TUGAS IPS KELAS 8 BAB 4
1. TULISLAH RUTE PERJALANAN BANGSA BARAT KE INDONESIA
2. KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN
3. PERLAWANAN TERHADAP PERSEKUTUAN DAGANG
4. TULISLAH NAMA TOKOH, PERAN DALAM PERISTIWA SERTA NILAI KETELADANAN
RUTE PERJALANAN BANGSA EROPA KE INDONESIA
1. Rute perjalanan bangsa Portugis ke Indonesia
Lisabon-Tanjung Harapan-India-Malaka-Maluku
2. Rute perjalanan bangsa Inggris ke Indonesia
ini dimulai dari Inggris menuju ke Samudra Atlantik, kemudian ke Pantai Timur Amerika Selatan, lanjut ke Selat Magelhaens. Lalu, rombongan berlanjut ke Samudra Pasifik, melewati Kepulauan Massava (Filipina), tiba di Asia Tenggara, dan berakhir di Kerajaan Ternate, Maluku.
3. Rute perjalanan bangsa Spanyol ke Indonesia
yaitu dari negara Spanyol ke arah Samudra Atlantik, benua Amerika, ujung selatan benua Amerika, Samudra Pasifik, Filipina, hingga sampai di Maluku.
4. Rute perjalanan bangsa Belanda ke Indonesia
dimulai dari Belanda menuju timur dengan rute Pantai Barat Afrika, lalu ke Tanjung Harapan, kemudian Samudra Hindia, hingga Selat Sunda, dan berakhir di Banten.
KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN
Akibat Monopoli
Rakyat Indonesia sangat menderita. Dengan adanya monopoli, rakyat tidak memiliki kebebasan menjual hasil bumi mereka.
Kerja Paksa
Mereka menderita kelaparan, kemiskinan, dan penyakit akibat bekerja dalam kondisi yang buruk.
Pengaruh Sistem Sewa Tanah
Petani harus membayar pajak kepada pemerintah kolonial.
Kegiatan Tanam Paksa
Menyebabkan kelaparan dan wabah penyakit di mana-mana, sehingga angka kematian pun meningkat tajam.
PERLAWANAN TERHADAP PERSEKUTUAN DAGANG
1. Sultan Babullah mengusir Portugis
Lokasi: Ternate atau Maluku Utara (saat ini)
Lawan: Portugis
Pemimpin: Sultan Baabullah, memerintah pada tahun 1570-1583
Penyebab: Pembunuhan Sultan Hairun (ayah Sultan Baabullah) secara licik dan jahat oleh Portugis dalam sebuah perundingan perdamaian.
2. Perlawanan Aceh
Lokasi: Aceh, Sumatra Utara
Lawan: Belanda
Pemimpin: Sultan Iskandar Muda, memimpin tahun 1607-1639
Penyebab: Belanda melanggar perjanjian Siak 1858 yang membuat Aceh menenggelamkan kapal-kapal Belanda di perairan Aceh.
3. Ketangguhan “Ayam Jantan dari Timur”
Lokasi: Makassar
Lawan: Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC
Pemimpin: Sultan Hasanuddin
Penyebab: Saat itu, ada dua kerajaan yang ada di Sulawesi yang sedang berselisih, yakni Kerjaan Gowa dan Kerajaan Bone.
Nah, kondisi ini dimanfaatkan oleh VOC dengan mengadu domba dua kerajaan itu. VOC membantu Kerajaan Bone sehingga mereka menang.
Hal itu membuat Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.
Perjanjian Bongaya ini merupakan perjanjian antara Sultan Hasanuddin dengan VOC yang memangkas kekuasaan Kerajaan Gowa.
Setelah perjanjian itu, maka tinggal kerajaan-kerajaan kecil saja yang sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.
4. Serangan Mataram terhadap VOC
Lokasi: Batavia atau Jakarta (sekarang)
Lawan: Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC
Pemimpin: Sultan Agung Hanyokrokusumo
Penyebab:
- Tindakan monopoli perdagangan yang dilakukan VOC
- VOC sering menghalangi kapal-kapal Mataram yang akan berdagang ke Malaka
- VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram
- Keberadaan VOC di Batavia memberi ancaman bagi masa depan Pulau Jawa.
Sultan Agung menyerang VOC sebanyak dua kali pada tahun 1628 dan tahun 1629.
Serangan pertama yang dilakukan oleh Mataram tidak membuahkan hasil, begitu pun juga dengan serangan kedua hingga Mataram jatuh ke tangan VOC
NILAI KETELADANAN DARI SETIAP PERLAWANAN
TERHADAP PEMERINTAH HINDIA BELANDA
|
NO |
PERANG |
NAMA TOKOH |
PERAN DALAM PERISTIWA |
NILAI KETELADANAN |
|
1. |
Saparua |
Thomas Matulesi (Pattimura) dan Christina Martha Tiahahu |
Pattimura memimpin perlawanan di Saparua dan berhasil merebut benteng Belanda serta membunuh Residen van den Berg. Dalam perlawanan itu, turut serta pula seorang pahlawan wanita bernama Christina Martha Tiahahu, teman dari Kapten Pattimura. Perlawanan Pattimura dapat dikalahkan setelah bantuan Belanda dari Batavia datang. Pattimura dan tokoh lainnya pun ditangkap. |
Berani, rela berkorban, dan bersikap adil. |
|
2. |
Paderi |
Tuanku Imam Bonjol |
Tuanku Imam Bonjol memiliki nama asli Muhammad Shahab. Beliau juga memiliki gelar Peto Syarif dan Malin Basa. Tuanku Imam Bonjol menjadi pemimpin kaum Padri yang saat itu sedang melawan kaum adat dari Belanda. |
Pantang menyerah, berani, dan adil. |
|
3. |
Diponegoro |
Pangeran Diponegoro |
Pangeran Diponegoro merupakan seorang pangeran dari Keraton Yogyakarta, teman-teman. Beliau memimpin dalam perang terbesar di Jawa yakni Perang Diponegoro dalam melawan Belanda pada 1825 hingga 1830. |
Sabar, berani membela yang benar, tanggung jawab, dan percaya diri. |
|
4. |
Aceh |
Teuku Umar |
Berpura-pura bekerja sama dengan Belanda padahal sedang menyusun rencana perlawanan. Beliau terkenal sebagai pejuang yang memiliki taktik perang gerilya mumpuni yang membuat penjajah Belanda kewalahan. |
Pantang menyerah, dan memiliki strategi matang. |
|
5. |
Sisingamangaraja |
Sisingamangaraja XII |
Sisingamangaraja XII memimpin perlawanan kepada pemerintahan Belanda di Sumatra Utara. Pertempuran diawali dari Bahal Batu, yang kemudian menjadi pusat pertahanan Belanda pada tahun 1877. |
Berani dan pantang menyerah. |
|
6. |
Banjar |
Pangeran Antasar |
Pangeran Antasari memimpin perlawanan setelah Prabu Anom ditangkap oleh Belanda pada tahun 1859. Pangeran Antasari sukses mempersatukan gerakan perlawanan rakyat terhadap penjajahan Belanda, teman-teman. Gerakan itu awalnya berjalan sendiri-sendiri, namun berkat Pangeran Antasari, perlawanan menjadi lebih tertata dan terkomando. |
Tidak sombong, sederhana, dan pantang menyerah. |
|
7. |
Jagaraga |
I Gusti Ngurah Made Karangasem I Gusti Ketut Jelantik,
|
Raja Karangasem berperan dalam menandatangani perjanjian damai kekalahan perang Buleleng pada 1846 I Gusti Ketut Jelantik pernah menjadi patih dalam Perang Jagaraga
|
cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, semangat juang, rela berkorban, dan pemimpin strategis. |