faktor Identifikasi, merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.

Contohnya : Seorang anak yang mengidolakan pemain sepak bola, sehingga semua tingkah laku idolanya akan dilakukan.

4.      Faktor Simpati, merupakan suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat-saat khusus. Contoh simpati adalah pada peringatan ulang tahun, pada saat lulus ujian, atau pada saat mencapai suatu prestasi.

5.      Faktor Empati adalah kemampuan mengambil atau memainkan peranan secara efektif dan seseorang atau orang lain dalam konsidi yang sebenar-benarnya, seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain tersebut seperti rasa senang, sakit, susah, dan bahagia. Empat hampir mirip dengan sikap simpati. Perbedaannya, sikap empati lebih menjiwai atau lebih terlihat secara emosional. Contoh empati adalah saat kita turut merasakan empati terhadap masyarakat Yogyakarta yang menjadi korban letusan Gunung Merapi.

6.      Faktor Motivasi, merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu yang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab. Contoh motivasi adalah guru yang memberikan motivasi kepada siswanya supaya siswanya semakin giat belajar.

 

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Menurut John Lewis Gillin, proses interaksi sosial hanya dapat terjadi jika memenuhi dua syarat, yaitu; adanya komunikasi dan kontak sosial.

1.    Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, baik itu pesan, ide, dan gagasan dari satu pihak kepada pihak lainnya yang dilakukan untuk saling mempengaruhi satu sama lain. Proses komunikasi tersebut dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:

a.         Komunikasi Verbal; yaitu bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan, misalnya berbicara atau surat-menyurat.

b.         Komunikasi Non verbal; yaitu bentuk komunikasi dengan memakai simbol-simbol, misalnya gestur tubuh, atau bahasa isyarat.

2.    Kontak Sosial

Pada dasarnya kontak sosial adalah suatu hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Kontak sosial merupakan awal dari social interactions dimana setiap pihak akan saling merespon tindakan satu sama lainnya meskipun tidak ada kontak fisik.

Proses kontak sosial dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

a.         Kontak Sosial Primer atau kontak sosial langsung; yaitu hubungan timbal bali antar individu atau antar kelompok masyarakat yang terjadi dengan cara tatap muka (fisik). Misalnya, berjabat tangan, melakukan dialog/ berbicara.

b.         Kontak Sosial Sekunder atau kontak sosial tidak langsung; yaitu hubungan timbal bali antar individu atau antar kelompok yang dilakukan dengan bantuan perantara. Misalnya, berkomunikasi melalui telepon, chatting, atau mengirim pesan melalui orang lain.

 

Adapun ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut:

1.        Terdapat pelaku sosial yang lebih dari 1 orang. Proses social interactions hanya dapat terjadi ketika terdapat lebih dari satu orang.

2.        Terjadi proses komunikasi antar pelaku sosial dengan memakai simbol-simbol. Komunikasi antar pelaku interaksi dapat dilakukan dengan cara lisan, isyarat, dan gestur tubuh.

3.        Terdapat dimensi waktu (masa lampau, kini, masa depan) yang bisa menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung. Dengan kata lain proses social interactions pernah terjadi di masa lalu, masa kini, dan juga pada masa yang akan datang.

4.        Interaksi dilakukan karena ada tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai.

 

Tidak semua tindakan dapat dikategorikan sebagai interaksi. Dalam interaksi harus ada orientasi timbal-balik dari pihak-pihak yang bersangkutan. entah itu timbal balik dalam bentuk cinta atau benci, melukai atau menolong, kesetiaan ataupun pengkhianatan.

 

B.2 BENTUK-BENTUK  INTERAKSI SOSIAL

 

Jenis Jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial mempunyai berbagai macam bentuk dan dikelompokkan berdasarkan bentuk, cara, dan subjek.

1.        Interaksi Sosial Individu dengan Individu adalah interaksi ketika dua individu bertemu secara langsung dan melakukan interaksi satu sama lain walaupun itu dalam bentuk yang sederhana seperti, saling menyapa dan tersenyum ketika berpapasan dijalan.

2.        Interaksi Kelompok dan Kelompok adalah interaksi ketika 2 kelompok yang berbeda saling bertemu. Komunikasi yang terjalin bukan lagi berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pribadi melainkan kepentingan kelompok. Contohnya pertemuan antar Ormas dsb.

3.        Sedangkan Interaksi Individu dan Kelompok adalah interaksi dimana seseorang berkomunikasi dengan sekolompok orang atau lebih dari tiga orang. Seperti misalnya seseorang yang berorasi di podium dsb.

         

          Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

1.        INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja sama dan persatuan.

 

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

·            Kooperasi, yaitu usaha yang dilakukan banyak orang untuk kepentingan bersama dan dilakukan dengan cara saling mendukung, bersinergi, dan saling membantu. Misalnya, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.

·            Akomodasi, yaitu suatu cara untuk menyelesaikan masalah antara beberapa pihak tanpa menjatuhkan salah satu pihak. Beberapa bentuknya adalah eliminasi segregasi, adjudikasi, konsiliasi, mediasi, kompromi, dan koersi.

·            Asimilasi, yaitu suatu peleburan antara dua kebudayaan yang berbeda sehingga menjadi kebudayaan yang baru untuk kepentingan bersama.

·            Akulturasi, yaitu suatu peleburan dua kebudayaan namun kebudayaan asli dari masing-masing kelompok tetap ada. Dengan kata lain, dua budaya berpadu dan menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan budaya yang asli.

 

Contoh Interaksi Soaial asosiatif:

·           Kegiatan musyawarah masyarakat desa untuk memilih ketua RT/ RW.

·           Proses tawar menawar barang yang dilakukan oleh pedagang dan pembeli.

             

Jenis-Jenis Dari Bentuk Kerjasama Dan Akomodasi

a.      Kerjasama

Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.

 

Kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.

Ada beberapa bentuk interaksi sosial yang berupa kerja sama, yaitu:

v  Bargaining adalah pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

v  Cooptation (kooptasi) adalah suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menghindari kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.

v  Coalition (koalisi) adalah kerja sama yang dilaksanakan oleh dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu, karena dua organisasi atau lebih tersebut mungkin mempunyai struktur yang berbeda satu sama lain.

v  Join venture adalah kerja sama dengan pengusaha proyek tertentu untuk menghasilkan keuntungan yang akan dibagi menurut proporsi tertentu. Join venture jika diterjemahkan akan menjadi ‘usaha patungan’.

b.      Akomodasi

Akomodasi adalah suatu proses di mana orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan.

Bentuk-bentuk akomodasi adalah sebagai berikut:

v  Tolerant participation (toleransi) adalah suatu watak seseorang atau kelompok untuk sedapat mungkin menghindari perselisihan. Individu semacam itu disebut tolerant.

v  Compromise (kompromi) adalah suatu bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak mengerti pihak lain sehingga pihak-pihak yang bersangkutan mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaiannya terhadap perselisihan. Kompromi dapat pula disebut perundingan.

v  Coercion (koersi) adalah bentuk akomodasi yang proses pelaksanaannya menggunakan paksaan. Pemaksaan terjadi bila satu pihak menduduki posisi kuat, sedangkan pihak lain dalam posisi lemah.

v  Arbitration adalah proses akomodasi yang proses pelaksanaannya menggunakan pihak ketiga dengan kedudukan yang lebih tinggi dari kedua belah pihak yang bertentangan. Penentuan pihak ketiga harus disepakati oleh dua pihak yang berkonflik. Keputusan pihak ketiga ini bersifat mengikat.Mediasi adalah menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikan kedua belah pihak yang bertikai. Berbeda dengan arbitration, keputusan pihak ketiga ini bersifat tidak mengikat.

v  Concilation adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan yang berselisih agar tercapai persetujuan bersama. Biasanya dilakukan melalui perundingan.

v  Ajudication adalah penyelesaian perkara melalui pengadilan. Pada umumnya cara ini ditempuh sebagai alternatif terakhir dalam penyelesaian konflik.

v  Stalemate adalah suatu akomodasi semacam balance of power (politik keseimbangan) sehingga kedua belah pihak yang berselisih sampai pada titik kekuatan yang seimbang. Posisi itu sama dengan zero option (titik nol) yang sama-sama mengurangi kekuatan serendah mungkin. Dua belah pihak yang bertentangan tidak dapat lagi maju atau mundur.

v  Segregasi adalah upaya saling memisahkan diri atau saling menghindar di antara pihak-pihak yang bertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan.

v  Gencatan senjata adalah penangguhan permusuhan atau peperangan dalam jangka waktu tertentu. Masa penangguhan digunakan untuk mencari upaya penyelesaian konflik di antara pihak-pihak yang bertikai.

 

Perbedaan Antara Asimilasi Dengan Aklturasi

a.        Asimilasi

Asimilasi adalah usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara beberapa orang atau kelompok serta usaha menyamakan sikap, mental, dan tindakan demi tercapainya tujuan bersama. Contoh asimilasi antar dua kelompok masyarakat adalah upaya untuk membaurkan etnis Tionghoa dengan masyarakat pribumi.

Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi antara lain adalah:

·       Toleransi

·       Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi

·       Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya

·       Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat

·       Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan

·       Perkawinan campuran (amalgamation)

·       Adanya musuh bersama dari luar

Selain beberapa faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi, ada pula faktor-faktor yang menghambat asimilasi. Antara lain sebagai berikut:

·       Adanya isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok

·       Minimnya pengetahuan dari salah satu kebudayaan kelompok atas kebudayaan kelompok lain

·       Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain

·       Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu

·       Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah

·       Adanya perasaan in-group yang kuat

·       Adanya diskriminasi

·       Adanya perbedaan kepentingan antar kelompok

 

b.      Akulturasi

Akulturasi adalah suatu proses yang timbul apabila suatu kelompok manusia dan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

 

Biasanya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan dam peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat seperti komputer, handphone, mobil, dan lain-lain. Sedangkan kebudayaan asing yang sulit diterima adalah unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah unsur kebudayaan yang menyangkut ideologi, keyakinan, atau nilai tertentu yang menyangkut prinsip hidup seperti paham komunisme, kapitalisme, liberalisme, dan lain-lain.

 

2.      INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF

INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF MERUPAKAN bentuk interaksi sosial yang menghasilkan sebuah perpecahan.

 

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

·       Oposisi/Pertentangan/Konflik

     Ini adalah kelompok atau individu yang menyalahkan dan menentang sesuatu yang sudah lama dan pelakunya disebut sebagai oposan.

·       Kompetisi / Persaingan

     Ini adalah usaha yang dilakukan untuk meraih prestasi dan menentukan yang terbaik.

     Contoh persaingan adalah saat siswa bersaing untuk mendapatkan peringkat pertama atau pada saat berlangsungnya suatu pertandingan.

 

·       Kontravensi

     Ini berada di tengah-tengah antara kompetisi dan oposisi. Hal ini membuat individu merasa bimbang karena ketidakpastian dari individu lain atau menyembunyikan perasaannya karena individu lain.

     Contoh: OSIS di sekolahmu mempunyai suatu rencana, tetapi kelasmu kurang setuju terhadap rencana tersebut sehingga berkembang rasa tidak suka atau benci tetapi masih disembunyikan.

 

Jenis-Jenis Dari Bentuk Persaingan

Persaingan ada dua jenis yaitu persaingan yang bersifat pribadi dan persaingan kelompok.

Salah satu ciri dari persaingan adalah perjuangan yang dilakukan secara damai, sportif, fair play. Artinya, persaingan selalu menjunjung tinggi batas-batas yang diharuskan.persaingan sangat berguna dalam meningkatkan prestasi seseorang.

 

a.    Persaingan pribadi, artinya yang bersaing adalah induvidu dengan induvidu lainnya yang secara langsung bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Contohnya persaingan untuk menjadi juara satu dalam sebuah lomba atau pertandingan.

b.    Persaingan kelompok, artinya persaingan yang melibatkan berbagai pihak secara kelompok demi mencapai tujuan kelompok. Contohnya: persaingan antara 2 klub sepak bola untuk menjadi pemenang.

 

Persaingan dapat terwujud dalam berbagai bentuk yaitu :

a.       Persaingan ekonomi

b.      Persaingan kebudayaan

c.       Persaingan untuk mendapatkan kedudukan

d.      Persaingan karena perbedan ras

 

Perbedaan Kontrovensi Dengan Pertentangan

a.         Kontravensi

Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dan ketidakpastian mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi apabila dibandingkan dengan persaingan atau pertentangan bersifat rahasia. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis.

Sikap tersembunyi seperti ini dapat berubah menjadi pertentangan atau pertikaian. Wujudnya dapat berupa protes, sentimen, mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki melalui surat selebaran, agitasi, subversi, dan lain-lain.
Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, kontravensi memiliki 5 bentuk, yaitu sebagai berikut :

1.        Umum, seperti penolakan, keengganan, perlawanan, protes, perbuatan menghalang-halangi, melakukan kekerasan, atau mengacaukan rencana pihak lain.

2.        Sederhana, seperti menyangkal pernyataan orang di muka umum, memaki melalui surat selebaran, atau mencerca.

3.        Intensif, seperti penghasutan atau menyebarkan desas-desus.

4.        Rahasia, seperti mengumumkan rahasia lawan atau berkhianat.

5.        Taktis, seperti mengejutkan lawan, membingungkan pihak lawan, provokasi, atau intimidasi.

b.         Pertentangan

Pertentangan atau konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan. Bentuk-bentuknya dapat berupa konfrontasi, perang, dan sebagainya.

 

Jadi perbedaan antara kontrovensi dengan persaingan adalah :

Kontravensi : proses sosial antara persaingan dan pertikaian sedangkan pertentangan adalah proses sosial untuk memenuhi tujuan dengan disertai ancaman atau kekerasan.

 

 

Sebab-Sebab Kontravensi Dan Upaya Penaggulangannya

Penyebab kontravensi antara lain karena adanya perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dengan pendirian kalangan lainnya dalam masyarakat, atau bisa juga dengan pendirian keseluruhan masyarakat.

 

Pengertian Dan Bentuk-Bentuk Pertentangan

Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk khusus. Diantaranya sebagai berikut :

v  Pertentangan pribadi. Pertentangan ini terjadi antara induvidu yang satu dengan induvidu yang lain dan dapat menimbulkan kebencian. Misalnya: pertentangan antara kamu dengan temanmu.

v  Pertentangan rasial. Sumber pertentangan ini adalah adanya perbedaan ciri-ciri fisik. Misalnya, antara kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat.

v  Pertentangan antar kelas sosial. Umumunya disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan kepentingan. Misalnya, antara pengusaha dan buruh.

v  Pertentangan politik. Pertentangan ini dapat terjadi antara golongan yang satu dengan golongan yang lain atau diantara negara-negara yang berdaulat.

v  Pertentangan yang bersifat internasional. Pertentangan ini dapat disebabkan oleh adanya kepentingan yang lebih luas dan menyangkut kepentingan nasional serta kedaulatan masing-masing negara.

 

Sebab-Sebab Terjadinya Pertentangan

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pertentangan/konflik dalam masyarakat adalah:

1.      Perbedaan induvidu, berupa perbedaan pendirian dan perasaan

2.      Perbedaan latar belakang kebudayaan

3.      Perbedaan kepentingan antara induvidu dengan kelompok

4.      Perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat

 

Upaya Pencegahan Terjadinya Pertentangan

Secara Umum upaya pencegahan terjadinya pertentangan adalah:

1.         Koalisi

Koalisi merupakan kerja sama yang dilaksanakan oleh dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu, karena dua organisasi atau lebih tersebut mungkin mempunyai struktur yang berbeda satu sama lain.

2.         Mediasi

Berbeda dengan dilakukan oleh pihak ketiga sebagai mediator, hanya sebagai penasehat. Tapi, keputusan akhir tetap dikembalikan kepada kedua pihak yang berkonflik. Contoh, pak RT memberikan nasehat kepada tetangga yang bertengkar.

3.         Arbitrase

Arbitrasi terjadi ketika pihak ketiga membantu meredakan pertentangan yang memiliki kedudukan lebih tinggi dan dapat memberikan keputusanyang mengikat pihak-pihak yang berkonflik. Contoh, guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar.

 

Secara Khusus upaya pencegahan terjadinya pertentangan menurut Georg Simmel adalah:

a.         Kemenangan suatu pihak

b.         Kompromi, Rekonsiliasi

c.         Saling memaafkan

d.         Kesepakatan-kesepakatan untuk tidak berkonflik

 

B.3 PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL

 

Interaksi sosial berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dan juga dalam adanya lembaga sosial. Tidak ada hubungan antar manusia atau antar kelompok tanpa adanya interaksi sosial. Oleh sebab itu, penting adanya interaksi sosial sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Adanya lembaga sosial juga merupakan pengaruh dari interaksi sosial. Lembaga sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial antar masyarakat dan timbulnya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sejumlah lembaga sosial untuk kelangsungan hidup masyarakat. Adanya kebutuhan manusia mengharuskan adanya interaksi sosial dan mendorong terbentuknya lembaga sosial. Lembaga sosial terbentuk berdasarkan keteraturan bentuk sosial.

Berikut beberapa tahapan untuk mencapai keteraturan sosial, yakni:

·         Adanya tertib sosial, yaitu keteraturan yang terjadi karena adanya norma.

·         Adanya order, yaitu tahapan masyarakat yang mulai menerima dan memandang tata tertib.

·         Adanya keajegan, yaitu tahapan dimana interaksi sosial, norma dan ciri-ciri nilai sosial mulai menemukan kesesuaian dalam msayarakat.

·         Adanya pola, yaitu tahapan dimana keajegannya diulang sehingga mampu membentuk pola perilaku masayarakat. Dalam tahap ini, perilaku sosial, norma dan nilai-nilai sosial sudah menjadi suatu perwujudan dalam segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia.

 

Dari interaksi sosial, menusia satu dengan manusia yang lain akan saling bertemu dan mereka dapat membentuk kelompok sosial. Kelompok sosial akan membutuhkan yang namanya kebutuhan. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi melalui lembaga sosial. Kelompok-kelompok sosial terbentuk berdasarkan kesamaan karakteristik, seperti kesamaan kepentingan, kesamaan darah dan keturunan, kesamaan ideologi, dan kesamaan politik. Berikut beberapa kategori interaksi sosial sebagai lembaga sosial, diantaranya:

·         Suatu tata kelakuan yang baku, yaitu berupa norma dan adat istiadat secara tertulis ataupun lisan.

·         Suatu kelompok manusia yang melaksanakan kegiatan bersama-sama sesuai dengan norma dan nilai sosial yang ada dalam kegiatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan.

·         Suatu pusat kegiatan yang mempunyai fungsi pemenuhan kebutuhan anggota masyarakat.

Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghormati, menghargai, hidup rukun, dan gotong royong sehingga menghindari kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat. Kemudian sikap-sikap tersebut dapat menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial.

 

Contoh Interaksi Sosial Terhadap Lembaga Sosial

·         Kebutuhan akan kesehatan dan pengobatan, untuk itu butuh adanya interaksi antara dokter atau perawat dan pasien sehingga mendorong terbentuknya lembaga kesehatan seperti rumah sakit atau klinik pengobatan.

·         Kebutuhan sandang atau pakaian mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti pasar atau swalayan.

·         Kebutuhan menyelesaikan masalah pelanggaran dan penyimpangan sosial, untuk itu membutuhkan adanya interaksi antara hakim dan pelaku sehingga mendorong terbentuknya lembaga hukum seperti pengadilan atau kantor hukum.

·         Kebutuhan untuk perkawinan mendorong terbentuknya lembaga sosial yakni KUA.

·         Kebutuhan akan pendidikan, untuk anak-anak membutuhkan adanya interaksi antara guru dan murid sehingga mendorong terbentuknya lembaga pendidikan seperti sekolah atau tempat belajar-mengajar lainnya.

·         Kebutuhan adanya listrik mendorong terbentuknya lembaga sosial yakni PLN.

·         Kebutuhan menjalin persaudaraan dan menambah ilmu agama, untuk itu butuh interaksi antar masyarakat seagama sehingga mendorong terbentuknya lembaga agama seperti majelis agama atau kelompok mengaji.

·         Kebutuhan adanya transpotasi mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti perusahaan bus.

·         Kebutuhan modal yang dapat diperoleh dari kreditur dan debitur mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti bank.

·         Kebutuhan adanya keamanan lingkungan mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti siskamling.

 

No – Kebutuhan – Interaksi sosial – Lembaga

1.    Kebutuhan terhadap makan dan minum maka dapat dilakukan interaksi sosial antara penjual dan pembeli melalui lembaga sosial berupa pasar, toko, dan supermarket

2.    Pendidikan dibutuhkan setiap manusia, pendidikan bisa terjadi melalui pertemuan antara guru dan siswa di sekolah dan universitas

3.    Kebutuhan kesehatan terjadi karena interaksi sosial antara dokter dengan pasien di lembaga sosial seperti puskesmas dan rumah sakit

4.    Sandang atau pakaian bisa didapatkan melalui bertemunya penjual dan pembeli di pasar pakaian atau swalayan

5.    Kebutuhan untuk meneruskan keturunan maka terjadi interaksi antara pria dan wanita dalam lembaga sosial yang disebut penikahan atau perkawinan.

6.    Modal bisa diperoleh dari kreditur kepada debitur dalam lembaga yang disebut bank

7.    Kebutuhan telekomunikasi bisa terjadi karena adanya hubungan manusia melalui signal atau peran internet dalam organisasi internet internasional

8.    Listrik bisa dipenuhi karena adanya interaksi antara perusahaan listrik dengan pelangan melalui lembaga sosial berupa badan usaha milik negara PLN

9.    Kebutuhan keamanan lingkungan bisa diwujudkan dengan gotonng royong warga dalam bentuk Siskamling.

10. Air minum bisa diperoleh dari penyedia air minum dengan konsumen melalu perusahaan PDAM.

11. Pekerjaan atau mata pencaharian bisa terjadi karena ada pengusaha dan tenaga kerja yang ada di perusahaan industri.

12.  Transportasi dengan adanya sopir dan penumpang dalam sebuah lembaga misalnya perusahaan Bus seperti PT Damri.

 

B.4 LEMBAGA SOSIAL

 

Menjelaskan Pengertian Lembaga Sosial

Pengertian Lembaga Sosial adalah lembaga yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang berkumpul menjadi satu kesatuan karena adanya satu kesamaan visi dan misi. Lembaga Sosial sering disebut juga sebagai lembaga kemasyarakatan.

Selain visi dan misi, dalam Lembaga Sosial juga terdapat nilai-nilai, norma, adat dan unsur kemasyarakatan yang dianut oleh masyarakat yang sama. Dalam Lembaga Sosial tersebut nantinya juga terdapat aturan yang disepakati bersama sehingga ia dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

Setiap anggota yang masuk kedalam suatu lembaga sosal akan terikat dengan peraturan yang dibuat dan harus dipatuhi. Selain aturan, biasanya juga terdapat satu tradisi yang hanya diketahui oleh para anggota di dalamnya dan meski tradisi tersebut tidak tertulis, namun tetap dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Lembaga Sosial.

 

Menyebutkan Syarat-Syarat Lembaga Sosial

1.        Suatu tata kelakuan yang baku, yang bias berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun hidup

2.        Kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut.

3.        Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan tertentu yang disadari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.

4.        Mempunyai kelengkapan dan peralatan

5.        Sistem aktivitas itu dibiasakan atau didasarkan kepada kelompok-kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama.

 

Karakteristik Lembaga Sosial

a.    Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga.

b.    Memiliki tata tertib dan tradisi, sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya.

c.    Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi.

d.    Memiliki ideologi atau sistem gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya.

e.    Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga.

f.     Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja.

 

Fungsi Lembaga Sosial

Lembaga sosial tentu saja memiliki beragam fungsi dan beberapa diantaranya adalah;

1.        Memberi pedoman pada anggota masyarakat. bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah yang berkembang atau muncul di lingkungan masyarakat.

2.        Menjaga keutuhan masyarakat.

3.        Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.

 

 

Menjelaskan Tingkatan Norma Di Masyarakat

Di dalam masyarakat dikenal ada empat tingkatan norma yaitu sebagai berikut:

a.    Cara (Usage)

Cara lebih terlihat pada perbuatan individu dalam masyarakat. Penyimpangan dalam norma cara ini tidak akan mendapatkan hukuman berat akan tetapi hanya sekedar celaan.

b.    Kebiasaan (Folksway)

       Contohnya kebiasaan memberi hormat kepada yang lebih tua usianya, mendahulukan orang yang sudah lanjut usia ketika sedang antri, dan sebagainya. Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi sosial berupa teguran atas penyimpangan terhadap kebiasaan tersebut.

c.    Tata Kelakuan (Mores)

       Kebiasaan itu kemudian diterima sebagai patokan atau norma pengatur kelakuan bertindak, maka di dalamnya sudah terdapat unsur pengawasan dan jika terjadi penyimpangan, pelakunya akan dikenakan sanksi.

d.    Adat istiadat (Custom)

       Tata kelakuan yang semakin kuat mencerminkan kekuatan pola kelakuan masyarakat yang mengikat para anggotanya.  Bagi anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat, maka ia akan mendapat sanksi sesuai dengan adat masing-masing. Norma-norma tersebut mempunyai dasar yang sama, yaitu memberikan petunjuk bagi tingkah laku seseorang yang hidup di dalam masyarakat.

 

Menyebutkan Contoh Tingkatan Norma Di Masyarakat

a.         Cara (Usage)

Contoh tindakan yang melanggar norma ini antara lain, cara seseorang membuang sampah, jika ada seorang membuang sampah sembarangan cenderung mendapat celaan karena melakukan tindakan yang tidak sesuai pada tempatnya. Contoh lain cara berpakaian, apabila seseorang berpakaian yang kurang pantas hanya ditegur saja.

b.    Kebiasaan (Folksway)

       Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama. Memberi hadiah kepada orang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju mewah ketika pergi ke pesta.

c.    Tata Kelakuan (mores)

       Contoh: Jika seorang peserta didik melanggar tata tertib sekolah akan mendapatkan sanksi atas perbuatannya sesuai dengan tata tertib yang berlaku, Melarang pembunuhan, pemerkosaan, menikahi saudara kandung

d.    Adat istiadat (Custom), contoh: orang yang melanggar hukum adat akan dibuang dan diasingkan di daerah lain.

 

Membedakan Tingkatan Norma Di Masyarakat

No

Nama-norma

Pengertian

1

Cara (Usage)

Norma yang menunjuk kepada satu bentuk perbuatan sanksi yang ringan terhadap pelanggarnya

2

Kebiasaan (Folksway)

Norma yang menunjukan perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama

3

Tata Kelakuan (Mores)

Kebiasaan yang dianggap tidak hanya sebagai perilaku, tetapi diterima sebagai norma-norma pengatur

4

Adat Istiadat (Customs)

Tata kelakuan yang menyatu dengan pola-pola perilaku masyarakat dan memiliki kekuatan mengikat yang lebih. Jika dilanggar, sanksi keras akan didapatkan dari masyarakat.

 

LEMBAGA EKONOMI

Menjelaskan Pengertian Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi adalah lembaga dalam masyarakat yang berkaitan dengan masalah ekonomi dan memiliki tujuan agar kebutuhan ekonomi dalam masyarakat bisa terpenuhi dengan baik. Lembaga ekonomi ini juga tentunya menjadi pedoman dan solusi untuk menjaga kehidupan ekonomi masyarakat tetap stabil.

 

Mengidentifikasi Tujuan Lembaga Ekonomi

Secara umum yang hendak dicapai lembaga ekonomi adalah mengatur bidang-bidang ekonomi agar terpenuhinya kebutuhaan pokok demi kelangsungan hidup masyarakat.

 

Mendeskripsikan Fungsi Lembaga Ekonomi

v  Mengubah cara-cara mengatur dan memanfaatkan waktu

v  Mengubah pola pemukiman

v  Memberikan pendoman untuk mendapatkan bahan pangan

v  Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang atau barter

v  Memberi pedoman tentang harga jual beli barang

v  Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja

v  Memberi pedoman tentang cara pengupahan

v  Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja

v  Memberi identitas bagi masyarakat

 

Lembaga-lembaga Ekonomi syariah.

Lembaga perekonomian syariah adalah sebuah lemabaga yang perekonomian yang berdasarkan syariat-syariat islam. Lembaga ini terdiri dari:

1.        Bank syariah, merupakan suatu lembaga keuangan yang mempunyai fungsi utamanya adalah menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan jasa pengiriman uang, berdasarkan prinsip- prinsip syariah.

2.        Asuransi Syariah, adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset.

3.        Pasar Modal Syariah, salah satu fungsinya yakni Memungkikan bagi masyarakat berpatisipasi dalam kegiatan perekonomian terutama bisnis dengan memperoleh bagian dari kuntungan dan resikonya.

4.        Pegadaian Syariah, adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang.

5.        Baitul Maal Wa Tamwil (BMT), Merupakan organisasi bisnis yang juga berperan sosial yang lebih mengembangkan usahanya pada sektor keuangan yakni simpan pinjam.

6.        Reksa Dana Syariah, adalah rekasa dana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syariat islam.

7.        BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah), adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka tabungan, dana/atau bentuk lainya yang dipersamakan dengan bentuk itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR.

 

LEMBAGA PENDIDIKAN

Menjelaskan Pengertian Pendidikan

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, tentang Pengertian Pendidikan, yang berasal dari kata “didik”, kata ini mendapat awalan kata “me” sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan bimbingan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

 

Kata pendidikan (education) berasal dari bahasa latin educare yang artinya. Pendidikan merupakan proses membimbing manusia dari kegelapan menuju kecerdasan pengetahuan atau dari tidak tahu menjadi tahu.

 

Menjelaskan Pengertian Lembaga Pendidikan

Lembaga Pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga Pendidikan merupakan sebuah lembaga yang menawarkan pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi, baik yang bersifat umum maupun khusus.

 

Lembaga pendidikan formal terpenting dalam masyarakat kita ialah sekolah yang menawarkan pendidikan formal mulai dari jenjang prasekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi baik yang bersifat umum maupun khusus (misalnya sekolah agama dan sekolah luar biasa).

 

Lembaga pendidikan juga merupakan sebuah institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi lanjutan setelah lembaga keluarga. Dalam lembaga pendidikan, seorang anak akan dikenalkan mengenai kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Selain sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, terdapat pula pendidikan nonformal, misalnya kursus-kursus keterampilan, kursus bahasa, dan kursus komputer serta pendidikan informal, pendidikan yang terjadi di keluarga (rumah).

 

Adapun beberapa fungsi lembaga pendidikan:

·           Pendidikan memberi pengetahuan dan keterampilan.

·           Mengembangkan potensi yang dimiliki individu demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.

·           Mengembangkan cara berpikir rasional.

·           Sarana melestarikan kebudayaan dengan cara mengajarkan dan membiasakan hal-hal berkaitan dengan kebudayaan masyarakat sekitar.

 

Menyebutkan Jenis Lembaga Pendidikan Berdasarkan Jalurnya

1.        Lembaga Pendidikan Formal

2.        Lembaga Pendidikan Informal

3.        Lembaga Pendidikan Non Formal

 

Memberi Contoh Lembaga-lembaga Pendidikan non formal disekitar tempat tinggal

1.        Lembaga Kursus

2.        Lembaga Bibingan Belajar

 

Membandingkan Fungsi Manifest dan Fungsi Laten dari Lembaga Pendidikan

Secara fundamental lembaga pendidikan berfungsi untuk mengatur pemenuhan kebutuhan terhadap pendidikan. Mengenai fungsi lembaga pendidikan ada dua yaitu fungsi manifes dan fungsi laten. Fungsi manifes adalah fungsi yang tercantum dalam kurikulum sekolah.

1.        Menurut Horton dan Hunt dalam Kamanto Sunarto (2004), fungsi manifes lembaga pendidikan antara lain sebagai berikut.

1).   Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Dengan bekal keterampilan yang diperoleh dari lembaga pendidikan seperti sekolah maka seseorang siap untuk bekerja.

2).   Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.

3).   Melestarikan kebudayaan masyarakat. Lembaga pendidikan mengajarkan beragam kebudayaan dalam masyarakat.

4). Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

2.    Fungsi laten (fungsi yang tidak disadari) dari lembaga pendidikan antara lain :

1).   Mengurangi pengendalian orang tua. Keikutsertaan seorang anak dalam lembaga pendidikan seperti sekolah akan mengurangi pengendalian orang tuanya karena yang berperan saat dalam pengajaran dan pendidikan di sekolah adalah para gurunya.

2).   Mempertahankan sistem kelas sosial. Lembaga sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan status yang ada di masyarakat. Sekolah diharapkan dapat menghilangkan perbedaan kelas sosial berdasarkan status sosial peserta didik di masyarakat.

3).   Memperpanjang masa remaja. Adanya sekolah memungkinkan diperpanjang masa remaja dan penundaan masa dewasa.

 

Contoh-contoh Lembaga Pendidikan sesuai Jalurnya:

a.         Lembaga pendidikan formal, meliputi: SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi/Universitas/Institut.

b.         Lembaga pendidikan non formal, meliputi: PAUD, TPA, PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat), PBA (pemberantasan buta aksara), CLC (community learning center)

 

LEMBAGA AGAMA

Yang dimaksud dengan lembaga Agama adalah lembaga sosial dalam masyarakat dimana di dalamnya terdapat praktek kepercayaan suatu agama dan hal-hal yang dianggap suci. Lembaga ini dibuat bertujuan untuk mempersatukan umat beragama.

 

Fungsi lembaga agama diantaranya adalah:

·           Sebagai sumber kebenaran

·           Menjadi tuntunan dan pedoman hidup masyarakat

·           Mengatur tata cara bersosialisasi dengan manusian dan berhubungan dengan Tuhan

·           Sebagai lambang identitas rohani manusia

 

 

Contoh Lembaga Agama

·           Katolik = Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)

·           Kristen = Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia (PGI)

·           Islam = Majelis Ulama Indonesia (MUI)

·           Buddha = Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)

·           Hindu = Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

·           Konghucu = Majelis Tinggi Konghucu Indonesia (MATAKIN)

 

Menjelaskan Permasalahan dari Keanekaragaman Agama di Indonesia

1.        Perbedaan Induvidu

2.        Perbedaan Latar belakang budaya

3.        Perbedaan kepentingan

4.        Perubahan nilai-nilai yang cepat

 

Menjelaskan Dampak Adanya Keanekaragaman Agama di Indonesia

Indonesia terdiri dari beragam suku, bangsa, dan agama. Berikut ini dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari adanya perbedaan suku, bangsa, dan agama :

- Dampak Positif 

  • melatih kita untuk bisa saling menghormati
  • melatih untuk menghargai perbedaan dan rasa toleransi
  • kita dapat mencontoh kebiasaan baik yang sering dilakukan oleh suatu suku, agama, dan ras 
  • memotivasi anak bangsa untuk tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan 
  • membuktikan kepada dunia bahwa indonesia merupakan negara yang kaya dan beragam

- Dampak Negatif 

  • bagi beberapa kalangan perbedaan menimbulkan perpecahan
  • timbulnya kekerasan akibat kurangnya rasa toleransi dan kurangnya menghargai perbedaan 
  • timbul persaingan
  • munculnya rasisme (membeda-bedakan antar golongan)
  • timbulnya permusuhan antar suku karena perbedaan atau pertentangan budaya
  • adanya tindak anarkis dari oknum fanatik yang mengatasnamakan suku, ras, maupun agama
  • munculnya egoisme
  • timbulnya individualisme. 

 

Menjelaskan Upaya Mengatasi Permasalahan dari Keanekaragaman Agama di Indonesia

1.        Menyatukan Suku Bangsa dan Ras, contoh sikap cinta tanah air dengan tidak boleh membedakan keberagaman ras dan suku bangsa dan mencoba untuk melihat mereka dari sisi pandang yang sama yaitu sebagai WNI yang baik.

2.        Tolerir Keyakinan dan Agama, dengan melakukan penoleriran terhadap keberagaman keyakinan maupun agama yang tentunya terjadi Indonesia.

3.        Pemersatu Politik dan Ideologi, Banyaknya keanekaragaman dari ideologi yang di dapat dan juga ragam politik Indonesia tentunya memerukan toleransi yang besar agar bisa menyatukan keanekaragaman tersebut. Walupun pada dasarnya ideologi utama dari bangsa indonesia hanyalah pancasila dan meyakini contoh pancasila sebagai etika politik.

4.        Memiliki Tata Krama Yang baik, Dengan memiliki tata krama yang baik dan santun maka setiap perbedaan tentunya bisa diatasi dengan baik tanpa ada cela. Memiliki tata krama yang baik merupakan salah satu contoh contoh keberhasilan pelaksanaan asas wawasan nusantara.

5.        Mengatasi Kesenjangan ekonomi, Perekonomian merupakan sektor yang akan ditingkatkan dan diperhatikan apalagi bagi pertumbuhan sebuah negara berkembang seperti Indonesia. Tentunya akan ada beberapa perbedaan perekonomian mendasar diantara setiap rakyat yang hanya bisa diatasi dengan melakukan tindakan adil tanpa adanya diskriminasi terhadap aparat atau oknum tertentu.

6.        Menanggulangi Kesenjangan Sosial, Karena adanya peranan masyarakat majemuk yang ada contoh upaya penengakan keberagaman di Indonesia tnetunya ada banyak macam hal yang berbeda yang harus diatasi untuk menyatukan dan tetap menjadikan negara ini menjadi satu kesatuan yang utuh. Salah satu diantaranya adalah peranan pemerintah dalam mengatasi kesenjangan sosial

 

LEMBAGA POLITIK

Pengertia Politik

Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani yaitu polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi polities yang berarti warganegara, politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara dan politikos yang berarti kewarganegaraan. Kata “politisi” berarti orang-orang yang menekuni hal politik.

 

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Definisi politik yang lainnya seperti: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.

 

Menjelaskan Pengertian Lembaga Politik

Lembaga politik adalah lembaga yang mengatur semua aktivitas yang berkaitan dengan perpolitikan negara, seperti urusaan pemerintahan daerah dan pemerintahan negara. Contoh lembaga politik yang ada di Indonesia adalah Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR yang berfungsi sebagai wakil rakyat di pemerintahan pusat. 

Adapun fungsi lembaga politik dapat kita jelaskan sebagai berikut:

·       Lembaga politik mengatur norma-norma tentang kekuasaan melalui undang-undang.

·       Lembaga politik berfungsi sebagai pengontrol atas konflik yang terjadi.

·       Menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat.

 

Menyebutkan Jenis Lembaga Politik berdasarkan Jalurnya

Lembaga politik merupakan suatu badan yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. Lembaga-lembaga politik yang berkembang di Indonesia adalah sebagai berikut

1.    Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

2.    Presiden dan Wakil Presiden

3.    Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

4.    Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

5.    Pemerintahan Daerah

6.    DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota

7.    Partai Politik

 

Memberi contoh lembaga-lembaga politik non formal di sekitar tempat tinggal

Lembaga politik atau mesin politik nonformal yang memiliki peran secara tidak langsung dalam pengambilan kebijakan2 politik disebut..

a)    suprastruktur politik

b)    sistem politik

c)    infrastruktur politik

d)    partai politik

e)    mesin politik

 

Membandingkan fungsi manifest dan fungsi laten dari lembaga politik

Fungsi manifes lembaga politik:

1.        Fungsi pemaksaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

2.        Fungsi mengarahkan masyarakat untuk berperan aktif dalam politik.

3.        Fungsi menengahi suatu pertentangan dalam masyarakat.

4.        Fungsi melindungi masyarakat melalui langkah diplomasi.

5.        Fungsi menyalurkan aspirasi masyarakat.

6.        Fungsi mengawasi, mengatur, dan mengajak masyarakat untuk taat pada undang-undang.

 

Fungsi laten lembaga politik:

1.        Meningkatkan jiwa patriotik.

2.        Membatasi kekuasaan pemerintah.

3.        Meningkatkan sikap berdemokrasi.

 

  

Materi Kelas 7

KISI-KISI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL KELAS 8

  Hai! Sahabat IPS, senang berjumpa lagi!!! Kali ini saya posting kisi-kisi ujian akhir semester ganjil kelas 7 mata pelajaran IPS   KISI-...