Kamis, 01 Februari 2024

HUBUNGAN PROSES GEOGRAFIS TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL MASYARAKAT

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta Didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat.


RUNAG LINGKUP MATERI

Hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat.

 

MATERI ESENSIAL

Hubungan proses geografis terhadap lingkungan sosial masyarakat.


Manusia membutuhkan manusia lain dalam hidupnya. Maka organisasi muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makluk sosial. Organisasi sebagai wadah berkumpulnya manusia demi memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmaninya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia memerlukan mata pencaharian. Manusia pun dapat menciptakan teknologi sekaligus menggunakannya untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

Faktor-Faktor geografis yang mempengaruhi keragaman masyarakat Indonesia:

a.       Letak geografis

Terjadinya ketimpangan pembangunan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya menyebabkan munculnya karakteristik budaya yang berbeda pada setiap daerah. Budaya masyarakat pesisir berbeda dengan masyarakat yang mendiami wilayah pegunungan. Masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhannya dilakukan dengan menekuni profesi nelayan. Sedangkan masyarakat pegunungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dilakukan dengan menekuni profesi sebagai petani.


Karakteristik pekerjaan sesuai lokasi tempat tinggal

b.       Posisi Strategis

Budaya Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya Hindu-Buddha yang datang dari India, budaya Islam yang datang dari Timur Tengah serta kebudayaan barat yang di bawa oleh para penjajah dari Eropa. Letaknya yang sangat strategis yakni antara benua Asia dengan benua Australia dan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik memungkinkan berbagai kebudayaan asing masuk dan mempengaruhi kebudayaan asli Indonesia. Contoh tarian dansa di Pulau Timor dan Flores berasal dari budaya barat yang dibawa oleh penjajah dari Eropa. Sedangkan tarian asli Manggarai adalah Tarian Sae, sanda dan mbata.


Letak Indonesia yang sangat strategis

Letak Indonesia yang sangat strategis juga mempengaruhi tejalinnya hubungan baik antar negara diberbagai kawasan. Terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari adanya kerjasama antar negara yang dibuktikan dengan banyaknya barang-barang dari luar negeri dugunakan oleh masyarakat Indonesia.

 

c.       Kondisi Ekologis

Kondisi ekologis adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan alamnya. Kondisi ekologis Nampak dari adanya perbedaan bentangan alam seperti pegunungan lembah, dataran rendah, dataran tinggi, danau, sungai, hutan, padang rumput, pantai, dan lain-lain.

Lingkungan ekologis terbentuk dari struktur tanah, iklim dan topografi wilayah yang mempengaruhi kondisi penduduk baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup masyarakat.

 

Lingkungan ekologis

Perbedaan kondisi ekologis yang mencolok antara masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan adalah perbedaan suhu udara. Daerah pesisir suhu udaranya panas sehingga cenderung mengenakan pakaian yang tipis. Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dengan suhu udara yang sangat dingin, masyarakatnya cenderung mengenakan pakaian tebal.

Kondisi ekologis juga sangat berpengaruh terhadap kemajemukan dalam masyarakat seperti perbedaan warna kulit, perbedaan mata pencaharian, dan perbedaan dialek antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya.


Anak gunung dan anak pantai

Sahabat IPS! Tahukan kalian bahwa budaya kita sering berinteraksi dengan budaya lainnya. Hal ini tercermin dari budaya yang terus berkembang dari waktu kewaktu. Perkembangan kebudayaan ini seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dari hari ke hari terus mengalamai kemajuan.

Interaksi antar budaya dari berbagai daerah akan memperkaya budaya lokal bahkan menghasilkan kebudayaan baru bagi daerah tersebut. Hasil dari adanya interaksi antar budaya menghasilkan:

1.       Akulturasi

Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan asli. Akulturasi antar budaya yang paling nyata tampak pada masyarakat Manggarai.

Contoh akulturasi: terjadi pada upacara kematian pada masyarakat Manggarai. Sebelum pangaruh ajaran agama katholik masuk ke Masyarakat Manggarai, pada peristiwa kematian dilangsungkan serangkaian upacara adat seperti po,e woja latung rancem peti,  dll. Kini pada peristiwa kematian selain upacara adat juga diadakan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh seorang Pastur atau Romo.


Prosesi misa inkulturasi pada gereja katholik


2.       Asimilasi

Asimilasi merupakan percampuran dua kebudayaan akan menghasilkan kebudayaan baru. Masing-masing unsur budaya lama hilang lalu muncullah kebudayaan baru yang digunakan oleh masyarakat.

Contoh asimilasi pada masyarakat Manggarai: tali pusar bayi baru lahir pada masyarakat Manggarai dulunya dipotong menggunakan lampek lima atau kulit bambo yang sudah diruncing. Pada zaman modern sekarang ini tali pusar bayi dipotong menggunakan gunting medis.


Asimilasi kebudayaan

3.       Amalgamasi

Amalgamasi adalah proses penyatuan dua atau lebih budaya melalui proses perkawinan. Contoh amalgamasi: pernikahan antara seorang warga Negara Indonesia dengan seorang warga negara Amerika. Dari hasil pernikahannya akan melahirkan ciri khas, budaya dan nilai yang baru.


Perkawinan antara wanita Indonesia dengan Pria asing

Proses Geografis mempengaruhi keragaman sosial budaya pada masyarakat Indonesia. Hal ini ditandai dengan keragaman bahasa, mata pencaharian, kesenian, dan upacara keagamaan.

1.       Bahasa Daerah

Sahabat IPS! Tahu kah kalian bahwa jumlah bahasa daerah di Indonesia mencapai 652 bahasa. Bahasa daerah merupakan bahasa ibu dan dapat memperkaya bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia. Setiap daerah memiliki bahasa daerah masing-masing. Bahasa daerah tersebut mempererat tali persaudaraan pada masayarakat yang menggunakannya. Contoh bahasa daerah adalah bahasa Manggarai, bahasa Jawa, bahasa Aceh, bahasa Bali, bahasa Bugis, bahasa Bima, dan lain-lain.

 

Bahasa daerah sebagai bahasa ibu

2.       Mata Pencaharian

a.     Mata pencaharian masyarakat di pesisir pantai.

Masyarakat yang hidup di daerah pantai umumnya menggantungkan hidup pada sumber kelautan, baik dari sisi perikanan, pertanian, maupun objek wisatanya. Kondisi geografis pantai berkontribusi membentuk kebudayaan masyarakat setempat. contohnya upacara sedekah laut. Adapun, mata pencaharian penduduk daerah pantai di kota-kota besar sudah bervariasi, ada yang menjadi pedagang dan bidang pelayanan jasa. 

 

Nelayan sebagai profesi penduduk daerah pesisir

b.     Mata pencaharian penduduk wilayah dataran tinggi.

Penduduk di wilayah dataran tinggi umumnya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, peternak, dan pekerja perkebunan. Petani di dataran tinggi biasanya menanam wortel, kentang, kopi, teh, tembakau, dan cengkih. Berbeda dengan petani di dataran rendah yang umumnya menanam padi, tebu, dan palawija.

 

Beternak sebagai mata pencaharian masyarakat dataran tinggi

c.     Mata pencaharian penduduk wilayah dataran rendah

Masyarakat di Dataran Rendah pedesaan banyak yang berprofesi sebagai petani. Di wilayah perkotaan, kegiatan masyarakat bertumpu pada bidang pariwisata, transportasi dan komunikasi. Di kota-kota wilayah dataran rendah dibangun pusat perbelanjaan, pendidikan, dan pemerintahan. Rata-rata pusat aktivitas masyarakat di dataran rendah dibandingkan di pantai atau dataran tinggi.

 

Berkebun sebagai mata pencaharian masyarakat dataran rendah
 

3.       Tradisi dan Upacara Adat

Sahabat IPS! Keragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia patut kita syukuri. Keragaman budaya mecerminkan kehidupan yang heterogen di Indonesia. Melalui perbedaan budaya yang ada, dapat merekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Upacara adat merupakan serangkaian ritual yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi ciri khas suatu daerah. Sedangkan tradisi merupakan kepercayaan/keyakinan yang diwariskan dari nenek moyang dan memiliki fungsi tertentu.

Contoh upacara adat di Indonesia adalah:

1.     Ngaben (Bali)

Ngaben merupakan upacara kremasi atau upacara membakar mayat yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Makna upacara ngaben adalah untuk mengirim jenazah menuju kehidupan mendatang.

 

Upacara Ngaben pada masyarakat Bali

2.     Tepuk Tepung Tawar (Kepulauan Riau)

Tepuk Tepung Tawar adalah prosesi adat yang bertujuan untuk memberikan berkah demi mencapai keselamatan dan kesejahteraan, menghapus sial dan duka nestapa orang menjalani Tepuk Tepung Tawar.

 

Upacara Tepuk Tepung Tawar pada masyaeakat Riau

3.     Penti (Manggarai)

Penti adalah sebuah ritual adat yang memliki makna yang luhur sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME dan leluhur atas hasil panen juga sebagai medium rekonsiliasi atau perdamaian antar warga kampung. Setiap ajang perayaan ritual adat Penti, seluruh warga yang menetap di kampung maupun mereka yang berdomisili di luar daerah berkumpul bersama-sama untuk merayakannya.

 

Upacara penti pada masyarakat Manggarai

Sahabat IPS! Dapatkah kalian menyebutkan upacara adat dari berbagai daerah dan makna dari upacara adat tersebut? 

 

4.       Kesenian Daerah

Kesenian daerah di Indonesia sangat beragam. Masing-masing daerah memiliki kesenian daerah yang terus dilestarikan bahkan sebagai ikon wisata.

Contoh kesenian daerah yang ada di Indonesia adalah:

a.     Tari Sajojo (Papua)

Tari Sajojo merupakan tari tradisional asal Papua. Tari Sajojo punya ciri khas, yaitu hentakan kaki dan goyangan tubuh para penarinya. Tari ini akan sangat menarik jika ditampilkan secara beramai-ramai.

 

b.     Tari Cakalele (Maluku)

Tari Cakalele merupakan tarian adat Maluku. Tarian Cakalele Maluku ditarikan oleh sekitar 30 penari. Para penari laki-laki akan mengenakan pakaian perang dan penari perempuan memakai pakaian warna putih, sambil kedua tangannya menggenggam sapu tangan (lenso).

 

c.     Tari Jaipong (Jawa Barat)

Tari Jaipong berasal dari Jawa Barat. Tari Jaipong dilakukan untuk menyambut tamu yang dihormati. Biasanya, penarinya berjumlah 4-6, tapi ada juga yang lebih. Ciri khas tari Jaipong adalah musiknya menghentak, di mana alat musik kendang akan terdengar paling menonjol. Tari Jaipong ini sering dipentaskan pada acara pesta pernikahan, hiburan maupun acara selamatan.

 

 

Sahabat IPS!

  1. Dapatkah kalian menyebutkan tarian dari berbagai daerah dan makna dari tarian daerah tersebut? 
  2. Dapatkah kalian menyebutkan upacara adat dari berbagai daerah dan makna dari  uapacara adat daerah tersebut?

 Kerjakan tugasmu dibuku tugas, dan kumpulkan hasilnya pada guru IPS kelas 7 di sekolahmu!

 

Sumber:

https://tabeite.com/semakin-dekat-dengan-mori-kraeng-melalui-akulturasi-budaya/

https://kumparan.com/berita-update/pengertian-masyarakat-yang-memiliki-adat-istiadat-dan-tradisi-yang-sama-1wvG1FTf72C/2

Penulis: Heri Day




11 komentar:

Anonim mengatakan...

OK

Anonim mengatakan...

Secara keseluruhan sangat baik dan mudah di pahami...

Anonim mengatakan...

Terima kasih

Anonim mengatakan...

Terimah kasih pa kami telah menemukan soal dari bapak
Nama:kornelia Velciana Ahul
Kelas:7a

Anonim mengatakan...

Nama: Rosalinda Triany Namis
Kls:vlll_A

Anonim mengatakan...

Nama: Emanuel ervano pala
Kelas:VIIIA

Anonim mengatakan...

Nama: Rosalinda Triany Namis
Kls:vll-A

Anonim mengatakan...

Selamat sore pa, terimakasih banyak saya suda menemukan soalnya.
Nama: Ursula Oktaviani Siwa
Kelas: VII D

Anonim mengatakan...

Nama:Amelia onggor
Kelas:Vll D

Anonim mengatakan...

Nama:Febriati Fransiska Dihung
Kelas:VllB

Anonim mengatakan...

Nama: Elfrida M Ahli

Kelas:VllC

Materi Kelas 7

KISI-KISI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL KELAS 8

  Hai! Sahabat IPS, senang berjumpa lagi!!! Kali ini saya posting kisi-kisi ujian akhir semester ganjil kelas 7 mata pelajaran IPS   KISI-...