3.1 Menelaah perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara-negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia (teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
3.2 Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara-negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia (teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
BAB I.
INTERAKSI KERUANGAN DALAM KEHIDUPAN
DI NEGARA-NEGARA ASEAN
A. Mengenal Negara-Negara ASEAN
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.
ASEAN meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi, dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1,8 Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Perancis, Brasil, Inggris, dan Italia.
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
· Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
· Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
· Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
· Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
· Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
· Kerja sama efektif antara anggota
Sejarah ASEAN
Pada awalnya, tidak semua negara di wilayah Asia Tenggara tergabung di dalam organisasi ini. Sejarah pembentukan ASEAN sendiri dilakukan melalui deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967, tepatnya di Bangkok Thailand.
Perwakilan menteri luar negari dari 5 negara telah menandatangani deklarasi Bangkok yang berisi seputar kerjasama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, politik serta pendidikan di Asia Tenggara.
Adapun lima tokoh perwakilan negara pemrakarsa ASEAN tersebut yaitu;
1. Adam Malik (Indonesia)
2. Thanat Khoman (Thailand)
3. Narsisco Ramos (Filipina)
4. S Rajaratnam (Singapura)
5. Abdul Razak (Malaysia)
Setelahnya, beberapa negara lain di Asia Tenggara pun mulai bergabung di ASEAN. Saat ini, posisi Sekretaris Jendral ASEAN dipegang oleh H E Lim Jock Hoi yang berasal dari Brunei Darussalam hingga tahun 2022.
Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara. Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
· Filipina (negara pendiri ASEAN)
· Indonesia (negara pendiri ASEAN)
· Malaysia (negara pendiri ASEAN)
· Singapura (negara pendiri ASEAN)
· Thailand (negara pendiri ASEAN)
· Brunei Darussalam bergabung pada (7 Januari 1984)
· Vietnam bergabung pada (28 Juli 1995)
· Laos bergabung pada (23 Juli 1997) (Laos dan Myanmar bergabung pada waktu yang sama)
· Myanmar bergabung pada (23 Juli 1997) (Laos dan Myanmar bergabung pada waktu yang sama)
· Kamboja bergabung pada (30 April 1999)
Persamaan Negara-negara Asean
a. Iklim
Bisa dikatakan negara-negara di Asean beriklim tropis karena secara astronomis berada di sekitar garis katulistiwa, hanya sedikit wilayah Myanmar bagian utara yang masuk pada wilayah iklim sub tropis. Hal ini menyebabkan suhu di negara-negara tersebut cenderung panas dan sangat cocok untuk pertanian.
b. Sumber daya alam
- Pertanian: Sebagian besar penduduk Asean adalah petani, terutama menanam padi sebagai makanan pokok. Selain itu dengan daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi yang berderet dari semenanjung malaka sampai ke Indonesia menciptakan tanah yang subur bagi wilayah Asean. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhan berupah sayur dan buah-buahan bisa tumbuh subur di hampir seluruh negara Asean. Selain itu ada beberapa produk perkebunan unggulan negara-negara Asean yang berkualitas ekspor, seperti: kopi, teh, kelapa sawit, tembakau dan karet.
- Peternakan dan perikanan: Usaha peternakan seperti: Sapi, kambing, ayam dan lain-lain juga dikembangkan di negara Asean, selain untuk kepentingan dalam negeri dan juga untuk di ekspor ke negara lain. Selain itu dengan wilayah laut yang luas juga bisa menghasilkan komoditi ekspor ke negara lain, seperti Jepang dan Uni Eropa.
- Pertambangan: sektor yang satu ini memang hampir negara Asean memiliki, terutama minyak bumi telah mendukung perekonomian negara-negara Asean, misalnya Brunei, Malaysia, Indonesia, Dll. Selain itu negara Asean juga memproduksi batubara, nikel, biji besi, emas, dll. Produksi pertambangan tersebut turut membantu peningkatan kesejahteraan rakyatnya.
Perbedaan Negara-negara Asean
a. Bentuk Negara
Ada perbedaan dalam melaksanakan pemerintahan negara-negara Asean, ada sebagaian yang berbentuk kerajaan seperti: Thailand, Brunei Darussalam dan Malaysia, sedangkan sebagian yang lain berbetuk republik, Misalnya: Indonesia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos dan Filipina. Pada kerajaan di pimpin oleh Raja atau Sultan dengan dibantuk oleh perdana menteri, sedangkan pada negara republik dipimpin oleh seorang presiden.
b. Kebudayaan
- Bahasa: Setiap negera Asean memiliki bahasa nasionalnya sendiri-sendiri, misalnya: Bahasa Indonesia (Indonesia), Bahasa Melayu (Malaysia dan Brunei), Bahasa Thai (Thailand), Tagalog (Filipina), Mandarin (Singapura), Lao (Laos), Bahasa Khmer (Kamboja), Bahasa Vietnam dan Bahasa Myanmar.
- Kesenian: Bentuk kesenian juga memiliki keragaman satu negara dengan negara lain di Asean, hal ini terlihat dari seni tari, seni pertunjukkan dan seni rupa yang berbeda satu dengan lainnya. Potensi ini menjadi daya tarik bagi turis asing untuk berkunjung ke negara-negara tersebut.
c. Penduduk
- Suku Bangsa: Dalam wilayah Asean terdapat banyak sekali kelompok suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan karakter yang berbeda, Misalnya: Jawa, Sunda, Melayu, dll (Indonesia), suku bangsa Thai (Thailand), Melayu (Malaysia, Singapura dan Brunei), Tiongkok (Singapura), Tibet Burma (Myanmar), Laosian (Laos), Khmer (Kamboja), Filipino (Filipina) dan Bangsa Vietnam.
- Agama: Penduduk Asean mempunyai keragaman pemeluk agama, misalnya: Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan beberapa keyakinan lokal yang dimiliki oleh penduduk beberapa negara Asean.
Potensi-potensi alam dan budaya yang perlu dikembang di negara-negara Asean
1. Sumber daya hutan bisa dikembangkan untuk produksi kayu, obat-obatan, rotan dan bisa juga dijadikan tempat wisata.
2. Sumber daya tambang yang melimpah bisa jadi pendukung perkembangan industri yang ada di negara-negara Asean dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor untuk mendapatkan devisa.
3. Pertanian bisa dilakukan lebih modern agar produksi pertanian di kawasan Asean bisa meningkat untuk memenuhi kebutuhan penduduk Asean yang terus meningkat pesat jumlahnya.
4. Pemandangan alam tropis yang indah bisa menjadi tujuan wisata dunia
5. Hasil laut berupa ikan, kepiting, tripang, rumput laut dan lain sebagainya bisa menjadi produk unggulan pada tiap negara Asean.
1. Letak Geografis Negara-Negara ASEAN
Tabel: Letak Geografis Negara-negara ASEAN
|
No |
Negara |
Utara |
Selatan |
Barat |
Timur |
|
1. |
Indonesia |
Singapura, Malaysia, LCS, Selat Malaka, Samudra Pasifik |
Samudera indonesia |
Samudera indonesia |
Papua Nugini |
|
2. |
Timor Leste |
Australia |
Australia, Selat Timor |
Indonesia |
Pulau Timor |
|
3. |
Malaysia |
Thailand, Kep. Philipina |
Indonesia, Singapura |
Selat Malaka |
Indonesia, Selat Sulu |
|
4. |
Singapura |
Selat Johor |
Selat Singapura, Kep. Batam |
Selat Malaka |
Selat Karimata, Kep. Indoonesia |
|
5. |
Brunei Darusalam |
LCS, Kep. Philipina |
Malaysia |
Malaysia |
Malaysia |
|
6. |
Thailand |
Myanmar, Laos |
Malaysia, Teluk Siam, Kep. Andamas India |
Myanmar, Samudra Hindia |
Laos, Kamboja |
|
7. |
Kamboja |
Thailand, Laos |
Teluk Thailand |
Thailand |
Vietnam |
|
8. |
Laos |
China, Myanmar |
Thailand |
Thailand, China |
Vietnam |
|
9. |
Myanmar |
China |
Teluk Benggala |
Banglades |
Thailand, Laos |
|
10. |
Vietnam |
China |
LCS |
Kamboja, Laos |
LCS |
|
11. |
Philipina |
Taiwan, Kep. Pasifik |
Laut Sulawesi, Laut Sulu |
LCS |
Samudra Pasifik |
Batas Wilayah ASEAN Secara Geografis
Secara astronomis wilayah ASEAN juga memiliki batas-batas wilayah di sekitarnya. Batas astronomis ini sebenarnya tidak berbeda dengan batas wilayah secara geografis, karena pada dasarnya melihat wilayah yang berbatasan dengan ASEAN.
Sebelah Utara
Di sebelah utara, wilayah ASEAN berbatasan dengan negara China yang masuk kawasan Asia Timur. Selain itu ASEAN juga berbatasan dengan wilayah perairan Laut China Timur.
Sebelah Timur
Di sebelah timur, wilayah ASEAN berbatasan dengan negara Papua Nugini yang termasuk benua Australia. Selain itu ASEAN juga berbatasan dengan wilayah perairan Samudera Pasifik.
Sebelah Selatan
Di sebelah selatan, wilayah ASEAN berbatasan dengan negara Australia dan benua Australia secara keseluruhan. Selain itu ASEAN juga berbatasan dengan wilayah perairan Samudera Hindia.
Sebelah Barat
Di sebelah barat, wilayah ASEAN berbatasan dengan negara India dan Bangladesh yang masuk kawasan Asia Selatan. Selain itu ASEAN juga berbatasan dengan wilayah perairan Teluk Benggala, Laut Andaman, dan Samudera Hindia.
2. Letak Astronomis Negara-Negara ASEAN
Tabel: Letak AstronomisNegara-negara ASEAN
|
No |
Negara |
Letak Asrtronomis |
Wilayah belahan Bumi Seatan |
Wilayah belahan Bumi Utara |
|
1. |
Indonesia |
6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT |
Indonesia |
Indonesia |
|
2. |
Timor Leste |
8°LS -. 10°LS dan 124°BT – 127°30′BT |
Timor Leste |
Timor Leste |
|
3. |
Malaysia |
10 LU – 70 LU dan 1000BT- 1190 BT |
|
Malaysia |
|
4. |
Singapura |
10 15’ LU – 10 26’ LU dan 1030 BT – 1040 BT |
|
Singapura |
|
5. |
Brunei Darusalam |
40 LU -50 2’ LU dan 114 BT -115 BT |
|
Brunei Darusalam |
|
6. |
Thailand |
50 LU – 210 LU dan 970 BT – 1060 BT |
|
Thailand |
|
7. |
Kamboja |
10 LU – 14 LU, 102 BT – 108 BT |
|
Kamboja |
|
8. |
Laos |
8°LS – 10°LS dan 124°BT – 127°30′BT |
|
Laos |
|
9. |
Myanmar |
11’ LU – 28’ LU dan 92’ BT – 101’ BT |
|
Myanmar |
|
10. |
Vietnam |
9 LU – 23 LU dan 102 BT- 110 BT |
|
Vietnam |
|
11. |
Philipina |
4° – 19° LU dan 117° – 126°BT |
|
Philipina |
Pengaruh Letak Astronomis ASEAN
Terdapat beberapa pengaruh terkait letak ASEAN secara astronomis yang dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur. Berikut merupakan dampak dan pengaruh letak astronomis ASEAN beserta penjelasannya.
Iklim
Karena letak ASEAN yang berdekatan dengan garis khatulistiwa, maka mayoritas negara ASEAN beriklim tropis. Wilayah Asia Tenggara akan mendapat sinar matahari sepanjang tahun karena iklimnya tropis.
Cuaca
Negara ASEAN kebanyakan memiliki iklim tropis. Akibatnya negara-negara ASEAN seperti Indonesia hanya memiliki 2 musim saja, yakni musim kemarau dan musim penghujan.
Curah Hujan
Letak astronomis ASEAN juga berdampak pada curah hujan yang turun. Wilayah ASEAN akan memiliki curah hujan tinggi di sebagian besar wilayahnya, sehingga banyak wilayah hutan hujan tropis yang terbentuk.
Kelembaban Udara
Letak astronomis ASEAN berdampak pada tingkat kelembaban udara yang tinggi. Hal ini disebabkan adanya penguapan yang tinggi yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Ekonomi
Bidang ekonomi juga bisa terdampak dari letak geografis di ASEAN. Karena iklim ASEAN tropis, maka sinar matahari akan terus menyinari negara-negara ASEAN. Hal ini dimanfaatkan penduduk untuk bertani dan bercocok tanam, sehingga sektor ekonomi negara ASEAN banyak berfokus di bidang pertanian.
Pembagian Waktu
Salah satu akibat letak astronomis adalah adanya pembagian waktu. Di ASEAN pembagian waktu dibagi menjadi tiga, yakni GMT+7, GMT+8 dan GMT+9. Di Indonesia pembagian waktu ini disebut dengan nama WIB (waktu Indonesia barat), WITA (waktu Indonesia Tengah), dan WIT (waktu Indonesia timur)
3. Karakteristik Negara-Negara ASEAN
B. Interaksi Antarnegara-negara ASEAN
1. Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama
Organisasi internasional dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang. Contohnya, Association of South East Asian Nation (ASEAN) yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bersifat kawasan atau region.
kerja sama adalah menjalin hubungan antara dua negara atau lebih demi mencapai suatu kesepakatan. Terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam kerja sama sebagai berikut:
a. Faktor pendorong
1) Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam
contoh, beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).
Perbedaan sumber daya pangan di setiap negara ASEAN juga melahirkan kerja sama. Indonesia mengekspor hasil pertanian ke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untuk memenuhi kebutuhannya.
2) Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis)
mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara. Contoh: negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN.
b. Faktor penghambat
1) Perbedaan Ideologi
Faktanya, saat ini hampir tidak ada negara ASEAN yang menutup diri dari kerja sama antarnegara ASEAN.
2) Konflik dan peperangan
3) Kebijakan protektif
Misalnya, tidak menerima impor hasil pertanian karena dapat mempengaruhi kondisi pendapatan hasil pertanian di dalam negerinya.
4) Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara.
2. Bentuk-bentuk Kerja Sama (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan dan Perkembangannya)
Interaksi dan kerja sama antarnegara-negara ASEAN semakin berkembang seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan setiap negara anggota. Kebutuhan sosial, politik, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya menuntut suatu negara untuk berperan aktif melakukan kerja sama antarnegara.
a. Bentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya
dilakukan agar tercipta kerukunan dan kemajuan bersama. Setiap negara anggota ASEAN diminta berperan aktif dan ikut serta dalam upaya kerja sama guna mendukung kesejahteraan negaranya sendiri. Kerja sama dalam bidang sosial dan budaya dilaksanakan oleh COSD (Committee on Social Development).
Beberapa bentuk kerja sama di bidang sosial negara-negara anggota ASEAN antara lain sebagai berikut.
1) bidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar;
2) membantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan;
3) menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan;
4) pengembangan sumber daya manusia;
5) peningkatan kesejahteraan;
6) program peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan);
7) pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN;
8) penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement (ATA)); serta
9) penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.
b. Bidang Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan
Kerja sama politik ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaian antarnegara di ASEAN.
Beberapa contoh nyata kerja sama politik dan keamanan adalah:
1) Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT).
2) Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).
3) Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.
4) Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.
5) Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.
6) Kerja sama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta kelembagaan antarparlemen.
c. Bentuk Kerja Sama di Bidang Pendidikan
Contoh bentuk kerja sama negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan:
1) ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/12/2012), dengan tema ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity. Pada pertemuan ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea Selatan.
2) Penawaran beasiswa pendidikan. Contohnya, Singapura memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industri, komunikasi bahari, dan lain-lain. Contoh lain: Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni kepada pelajar negaranegara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.
3) Negara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai universitas di negara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang).
4) Olimpiade di bidang pendidikan sering diadakan pada taraf regional Asia Tenggara. Contoh: Pertamina menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015.
3. Pengaruh Kerja Sama Bidang Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya, dan Pendidikan terhadap Kehidupan di ASEAN
a. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Ekonomi di Negara-Negara ASEAN
Para pemimpin ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015. Kesepakatan ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pasar tunggal ini disebut dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
MEA membuka peluang satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara anggota ASEAN.
Selain itu, akan dibentuk pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, ahli keteknikan, guru, akuntan, dan lain-lain. Bentuk interaksi ini akan membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau kekurangan sumber daya manusianya.
MEA membuka pasar dan lapangan kerja yang semakin bersaing sehingga berpengaruh terhadap penyiapan sumber daya manusia. Pendidikan yang berkualitas menjadi modal persaingan dalam menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terbuka berpikiran global. Kegiatan ekonomi berupa produksi, distribusi, dan konsumsi semakin luas dan bersaing bebas antarnegara ASEAN.
b. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antar ruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Sosial di Negara-Negara ASEAN
Pada Tahun 2015, ribuan pengungsi warga Myanmar membanjiri negara-negara tetangga, yaitu Malaysia, Thailand, dan Indonesia dengan menggunakan perahu. Pengungsi ini kemudian dikenal sebagai manusia perahu.
ASEAN mengimbau negara-negara anggotanya agar menerima untuk sementara para manusia perahu itu atas pertimbangan kemanusiaan. Migrasi ini berpengaruh terhadap dinamika jumlah kependudukan suatu negara baik bagi yang mengungsi ataupun negara tujuan pengungsian. Selain itu, menimbulkan interaksi sosial, seperti simpati dan empati antarpengungsi dan penduduk setempat daerah pengungsian.
c. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Budaya di Negara-Negara ASEAN
Kebudayaan adalah salah satu di antara 3 (tiga) pilar utama ASEAN dalam proses mengarah ke tujuan membangun komunitas pada tahun 2015. Konferensi ke-6 Menteri Kebudayaan dan Kesenian ASEAN di Kota Hue, Vietnam dengan tema “Meningkatkan peranan kebudayaan terhadap perkembangan yang berkesinambungan dari komunitas ASEAN” tanggal 19-20 April 2014, menegaskan tekad semua negara ASEAN tentang satu komunitas bersama, visi bersama, dan jati diri bersama.
Beberapa aktivitas lain yang dilakukan sebagai dampak pengaruh perubahan komitmen kebudayaan ASEAN antara lain sebagai berikut.
1) Festival Budaya ASEAN (FBA) Festival Budaya ASEAN 2013 digelar di Kota Purwakarta, Jawa Barat, tanggal 29 Juni 2013. Kegiatan itu diikuti sembilan negara, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam dan tuan rumah Indonesia. Festival ini merupakan ajang memperkenalkan kebudayaan Kota dan Kabupaten Purwakarta ke masyarakat ASEAN, juga merupakan ajang mempertautkan dan memperkenalkan kebudayaan sesama negara ASEAN. Bagi Indonesia, kegiatan ini merupakan salah satu cara memperoleh devisa dari sektor pariwisata.
2) Perkemahan Budaya Serumpun ASEAN Perkemahan budaya serumpun adalah kegiatan perkemahan budaya negaranegara ASEAN yang diprakarsai tiga negara, yaitu Indonesia–Malaysia–Brunei Darussalam. Kegiatan ini bertujuan menanamkan dan meningkatkan pemahaman penghayatan nilai-nilai budaya bangsa serumpun demi menciptakan ketahanan budaya
3) Industri Musik Musik merupakan salah satu hasil dari budaya. Saat ini, musik sudah menjadi salah satu cabang industri yang dapat dinikmati oleh siapa pun dan di manapun. Di Asia Tenggara, jenis musiknya beragam. Di Indonesia, salah satu musik khasnya adalah musik dangdut. Perkembangan industri musik sangat maju. Konser, festival musik, dan berbagai even lainnya menunjukkan hal tersebut.
d. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Politik di Negara-Negara ASEAN
Beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain:
1) Sengketa Perbatasan Wilayah Masalah perbatasan wilayah telah menjadi persoalan di beberapa negara ASEAN, seperti kasus Pulau Natuna, kasus Sipadan dan Ligitan, kasus Kepulauan Spratly, dan Kuil Preah Vihear, dan Pulau Pedra Branca.
2) Pekerja Migran
Pesatnya laju globalisasi meningkatkan jumlah pekerja migran dari berbagai negara.
Beberapa kasus pekerja migran yang menjadi perhatian negara-negara ASEAN antara lain kerja paksa tenaga asing dengan biaya murah dan perdagangan pekerja rumah tangga migran.
Beberapa negara ASEAN menawarkan untuk menyusun peraturan terkait sistem rekrutmen, penempatan kerja, dan besaran upah yang diberikan.
Penguatan kerangka kebijakan regional bagi perlindungan pekerja migran: Fokusnya adalah bantuan teknis kepada Kelompok Kerja ASEAN tentang Pekerja Migran, yang terdiri dari serikat pekerja, organisasi nonpemerintah, organisasi pekerja migran dan akademisi, untuk melakukan advokasi, lobi, menyusun rancangan dan menyelenggarakan konsultasi regional dan nasional mengenai Deklarasi ASEAN dan suatu Instrumen ASEAN yang bersifat mengikat bagi Perlindungan Tenaga Kerja Migran, sebagaimana ditetapkan dalam mandat Rencana Aksi Vientiane ASEAN.
Penguatan Aliansi Regional bagi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (Migran) (ADWA): Fokusnya adalah mendukung jejaring nasional pekerja migran dan pekerja rumah tangga migran dalam membentuk Aliansi Pekerja Rumah Tangga Asia di tingkat regional (Asian Domestic Workers Alliance/ADWA) untuk mengadvokasi kesetaraan hak asasi manusia dan perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja rumah tangga di Asia.
e. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Pendidikan di Asia Tenggara Ketimpangan mutu pendidikan antarnegara anggota ASEAN menjadi salah satu kendala terbesar ASEAN. Dari 10 negara ASEAN, terdapat 7.446 perguruan tinggi dengan mutu pendidikan yang berbeda-beda. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri ASEAN dalam bidang pendidikan.
Secara khusus menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, pemerintah Indonesia berupaya memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan melakukan reformasi menyeluruh dalam sistem pendidikan. Contohnya, meningkatkan mutu pendidik baik bagi dosen atau guru melalui proses sertifikasi, akreditasi, standarisasi pendidikan, peningkatan gaji dan kesejahteraan pendidik, serta rekrutmen pendidik yang profesional.
4. Upaya-upaya Meningkatkan Kerja Sama di Antara Negara-Negara ASEAN
Melalui Tiga Pilar ASEAN dalam rangka pembentukan Masyarakat ASEAN tahun 2015 terus ditingkatkan. Tiga pilar tersebut yaitu kerja sama dalam bidang politikkeamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Peningkatkan kerja sama tersebut memerlukan dorongan antara lain kekompakan, konsistensi, keterbukaan, rasa “ke-kekita-an” (we feeling), saling menghormati dan kesetiakawanan sosial (a caring and sharing community), serta dinamis dalam menjalani kerja sama.
Kerja sama yang dibangun harus berfokus pada masyarakat (people-centered approach) dalam berbagai sektor (multisektor).
Pertemuan ke-1 ASEAN Ministerial Meeting on Women di Vientiane, Laos, 1619 Oktober 2012 telah mengadopsi Vientiane Declaration on Enhancing Gender Perspective and ASEAN Women’s Partnership for Environmental Sustainability.
Deklarasi tersebut merupakan komitmen ASEAN untuk meningkatkan:
a. Pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam bidang lingkungan;
b. Akses, kepemilikan, dan kontrol terhadap sumber daya; dan
c. Pembuatan kebijakan, strategi, dan program mengenai lingkungan berkelanjutan untuk perempuan terutama yang berasal dari kelompok rentan.
C. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan terhadap Kehidupan di Negara-Negara ASEAN
Interaksi antar negara adalah suatu hal yang kerap kali digelar dengan tujuan tertentu dan interaksi sangat perlu dilakukan untuk menjalin kerjasama di berbagai bidang. Kerjasama antar negara bisa digelar antara 2 negara saja atau lebih dan hasil dari sebuah kerjasama biasanya menghasilkan satu kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat. Ada banyak faktor pendorong terjadinya interaksi seperti perbedaan sumber daya alam yang dimiliki, perbedaan kondisi wilayahnya dan faktor pendorong lainnya. Interaksi juga terdiri dari berbagai bentuk yaitu sosial, politik, pendidikan, budaya dan bentuk lainnya. Sebuah interaksi harus bersifat saling menguntungkan dan kerjasama yang dijalin harus dengan kesepakatan yang mutlak. Berikut ini beberapa contoh interaksi antar negara asean:
1. Organization Of Petroleum Exporting Countries (Opec)
Kerjasama ini terjalin antara tiga negara asia tenggara yaitu Indonesia, Singapura dan Myanmar. Kerjasama ini didasarkan dari kebutuhan masing-masing negara dan ketiga negara yang bekerja sama memiliki kesamaan sebagai penghasil minyak bumi. Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial antar negara adalah adanya kesamaan kebutuhan dan dasar dari kerjasamanya harus saking menguntungkan. Pada kerjasama ini Indonesia melakukan ekspor hasil pertanian ke Singapura, Indonesia juga melakukan impor beras ke Singapura dan Myanmar.
2. ASEAN Convention On Counter Terrorism (Acct)
Kerjasama ini dilakukan Indonesia dengan berbagai negara di Asean dan tujuan dari kerjasama ini adalah untuk melakukan pemberantasan terorisme yang sangat mengancam. Salah satu faktor penyebab masalah sosial yang terjadi akibat terorisme adalah adanya ketakutan yang dirasakan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan dengan kerjasama ini langkah para teroris tidak akan terlalu bebas untuk melakukan teror di negara-negara Asean. Ada banyak faktor perubahan sosial yang terjadi dengan adanya tindak terorisme dan hal ini membuat ancaman terorisme sangatlah berbahaya.
3. Southeast Asian Games (Sea Games)
Sea Games adalah ajang pesta olahraga asia tenggara dan ajang ini sudah berlangsung sangat lama. Semua peserta ajang olahraga ini adalah anggota asia tenggara dan proses terjadinya interaksi sosial dalam kerjasama ini terbentuk atas dasar olahraga. Ajang ini mempertandingkan banyak sekali cabang olahraga dan sampai dengan saat ini anggota sea games terdiri dari 11 negara. Salah satu cabang olahraga yang paling bergengsi di ajang ini adalah sepak bola, karena olahraga ini memiliki banyak sekali penggemar di seluruh dunia.
4. ASEAN Tourism Agreement (Ata)
Kesepakatan antar negara asean ini terjadi di bidang pariwisata dan kerjasama ini dibentuk agar ada keuntungan yang akan dihasilkan Indonesia. Ada banyak pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial, karena dengan adanya interaksi yang terjadi harus ada sebuah lembaga yang mengurus interaksinya. Dengan adanya kerjasama ini banyak orang luar negeri yang datang ke Indonesia untuk melakukan kegiatan liburan dan hal ini akan meningkatkan perekonomian kerakyatan. Ada banyak syarat terjadinya aktivitas sosial yang harus dipenuhi dalam menjalankan suatu kerjasama dan contoh masalah sosial yang sering terjadi akibat dari sebuah kerjasama yang gagal adalah terjadinya peperangan yang merugikan rakyat.
1. Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang akibat Faktor Alam
Kondisi alam dan kondisi social Negara-negara ASEAN yang relative homogeny dan saling membutuhkan memudahkan interaksi antara satu Negara dan Negara yang lain. Interaksi ini terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang. Banyak factor yang menimbulkan berbagai bentuk interaksi antara negara tersebut, antara lain factor iklim dan factor geologi.
a. Faktor Iklim
lokasi Indonesia yang berada di antara benua Asia dan Australia mennyebabkan wilayah ini memiliki pola araha angin yagn berganti setiap setengan tahun sekali. Angin ini dinamakan angin muson timur dan angin muson barat, masing-masing menyebabkan terjadinya musim kemarau dan musim hujan. Iklim yang dipengaruhi tiupan angin muson dinamakan iklim muson. Selain iklim matahari dan iklim muson, wilayah Negara-negara ASEAN juga dipengaruhi iklim fisis. Iklim fisis dipengaruhi keadaan fisik suatu wilayah, seperti perairan laut, pegunungan, dan dataran.
Negara-negara ASEAN terkadang mengalami perubahan iklim yang tidak terprediksi, sebagai akibat adanya perubahan pola penggunaan lahan dan perilaku yang menimbulkan pemanasan global. Perubahan iklim ini memicu terjadinya bencana alam klamatik atau bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan factor-faktor iklim.
Dalam upaya menanggulangi bencana dikawasan Asia tenggara, ASEAN melakukan kerja sama antarnegara anggotanya. Contoh kerja sama ASEAN dalam menanggulangi bencana klamatik, yaitu ketika terjadi kebakaran hutan yang hebat di Sumatra tahun 2015, Malaysia dan singapura atas nama ASEAN memberikan bantuan peminjaman pesawat pemadam kebakaran. Indonesia dan beberapa Negara ASEAN lain memebnatu Filipina yang mengalami bencana badai Haiyan tahun 2014.
Berdasarkan kondisi iklim matahari, fisis, ataupun muson, hampir seluruh Negara ASEAN memiliki kesamaan kondisi. Kondisi iklim yang sama ini membuat Negara-negara ASEAN ini bahu membahu untuk saling membantu.
b. Faktor Geologi
Berdasarkan factor-faktor yang berkaitan dengan kondisi geologi seperti kondisi tanah dan batuan penyusunnya di bumi, Negara-negara ASEAN berada di daerah tumbukan antarlempeng. Pergerakan lempeng yang bertumbukan menyebabkan terjadinya bencana geologis, seperti gempa bumi. Apabila terjadi diluat atau memengaruhi pergerakan gelombang laut, gempa bumi dapat menimbulkan bencana Tsunami.
Setidaknya 4 dari sebelas Negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar, pernah mengalami kejadian gempa yang merenggut korban jiwa sangat banyak. Sebagian besar korban di akibatkan karena tsunami yang terjadi setelah gempa berlangsung. Korban tsunami yang menggemparkan dunia terjadi diwilayah Indonesia, yaitu di Aceh pada tahun 2006. Sama seperti kejadian bencana lain, Negara-negara ASEAN sebagai organisasi ataupun Negara-negara tetangga melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan, maupun donasi untuk perbaikan lingkungan dalam masa pemulihan.
c. Faktor Ketersediaan Sumber Daya Alam
Pernahkan kalian mengamati daerah tempat tinggal kalian? Apakah ada sesuatu yang dimiliki oleh daerah tempat tinggal kalian? Kondisi yang kalian rasakan sama seperti ketersediaan sumber daya alam yang ada di Negara-negara ASEAN.
Sebagai contoh hampir semua nerara-negara ASEAN memiliki sumber daya alam berupa barang tambang, kecuali singapura. Negara Singapura yang wilayahnya sangat sempit memiliki keterbatasan sumber daya alam barang tambang, tetapi menguasai perdagangan dan industry. Negara-negara ASEAN yang lain juga melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing Negara.
Setiap barang tambang memiliki kegunaan tertentu untuk menunjang kehidupan masyarakatnya. Sumber daya alam tidak hanya berupa barang tambang. Sumber daya lama hayati dan nonhayati lainnya dapat di jumpai dinegara-negara ASEAN. Hutan dan laut merupakan contoh lain sumber daya alam yang dimiliki hampir semua Negara ASEAN. Hutan, laut, dan barang tambang merupakan sumber daya alam yang banyak dieksplorasi untuk menunjang kehidupan setiap Negara. Indonesia memiliki hutan paling luas di antara Negara-negara lain. Namun, laju kerusakan hutan atau deforestasi di Indonesia juga paling tinggi di antara neara-negara ASEAN lainnya. Hasil hutan dari Indonesia dan Negara-negara ASEAN lainnya digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan Negara. Salah satu tujuan ekspornya yaitu kenegara industry seperti singapura.
Perairan laut di kawasan Negara-negara ASEAN banyak dieksplorasi untuk menghasilkan devisa atau pendapatan Negara. Perikanan, mutiara, rumput laut sampai barang tambang merupakan contoh eksplorasi perairan laut sebagai sumber daya alam. Saat ini, perairan laut banyak yang dikelola sebagai tempat wisata.
Tidak semua sumber daya yang diperlukan suatu Negara tersedia di Negara tersebut. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhannya, Negara-negara anggota ASEAN melakukan pertukaran sumber daya alam dalam kegiatan jual beli. Kegiatan jual beli dan pertukaran sumber daya ala mini merupakan bentuk interaksi antarnegara-negara ASEAN dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang
Perkembangan ilmu dan teknologi telah berpengaruh terhadap berbagai spek kehidupan manusia. misalnya ilmu yang menghasilkan teknologi komunikasi mengurangi jarak dan waktu dalam berinteraksi antar pihak. teknologi yang memiliki peranan besar dalam mengubah kehidupan manusia untuk berinteraksi adalah teknologi transportasi dan teknologi komunikasi. Teknologi transportasi digunakan untuk memindahkan barang dan manusia. Teknologi komunikasi dimanfaatkan untuk bertukar informasi. teknologi produksi digunakan untuk memproduksi sandang, pangan dan papan.
a. Teknologi Transportasi
Saat ini, berbagai macam bentuk alat transportasi dapat dijumpai baik itu didarat maupun dilaut dan juga udara. Ilmu dan pengetahuan yang semakin luas telah memungkinkan berbagai macam alat transportasi yang nyaman, cepat, dan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Kereta cepat monorel, Pesawat terbang, dan speed boat terus mengalami perbaikan demi kenyamanan penggunanya. Namun demikian, alat transportasi tradisional yang belum menggunakan mesin masih dapat di jumpai dan bertahan sampai saat ini di Negara-negara ASEAN, seperti pedati, delman, dan becak.
Adanya perkembangan ilmu teknologi transportasi membawa perubahan aktivitas menusia yang berakibat ada perubahan tata ruang kehidupan. Jumlah orang Indoneisa yang pergi ke Malaysia dan Singapura atau sebaliknya meningkat setiap tahunnya. pesawat bukan lagi alat transportasi yang mahal. Perkembangan sarana transportasi membutuhkan ruang sebagai sarana ataupun prasarana. Semakin banyak alat tansportasi di darat, di laut ataupun di udara, sarana dan prasarana penunjang seperti perluasan jalanm terminal, benadara, dermaga pelabuhan juga semakin mendesak pembangunannya.
b. Teknologi Komunikasi
Komunikasi merupakan cara manusia saling berhubungan atau berinteraksi. Cara berkomunikasi pertama kali diajarkan oleh ibu kepada anaknya. Bahasa yang diajarkan ibu kepada anaknya dinamakan bahasa ibu. Bahasa ibu dapat berupa bahasa Indonesia, bahasa Melayu, bahasa Inggris, atau bahasalainnya.
Ilmu pengetahuan telah berjasa mengubah perkembangan teknologi komunikasi menjadi semakin canggih. Teknologi komunikasi memungkinkan informasi dapat menyebar luas dalam waktu yang sangat singkat. Berbeda dengan keadaan pada masa lalu ketika komunikasi masih menggunakan surat yang membutuhkan waktu lama untuk sampai pada tujuan. Perkembangan teknologi komunikasi sangat menguntungkan karena dapat mengurangi jarak dan waktu.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi komunikasi dapat juga membawa kerugian, antara lain mengurangi intensitas interaksi secara langsung antarmasyarakat. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di Negara-negara ASEAN sebagai akibat perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi dapat dilihat dalam berbagai aspek, baik itu aspek sosial, ekonomi, budaya, maupun keamanan.
1. Aspek Sosial
a. Bertambahnya jumlah penduduk dalam waktu singkat
b. Kebutuhan transportasi massal semakin tinggi untuk menghindari kemacetan
c. Maraknya perdagangan manusia
d. Kerjasama laur negeri semakin mudah
2. Aspek Ekonomi
a. Bertambahnya pendapatan negara dari pajak dan pendapatan dari sewa tempat tinggal akibat munculnya pusat-pusat aktivitas masyarakat, seperti perbelanjaan, wisata, dan tempat tinggal yang diperlukan pendatang.
b. Nilai barang lokal meningkat seiring permintaan mata uang asing.
c. Barang-barang asing semakin mudah di jangkau.
3. Aspek Budaya
a. Terjadi akulturasi budaya secara sadar maupun tidak
b. Perubahan sistem nilai dan norma
c. Terjadinya kecenderungan gaya hidup hedonis
d. Aliran-aliran yang bertentangan dengan budaya semakin mudah masuk.
4. Aspek Keamanan
a. Gangguan kondisi keamanan suatu negara semakin rentan
b. Narkotika dan obat terlarang semakin mendapatkan tempat
c. Jaringa kelompok perusuh antarnegara semakin mudah diorganisir.
3. Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi
Negara-negara anggota ASEAN mulai menerapkan AFTA (ASEA Free Trade Area) dalam kehiduapn internasionalnya. Secara ekonomis, pemberlakuan AFTA akan menjadikan kegiatan ekonomi lebih meluas. Produsen beras seperti Thailand dapat dengan mudah mengekspor produknya ke Singapura, Indonesia, dan negara anggota ASEAN lainnya tanpa dibebani pajak, begitupun sebaliknya. Pilihan konsumsi pun semakin banyak, baik kualitas maupun harganya. Kerja sama Negara-negara ASEAN ini mendorong terjadinya perubahan tatanan kerja sama antarnegara dalam bidang ekonomi.
Kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen atau pelaku kegiatan produksi suatu negara ASEAN akan dapat dengan mudah dipasarkan kenegara lain dalam lingkup ASEAN. Contoh, Indonesia dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh petani di Thailand dan Myanmar. Produk elektronik Singapura dapat lebih mudah diperoleh olah masyarakat di Negara ASEAN.
Kerja sama ASEAN menjadikan proses distribusi menjadi lebih jauh jangkauannya. Barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen sampai ketangan masyarakat (konsumen) melalui distributor. Perkembagnan teknologi transportasi dapat memperpendek jarak dan waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikan barang atau jasa sampai ketangan konsumen. lautan luas tidak lagi manjadi penghalang, kemudahan distribusi ini sangat menguntungkan pelaku kegiatan ekonomi dalam mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
AFTA memungkinkan setiap orang di Negara-negara ASEAN untuk dapat mengkonsumsi barang-barang produk luar negeri.
4. Pengaruh Konvensi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang
Pernahkah kalian mendengar negara Singapura melakukan reklamasi untuk memperluas daratan? Reklamasi adalah alih fungsi lahan pantai menjadi daratan. Reklamasi tersebut disebut salah satu bentuk alih fungsi lahan yang disebut konversi lahan. Biasanya, mengubah area pertanian menjadi area dengan kegunaan lain, misalnya menjadi pemukiman atau industry. Konversi lahan menjadi fenomena yang sering dijumpai di negara – negara ASEAN.
Konversi lahan pertanian sering terjadi di negara – negara ASEAN dengan laju pertumbuhan penduduk relative tinggi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja dan Filipina. Konversi terjadi terutama di daerah pinggiran kota ataupun area persawahan yang letaknya berdekatan dengan fasilitas umum, seperti di dekat pasar. Konversi lahan pertanian bersifat menular, artinya ketika satu petak lahan telah dikonversi, lahan pertanian di sekitar petak tersebut juga rawan dikonversi. Hal ini berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
a. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri.
Konversi lahan pertanian menjadi lahan industry banyak terjadi di negara – negara sedang berkembang, seperti negara – negara ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi lahan industry banyak terjadi di pinggir kota. Biasanya, pemilik perusahaan mendirikan industry disana karena beberapa alasan, diantaranya sebagai berikut:
1. Pembangunan industry lebih memilih lahan yang strategis. Sebagian besar lahan strategis tersebut merupakan lahan pertanian.
2. Harga lahan pertanian relative lebih murah dibandingkan dengan lahan terbangun.
3. Pembangunan industry memilih akses yang lebih mudah.
4. Industri dibangun dekat dengan bahan baku lahan pertanian menjadi pilihan yang baik.
5. Faktor sosial dan budaya hukum waris. Konversi lahan pertanian menjadi industry mengakibatkan petani terusir dari tanah mereka digantikan oleh uang. Awalnya petani dipedesaan mempunyai tanah, namun kemudian mereka menjadi petani gurem dan tak bertanah. Kondisi ini mempengaruhi system dan budaya hukum warsis yang berorientasi pada nilai uang. Anak – anak petani tidak lagi diwarisi lahan pertanian, tetapi diganti dengan pembagian uang hasil penjualan lahan pertanian.
Penggunaan lahan dalam pembangunan industry memerlukan perhatian beberap negara industry. Pasalnya, tidak semua industry yang akan atau sudah dibangun berada di lahan yang tepat dan tidak menempati lahan produktif seperti lahan pertanian. Berbagai masalah akan timbul akibat konversi lahan dari lahan pertanian menjadi industry, antara lain:
1. Lahan pertanian berkurang, yang membuat produktivitas pangan dari pertanian menurun.
2. Lahan pertanian sekitar industry berpotensi terkena imbas pencemaran akibat limbah atau polusi dari industry baik tanah, air maupun udara.
3. Konversi lahan itu menular, yang mengancam ketersediaan lahan pertanian.
b. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman.
Permukiman menjadi kebutuhan pokok manusia. Semakin banyak jumlah manusia, area pemukiman yang dibutuhkan juga semakin luas. Kondisi ini terjadi juga di negara – negara anggota ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi pemukiman marak dilakukan di negara – negara ASEAN.
Konversi lahan pertanian menjadi pemukiman pasti akan menimbulkan dampak, sama seperti konversi lahan pertanian menjadi lahan industry. Biasanya, selalu berdampak negatif apabila dilihat dari sisi fungsi lahan pertanian itu sendiri. Adapun dampak negatifnya itu adalah sebagai berikut:
1. Luas lahan pertanian semakin berkurang sehingga produktivitas pangan semakin kecil.
2. Petani dan buruh tani kehilangan mata pencahariannya.
3. Hilangnya lahan ruang terbuka hijau (RTH).
4. Berkurangnya lahan resapan air.
Konversi lahan identic dengan perubahan kondisi ruang. Konversi lahan tidak dapat dicegah karena kebutuhan manusia akan ruang tidak dapat dihindari. Mencegah konversi lahan bisa jadi menghambat pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, konversi lahan pertanian harus tetap terjadi. Meskipun demikian, kita harus mengawasi konversi lahan yang terjadi, jangan sampai mengganggu keseimbangan alam, ekosistem dan kelangsungan hidup sebagian warga negara.
3.2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
BAB II
PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN
A. Mobilitas Sosial
1. Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis, yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ketempat yang lain. Kata sosial pada istilah tersebut mengandung makna seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu kelapisan yang lain.
Beberapa contoh lain mobilitas social dalam kehidupan masyarakat kita, misalnya seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang; seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil, lalu membuka usaha lain, namun gagal dan akhirnya jatuh miskin.
Kalian bisa melihat dan menontol video tentang pengertian mobilitas sosial lewat link ini https://www.youtube.com/watch?v=kocNrLxNVQI.
2. Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial
Berdasarkan bentuknya, mobilitas social dibedakan atas mobilitas sosial vertical dan mobilitas sosial horizontal.
Mobilitas social positif/naik yaitu perubahan atau dampak yang akan lebih mempercepat tingkat perubahan social masyarakat kearah yang lebih baik. Mobilitas social negatif/turunya itu perubahan atau dampak yang akan lebih mempercepat tingkat perubahan social masyarakat kearah yang lebih buruk.
a. Mobilitas Vertikal
Mobilitas social vertical adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan social kekedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ketingkat yang lebih tinggi (social climbing) maupun turun ketingkat lebih rendah (social sinking).
1) Mobilitas Vertikal ke Atas (Social Climbing) Sosial climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang atau naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi.
2) Mobilitas Vertikal ke Bawah (Social sinking) Social sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses social sinking sering kali menimbulkan gejolak kejiwaan bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya.
b. Mobilitas Horizontal
Mobilitas horizontal adalah perpindahan status social seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama.
3. Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial
Terdapat beragam faktor yang mendorong dan terjadinya mobilitas sosial, yaitu:
a. Faktor Struktural
b. Faktor Individu
Setiap individu memiliki perbedaan dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dua orang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relatif setara belum tentu menjadi berhasil dalam melaksanakan mobilitas sosial keatas. Hal ini disebabkan keberhasilan individu sangat ditentukan sikap dan perilaku individu tersebut.
c. Faktor Sosial
Setiap perjuangan diawali dari ketidakpuasan. Ketidakpuasan akan status social mendorong manusia untuk terus berjuang segigih-gigihnya. Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya. Saat ia dilahirkan, tidak ada satu manusia pun yang dapat memilih status. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya, ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi.
d. Faktor Ekonomi
Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Keadaan ekonomi yang baik memudahkan individu dan kelompok melakukan mobilitas sosial.
e. Faktor Politik
f. Kemudahan dalam Akses Pendidikan
Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya. Sebaliknya, kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.
Adapun faktor-faktor yang menghambat mobilitas sosial antara lain:
a. Kebudayaan
Kebudayaan dalam suatu masyarakat mampu menjadi penghambat terjadinya mobilitas sosial. Kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan yang bersifat tradisional. Lain halnya dengan masyarakat modern. Dalam masyarakat modern justru memberikan peluang terjadinya mobilitas sosial sebagai akibat kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi.
b. Lingkungan Asal
Keterbukaan lingkungan asal akan mempercepat terjadinya mobilitas sosial. Namun sebaliknya, apabila di lingkungan asal bersifat tertutup maka akan memperlambat mobilitas sosial.
c. Tradisi
Dalam suatu masyarakat tentunya memiliki tradisi masing-masing. Di mana tradisi ini digunakan sebagai patokan-patokan atau pedoman dalam bertingkah laku. Jika dalam tradisi masyarakat masih menganut pahampaham kolot besar kemungkinan mobilitas tidak terjadi.
d. Ekonomi
Dalam hal ini keadaan ekonomi yang serba kekurangan akan sulit untuk mengikuti dan menyesuaikan dengan kedudukan yang dimasukinya.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mobilitas sosial, yaitu:
a. Status Sosial
Status sosial tidak terlepas dari pembawaan yang dimiliki oleh orang tuanya. Oleh karena itu, apabila seorang anak tidak merasa puas dengan kedudukan orang tuanya, ia dapat berusaha untuk meraih kedudukan yang lebih tinggi daripada orang tuanya.
b. Keadaan Ekonomi
Mobilitas sosial geografis sering terjadi apabila sumber daya alam di daerah padat penduduk sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan untuk hidup. Sehingga penduduk cenderung mencari lahan subur di daerah lain melalui migrasi atau perpindahan antar wilayah.
c. Situasi Politik
Apabila situasi politik suatu wilayah negara tidak menjamin terhadap keamanan penduduk, mobilitas sosial akan terjadi, mereka akan berpindah mencari daerah yang aman.
e. Motif-motif Keagamaan
Adanya kelompok-kelompok yang menekan terhadap umat beragama lainnya mengakibatkan kelompok-kelompok yang merasa tertekan tersebut memilih untuk mengadakan mobilitas sosial.
f. Masalah Kependudukan
Semakin sempitnya lahan permukiman mendorong orang untuk mencari tempat-tempat atau wilayah yang masih memungkinkan untuk bermukim.
g. Keadaan Ekonomi
Mobilitas sosial geografis sering terjadi apabila sumber daya alam di daerah padat penduduk sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan untuk hidup. Sehingga penduduk cenderung mencari lahan subur di daerah lain melalui migrasi atau perpindahan antar wilayah.
h. Situasi Politik
Apabila situasi politik suatu wilayah negara tidak menjamin terhadap keamanan penduduk, mobilitas sosial akan terjadi, mereka akan berpindah mencari daerah yang aman.
i. Motif-motif Keagamaan
Adanya kelompok-kelompok yang menekan terhadap umat beragama lainnya mengakibatkan kelompok-kelompok yang merasa tertekan tersebut memilih untuk mengadakan mobilitas sosial.
j. Masalah Kependudukan
Semakin sempitnya lahan permukiman mendorong orang untuk mencari tempat-tempat atau wilayah yang masih memungkinkan untuk bermukim.
k. Keinginan Melihat Daerah Lain
Muncul gagasan untuk melihat daerah lain menimbulkan ide terjadinya mobilitas secara geografis. Selain itu juga memungkinkan terjadinya perpindahan masyarakat dari suatu laporan sosial ke laporan sosial yang lain dengan cara alih potensi dengan membandingkan besarnya pendapatan atau gaji yang lebih besar.
4. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial
Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial vertikal mempunyai saluran-saluran dalam masyarakat. Proses mobilitas sosial vertikal melalui saluran-saluran tersebut disebut sebagai social circulation.
Saluran-saluran mobilitas vertikal, antara lain angkatan bersenjata, lembaga negara, sekolah, organisasi politik, ekonomi, dan keahlian
a. Angkatan Bersenjata
Angkatan bersenjata berperan dalam masyarakat dengan sistem militerisme. Misalnya, dalam keadaan perang. Suatu negara akan mengharap kemenangan dari suatu peperangan. Jasa seorang prajurit akan dihargai tinggi oleh masyarakat. Karena jasanya pula ia akan meningkat ke kedudukan yang lebih tinggi.
b. Lembaga Keagamaan
Dalam lembaga keagamaan setiap agama mengajarkan bahwa manusia mempunyai kedudukan sederajat. Misalnya, dalam sejarah Paus Gregorius VII yang jasanya sangat besar dalam pengembangan agama Katolik, dulunya hanya anak seorang tukang kayu. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa pemuka-pemuka agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orang-orang ini dari lapisan rendah dalam masyarakat.
c. Sekolah
Lembaga pendidikan merupakan saluran nyata dalam mobilitas sosial vertikal. Sekolah juga dapat dikatakan sebagai sosial elevator bergerak dari yang paling rendah ke paling tinggi. Kadang-kadang dijumpai keadaan di suatu sekolah hanya dapat menerima siswa dari suatu kelas tertentu. Sekolahsekolah memikirkan jika dimasuki oleh lapisan yang rendah akan menjadi saluran mobilitas sosial yang vertikal.
d. Organisasi Politik
Organisasi politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya. Pada masyarakat yang demokratis, lembaga pemilihan umum memegang peranan penting dalam pembentukan kepemimpinan. Organisasi-organisasi politik mempunyai peranan yang sama walaupun dalam bentuk yang lain. Supaya seseorang terpilih sebagai pemimpin, terlebih dahulu harus mampu membuktikan dirinya sebagai orang yang berkepribadian baik dan juga mempunyai wujud aspirasi-aspirasi yang baik.
e. Organisasi Ekonomi
Ekonomi dalam wujud organisasi memegang peranan yang sangat penting sebagai saluran mobilitas sosial vertikal. Misalnya, perusahaan assembling mobil, perusahaan ekspor-impor. Orang kaya selalu menduduki lapisan tinggi dalam ukuran masyarakat. Gejala ini juga dapat dilihat pada masyarakat tradisional. Dalam masyarakat tradisional sering melakukan upacara-upacara adat. Upacara-upacara adat pastilah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Orang-orang yang mampu melaksanakan upacara tersebut adalah orang-orang yang secara material mampu.
f. Organisasi-Organisasi Keahlian
Organisasi-organisasi keahlian merupakan suatu wadah yang dapat menampung individu-individu dengan masing-masing keahliannya untuk diperkenalkan dalam masyarakat. Contoh organisasi keahlian adalah himpunan sarjana ilmu pengetahuan, persatuan sastrawan, dan organisasi pelukis.
g. Perkawinan
Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. Seorang yang menikah dengan orang yang memiliki status tlebih tinggi akan dihormati karena pengaruh pasangannya.
h. Organisasi Keolahragaan
Melalui organisasi ini seseorang dapat meningkatkan statusnya ke strata yang lebih tinggi. Secara umum, cara yang digunakan untuk memperoleh status sosial dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:
- Askripsi, cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan. Misalnya gelar kebangsawanan
- Prestasi, cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tertentu dengan usaha sendiri. Cara inilah yang sekarang banyak ditempuh orang untuk mencapai status yang lebih tinggi.
Untuk memahami lebih dalam terkait dengan materi saluran-saluran mobilitas sosial saudara dapat melihat link video berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=LOGN0nG93z8.
5. Dampak Mobilitas Sosial
Gejala naik turunnya status sosial tentu memberikan konsekuensikonsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat. Konsekuensikonsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi. Reaksi ini dapat berbentuk konflik. Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas.
Menurut Horton dan Hunt, ada beberapa konsekuensi negatif dari adanya mobilitas sosial vertikal yaitu:
- Kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.
- Ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat.
- Keretakan hubungan antar anggota kelompok primer yang semula karena seseorang berpindah status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah.
Mobilitas sosial membawa dampak, baik dampak negatif maupun dampak positif.
a. Dampak Negatif
Apabila pada masyarakat terjadi mobilitas yang kurang harmonis akan timbul benturan-benturan nilai dan kepentingan sehingga kemungkinan timbul konflik.
1) Konflik antar kelas
Dalam masyarakat, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuranukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.
Contoh: demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah, menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha.
2) Konflik antar kelompok sosial
Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku, dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik.
Contoh: tawuran pelajar, perang antar kampung.
3) Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan.
Misalnya pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.
4) Penyesuaian kembali
Setiap konflik pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akan timbul penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Penyesuaian semacam ini disebut Akomodasi.
5) Berkurangnya solidaritas kelompok
Penyesuaian diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam kelas sosial yang baru merupakan langkah yang diambil seseorang yang mengalami mobilitas vertikal dan horizontal. Hal ini dilakukan agar mereka bisa diterima dalam kelas sosial yang baru dan mampu menjalangkan fungsifungsinya. Keadaan inilah yang menyebabkan orang yang pindah ke lapisan yang baru akan berkurang solidaritasnya terhadap kelas sosial yang lama.
b. Dampak Positif
Dampak positif dari mobilitas sosial adalah sebagai berikut.
1) Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.
Contohnya seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan di masa depan.
2) Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Contohnya Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan.
Berikut ini beberapa dampak positif mobilitas sosial di atas dapat diambil kesimpulannya yaitu:
a. Mendorong Seseorang untuk Lebih Maju
b. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial
c. Meningkatkan Integrasi Sosial
Dampak lain mobilitas sosial dari faktor psikologi sosial yaitu:
1) Menimbulkan ketakutan dan kegelisahan pada seseorang yang mengalami mobilitas menurun.
2) Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya (post power syndrome).
3) Mengalami frustasi atau putus asa dan rasa malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas tetapi tidak dapat mencapainya.
PROSES TERJADINYA MOBILITAS SOSIAL
1. Proses Mobilitas Sosial
Terjadinya mobilitas sosial berkaitan erat dengan hal-hal yang dianggap berharga di masyarakat. Oleh karena itu, kepemilikan atas hal-hal tersebut akan menjadikan seseorang menempati posisi atau kedudukan yang lebih tinggi. Akibatnya, dalam masyarakat terdapat penggolongan yang mempengaruhi struktur sosial. Hal-hal tersebut antara lain kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan (Soerjono Soekanto: 1987).
a. Kekayaan
Barang siapa memiliki kekayaan paling banyak, maka orang tersebut akan termasuk dalam lapisan teratas. Kekayaan dapat dilihat dari bentuk rumah, kendaraan pribadi, cara berpakaian, dan lain-lain.
b. Kehormatan
Ukuran kehormatan, mungkin terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati akan mendapat tempat yang teratas. Ukuran semacam ini banyak dijumpai pada masyarakat tradisional. Pada umumnya, mereka terdiri atas golongan tua atau pernah berjasa besar kepada masya-rakat.
c. Kekuasaan
Barang siapa memiliki kekuasaan dan wewenang terbesar, maka ia akan menempati lapisan yang tertinggi
d. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan dipakai sebagai ukuran dalam pelapisan sosial oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Akan tetapi, ukuran tersebut kadang-kadang menyebabkan terjadinya akibat-akibat yang negatif, karena ternyata bukan mutu ilmu pengetahuan yang kemudian dijadikan ukuran, akan tetapi gelar kesarjanaanlah yang dijadikan ukuran.
Hal ini mengakibatkan muncul usaha-usaha untuk mendapatkan gelar meskipun dengan cara yang tidak halal. Hal-hal tersebut yang menjadikan pelapisan sosial muncul dalam masyarakat. Sebagai contohnya, dalam masyarakat yang menghargai kekayaan material, maka semakin banyak kekayaan material yang dimilikinya semakin membuat seseorang menempati posisi yang tinggi.
Dalam setiap lapisan masyarakat terdapat hak-hak dan kewajiban yang harus dilakukan. Oleh karena itu, setiap masyarakat harus menempatkan individu pada tempat-tempat tertentu dalam struktur sosial dan mengharuskan mereka untuk melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Individu bersedia melaksanakan kewajiban sesuai dengan posisinya, maka masyarakat memberikan balas jasa yang berupa pangkat dan kedudukan. Ketika individu melakukan kewajibannya, secara langsung individu tersebut mendapat hakhak yang biasanya akan mempermudah kehidupannya. Hak-hak dan kewajiban individu dalam suatu masyarakat tergantung pada penempatan individu itu dalam pelapisan masyarakat. Semakin tinggi kedudukan sosial seseorang dalam pelapisan masyarakat, maka hak-hak yang diperolehnya semakin mempermudah kehidupannya. Contoh, anggota DPR, dengan menduduki jabatan tersebut individu akan memperoleh hak-hak tertentu yang akan mempermudah kehidupannya.
Oleh karena itu, banyak orang
berlomba-lomba mencapai posisi teratas. Namun demikian, untuk mencapai
kedudukan sosial tertinggi dibutuhkan kemampuan dan juga kerja keras. Tidak
banyak individu yang dapat memenuhi syarat. Bahkan hanya segolongan kecil dalam
masyarakat. Oleh sebab itu, pada umumnya jumlah warga lapisan atas (upper
class) tidak terlalu banyak apabila dibandingkan dengan lapisan menengah
(middle class) dan lapisan bawah (lower class). Lapisan sosial tersebut
terlihat dalam skema di samping. Pada umumnya, golongan yang berada dalam
lapisan atas, dianggap memiliki kedudukan tinggi yang bersifat kumulatif.
Artinya mereka yang memiliki banyak harta akan mudah memperoleh kekuasaan atau
kehormatan.
B. Pluralitas Masyarakat Indonesia
Beberapa agama dan kepercayaan dapat ditemukan diberbagai wilayah Indonesia. Indonesia juga memiliki banyak suku bangsa. Itulah sebabnya Indonesia kaya dengan budaya atau adat istiadat. kondisi geografis dan sosial Indonesia juga mempengaruhi berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu kita dapat menemukan berbagai pekerjaan masyarakat Indonesia di berbagai tempat.
Kekayaan dan keanekaragaman masyarakat Indonesia baik suku, agama, ras, pekerjaan dan lain-lain menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia itu bersifat plural. Kata “Plural” berasal dari Bahasa Inggris yang artinya “Jamak”, sedangkan “Pluralitas” berarti kemajemukan. Pluralitas masyarakat Indonesia memiliki arti yang sama dengan kemajemukan masyarakat Indonesia.
Selain istilah pluralitas, Kalian juga menemukan istilah lain yang berhubungan yang berarti “banyak” (lebih dari dua) dan “Culture” artinya kebudayaan. masyarakat multicultural adalah masyarakat yang memiliki lebih dari dua kebudayaan. Masyarakat multicultural tersusun atas berbagai budaya yang menjadi sumber nilai bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat pendukungnya. Keragaman budaya tersebut berfungsi untuk mempertahankan identitas dan integritas sosial masyarakatnya.
1. Perbedaan Agama
Setiap agama memiliki tuntunan cara persembahyangan yang berbeda. Setiap umat beragama memiliki tempat ibadah dan melaksanakan kegiatan upacara keagamaan atau persembahyangan. Kita perlu memahami berbagai kegiatan ibadah agama selain yang kita anut.
Hal ini sangat penting agar dalam diri kita tumbuh sikap saling memahami dan menghargai atau bertoleransi. Sebagai contoh, Ketika Umat Islam melaksanakan Salat Idul Fitri di lapangan, umat beragama lain perlu memahami bahwa kegitan tersebut dilapangan tersebut merupakan upacara keagamaan / persembahyangan. Tentu saja, hanya pemeluk agama Islam yang melaksanakan kegiatan Shalat Idul Fitri. Namun demikian, pemeluk agama lain membantu menciptakan suasana agar Shalat berlangsung aman dan nyaman. Toleransi dalam beragama bukan berarti kita mencampuradukkan ajaran agama, tetapi saling menghormati dan membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan umat beragama lain dalam beribadah.
a. Agama Islam.
Pada saat ini, Agama Islam merupakan agama yang dipeluk sebagian besar masyarakat Indonesia. menutur sensus tahun 2010, sebanyak 87,2 % penduduk Indonesia beragama Islam. Agama Islam diperkirakan telah sampai di Indonesia pada abad VII yang kemudian diikuti perkembangan kerajaan – kerajaan bercorak Islam di Indonesia. Sebelum kedatangan Islam di Indonesia telah berkembang agama Hindu dan Buddha sejak sekitar abad IV M.
Umat Islam memilki beberapa hari besar yang dirayakan setiap tahun seperti Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. hari Jum’at juga merupakan hari penting bagi umat Islam. Pada hari Jum’at semua laki – laki wajib melaksanakan ibadah Shalat Jum’at secara berjamaah di Masjid. Selain itu Umat Islam juga memiliki beberapa hari penting yang selalu diperingati, seperti hari raya tahun baru hijrah, hari kelahiran mauled Nabi Muhammad SAW dan hari turunnya wahyu Al – Qur’an.
b. Agama Kristen Protestan.
Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa Kolonial Belanda (VOC) sekitar abad XVI. Pada Abad XX, Kristen Protestan berkembang sangat pesat, yang ditandai dengan kedatangan para misionaris dari Eropa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti wilayah barat Papua, Sumatra Utara, Sulawesi Utara dan Jawa.
c. Agama Kristen Katolik.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa agama Kristen Katolik telah masuk ke Indonesia tepatnya di Sumatra Utara sekitar abad VIII. namun pendapat tersebut belum didukung bukti – bukti yang kuat. Bukti yang paling kuat kedatangan agama Kristen Katolik bersamaan dengan penjelajahan Bangsa – bangsa Barat ke Indonesia. Kristem Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang diperkuat dengan kedatangan bangsa Spanyol.
Salah satu tujuan Portugis ke Indonesia adalah menyebarkan agama Katolik Roma di Indonesia, yang dimulai di Kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membaptis ribuan penduduk setempat. Selanjutnya, para misionaris giat menyebarkan agama Katolik ke berbagai wilayah Indonesia.
Hari raya umat Kristen Katolik adalah Hari Natal, yang diperingati setiap tanggal 25 Desember. Selain itu, umat Katolik memiliki beberapa hari penting yang juga selalu diperingati, misalnya hari Raya Paskah dan Hari Raya Kenaikan Isa Almasih.
d. Agama Hindu.
Agama Hindu diperkirakan telah masuk ke Indonesia sejak awal abad Masehi. Beberapa upacara keagamaan pada hari – ahri penting agama Hindu misalnya hari raya Galungan, hari raya nyepi dan hari Saraswati. Agama hindu kaya akan berbagai upacara atau tradisi keagamaan. Tradisi – tradisi warisan agama dan kebudayaan agama hindu juga mempengaruhi kebudayaan Indonesia yang masih berkembang hingga kini.
e. Agama Buddha.
Perkembanga agama Buddha diperkirakan terjadi bersamaan dengan perkembangan agama Hindu. Kerajaan Sriwijaya di Sumatra merupakan salah satu pusat studi agama Buddha di Asia Tenggara. Banyak sarjana dari Tiongkok dan bangsa – bangsa Asia Timur mempelajari agama Buddha di Sriwijaya.
Beberapa upacara keagamaan yang dapat kalian kenal misalnya Hari raya Waisak dan Ulambana. Waisak dirayakan pada Bulan Mei pada waktu terang bulan (Purnama Sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting, yaitu lahirnya Pangeran Siddharta. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha danwafatnya Buddha Gautama.
f. Agama Konghuchu.
Kehadiran Agama Konghucu di Indonesia telah berlangsung berabad – abad lamanya. kalian dapat menemukan Klenteng yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah umat Konghucu diberbagai wilayah di Indonesia. Contoh: kelenteng Ban Hing Kiong di Manado yang didirikan pada tahun 1819, Kelenteng Boen Tjhing Soe di Surabaya. Umat Konghucu banyak memiliki hari penting, tetapi hari raya yang terkenal dan telah menjadi hari libur nasional di Indonesia adalah Hari raya Imlek.
Jauh sebelum agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu berkembang, di Indonesia telah berkembang berbagai aliran kepercayaan. Sampai saat ini, kalian dapat menemukan berbagai aliran kepercayaan yang dianut sebagian masyarakat Indonesia. Berbagai aliran kepercayaan sebagian telah berkembangg sejak masa pra aksara.
2. Perbedaan Budaya
Koentjaraningrat (1996) menjelaskan bahwa kata Kebudayaan berasal dari bahas Sansekerta “Buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari Buddhi yang berarti “Budi”’ atau “Kekal”. Culture adalah kata asing yang berasal dari kata bahasa latin “Colore” yang berarti “Mengolah”, Mengerjakan dan terutama berhubungan dengan pengolahan tanah atau bertani. Colore memiliki makna yang sama dengan kebudayaan, yang kemudian berkembang maknanya menjadi “Segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam”.
Menurut Sosiolog J.J. Hoenigman, terdapat tiga wujud budaya, yaitu gagasan, tindakan dan karya.
a. Gagasan (Wujud Ideal).
Wujud Ideal kebudayaan merupakan kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya yang sifatnya abstrak atau tidak nyata, tidak dapat diraba atau disentuh. Dimanakah letak ide atau gagasan ?. Ide dan gagasan tentu berada dalam pemikiran manusia. Wujud kebudayaan berupa pemikiran manusia dapat dilihat dalam karya – karya tulis. Tulisan berupa pemikiran berada dalam karangan dan buku – buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut pada waktu tertentu.
b. Aktivitas (Tindakan).
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, yang disebut juga dengan system sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas – aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola – pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari – hari, serta dapat diamati dan didokumentasikan.
c. Artefak (Karya).
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda – benda atau hal – hal yang dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan. Sifatnya paling nyata dibandingkan dua wujud kebudayaan yang lain.
Budaya merupakan salah satu kekhasan manusia yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia selalu menghasilkan budaya karena manusia dikaruniai akal untuk berfikir dalam rangka memperbaiki taraf hidupnya. hal inilah yang membedakan hewan dan manusia. Adapun hewan menggunakan naluri. Hewan cenderung bersifat statis (menetap), sedangkan manusia selalu berubah (dinamis). Sebagai contoh, Kalian dapat membedakan rumah burung dan rumah manusia. Dimanapun, burung Pipit akan membuat sarang yang bentuknya sama. bandingkan dengan rumah manusia di berbagai daerah di Indonesia.
Penjelasan Koentjaraningrat tentang 7 (tujuh) unsur kebudayaan dapat membantu kita lebih memahami secara nyata tentang kebudayaan. Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai budaya universal tersebut, yaitu:
a. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia, diantaranya; Pakaian, perumahan, alat – alat rumah tangga, senjata, alat – alat produksi, transport, dsb.
b. Mata pencaharian hidup dan system – system ekonomi, diantaranya pertanian, system produksi, system distribusi, dsb.
c. Sistem kemasyarakatan, diantaranya system kekerabatan, organisasi politik, system hukum, system perkawinan.
d. Bahasa, lisan dan tertulis.
e. Kesenian, diantaranya Seni rupa, seni suara, seni gerak, dsb.
f. Sistem pengetahuan.
g. Religi (Sistem kepercayaan).
Banyak hal yang mempengaruhi perbedaan budaya masyarakat Indonesia, diantaranya:
a. Perbedaan Lokasi.
Kalian bandingkan bentuk rumah asli masyarakat jawa dan Kalimantan. Perbedaan kondisi alam di Jawa dan Kalimantan menyebabkan perbedaan hasil kebudayaan berupa rumah. Kalian juga dapat mengamati berbagai kerajinan yang dibuat masyarakat pegunungan dengan kerajinan yang dibuat masyarakat pesisir.
b. Perbedaan Agama / Keyakinan.
Agama Hindu dan Buddha banyak meninggalkan hasil kebudayaan berupa patung dan relief pada dinding – dinding candi. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari system kepercayaan Hindu – Buddha yang menjadikan candi sebagai salah satu tempat suci. relief pada dinding – dinding candi Hindu – Budha biasanya juga mengandung berbagai ajaran untuk umatnya. Kalian dapat menemukan berbagai candi, patung dan relief peninggalan kerajaan masa Hindu – Buddha di pusat – pusat kerajaan tersebut. Pusat – pusat kebudayaan pada masa kerajaan Hindu – Buddha di Sumatra dapat kalian temukan di Riau, jambi, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Lampung. Adapun di pulau jawa kalian dapat menemukannya di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, malang dan Mojokerto (dekat Surabaya).
Pada masa perkembangan kerajaan Islam, hasil seni bangunan dan ukir relief patung bergeser menjadi seni ukir kaligrafi dan bangunan masjid.
Selain kedua hal tersebut, perbedaan budaya juga disebabkan faktor – faktor lain, seperti adat istiadat, kebiasaan dan tradisi.
Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa. Karena Indonesia memiliki beragam suku bangsa, bentuk kebudayaannya juga beragam. Setiap daerah memiliki kebudayaan daerah yang khas. Keragaman budaya daerah dapat diketahui melalui bentuk – bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, alat music, seni pertunjukan dan upacara adat.
3. Perbedaan Suku Bangsa
Bangsa Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. suku jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41 % dari total Populasi. Sebagian besar suku Jawa tinggal di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Banyak dari anggota suku ini telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai pulau di Nusantara bahkan bermigrasi ke luar negeri. Suku Sunda, Suku Melayu dan Suku Madura secara berurutan adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini.
berikut ini merupakan contoh nama suku bangsa dan lokasi atau tempat yang paling banyak didiami / ditinggali.
Tabel: Nama Suku Bangsa dan Daerah Asal
|
NO |
NAMA SUKU BANGSA |
DAERAH ASAL |
|
1 |
Aceh, Gayo, Tamiang Ulu Sangkil, Aneuk Jamee, Kluet, Gumbak Cadek dan Simeuleu |
Aceh |
|
2 |
Batak Toba, Batak Karo, Batang Mandailing, Nias, Simalungun, Asahan dan Angkola |
Sumatra Utara |
|
3 |
Minangkabau, Gusci, Caniago, Tanjung Kato, Panyali, Sikumbang dan Mentawai |
Sumatra Barat |
|
4 |
Komering, Palembang, Pasemah, Sameda, Ranau, Kisam, Ogan, Lematang, Rejang, Rawas, Kubu |
Sumatra Selatan |
|
5 |
Bangka, Belitung, Mendanau, Rawas dan Semendo |
Bangka Belitung |
|
6 |
Sunda |
Jawa Barat |
|
7 |
Betawi |
DKI Jakarta |
|
8 |
Jawa, Samin dan Karimun |
Jawa Tengah |
|
9 |
Madura, Jawa, Osing dan Tengger |
Jawa Timur |
|
10 |
Dayak, Ngaju, Apo Kayan, Murut, Poanan dan Ot Danun |
Kalimantan Barat |
|
11 |
Bulungan, Tidung, Kenyah, Berusuh, Abai dan Kayan |
Kalimantan Timur |
|
12 |
Banjar Hulu dan Banjar Kuala |
Kalimantan Selatan |
|
13 |
Lawing, Dusun, Bakupai dan Ngaju |
Kalimantan Tengah |
|
14 |
Sasak, Sumbawa, Bima |
Nusa Tenggara Barat |
|
15 |
Timor, Rote, sabu, Manggarai, Ngada, Ende Lio, Larantuka dan Sumba |
Nusa Tenggara Timur |
|
16 |
Kaali, Kuwali, panuma, Mori, balatar dan Banggai |
Sulawesi Tengah |
|
17 |
Wolia, Laki, Muna, Buton, Balatar |
Sulawesi Tenggara |
|
18 |
Sangir, Talaud, Minahasa, Bolaang Mongondow dan Bantik |
Sulawesi Utara |
|
19 |
Makasar, Bugis, Toraja, Mandar, selayar dan Bone |
Sulawesi Selatan |
|
20 |
Bali |
Bali |
|
21 |
Ambon, Alifuru, Togite dan faru |
Maluku |
Walaupun kita memilikiberagam suku bangsa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, namun kita bebas tinggal di berbagai tempat di Indonesia. Sebagai contoh, Jakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia dapat juga disebut sebagai miniature Indonesia. Di Jakarta, kalian dapat menemukan berbagai macam suku bangsa Indonesia.
secara ilmiah, perbedaan suku bangsa di Indonesia tidak terlepas dari faktor sejarah nenek moyang bangsa Indonesia.
Sejak ribuan tahun yang lalu, berbagai suku bangsa di Indonesia hidup berdampingan secara harmonis. berbagai suku bangsa di Indonesia saling memahami dan menghargai perbedaan yang ada. Pada masa sekarang, kalian dapat menemukan berbagai suku bangsa Indonesia sangat terbuka menerima kedatangan berbagai suku bangsa yang berbeda. Mereka hidup berdampingan dan bekerja sama untuk membangun bangsa dan negara. bahkan, banyak masyarakat yang melakukan perkawinan campur.
4. Perbedaan Pekerjaan
Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Pada saat ini, kalian dapat menemukan berbagai jenis pekerjaan baik sector formal maupun non formal. Pekerjaan sector formal adalah berbagai pekerjaan yang dijalankan oleh pelaku usaha resmi baik pemerintah maupun swasta. Para karyawan perusahaan, pegawai bank, pegawai pemerintah dan guru merupakan contoh pekerjaan pada sector formal. pada jenis pekerjaan formal ini, individu terikat secara langsung oleh system yang berlaku. Dengan demikian, mereka bekerja penuh dengan aturan yang mengikat.
Kondisi tersebut berbeda dengan pekerjaan pemilik bengkel, petani, penjual di pasar dan pelaku usaha mandiri lainnya. Mereka bekerja secara mandiri tak tergantung pada pihak lain. Sebagai contoh, pekerjaan sebagai pedagang bakso keliling sangat bergantung pada pedagang tersebut. Apabila ingin libur, ia dapat libur sewaktu – waktu. hal ini berbeda dengan orang yang bekerja sebagai karyawan perusahaan atau lembaga pemerintah.
Semua pekerjaan itu mulia selama pekerjaan tersebut bermanfaat bagi diri dan orang lain. Guru, TNI, dokter, petani dan tukang pijat sama – sama pekerjaan mulia. Tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi derajatnya. Semua profesi saling membutuhkan. Tanpa guru, tidak aka nada TNI dan dokter. tanpa petani, tukang pijat dan guru dapat mengalami kelaparan, demikian seterusnya. Rantai kehidupan manusia tersusun sedemikian rupa sehingga saling membutuhkan.
Sebagai sebuah negara besar, bangsa Indonesia jauh lebih beragam atau heterogen dibandingkan negara – negara lain. Perbedaan tersebut tentu harus dikelola dengan baik agar bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Keberagaman budaya telah memberikan manfaat besar bagi bangsa Indonesia. Contohnya dalam bidang bahasa. Kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Kosa kata dalam bahasa Indonesia berbeda dengan kosa kata bahasa Malaysia. Malaysia tidak memiliki kata sebanyak bangsa Indonesia. bahasa dominan di Malaysia adalah Melayu yang kemudian diperkaya dengan menyerap bahasa asing seperti bahasa inggris, bahasa arab dan bahasa Tionghoa. dalam bahasa Indonesia, kalian dapat menemukan berbagai istilah yang diserap dari berbagai bahasa daerah.
Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata di Indonesia, yang bisa mendatangkan devisa. Pemikiran yang timbul dari manusia di tiap – tiap daerah dapat pula dijadikan acuan bagi pembangunan nasional.
5. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya
Peran dan fungsi keragaman budaya dalam pembanguna nasional sebagai berikut:
a. Sebagai Daya Tarik Bangsa Asing.
Indonesia adalah salah satu tujuan wisata dari berbagai negara. Salah satu daya tarik wisatawan manca negara adalah kekayaan budaya bangsa Indonesia. salah satunya adalah Sendra tari Ballet Ramayana di Prambanan Yogyakarta. kebudayaan yang masih berkembang di Yogyakarta merupakan salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Yogyakarta. banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta membantu kegiatan perekonomian masyarakat Yogyakarta. berbagai barang dan jasa diperjualbelikan di kota pelajar tersebut. Ratusan hotel, rumah makan, biro perjalanan, produksi cindera mata, seni kerajinan dan sebagainya tumbuh subur di Yogyakarta.
b. Mengembangkan Kebudayaan Nasional.
Kebudayaan nasional adalah puncak dari kebudayaan – kebudayaan daerah. kebudayaan daerah akan memperkaya kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional merupakan suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan serta memberikan identitas terhadap warga. Budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh masyarakat bangsa tersebut sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa tersebut dan memeberikan identitas warga, serta menciptakan suatu jati diri bangsa yang kuat.
Pakaian batik merupakan salah satu contoh budaya nasional. Batik adalah hasil dari budaya local. beberapa daerah di Indonesia dapat menciptakan batik dengan corak khas yang berbeda – beda. Batik kemudian diangkat menjadi salah satu pakaian nasional. Dengan demikian, budaya local menjadi budaya nasional.
c. Tertanamnya Sikap Toleransi.
kekayaan budaya bangsa Indonesia merupakan tantangan untuk bersikap toleran. Keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia semakin menambah kesadaran masyarakat bahwa pada hakikatnya manusia memiliki perbedaan. perbedaan kebudayan adalah hal biasa, tidak perlu dipertentangkan. Setiap budaya ingin dikembangkan. Perlu sikap saling mendukung serta kebersamaan dalam upaya mengembangkan kebudayaan. kebudayaan Indonesia bukan milik satu suku bangsa, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia.
d. Saling Melengkapi Hasil Budaya.
Kebudayaan sebagai hasil pemikiran dan kreasi manusia tidak pernah sempurna. keanekaragaman budaya di Indonesia justru memebrikan kesempatan untuk saling mengisi. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia di berbagai daerah memiliki berbagai corak seni bangunan, lukis, kain tenun dan sebagainya. Kekayaan corak seni tersebut apabila berinteraksi akan menghasilkan inovasi budaya baru yang sangat berharga. Saat ini, misalnya, dikembangkan di seluruh masyarakat Indonesia. Pada masa lau, seni membatik lebih banyak dikembangkan masyarakat suku Jawa, khususnya Jawa Tengah dengan corak atau motif batik Jawa. Pada saat ini, masyarakat di berbagai daerah memiliki motif batik yang khas yang mencerminkan karakteristik budaya setempat.
e. Mendorong Inovasi Kebudayaan.
Inovasi kebudayaan merupakan pembaharuan kebudayaan untuk menjadi lebih baik. Sebagai contoh, kebudayaan berupa teknologi pertanian yang telah diwariskan nenek moyang. Setiap masyarakat memiliki cara bercocok tanam yang kadang berbeda. perbedaan ini tentu didasari berbagai alasan. Setiap kelompok masyarakat melakukan interaksi yang berpengaruh pada cara berfikir dan hasil kebudayaan. Itulah hasil komunikasi cara bertani yang menghasilkan cara baru dank has dalam pertanian. Interaksi itu bersifat khas dan unik. Oleh karea itu, pola bercocok tanam yang dihasilkan juga khas dan unik.
Bentuk – bentuk inovasi kebudayaan dapat terjadi karena akulturasi dan asimilasi. menara Masjid Kudus memiliki bentuk yang sama dengan Bale Kul Kul Pura Taman Ayun di bali. Walaupun bentuknya sama, tetapi fungsinya berbeda. Bale Kul Kul memiliki fungsi sebagai tempat upacara keagamaan umat Hindu, sedangkan Menara Mesjid kudus memiliki fungsi untuk mengumandangkan bedug dan adzan. Interaksi budaya diatas menunjukkan sikap toleran masyarakat pada masa lalu.
C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial
Pengertian Konflik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.
Dalam Bahasa latin: Configere artinya saling memukul.
Pengertian Konflik menurut Ahli:
· Soerjono Soekanto: Suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan /atau kekerasan.
· Gillin and Gillin: konflik adalah bagian dari sebuah proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.
Semua orang dapat terlibat konflik. kalian mungkin pernah mendengar atau membaca berita tentang pertengkaran antar teman di sekolah. kejadian ini digolongkan konflik antar individu. Adapun konflik antara majikan dan buruh dapat dimasukkan dalam kategori konflik individu dengan kelompok. Contoh konflik antara kelompok dan kelompok adalah konflik para pedagang kaki lima dengan para petugas ketertiban. Konflik bahkan dapat melibatkan dalam skala lebih luas. Konflik antar kelompok dan juga dapat berupa konflik antar suku bahkan antar bangsa atau antar negara. Perjuangan negara Palestina melawan penguasaan Israel pada saat sekarang merupakan salah satu bentuk konflik.
Faktor-faktor Penyebab Konflik
Soejono Soekanto mengemukakan 4 faktor penyebab terjadinya konflik yaitu:
· perbedaan antarindividu,
· perbedaan kebudayaa,
· perbedaan kepentingan dan
· perubahan sosial.
1. Perbedaan antarindividu
Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggan, dan identitas seseorang.
Sebagai contoh anda ingin suasana belajar tenang tetapi teman anda ingin belajar sambil bernyanyi, karena menurut teman anda itu sangat mundukung. Kemudian timbul amarah dalam diri anda. Sehingga terjadi konflik.
2. Perbedaan Kebudayaan
Kepribadian seseorang dibentuk oleh keluarga dan masyarakat. tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma yang sama. Apa yang dianggap baik oleh satu masyarakat belum tentu baik oleh masyarakat lainnya.
Interaksi sosial antarindividu atau kelompok dengan pola kebudayaan yang berlawanan dapat menimbulkan rasa amarah dan benci sehingga berakibat konflik.
3. Perbedaan Kepentingan
Setiap kelompok maupun individu memiliki kepentingan yang berbeda pula. Perbedaan kepentingan itu dapat menimbulkan konflik diantara mereka.
4. Perubahan Sosial
Perubahan yang terlalu cepat yang terjadi pada suatu masyarakat dapat mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku, akibatnya konflik dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan individu dengan masyarakat.
Sebagai contoh kaum muda ingin merombak pola perilaku tradisi masyarakatny, sedangkan kaum tua ingin mempertahankan tradisi dari nenek moyangnya. Maka akan timbulah konflik diantara mereka.
Akibat-akibat Konflik Sosial
Mengertikah Kalian tentang tokoh Bung Tomo dalam Pertempuran Surabaya tahun 1945. Pertempuran tersebut merupakan salah satu contoh akibat terjadinya konflik antar negara. Sekutu, Belanda dan Indonesia adalah kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Pertempuran yang menyebabkan ribuan pejuang Indonesia gugur tersebut tentu tidak muncul tiba – tiba, tetapi melalui berbagai pertentangan dan peristiwa-peristiwa klainnya. peristiwa tersebut dapat menggambarkan salah satu akibat dari adanya konflik.
Berikut ini merupakan akibat terjadinya Konflik sosial, diantaranya:
1. Meningkatnya Solidaritas Sesama Anggota Kelompok.
Dalam Kasus peristiwa pertempuran Surabaya, para pejuang tidak menghiraukan perbedaan suku, agama, organisasi politik, dsb. Mereka bahu-membahu melawan inggris (Sekutu). Terjadinya konflik dengan kelompok lain justru dapat meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in – group solidarity) yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.
2. Retaknya Hubungan Antar Individu atau Kelompok.
Konflik yang terjadi antar individu atau antar kelompok dapat menimbulkan keretakan hubungan. Keretakan tersebut dapat terjadi sementara ataupun permanen. Kalian mungkin pernah konflik dengan emanmu yang menyebabkan dalam beberapa waktu tidak terjalin hubungan yang baik. Namun, karena kemudian saling menyadari kesalahan, kalian berdua akhirnya saling memaafkan.
3. Terjadinya perubahan Kepribadian Para Individu.
Perubahan kepribadian dapat terjadi pada kedua belah pihak yang mengalami konflik. Kedua belah pihak dapat saling menyesuaikan atau justru masing-masing mempertahankan kebenaran yang diyakini.
4. Rusaknya Harta Benda dan bahkan Hilangnya Nyawa Manusia.
Konflik yang berujung pada kekerasan fisik dapat menyebabkan kerusakan dan hilangnya nyawa manusia. Sebagai contoh, konflik yang diakhiri dengan peperangan.
5. Terjadinya Akomodasi, Dominasi, bahkan Penaklukan Salah satu Pihak yang Terlibat dalam Pertikaian.
Bentuk-bentuk Konflik
Konflik atau pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus, yaitu sebagai berikut:
a. Konflik Pribadi
Konflik pribadi adalah pertentangan yang terjadi antar orang per orang. Masalah yang menjadi dasar terjadinya konflik pribadi biasanya masalah pribadi.
b. Konflik Rasial
Konflik rasial adalah pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Konflik rasial umumnya terjadi karena salah satu ras merasa sebagai golongan yang paling unggul dan paling sempurna diantara ras lainnya.
c. Konflik Politik
Konflik politik merupakan konflik yang menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat maupun diantara negara-negara yang bedaulat.
d. Konflik Antarkelas Sosial
Konflik antarkelas sosial merupakan pertentangan antara dua kelas sosial. Konflik ini umumnya dipicu oleh perbedaan kepentingan antar dua golongan tersebut.
e. Konflik Internasional
Konflik internasional yaitu pertentangan yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena adanya perbedaan kepentingan. Banyak kasus terjadinya konflik internasional bermula dari konflik antara dua negara karena masalah politik atau ekonomi.
Cara Menangani Konflik
1. Menghindar
Kadang orang merasa tidak ada manfaatnya melanjutkan konflik dengan orang atau kelompok lain. Hal ini mungkin disebabkan keyakinan bahwa dia tidak akan menang menghadapi konflik. Dalam hal ini, dia mengorbankan tujuan pribadi ataupun hubungannya dengan orang lain. Orang ini berusaha menjauhi masalah yang menimbulkan konflik ataupun orang yang bertentangan dengannya.
2. Memaksakan Kehendak
Terdapat individu atau kelompok yang memandang bahwa pendapatnya atau idenya paling benar. Oleh karena itu, dengan segala cara, konflik harus berakhir dengan kemenangan di pihaknya. Karena itu, dia atau mereka berusaha menguasai lawan – lawannya dan memaksa menerima penyelesaian yang diinginkan. Tujuan pribadinya dianggap sangat penting, sedangkan hubungan dengan orang lain kurang begitu penting. Tipe ini tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain. Ia tidak peduli apakah orang lain menyukai dan menerima dirinya atau tidak. Ia menganggap bahwa konflik harus diselesaikan dengan cara satu pihak harus menang.
3. Menyesuaikan Kepada Keinginan Orang Lain
Terdapat individu yang ingin diterima dan disukai orang lain. ia tidak merasa bahwa konflik harus dihindari demi keserasian (harmoni) dan ia yakin bahwa konflik tidak dapat dibicarakan jika merusak hubungan baik. Ia khawatir apabila konflik berlanjut, seseorang akan terluka dan hal itu akan menghancurkan hubungan pribadi dengan orang tersebut. Ia mengorbankan tujuan pribadi untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain.
4. Tawar Menawar
Dalam proses tawar-menawar, individu akan mengorbankan sebagian tujuannya dan meminta lawan konflik mengorbankan sebagian tujuannya juga.
5. Kolaborasi
Kolaborasi memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan. Atas dasar itu, dicarilah cara-cara untuk mencari cara mengurangi ketegangan kedua belah pihak. ia berusaha memulai sesuatu pembicaraan yang dapat mengenali konflik sebagai suatu masalah dan mencari pemecahan yang memuaskan keduanya.
1. Integritas Sosial
Pengertian Integrasi Sosial
· Dalam KBBI integrasi diartikan pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat
· Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan lain sebagainya.
Pengertian integrasi sosial menurut ahli:
· Menurut Baton: integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting pada perbedaan pada ras tersebut
Syarat terjadinya Integrasi
Menurut William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, syarat terjadinya integrasi sosial adalah:
· Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka
· Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma
· Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten
Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi
· Homogenitas kelompok, pada masyarakat yang homogenitasnya rendah integrasi sangat mudah tercapai, demikian sebaliknya.
· Besar kecilnya kelompok, jumlah anggota kelompok mempengaruhi cepat lambatnya integrasi karena membutuhkan penyesuaian diantara anggota.
· Mobilitas geografis, semakin sering anggota suatu masyarakat datang dan pergi maka semakin mempengaruhi proses integrasi
· Efektifitas komunikasi, s emakin efektif komunikasi, maka semakin cepat integrasi anggota-anggota masyarakat tercapai.
Bentuk-bentuk integrasi sosial
· Integrasi Normatif: integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dimasyarakat, contoh masyarakat Indonesia dipersatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika
· Integrasi Fungsional, integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat. Contoh Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi masing-masing, suku bugis melaut, jawa pertanian, Minang pandai berdagang.
· Integrasi Koersif, integrasi yang terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa Dalam hal ini penguasa menggunakan cara koersif.
Proses Integrasi
· Asimilasi: berhadapannya dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli.
· Akulturasi: proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru), sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri, tanpa meninggalkan sifat aslinya.
Faktor-faktor Pendorong Integrasi Sosial
· Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan yang berbeda
· Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
· Mengembangkan sikap saling menghargai orang lain dengan kebudayaannya
· Adanya sikap yang terbuka dengan golongan yang berkuasa
· Adanya persamaan dalam unsur unsur kebudayaan.
· Adanya perkawinan campur (amalgamasi)
· Adanya musuh bersama dari luar.
DAFTAR PUSTAKA
1. Mukiman, dkk, 2017 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
2.
Maryati, Kun, dkk, Sosiologi untuk SMA Kelas
XI. Jakarta: Erlangga
Tim Sosiologi, Sosiologi 2. Jakarta: Yudistira
3. Idianto, Muin. 2006. Sosiologi SMA/MA untuk kelas X1. Jakarta: ERLANGGA
4. Soerjono, Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
5. M. Sitorus. 2001 Berkenalan dengan Sosiologi 1 untuk SMU Kelas 2. Bandar Lampung. Erlangga
6. https://materiips.com/contoh-interaksi-antar-negara-asean
7. https://estidianaulfa.blogspot.com/2017/08/power-point-karakteristik-negara-asean.html
9. Internet
https://id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Bangsa-Bangsa_Asia_Tenggara
https://www.zonareferensi.com/negara-asean/
http://www.pembelajaranku.com/2017/11/karakteristik-masing-masing-negara.html
https://aminahips.wordpress.com/2019/03/
http://rinaiswanti.blogspot.com/2018/
https://drive.google.com/file/d/1utpmoHqPgi-r22l3HNTUiKUW6ynxWYcc/view
https://mbelips.files.wordpress.com/2017/11/1_amobilitas-sosial.pdf Mobilitas sosial
1,3,5,7,9,11,13,15,17,19,21,23,25,27,29
2,4,6,8,10,12,14,16,18,20,22,24,26,28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar