Tampilkan postingan dengan label Materi IPS Kurtilas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi IPS Kurtilas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Mei 2024

IPS PS KELAS 8 SEMESTER GENAP

TUGAS IPS KELAS 8 BAB 4


1. TULISLAH RUTE PERJALANAN BANGSA BARAT KE INDONESIA

2. KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN

3. PERLAWANAN TERHADAP PERSEKUTUAN DAGANG

4. TULISLAH NAMA TOKOH, PERAN DALAM PERISTIWA SERTA NILAI KETELADANAN 


RUTE PERJALANAN BANGSA EROPA KE INDONESIA

1.       Rute perjalanan bangsa Portugis ke Indonesia

Lisabon-Tanjung Harapan-India-Malaka-Maluku

2.       Rute perjalanan bangsa Inggris ke Indonesia

ini dimulai dari Inggris menuju ke Samudra Atlantik, kemudian ke Pantai Timur Amerika Selatan, lanjut ke Selat Magelhaens. Lalu, rombongan berlanjut ke Samudra Pasifik, melewati Kepulauan Massava (Filipina), tiba di Asia Tenggara, dan berakhir di Kerajaan Ternate, Maluku.

3.       Rute perjalanan bangsa Spanyol ke Indonesia

yaitu dari negara Spanyol ke arah Samudra Atlantik, benua Amerika, ujung selatan benua Amerika, Samudra Pasifik, Filipina, hingga sampai di Maluku.

4.       Rute perjalanan bangsa Belanda ke Indonesia

dimulai dari Belanda menuju timur dengan rute Pantai Barat Afrika, lalu ke Tanjung Harapan, kemudian Samudra Hindia, hingga Selat Sunda, dan berakhir di Banten.

 

KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN

Akibat Monopoli

Rakyat Indonesia sangat menderita. Dengan adanya monopoli, rakyat tidak memiliki kebebasan menjual hasil bumi mereka.

Kerja Paksa

Mereka menderita kelaparan, kemiskinan, dan penyakit akibat bekerja dalam kondisi yang buruk.

Pengaruh Sistem Sewa Tanah

Petani harus membayar pajak kepada pemerintah kolonial.

Kegiatan Tanam Paksa 

Menyebabkan kelaparan dan wabah penyakit di mana-mana, sehingga angka kematian pun meningkat tajam.

 

PERLAWANAN TERHADAP PERSEKUTUAN DAGANG

1.   Sultan Babullah mengusir Portugis

Lokasi: Ternate atau Maluku Utara (saat ini)

Lawan: Portugis

Pemimpin: Sultan Baabullah, memerintah pada tahun 1570-1583

Penyebab: Pembunuhan Sultan Hairun (ayah Sultan Baabullah) secara licik dan jahat oleh Portugis dalam sebuah perundingan perdamaian.

2.   Perlawanan Aceh

Lokasi: Aceh, Sumatra Utara

Lawan: Belanda

Pemimpin: Sultan Iskandar Muda, memimpin tahun 1607-1639

Penyebab: Belanda melanggar perjanjian Siak 1858 yang membuat Aceh menenggelamkan kapal-kapal Belanda di perairan Aceh.

3.   Ketangguhan “Ayam Jantan dari Timur”

Lokasi: Makassar

Lawan: Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC

Pemimpin: Sultan Hasanuddin

Penyebab: Saat itu, ada dua kerajaan yang ada di Sulawesi yang sedang berselisih, yakni Kerjaan Gowa dan Kerajaan Bone. 

Nah, kondisi ini dimanfaatkan oleh VOC dengan mengadu domba dua kerajaan itu. VOC membantu Kerajaan Bone sehingga mereka menang.

Hal itu membuat Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. 

Perjanjian Bongaya ini merupakan perjanjian antara Sultan Hasanuddin dengan VOC yang memangkas kekuasaan Kerajaan Gowa.

Setelah perjanjian itu, maka tinggal kerajaan-kerajaan kecil saja yang sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.

4.   Serangan Mataram terhadap VOC

Lokasi: Batavia atau Jakarta (sekarang)

Lawan: Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC

Pemimpin: Sultan Agung Hanyokrokusumo

Penyebab:

- Tindakan monopoli perdagangan yang dilakukan VOC

- VOC sering menghalangi kapal-kapal Mataram yang akan berdagang ke Malaka

- VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram

- Keberadaan VOC di Batavia memberi ancaman bagi masa depan Pulau Jawa.

Sultan Agung menyerang VOC sebanyak dua kali pada tahun 1628 dan tahun 1629.

Serangan pertama yang dilakukan oleh Mataram tidak membuahkan hasil, begitu pun juga dengan serangan kedua hingga Mataram jatuh ke tangan VOC

 

 

 

NILAI KETELADANAN DARI SETIAP PERLAWANAN 

TERHADAP PEMERINTAH HINDIA BELANDA

 

NO

PERANG

NAMA TOKOH

PERAN DALAM PERISTIWA

NILAI KETELADANAN

1.

Saparua

Thomas Matulesi (Pattimura) dan Christina Martha Tiahahu

Pattimura memimpin perlawanan di Saparua dan berhasil merebut benteng Belanda serta membunuh Residen van den Berg.

Dalam perlawanan itu, turut serta pula seorang pahlawan wanita bernama Christina Martha Tiahahu, teman dari Kapten Pattimura.

Perlawanan Pattimura dapat dikalahkan setelah bantuan Belanda dari Batavia datang. Pattimura dan tokoh lainnya pun ditangkap. 

Berani, rela berkorban, dan bersikap adil.

2.

Paderi

Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol memiliki nama asli Muhammad Shahab. Beliau juga memiliki gelar Peto Syarif dan Malin Basa.

Tuanku Imam Bonjol menjadi pemimpin kaum Padri yang saat itu sedang melawan kaum adat dari Belanda. 

Pantang menyerah, berani, dan adil.

3.

Diponegoro

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro merupakan seorang pangeran dari Keraton Yogyakarta, teman-teman. 

Beliau memimpin dalam perang terbesar di Jawa yakni Perang Diponegoro dalam melawan Belanda pada 1825 hingga 1830.

Sabar, berani membela yang benar, tanggung jawab, dan percaya diri.

4.

Aceh

Teuku Umar

Berpura-pura bekerja sama dengan Belanda padahal sedang menyusun rencana perlawanan.

Beliau terkenal sebagai pejuang yang memiliki taktik perang gerilya mumpuni yang membuat penjajah Belanda kewalahan.

Pantang menyerah, dan memiliki strategi matang.

5.

Sisingamangaraja

Sisingamangaraja XII

Sisingamangaraja XII memimpin perlawanan kepada pemerintahan Belanda di Sumatra Utara. 

Pertempuran diawali dari Bahal Batu, yang kemudian menjadi pusat pertahanan Belanda pada tahun 1877. 

 Berani dan pantang menyerah.

6.

Banjar

Pangeran Antasar

Pangeran Antasari memimpin perlawanan setelah Prabu Anom ditangkap oleh Belanda pada tahun 1859.

Pangeran Antasari sukses mempersatukan gerakan perlawanan rakyat terhadap penjajahan Belanda, teman-teman. 

Gerakan itu awalnya berjalan sendiri-sendiri, namun berkat Pangeran Antasari, perlawanan menjadi lebih tertata dan terkomando.

Tidak sombong, sederhana, dan pantang menyerah.

7.

Jagaraga

I Gusti Ngurah Made Karangasem

I Gusti Ketut Jelantik,


 

Raja Karangasem berperan dalam menandatangani perjanjian damai kekalahan perang Buleleng pada 1846

I Gusti Ketut Jelantik pernah menjadi patih dalam Perang Jagaraga

 

cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, semangat juang, rela berkorban, dan pemimpin strategis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Materi Kelas 7

KISI-KISI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL KELAS 8

  Hai! Sahabat IPS, senang berjumpa lagi!!! Kali ini saya posting kisi-kisi ujian akhir semester ganjil kelas 7 mata pelajaran IPS   KISI-...