Potensi
Indonesia untuk menjadi negara maju sangat besar. Untuk menjadi negara maju diperlukan
langkah strategis dan konsisten dalam pembangunan ekonomi, infrastruktur dan
tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pendidikan yang berkualitas.
Faktor yang
menunjukkan Indonesia berpotensi besar menjadi negara maju adalah:
1.
Sumber Daya Alam
yang Melimpah
Indonesia merupakan negara yang
kaya akan sumber daya alam baik hayati maupun non hayati. Apabila sumber daya
alam ini dikelola dengan baik akan meningkatkan perekonomian negara. Namun
tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana mengelola sumber daya alam ini
dengan baik tanpa mengganggu ekosistem alam.
2.
Demografi yang Menguntungkan
Jumlah penduduk Indonesia
284.438.800 jiwa (data BPS 2025) dengan sebagian besar penduduknya berusia
muda. Hal tersebut sangat menguntungkan karena angkatan kerja besar dengan
pasar yang sangat luas. Namun tantangan yang harus dihadapi yakni apakah tenaga
kerja memiliki keterampilan yang memadai sesuai dengan kebutuhan industri
modern. Peningkatan kualitas pendidikan dan pendidikan vokasi perlu dilakukan
agar tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan yang memadai.
3.
Potensi Ekonomi
Digital
Perkembangan pasar digital
Indonesia ssangat pesat yang didukung oleh akses internet diberbagai pelosok
tanah air. E-commerce, fintech dan teknologi lainnya tumbuh pesat. namun
tantangan yang dihadapi yakni pembangunan infrastruktur digital yang belum
merata terutama di daerah terpencil, serta kebijakan yang mendukung tumbuh dan
berkembangnya starup digital.
4.
Pembangunan Infrastruktur
Untuk mencapai pertumbuhan
ekonomi yang lebih baik diperlukan pembanguna ekonomi seperti pembangunan dan
peningkatan kapasistas infrastruktur jalan raya, pelabuhan, bandara, dan
lain-lain. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan konektivitas antar wilayah
sehingga perdagangan antarwilayah berkembang. Namun tantangn yang dihadapi
yakni kurang meratanya pembangunan infrastruktur diberbagai wilayah Indonesia.
5.
Kualitas
Pendidikan dan Kesehatan
Masyarakat yang produktif dan
inovatif diperloleh melalui pendidikan dan kesehatan yang memadai. Pendidikan
dan kesehatan merupakan investasi besar karena dapat melahirkan generasi yang
sehat dan cerdas yang dapat bersaing secara global, serta dapat menghasilkan
tenaga kerja yang terampil.
6.
Tantangan
Korupsi pada Birokrasi
Tingginya kurupsi pada birokrasi
menjadi tantangan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu
raformasi pada birokrasi serta tata kelola pemerintahan yang bersih,
transparan, dan akuntabel mutlak dilakukan agar pembagunan ekonomi dapat
dilakukan secara adil dan efisien.
7.
Peningkatan
Sektor Industri Secara Berkelanjutan
Pertanian dan pertambangan
menjadi sektor yang paling dominan dalam menggerakan ekonomi nasional. Meskipun
demikian sektor-sektor lain seperti manufaktur, pariwisata, dan teknologi perlu
dikembangkan agar tercipta lapangan pekerjaan yang lebih banyak, dan mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
8.
Stabilitas Politik
dan Sosial
Investasi dan pembangunan
memerlukan lingkungan yang kondusif, sehingga stabilitas politik dan sosial yang
aman terhadap pembanguan. Indonesia perlu menjaga keharmonisan antar kelompok
masyarakat, dan memperkuat sistem demokrasi, sehingga negara ini terus
melangkah maju.
9.
Peran Diplomasi
Internasional
Indonesia memiliki posisi
strategis di dunia internasional sehingga memaninkan peran penting dalam
perdagangan internasional. Kerjasama ekonomi dan politik dengan negara lain
dapat meningkatkan daya saing di pasar global, serta dapat meningkatkan
pengaruhnya pada berbagai organisasi internasional.
Indonesia
memiliki berbagai potensi untuk menjadi negara maju. Namun membutuhkan
perbaikan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, infrastruktur, tata kelola
pemerintahan, dan pengelolaan sumber daya alam. Dengan kebijakan yang tepat, dan
investasi yang besar di sektor-sektor vital, serta kemauan untuk mengatasi
tantangan, Indonesia bisa meraih status negara maju dalam waktu yang tidak
terlalu lama.
KONSEP NEGARA MAJU
Negara maju adalah
negara yang memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi jika dibandingkan
dengan negara lainnya. Berikut adalah
karakteristik negara maju antara lain:
1.
Perekonomian yang Kuat
Pendapatan perkapitan negara maju cenderung tinggi
dan mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya tinggi. Perekonomiannya
tidak tergantung pada satu sektor saja (misalnya pertanian atau pertambangan),
melainkan banyak sektor berkembang seperti manufaktur, teknologi, jasa, dan
keuangan. Sektor industri berkembang pesat dan beroperasi secara global.
Memiliki kemandirian ekonomi sehingga bisa bersaing di pasar global dan mampu
berdiri sendiri dalam perekonomiannya.
2.
Pendidikan yang Berkualitas
Penduduk negara maju cenderung memiliki tingkat
literasi dan pendidikan yang tinggi dan merata baik di perkotaan maupun di pedesaan,
Penduduknya memiliki pendidikan yang tinggi dan angka melek huruf yang hampir
mencapai 100 persen.
3.
Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan
Sistem kesehatan dinegara maju umunya sangat
berkembang, sehingga memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang, serta
memiliki jaminan sosial yang memadai bagi masyarakatnya.
4.
Infrastruktur yang Maju
Konektivitas antar wilayah yang baik karena
didukung oleh infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, jalan raya, dan rel
kereta yang baik sehingga mobilitas barang dan orang lancar. Selain itu infrastruktur
teknologi digital yang terintegrasi dengan perumahan yang layak bagi masyarakat
sehingga mempermudah kehidupan rakyatnya.
5.
Politik yang Stabil
Negara maju cenderung memiliki sistem pemerintahan
demokratis dan transparan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
6.
Kemajuan Teknologi dan Inovasi
Negara maju terus malakukan investasi dan inovasi
terhadap kemajuan teknologi sehingga menghasilkan inovasi teknologi tinggi yang
dapat besaing secara global.
7.
Keadilan Sosial dan Distribusi Kekayaan yang
Merata
Penduduk negara maju cenderung memiliki kesempatan
kerja yang luas dengan ketimpangan sosial yang rendah karena distribusi kekayaan
yang merata.
8.
Keberlanjutan Lingkungan
Perhatian terhadap isu lingkungan pada negara maju
sangat besar dengan menerapkan teknologi yang ramah lingkungan seperti
penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, serta
tingginya kesadaran masyarakat akan upaya pelestarian alam.
9.
Stabilitas Ekonomi dan Keuangan
Pada umumnya negara maju memiliki sistem keuangan
yang stabil dengan tingkat inflasi yang relatif stabil dan rendah.
Negara maju adalah negara yang telah
berhasil mencapai kesejahteraan tinggi dengan indikator ekonomi, sosial, dan
teknologi yang berkembang pesat. Memiliki sistem pemerintahan yang stabil,
infrastruktur yang modern, serta masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan
dan kesehatan yang baik. Meskipun demikian, setiap negara memiliki jalur dan
tantangan uniknya dalam mencapai status sebagai negara maju, dan keberlanjutan
serta inklusivitas dalam pembangunan adalah kunci untuk mempertahankan status
ini.
POTENSI SUMBER DAYA
ALAM INDONESIA
Indonesia memiliki
sumber daya alam yang sangat besar dan beragam. Jika sumber daya alam ini
dikelola dengan baik maka Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara maju. Berikut adalah sumber daya alam yang
sangat potensial dan jika pengelolaannya baik dapat mendorong Indonesia menjadi
negara maju:
1. Energi dan Sumber Daya Mineral
a. Minyak dan gas bumi
Indonesia adalah penghasil minyak dan gas alam
terbesar di Asia tenggara. Cadangan minyak bumi Indonesia mencapai 4,7 miliar
barel, dan cadangan gas bumi sekitar 54,83 triliun kaki kubik.
b. Batu bara
Indonesia merupakan salah satu produsen batu bara
terbesar di dunia dan diekspor ke berbagai negara terutama negara-negara Asia.
Cadangan batu bara Indonesia mencapai 30,22 miliar ton. Cadangan batu bara
terbesar terletak di Kalimantan Timur.
c. Energi terbarukan
Letak geologis Indonesia yang berada di sekitar ring of fire atau cincin api Pasifik
berdampak pada besarnya potensi energi panas bumi. Indonesia memiliki 40% dari
panas bumi dunia. Investasi pada energi terbarukan (surya, angin, geotermal) dapat mengurangi
ketergantungan pada energi fosil dan mengurangi kerusakan ekosistem alam.
2. Pertanian dan Kehutanan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan
mayoritas penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Komoditas utama yang
dihasilkan meliputi kelapa sawit, kopi, kemiri, kakao, tebu, padi, dan
rempah-rempah. Dengan meningkatkan penerapan teknologi modern pada bidang
pertanian dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Indonesia
diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, mengurangi ketergantungan
terhadap impor komoditas pertanian, dan memperkuat daya saing di pasar global. Indonesia merupakan negara dengan hutan hujan
tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brasil, dan Republik Demokrasi Kongo.
Potensi hutan tersebut menyumbangkan 40% oksigen bagi dunia. Emisi karbon yang
diserap mencapai 229-247 miliar ton. Sumber daya hutan Indonesia beragam
seperti kayu, karet, dan hasil hutan non kayu. Pengelolaan hutan yang baik
dapat menjaga dan melestarikan ekosistem. Apabila dikelola dengan baik sektor
kehutanan dapat meningkatkan perekonomian bangsa dan meningkatkan daya saing
Indonesia di pasar global.
3. Perikanan dan Laut
Dua per tiga dari luas wilayah Indonesia merupakan
lautan sehingga memiliki potensi besar pada sektor perikanan dan kelautan.
a. Sektor perikanan
Laut Indonesia kaya akan ikan terutama ikan tuna
dan udang. Potensi perikanan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia dengan
produksi mencapai 67 juta ton per tahun. Pengelolaan sektor ini dapat
meningkatkan produksi perikanan, mendorong ekspor, menambah lapangan pekerjaan,
dan meningkatkan perekonomian bangsa.
b. Sektor kalautan
Keanekaragaman hayati laut Indonesia memiliki
potensi besar seperti pariwisata, penelitian, dan produk-produk kelautan
lainnya.
4. Pariwisata Alam
Kita patut berbanggga karena dianugerahi alam yang
sangat indah seperti gunung, pantai, lembah, hutan tropis, dan keanekaragaman hayati. Keindahan alam tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi
industri pariwisata yang mendunia seperti Labuan Bajo, Bali, dan Raja Ampat.
Mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dapat memacu perekonomian
nasional, menambah lapangan kerja, dan meningkatkan devisa bagi negara.
Tantangan dalam
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Meskipun Indonesia memiliki potensi sumber
daya alam yang sangat besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi agar
potensi tersebut dapat dioptimalkan agar Indonesia menjadi negara maju:
1. Pengelolaan yang Berkelanjutan, Sumber daya alam Indonesia sering kali dikelola
secara tidak berkelanjutan, sehingga merusak ekosistem dan mengurangi
keberlanjutan jangka panjang. Reformasi dalam pengelolaan sumber daya alam,
termasuk sektor pertambangan, kehutanan, dan perikanan, sangat penting untuk
memastikan bahwa sumber daya alam ini terus memberi manfaat bagi generasi
mendatang.
2. Korupsi dan Kebijakan yang tidak Konsisten: Pengelolaan sumber daya alam di Indonesia
sering kali terganggu oleh masalah korupsi dan kebijakan yang tidak konsisten.
Untuk memaksimalkan potensi alam, Indonesia perlu memperkuat kelembagaan dan
transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam, serta menjamin kepastian hukum
bagi investor dan masyarakat.
3. Infrastruktur yang Kurang Merata: Meskipun ada upaya untuk membangun infrastruktur,
Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pembangunan infrastruktur yang
merata di seluruh wilayah. Hal ini mempengaruhi pengembangan sektor-sektor
berbasis sumber daya alam di daerah-daerah terpencil.
4. Pendidikan &Teknologi: Untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan
optimal, Indonesia perlu berinvestasi dalam pendidikan dan teknologi. Investasi pada bidang pendidikan bertujuan meningkatkan sumber daya manusia seperti, pembangunan infrastruktur pendidikan. Sedangkan investasi pada bidang teknologi fokus di sektor-sektor teknologi pertanian, energi terbarukan, dan teknologi
pengolahan yang dapat meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam tersebut.
Sumber daya alam
Indonesia memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan baik dan
berkelanjutan sehinga transformasi ekonomi menuju negara maju tercapai. Dengan
pengelolaan yang efisien, penggunaan teknologi modern, dan kebijakan yang
mendukung terhadap pengelolaan potensi sumber daya alamnya dapat mencapai
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan
rakyatnya.
POTENSI SUMBER DAYA
MANUSIA INDONESIA
Sumber daya manusia merupakan
faktor penting dalam pembangunan suatu bangsa. Berkualitasnya SDM merupakan
faktor penentu kemajuan suatu bangsa. Jumlah penduduk 284.438.800 jiwa
tentunya memiliki potensi SDM yang sangat besar dan mendorong negara ini
menjadi negara maju.
Berikut beberapa
aspek utama yang dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju:
1.
Jumlah penduduk yang Besar dan Muda (bonus
demografi)
Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di
dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Mayoritas penduduk Indonesia
berada pada usia produktif (15-64 tahun). Hal ini sangat menguntungkan karena
memiliki banyak tenaga kerja, dan pasar domestik yang besar dan kuat.
Tahun 2035 bangsa Indonesia akan mengalami bonus
demografi yakni penduduk usia produktif jauh lebih besar jika dibandingkan
penduduk usia non produktif. Apabila dimanfaatkan dengan baik bonus demografi
ini akan menjadi kekuatan dalam produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
2.
Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan
Tingkat pendidikan yang meningkat ditunjukkan
dengan angka melek huruf dan jumlah anak yang besekolah menunjukan peningkatan
yang signifikan. Pengembangan pendidikan dan keterampilan teknis bertujuan
mempersiapkan generasi muda Indonesia agar siap memasuki dunia kerja.
Peningkatan kualitas pendidikan tinggi akan menghasilkan SDM yang berkualitas
yang dapat bersaing di pasar global.
3.
Potensi Kreativitas dan Inovasi
Generasi muda yang inovatif dan kreativitas dalam
mengembangkan teknologi informasi, industri kreatif, dan starup seperti gojek,
tokopedia, shopee, dan lain-lain yang keberadaannya diakui dunia internasional.
Sektor digital Indonesia merupakan pasar potensial yang harus dikembangkan
karena memiliki anak muda yang berperan sebagai pengusaha, pekerja, maupun konsumen
teknologi digital. Sektor ini menjadi modal penting bagi Indonesia menuju
negara maju.
4.
Keanekaragaman Budaya
Keberagaman budaya, bahasa, dan tradisi
menghasilkan kreativitas dalam mengembangkan industri pariwisata berbasis
budaya, kerajinan tangan, fashion, dan kuliner dapat meningkatkan pendapatan
negara, dan menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing
Indonesia di pasar internasional.
5.
Peningkatan Hesehatan dan Harapan Hidup
Peningkatan layanan kesehatan melalui program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat,
menurunkan angka kematian, dan meningkatkan harapan hidup. Pola hidup sehat
masyarakat terus meningkat sehingga menghasilkan penduduk yang produktif dalam
meningkatkan perekonomian negara.
6.
Potensi Pengembangan Keterampilan dan Keahlian
Indonesia harus mengembangkan pendidikan vokasi dan
meningkatkan keterampilan generasi muda demi mengurangi ketergantungan pada
tenaga kerja asing untuk mendukung pembangunan industri nasional. Selain itu
mengembangkan SDM di sektor digital sangat penting demi memperkuat pendidikan
dalam bidang teknologi informasi, data science, kecerdasan buatan (AI), dan
keamanan siber agar dapat bersaing di pasar ekonomi digital global.
7.
Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Peran perempuan dalam perekonomian nasional sangat
penting. Oleh karena itu perempuan harus diberi kesempatan luas untuk
berpartisi[asi dalam berbagai sektor kehidupan demi mendukung pertumbuhan
ekonomi yang inklusif. Kesetaraan gender berkontribusi mengurangi angka
kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Ada beberapa tantangan yang harus diatasi untuk
memanfaatkan potensi SDM Indonesia, antara lain:
1. Ketimpangan pendidikan dan keterampilan:
Masih ada kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan
pedesaan, yang menghambat pengembangan sumber daya manusia secara merata.
2. Kurangnya kualitas pendidikan vokasi:
Meskipun pendidikan tinggi berkembang, sektor pendidikan vokasi masih
membutuhkan perhatian untuk memastikan tenaga kerja terampil yang siap untuk
industri.
3. Pendidikan karakter dan soft skill: Selain
keterampilan teknis, pengembangan soft skill, seperti komunikasi,
kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim, juga sangat penting untuk
memastikan SDM Indonesia siap menghadapi dunia kerja global yang dinamis dan
kompetitif.
Dengan jumlah
penduduk yang besar, generasi muda yang dinamis, dan peningkatan akses
pendidikan, SDM Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mendorong negara
ini menuju status negara maju. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut,
Indonesia perlu fokus pada pengembangan keterampilan, pemberdayaan perempuan,
peningkatan kualitas pendidikan, dan perbaikan sistem kesehatan. Jika
tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan kebijakan yang tepat, Indonesia
memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju yang berbasis pada sumber daya
manusia yang berkualitas.
POTENSI BUDAYA
INDONESIA
Negara kita memiliki
keberagaman budaya, tradisi, dan adat istiadat. Aspek-aspek keberagaman ini
sebagai alat untuk mempererat dan mempercepat pembangunan ekonomi, sosial, dan
politik.
Berikut merupakan potensi budaya Indonesia untuk
menjadi negara maju yakni:
1.
Semangat Gotong Royong dan Kerja Sama
Gotong royong merupakan nilai budaya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari masyarakat Indonesia. Semangat gotong royong pada masyarakat Indonesia
dapat mendorong kemajuan bangsa melalui kerjasama antar pemerintah, masyarakat,
dan sektor swasta.
2.
Keberagaman Budaya Sebagai Aset
Keberagaman budaya bangsa Indonesia menjadi modal
besar untuk menciptakan keunikan dan daya tarik Indonesia di dunia
internasional. Industri keratif dan pariwisata sangat bergantung pada
nilai-nilai budaya yang terinternalisasi. Oleh karena itu keterlibatan
masyarakat lokal dalam industri kreatif berperan dalam mempromosikan keunikan
budaya setempat pada dunia internasional.
3.
Kreativitas dan Inovasi dalam Industri Kreatif
Kreativitas yang dimiliki masyarakat Indonesia
berdampak pada berkembangnya industri kreatif seperti seni, fashion, kuliner,
dan film. Industri kreatif tersebut menghasilkan produk-produk yang bernilai tinggi,
meningkatkan penyediaan lapangan kerja, dan menarik investor asing. Dalam era
digital industri musik, film, dan game tumbuh dan berkembang serta menyerap
nilai-nilai budaya Indonesia.
4.
Toleransi dan Kerukunan Sosial
Budaya Indonesia yang beragam didukung oleh
tingginya toleransi dalam kehidupan masyarakat yang berakar dari semboyan
Bhineka Tunggal Ika. Untuk menjadi negara maju kita telah memiliki kemampuan mengelola
keberagaman dengan baik. Hal ini penting dalam membangun stabilitas politik dan
sosial sehingga pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional tercapai dengan
baik.
5. Pendidikan dan Pembelajaran Sepanjang Hayat
Masyarakat Indonesia memiliki semangat belajar dan
rasa ingin tahu yang tinggi. Meningkatkan pendidikan dan keterampilan melalui
upaya pembelajaran sepanjang hayat dan adaptasi terhadap perubahan sangat
penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan dan keterampilan mutlak
diperlukan menuju Indonesia emas 2045.
6.
Semangat Wirausaha dan Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Indonesia dikenal memiliki kemampuan dan
semangat berwirausaha yang ditunjukkan dengan banyaknya UMKM. Agar
berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi UMKM harus diberdayakan dengan
memberi pelatihan keterampilan, akses pembiayaan, dan kebijakan yang mendukung.
Pemberdayaan UMKM yang baik mendorong penyerapan tenaga kerja, mengurangi angka
kemiskinan, serta mendorong peningkatan ekspor.
7.
Pentingnya Keseimbangan Sosial dan Ekonomi
Sila kelima pancasila tentang keadilan sosial
menunjukan semangat kesetaraan ekonomi. Oleh karena itu pembangunan harus
benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Ketimpangan ekonomi
antar daerah dan masyarakat harus segera diatasi dengan melakukan pemberdayaan
masyarakat miskin, dan meningkatkan kualitas pendidikan akan mendorong
Indonesia menjadi negara maju.
8.
Ketangguhan dan Optimisme
Kekuatan budaya Indonesia dalam menghadapi
tantangan adalah ketangguhan dan optimisme, semangat untuk bangkit dan
beradaptasi terutama ketika menghadapi berbagai bencana alam, krisis ekonomi,
dan masalah sosial. Ketangguhan dan optimisme ini juga sebagai modal menghadapi
masalah global seperti perubahan iklim, digitalisasi, dan masalah geopolitik
global.
9.
Keraifan Lokal dalam Pengelolaan Alam
Alam Indonesia yang diolah berbasis kearifan lokal
mendorong pembangunan hijau. Suku-suku di Indonesia memiliki cara tradisional
untuk menjaga dan mengelola alam secara bijak dan adil. Prinsip pengelolaan dan
pelestarian alam secara berkelanjutan ini sesuai dengan salah satu
karakteristik negara maju.
Tantangan dalam Mengoptimalkan Potensi Budaya
Indonesia
1.
Ketimpangan Sosial dan Ekonomi
Masyarakat pedesaan dan perkotaan memiliki ketimpangan
yang mencolok dalam pembangunan. Akibatnya peran budaya dalam pembangunan
kurang maksimal karena terhambat oleh pembagunan yang kurang merata.
2.
Perubahan Mindset
Budaya Indonesia yang beragam memiliki nilai-nilai
positif harus beradaptasi dengan perubahan zaman sehingga nilai-nilai budaya
tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai positif dari perubahan zaman.
3.
Melsestarikan Budaya Lokal
Melestarikan budaya lokal merupakan tantangan besar
dalam menghadapi perubahan zaman. Oleh karena itu pembangunan ekonomi harus
berlandaskan pada nilai-nilai budaya lokal, sehingga pembagunan dan pertumbuhan
ekonomi bangsa tumbuh bersamaan dengan berkembangnya budaya lokal.
Budaya Indonesia memiliki banyak potensi
yang dapat menjadi pendorong utama dalam proses menuju negara maju. Nilai-nilai
seperti gotong royong, toleransi, kreativitas, kewirausahaan, dan keadilan
sosial merupakan modal sosial yang kuat yang harus dimanfaatkan. Dengan
mengintegrasikan nilai-nilai budaya ini dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan
politik, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju yang
berbasis pada keberagaman, keadilan, dan keberlanjutan.
KARAKTERITIK
INDONESIA DALAM BIDANG EKONOMI, INFRASTRUKTUTR, TEKNOLOGI ATAU INOVASI,
POLITIK, PEMERINTAHAN DAN HUBUNGAN DALAM KERJASAMA INTERNASIONAL
Setiap sektor kehidupan bangsa berperan
besar dalam mendukung Indonesia menjadi negara maju dengan berbagai
tantangannya masing-masing. Berikut
karakterisik pada beberapa bidang yang mendukung Indonesia menjadi negara maju,
antara lain:
1. Karasteristik Ekonomi Indonesia
Beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi
Indonesia sangat stabil di kisaran 5 persen, PDB Indonesia yang terbesar di
ASEAN, dan urutan ke-8 di dunia. Pertumbuhan ekonomi yang stabil tersebut
didukung oleh hasil kekayaan alam yang melimpah seperti minyak dan gas, batu
bara, nikel dan hasil perkebunan seperi kelapa sawit. Sumber daya alam ini
sebagai dasar untuk menciptakan sektor industri yang kuat.
Selain itu ekonomi Indonesia didukung oleh sektor
Industri dan jasa yang berkembang pesat. Hal ini ditinjukkan dengan pergeseran
dari perekonomian yang bergantung pada sumber daya alam menjadi perkonimian yang
disokong industri kreatif, manufaktur, teknologi, pariwisata dan sektor jasa.
Sektor-sektor tersebut berkembang pesar karena didukung oleh pasar domestik
yang besar. Inilah yang menjadi daya tarik investor untuk menciptakan peluang
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tantangan yang
dihadapi adalah ketergantungan pada komoditas ekspor, ketimpangan ekonomi antar
wilayah, dan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.
2. Karakteristik Infrastruktur Indonesia
Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus
didukung oleh pembangunan ekonomi yang memadai diberbagai sektor kehidupan
masyarakat di semua wilayah karena dapat menciptakan konektivitas antar
wilayah. Pembangunan infrastruktur
bertujuan menciptakan basis pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan
kapasitas tol laut untuk mempersingkat jalur distribusi barang. Jalur
distribusi barang yang semakin singkat saat ini didukung oleh konektivitas
digital seperti jaringan internet yang semakin cepat dan lancar.
Tantangan yang
dihadapi yakni pembangunan infrastruktur yang kurang merata antar wilayah barat
dan timur Indonesia, belum terintegrasinya sektor transportasi, energi, dan
teknologi.
3. Karakteristik Teknologi dan Inovasi Indonesia
Pertumbuhan ekosistem starup seperti gojek,
tokopedia, dan bukalapak di Indonesia mengalami lonjakan. Hal ini menunjukkan
bahwa Indonesia mampu bersaing dibidang teknologi digital global. Transformasi
digital dengan digitalisasi diberbagai sektor yang dilakukan oleh pemerintah
dan swasta seperti e-kinerja, e-commerce, fintech, dll, serta mendorong
penggunaan kecerdasan buatan (AI). Riset dan inovasi teknologi terus
dikembangkan oleh lembaga riset Indonesia bekerja sama dengan berbagai
universitas dalam dan luar negeri agar melahirkan inovasi berbasis lokal.
Tantangan yang
dihadapi yakni kesenjangan akses teknologi antar daerah, dan kurangnya
pendanaan terhadap riset dan pengembangan menghambat inovasi.
4. Karakteristik Politik Indonesia
Kondisi politik Indonesia yang stabil salah satunya
ditunjukkan dengan pemilu yang damai dan demokratis. Terselenggaranya sistem
pemerintahan yang terdesentralisasi dengan memberi kewenangan yang besar kepada
daerah-daerah untuk mengelolah sumber daya dan merencanakan pembangunan
daerahnya, dapat mempercepat pembangunan nasional. Disamping itu, masyarakat
Indonesia juga memiliki partisipasi yang besar dalam bidang politik, baik dalam
pemilu maupun terhadap kebijakan publik.
Tantangan yang
dihadapi yakni korupsi menjadi persoalan utama dalam pemerintahan dan birokrasi,
dan penerapan hukum yang tebang pilih oleh tikus-tikus berdasi.
5. Karakteristik Pemerintahan Indonesia
Pemerintah terus mendukung pembangunan berkelanjutan
dengan kebijakan pro investasi untuk pertumbuhan ekonomi yang stabil. Reformasi
dan efisiensi birokrasi dilakukan menuju pemerintahan yang lebih transparan,
serta program pembangunan infrastruktur dan SDM dengan fokus pada pengembangan
infrastruktur pendidikan, dan kesehatan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan.
Tantangan yang harus
dihadapi yakni sistem birokrasi yang masih tumpang tindih, dan proses perizinan
yang panjang menghambat investasi, dan target pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan.
6. Karakteristik Hubungan Internasional Indonesia
Penerapan kebijakan program luar negeri yang proaktif
dalam berbagai organisasi internasional seperti ASEAN, BRIC, G20, dll,
menunjukkan Indonesia memiliki banyak mitra strategis dalam hubungan diplomatik
dengan berbagai negara. Kerjasa sama tersebut dilakukan untuk memperluas pasar
ekspor, menarik investasi asing, dan mendapatkan pertukaran teknologi modern.
Indonesia memiliki tradisi diplomasi yang kuat terutama terhadap mitra
strategis dalam menjaga perdamaian dan stabilitas diberbagai kawasan, sehingga
dipandang sebagai kekuatan besar.
Tantangan yang dihadapi
yakni dinamika politik global yang tidak menentu, dan ketegangan dibeberapa
kawasan memerlukan kebijakan luar negeri yang fleksibel dan adaptif.