Materi IPS Kelas 7 Kumer
Pengenalan tentang SDGs dan Mitigasi Bencana
SDGs adalah rencana global berisi 17 tujuan untuk menciptakan dunia yang lebih baik terutama dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan mitigasi bencana adalah upaya untuk mengurangi resiko dan dampak dari bencana alam. SDGs dan mitigasi bencana sangat penting karena membantu kita membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Hubungan Antara SDGs dengan Mitigasi Bencana
SDGs dan mitigasi bencana saling terkait karena keduanya berupaya menciptakan dunia yang lebih aman dan berkelanjutan. Tujuan 13 SDGs berkaitan dengan penanganan perubahan iklim, berkaitan dengan mitigasi bencana karena perubahan iklim disertai dengan meningkatnya bencana alam.
Mampu memahami konsep dan strategi mitigasi bencana serta hubungannya dengan pencapaian SDGs.
Konsep dan Strategi Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana bertujuan untuk mengurangi risiko atau bahaya dari bencana. Sama seperti kita berusaha mengamankan diri kita dari berbagai risiko. Agar masyarakat tahu diperlukan sosialisasi dan pelatihan menghadapi bencana. Masyarakat diharapkan untuk membuat bangunan tahan gempa, melestarikan lingkungan dengan melakukan penghijauan untuk mencegah longsor.
Strategi Mitigasi Bencana
- Pemantauan: memantau kondisi yang bisa menyebabkan bencana, seperti curah hujan atau aktivitas gunung berapi agar dampak dari bencana berkurang.
- Peringatan Dini: memberikan informasi tentang potensi bencana sehingga masyarakat bisa bersiap-siap.
- Pemetaan Risiko: menentukan daerah mana yang paling berisiko terkena bencana.
- Sosialisasi dan Penyuluhan: Menjelaskan cara menghadapi bencana dan apa yang harus dilakukan.
- Pelatihan: memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara menghadapi bencana.
Hubungannya dengan Pencapaian SDGs
SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Mitigasi bencana membantu menciptakan kota yang tahan terhadap bencana, misalnya dengan pembangunan infrastruktur yang kuat dan pemanfaatan lahan yang berkelanjutan.
SDGs 15 (Kehidupan di Darat): Mitigasi bencana juga penting untuk melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati, seperti melalui penanaman pohon untuk mencegah longsor.
Dengan memahami konsep dan strategi mitigasi bencana, serta hubungannya dengan SDGs, kita bisa bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan dalam menghadapi bencana.
Mampu menjelaskan bagaimana upaya mitigasi bencana berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, terutama SDGs 11 (kota dan pemukiman yang berkelanjutan), SDGs 13 (tindakan iklim), dan SDGs 15 (kehidupan di darat).
Upaya mitigasi bencana sangat penting untuk mencapai SDGs, terutama SDGs 11, 13, dan 15. Mitigasi bencana membantu menciptakan kota dan permukiman yang aman dan berkelanjutan (SDGs 11), mengurangi dampak perubahan iklim (SDGs 13), dan menjaga ekosistem di darat (SDGs 15).
1. Mitigasi Bencana dan SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan):
a. Membangun kota yang tangguh:
Mitigasi bencana seperti pembangunan infrastruktur yang tahan gempa, pemetaan wilayah rawan banjir, dan penerapan aturan tata ruang yang memperhatikan risiko bencana, membuat kota lebih tahan terhadap dampak bencana. Hal ini membantu mencapai target SDGs 11.5 untuk mengurangi jumlah kematian dan kerugian ekonomi akibat bencana.
b. Meningkatkan kualitas hidup:
Mitigasi bencana juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Misalnya, dengan adanya sistem peringatan dini bencana, masyarakat dapat lebih siap dan aman menghadapi bencana, mengurangi stres dan ketakutan. Hal ini juga berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat.
c. Menuju pembangunan yang berkelanjutan:
Dengan mitigasi bencana, kota dapat berkembang secara berkelanjutan. Pemilihan lokasi permukiman yang aman, pembangunan infrastruktur yang tidak merusak lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, semua ini merupakan bagian dari mitigasi bencana yang berkontribusi pada SDGs 11.
2. Mitigasi Bencana dan SDGs 13 (Tindakan Iklim):
a. Memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim:
Upaya mitigasi bencana dapat membantu memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Contohnya, pembangunan infrastruktur yang tahan perubahan iklim (seperti jalan yang tahan banjir atau bangunan yang tahan panas), pengelolaan air yang lebih baik, dan pemeliharaan ekosistem yang dapat menyerap karbon.
b. Mengurangi emisi gas rumah kaca:
Mitigasi bencana juga dapat berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Misalnya, dengan membangun infrastruktur yang efisien energi, menggunakan energi terbarukan, dan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
c. Menjaga ekosistem yang rentan:
Bencana alam sering kali berdampak pada ekosistem. Mitigasi bencana dapat membantu menjaga ekosistem yang rentan, seperti hutan bakau, lahan basah, dan wilayah pesisir. Ini penting untuk menjaga keseimbangan alam dan mengurangi dampak perubahan iklim.
3. Mitigasi Bencana dan SDGs 15 (Kehidupan di Darat):
a. Melindungi keanekaragaman hayati:
Bencana alam dapat mengancam keanekaragaman hayati. Mitigasi bencana dapat membantu melindungi habitat dan spesies yang terancam. Misalnya, dengan menjaga kelestarian hutan, mencegah erosi tanah, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
b. Memperbaiki kualitas tanah:
Bencana seperti banjir dan tanah longsor dapat merusak kualitas tanah. Mitigasi bencana dapat membantu memperbaiki kualitas tanah, seperti dengan melakukan penanaman kembali, membangun drainase yang baik, dan menggunakan pupuk organik.
c. Meningkatkan ketahanan ekosistem:
Mitigasi bencana yang baik dapat meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Misalnya, dengan membangun hutan lindung, menjaga kebersihan sungai, dan mengurangi penggunaan pestisida.
Mitigasi bencana adalah bagian utama dari upaya mencapai SDGs, khususnya SDGs 11, 13, dan 15. Dengan membangun kota yang tangguh, memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan menjaga ekosistem yang sehat, kita dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
Upaya mitigasi bencana sangat penting untuk mencapai SDGs, terutama SDGs 11, 13, dan 15. Mitigasi bencana membantu menciptakan kota dan pemukiman yang aman dan berkelanjutan (SDGs 11), mengurangi dampak perubahan iklim (SDGs 13), dan menjaga ekosistem daratan (SDGs 15).
1. SDGs 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
v Mitigasi bencana membantu mencapai SDGs 11 dengan:
v Menciptakan kota yang tangguh: Bangunan yang tahan gempa, sistem drainase yang baik, dan rencana tata ruang yang mempertimbangkan risiko bencana.
v Meningkatkan keselamatan warga: Pelatihan kebencanaan, simulasi evakuasi, dan sistem peringatan dini.
v Mengurangi dampak ekonomi: Pengendalian kerugian akibat bencana yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi kota.
2. SDGs 13: Tindakan Iklim
v Mitigasi bencana juga berkontribusi pada SDGs 13 karena:
v Mencegah dan mengurangi dampak perubahan iklim: Dengan mempersiapkan diri terhadap risiko bencana seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan yang seringkali terkait dengan perubahan iklim.
v Mengembangkan solusi berbasis alam: Misalnya, penanaman pohon untuk mencegah erosi dan mengurangi risiko banjir.
v Meningkatkan kesadaran masyarakat: Pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi bencana.
3. SDGs 15: Kehidupan di Darat
Mitigasi bencana penting untuk SDGs 15 karena:
- Melindungi ekosistem daratan: mitigasi dapat mencegah kerusakan hutan, lahan basah, dan ekosistem lainnya akibat bencana.
-
Meningkatkan keanekaragaman ha
yati: Dengan mencegah hilangnya habitat dan spesies akibat bencana. - Membantu pemulihan ekosistem: Setelah bencana, mitigasi dapat membantu pemulihan ekosistem yang rusak.
Dengan demikian, upaya mitigasi bencana merupakan bagian integral dari pencapaian SDGs, khususnya SDGs 11, 13, dan 15, karena membantu menciptakan kota dan pemukiman yang berkelanjutan, mengurangi dampak perubahan iklim, dan melindungi kehidupan di darat.
BACA MATERINYA YA...., JIKA BELUM JELAS SILAHKAN TANYAKAN KE GURU

2 komentar:
Terima kasih materinya pa.....sangat bermanfaat bagi kami 🙏🙏🙏
Terima kasih materinya pa... Sangat bermanfaat bagi kami 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Posting Komentar