CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta Didik mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami
potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis
daerah dengan karakteristik masyarakat.
RUNAG LINGKUP MATERI
Hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat.
MATERI ESENSIAL
Hubungan proses geografis terhadap lingkungan sosial masyarakat.
Manusia membutuhkan manusia lain dalam hidupnya. Maka organisasi muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makluk sosial. Organisasi sebagai wadah berkumpulnya manusia demi memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmaninya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia memerlukan mata pencaharian. Manusia pun dapat menciptakan teknologi sekaligus menggunakannya untuk membantu memenuhi kebutuhannya.
Faktor-Faktor geografis
yang mempengaruhi keragaman masyarakat Indonesia:
a. Letak geografis
Terjadinya ketimpangan pembangunan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya menyebabkan munculnya karakteristik budaya yang berbeda pada setiap daerah. Budaya masyarakat pesisir berbeda dengan masyarakat yang mendiami wilayah pegunungan. Masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhannya dilakukan dengan menekuni profesi nelayan. Sedangkan masyarakat pegunungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dilakukan dengan menekuni profesi sebagai petani.
Karakteristik pekerjaan sesuai lokasi tempat tinggal
b. Posisi Strategis
Budaya Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya Hindu-Buddha yang
datang dari India, budaya Islam yang datang dari Timur Tengah serta
kebudayaan barat yang di bawa oleh para penjajah dari Eropa. Letaknya yang
sangat strategis yakni antara benua Asia dengan benua Australia dan Samudra
Hindia dengan Samudra Pasifik memungkinkan berbagai kebudayaan asing masuk dan
mempengaruhi kebudayaan asli Indonesia. Contoh tarian dansa di Pulau Timor dan
Flores berasal dari budaya barat yang dibawa oleh penjajah dari Eropa.
Sedangkan tarian asli Manggarai adalah Tarian Sae, sanda dan mbata.
Letak Indonesia yang sangat strategis
Letak Indonesia yang sangat strategis juga mempengaruhi tejalinnya
hubungan baik antar negara diberbagai kawasan. Terpenuhinya berbagai kebutuhan
masyarakat Indonesia tidak terlepas dari adanya kerjasama antar negara yang
dibuktikan dengan banyaknya barang-barang dari luar negeri dugunakan oleh
masyarakat Indonesia.
c. Kondisi Ekologis
Kondisi ekologis adalah hubungan timbal balik antara manusia
dengan lingkungan alamnya. Kondisi ekologis Nampak dari adanya perbedaan bentangan
alam seperti pegunungan lembah, dataran rendah, dataran tinggi, danau, sungai,
hutan, padang rumput, pantai, dan lain-lain.
Lingkungan ekologis terbentuk dari struktur tanah, iklim dan
topografi wilayah yang mempengaruhi kondisi penduduk baik dari segi ekonomi,
sosial maupun budaya yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup masyarakat.
![]() |
| Lingkungan ekologis |
Perbedaan kondisi ekologis yang mencolok antara masyarakat pesisir
dengan masyarakat pegunungan adalah perbedaan suhu udara. Daerah pesisir suhu
udaranya panas sehingga cenderung mengenakan pakaian yang tipis. Sedangkan masyarakat
yang tinggal di daerah pegunungan dengan suhu udara yang sangat dingin,
masyarakatnya cenderung mengenakan pakaian tebal.
Kondisi ekologis juga sangat berpengaruh
terhadap kemajemukan dalam masyarakat seperti perbedaan warna kulit, perbedaan
mata pencaharian, dan perbedaan dialek antara masyarakat yang satu dengan
masyarakat lainnya.
![]() |
| Anak gunung dan anak pantai |
Sahabat
IPS! Tahukan kalian bahwa budaya kita sering berinteraksi dengan
budaya lainnya. Hal ini tercermin dari budaya yang terus berkembang dari waktu
kewaktu. Perkembangan kebudayaan ini seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dari hari ke hari terus mengalamai kemajuan.
Interaksi antar budaya dari berbagai daerah akan memperkaya budaya lokal bahkan menghasilkan kebudayaan baru bagi daerah tersebut. Hasil dari adanya interaksi antar budaya menghasilkan:
1. Akulturasi
Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang
berbeda tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan asli. Akulturasi antar budaya
yang paling nyata tampak pada masyarakat Manggarai.
Contoh akulturasi: terjadi pada upacara kematian pada masyarakat Manggarai. Sebelum pangaruh ajaran agama katholik masuk ke Masyarakat Manggarai, pada peristiwa kematian dilangsungkan serangkaian upacara adat seperti po,e woja latung rancem peti, dll. Kini pada peristiwa kematian selain upacara adat juga diadakan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh seorang Pastur atau Romo.
![]() |
| Prosesi misa inkulturasi pada gereja katholik |
2. Asimilasi
Asimilasi merupakan percampuran dua kebudayaan akan
menghasilkan kebudayaan baru. Masing-masing unsur budaya lama hilang lalu
muncullah kebudayaan baru yang digunakan oleh masyarakat.
Contoh asimilasi pada masyarakat Manggarai: tali
pusar bayi baru lahir pada masyarakat Manggarai dulunya dipotong menggunakan
lampek lima atau kulit bambo yang sudah diruncing. Pada zaman modern sekarang ini
tali pusar bayi dipotong menggunakan gunting medis.
![]() |
| Asimilasi kebudayaan |
3. Amalgamasi
Amalgamasi adalah proses penyatuan dua atau lebih
budaya melalui proses perkawinan. Contoh amalgamasi: pernikahan antara seorang
warga Negara Indonesia dengan seorang warga negara Amerika. Dari hasil
pernikahannya akan melahirkan ciri khas, budaya dan nilai yang baru.
![]() |
| Perkawinan antara wanita Indonesia dengan Pria asing |
Proses Geografis mempengaruhi keragaman sosial budaya pada masyarakat Indonesia. Hal ini ditandai dengan keragaman bahasa, mata pencaharian, kesenian, dan upacara keagamaan.
1. Bahasa Daerah
Sahabat IPS! Tahu kah kalian bahwa jumlah bahasa daerah di Indonesia mencapai 652 bahasa. Bahasa daerah merupakan bahasa ibu dan dapat memperkaya bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia. Setiap daerah memiliki bahasa daerah masing-masing. Bahasa daerah tersebut mempererat tali persaudaraan pada masayarakat yang menggunakannya. Contoh bahasa daerah adalah bahasa Manggarai, bahasa Jawa, bahasa Aceh, bahasa Bali, bahasa Bugis, bahasa Bima, dan lain-lain.

Bahasa daerah sebagai bahasa ibu
2. Mata Pencaharian
a. Mata pencaharian masyarakat di pesisir pantai.
Masyarakat yang hidup di daerah pantai umumnya menggantungkan hidup pada sumber kelautan, baik dari sisi perikanan, pertanian, maupun objek wisatanya. Kondisi geografis pantai berkontribusi membentuk kebudayaan masyarakat setempat. contohnya upacara sedekah laut. Adapun, mata pencaharian penduduk daerah pantai di kota-kota besar sudah bervariasi, ada yang menjadi pedagang dan bidang pelayanan jasa.

Nelayan sebagai profesi penduduk daerah pesisir
b. Mata pencaharian penduduk wilayah dataran tinggi.
Penduduk di wilayah dataran tinggi umumnya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, peternak, dan pekerja perkebunan. Petani di dataran tinggi biasanya menanam wortel, kentang, kopi, teh, tembakau, dan cengkih. Berbeda dengan petani di dataran rendah yang umumnya menanam padi, tebu, dan palawija.

Beternak sebagai mata pencaharian masyarakat dataran tinggi
c. Mata pencaharian penduduk wilayah dataran rendah
Masyarakat di Dataran Rendah pedesaan banyak yang berprofesi sebagai petani. Di wilayah perkotaan, kegiatan masyarakat bertumpu pada bidang pariwisata, transportasi dan komunikasi. Di kota-kota wilayah dataran rendah dibangun pusat perbelanjaan, pendidikan, dan pemerintahan. Rata-rata pusat aktivitas masyarakat di dataran rendah dibandingkan di pantai atau dataran tinggi.

Berkebun sebagai mata pencaharian masyarakat dataran rendah
3. Tradisi dan Upacara Adat
Sahabat IPS! Keragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia patut kita syukuri. Keragaman budaya mecerminkan kehidupan yang heterogen di Indonesia. Melalui perbedaan budaya yang ada, dapat merekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Upacara adat merupakan serangkaian ritual yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi ciri khas suatu daerah. Sedangkan tradisi merupakan kepercayaan/keyakinan yang diwariskan dari nenek moyang dan memiliki fungsi tertentu.
Contoh upacara adat di Indonesia adalah:
1. Ngaben (Bali)
Ngaben merupakan upacara kremasi atau upacara membakar mayat yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Makna upacara ngaben adalah untuk mengirim jenazah menuju kehidupan mendatang.

Upacara Ngaben pada masyarakat Bali
2. Tepuk Tepung Tawar (Kepulauan Riau)
Tepuk Tepung Tawar adalah prosesi adat yang bertujuan untuk memberikan berkah demi mencapai keselamatan dan kesejahteraan, menghapus sial dan duka nestapa orang menjalani Tepuk Tepung Tawar.

Upacara Tepuk Tepung Tawar pada masyaeakat Riau
3. Penti (Manggarai)
Penti adalah sebuah ritual adat yang memliki makna yang luhur sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME dan leluhur atas hasil panen juga sebagai medium rekonsiliasi atau perdamaian antar warga kampung. Setiap ajang perayaan ritual adat Penti, seluruh warga yang menetap di kampung maupun mereka yang berdomisili di luar daerah berkumpul bersama-sama untuk merayakannya.

Upacara penti pada masyarakat Manggarai
Sahabat IPS! Dapatkah kalian menyebutkan upacara adat dari berbagai daerah dan makna dari upacara adat tersebut?
4. Kesenian Daerah
Kesenian daerah di Indonesia sangat beragam. Masing-masing daerah memiliki kesenian daerah yang terus dilestarikan bahkan sebagai ikon wisata.
Contoh kesenian daerah yang ada di Indonesia adalah:
a. Tari Sajojo (Papua)
Tari Sajojo merupakan tari tradisional asal Papua. Tari Sajojo punya ciri khas, yaitu hentakan kaki dan goyangan tubuh para penarinya. Tari ini akan sangat menarik jika ditampilkan secara beramai-ramai.
b. Tari Cakalele (Maluku)
Tari Cakalele merupakan tarian adat Maluku. Tarian Cakalele Maluku ditarikan oleh sekitar 30 penari. Para penari laki-laki akan mengenakan pakaian perang dan penari perempuan memakai pakaian warna putih, sambil kedua tangannya menggenggam sapu tangan (lenso).
c. Tari Jaipong (Jawa Barat)
Tari Jaipong berasal dari Jawa Barat. Tari Jaipong dilakukan untuk menyambut tamu yang dihormati. Biasanya, penarinya berjumlah 4-6, tapi ada juga yang lebih. Ciri khas tari Jaipong adalah musiknya menghentak, di mana alat musik kendang akan terdengar paling menonjol. Tari Jaipong ini sering dipentaskan pada acara pesta pernikahan, hiburan maupun acara selamatan.
Sahabat IPS!
- Dapatkah kalian menyebutkan tarian dari berbagai daerah dan makna dari tarian daerah tersebut?
- Dapatkah kalian menyebutkan upacara adat dari berbagai daerah dan makna dari uapacara adat daerah tersebut?
Kerjakan tugasmu dibuku tugas, dan kumpulkan hasilnya pada guru IPS kelas 7 di sekolahmu!
Sumber:
https://tabeite.com/semakin-dekat-dengan-mori-kraeng-melalui-akulturasi-budaya/
Penulis: Heri Day







11 komentar:
OK
Secara keseluruhan sangat baik dan mudah di pahami...
Terima kasih
Terimah kasih pa kami telah menemukan soal dari bapak
Nama:kornelia Velciana Ahul
Kelas:7a
Nama: Rosalinda Triany Namis
Kls:vlll_A
Nama: Emanuel ervano pala
Kelas:VIIIA
Nama: Rosalinda Triany Namis
Kls:vll-A
Selamat sore pa, terimakasih banyak saya suda menemukan soalnya.
Nama: Ursula Oktaviani Siwa
Kelas: VII D
Nama:Amelia onggor
Kelas:Vll D
Nama:Febriati Fransiska Dihung
Kelas:VllB
Nama: Elfrida M Ahli
Kelas:VllC
Posting Komentar