A. Pengertian Kebutuhan dan Kegiatan Ekonomi
Manusia merupakan makhluk sosial dan selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Setiap kebutuhan harus dipenuhi agar dapat hidup dengan layak. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup demi mencapai kesejahteraan.
Kebutuhan manusia beraneka ragam namun alat pemuas kebutuhan terbatas. Oleh karena itu manusia harus membuat skala prioritas terhadap kebutuhannya. Misalnya seorang siswa lebih penting membeli perlengkapan utama sekolah daripada membeli jajan.
Kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas, namun alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia dinamakan kelangkaan. Kelangkaan adalah kondisi di mana barang atau jasa yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas.
Terbatasnya ketersediaan barang dan jasa menuntut manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi yang bermartabat. Kegiatan ekonomi bertujuan untuk menghasilkan, menyalurkan, dan menghabiskan nilai guna barang atau jasa.
Jenis-jenis Kebutuhan Manusia
1. Kebutuhan manusia menurut tingkatannya
a. Kebutuhan primer, adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi dan jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan hidup. Contoh makan, minum, pakaian, dan rumah.
b. Kebutuhan sekunder, merupakan kebutuhan pelengkap setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh perabot rumah tangga, topi, arloji dan lain-lain.
c. Kebutuhan tersier, adalah kebutuhan akan barang mewah, dan tidak mutlak dipenuhi karena berhubungan dengan harga diri. Kebutuhan tersier bervariasi, tergantung tingkat pendapatan seseorang. Contoh, emas, mobil, dan barang mewah lainnya.
2. Kebutuhan manusia menurut sifatnya
a. Kebutuhan jasmani, kebutuhan untuk tubuh manusia. Contoh, makan, minum, sabun, dll.
b. Kebutuhan rohani, kebutuhan untuk kepuasan jiwa manusia. berdoa, rekreasi, nonton TV.
3. Kebutuhan manusia menurut waktu penggunaannya
a. Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang karena sedang dibutuhkan. Contoh, makanan dan minum bagi orang yang lapar dan haus, dan obat bagi orang yang sakit.
b. Kebutuhan masa yang akan datang, adalah kebutuhan yang dipenuhi di masa yang akan datang tetapi dipersiapkan dari sekarang. Contoh, menabung untuk biaya pendidikan, belajar agar sukses dan lulus ujian.
4. Kebutuhan manusia menurut subyeknya
a. Kebutuhan individu, adalah kebutuhan orang perorangan. Contoh, minyak rambut, handbodi, sepatu, dan lain-lain.
b. Kebutuhan kelompok, adalah kebutuhan untuk masyarakat banyak. Contoh, jembatan, jalan raya, gedung sekolah, dan lain-lain.
Jumlah kebutuhan setiap manusia berbeda dan beragam karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a. Jenis kelamin, kebutuhan antara pria dan wanita berbeda. Wanita membutuhkan bedak dan pembalut, sedangkan laki-laki membutuhkan minyak rambut.
b. Tingkat Pendidikan, kebutuhan setiap manusia berbeda tergantung tingkat pendidikan. Anak SD membutuhkan seragam merah putih, sedangkan anak SMP membutuhkan seragam putih biru.
c. Lingkungan tempat tinggal, kebutuhan manusia juga dipengaruhi oleh kondisi geografis tempat tinggalnya. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dengan suhu yang dingin cenderung membutuhkan jaket dan pakaian yang tebal. Sedangkan Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai cenderung membutuhkan baju yang tipis.
d. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memengaruhi keragaman kebutuhan manusia. Setiap orang membutuhkan jaringan internet sehingga dapat mengakses informasi dan interaksi melalui berbagai media sosial.
e. Tingkat pendapatan, semakin besar pendapatan seseorang kebutuhannya juga semakin banyak. Sebaliknya semakin kecil pendapatannya kebutuhan juga semakin sedikit.
f. Status sosial, kedudukan atau status sosial seseorang dalam masyarakat berpengaruh terhadap kebutuhannya. Seorang pejabat negara seperti presiden, dan bupati membutuhkan pengawal pribadi. Sedangkan masyarakat biasa tidak membutuhkannya.
g. Perbedaan selera, setiap orang memiliki selera yang berbeda sehingga memengaruhi perbedaan kebutuhannya. Orang dengan minat baca yang tinggi membutuhkan banyak buku untuk dibaca. Sedangkan orang yang selera dengan musik membutuhkan berbagai alat musik seperti gitar, dan piano.
Alat Pemuas Kebutuhan
1. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan cara memperolehnya
a. Barang ekonomis, adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya perlu pengorbanan fisik dan materiil. Contoh untuk memperoleh sepatu harus mengeluarkan sejumlah uang.
b. Barang bebas, adalah barang yang jumlahnya banyak dan untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan. Contoh sinar matahari, dan udara segar di lingkungan sekitar kita.
2. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan hubungannya dengan barang lain
a. Barang subtitusi, adalah barang yang dalam pemakaiannya bisa diganti dengan barang lain karena fungsinya sama. Contoh nasi dan singkong memiliki kandungan karbohidrat sehingga nasi bisa diganti dengan singkong.
b. Barang komplementer, barang yang pemakaiannya saling melengkapi. Contoh sepeda motor membutuhkan bensin sehingga bisa berjalan.
3. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan tujuan pemakaiannya
a. Barang produksi atau modal, adalah barang yang bisa menghasilkan barang lain. Contoh mesin giling kopi bisa menghasilkan kopi tepung.
b. Barang konsumsi, barang jadi yang siap dipakai. Contoh pulpen, buku tulis, dan sepatu.
4. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan proses pembuatannya
a. Barang mentah, adalah barang yang belum dapat digunakan karena harus diproses terlebih dahulu sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh padi harus digiling menjadi beras sehingga bisa dimasak.
b. Barang setengah jadi, adalah barang yang membutuhkan proses lanjutan agar siap dipakai. Contoh beras harus dimasak terlebih dahulu sehingga siap untuk dimakan.
c. Barang jadi, adalah barang yang sudah siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Contoh nasi, kue, dan pakaian.
Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi
1. Tindakan ekonomi, kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Contoh menjual barang
2. Motif ekonomi, alasan untuk melakukan tindakan ekonomi. Contoh mendapat untung.
Jenis-jenis motif ekonomi
a. Motif memenuhi kebutuhan, seseorang bekerja agar mendapat uang sehingga kebutuhannya terpenuhi. Kegiatan belajar tujuannya agar nilainya bagus.
b. Motif berbuat sosial, adalah dorongan untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Contoh memberi pulpen dan buku kepada teman yang sedang membutuhkan.
c. Motif mendapat penghargaan, dorongan untuk mendapat pengakuan atau penghargaan dari orang lain. Contoh seorang pelajar yang giat belajar agar mendapat hadiah dari kedua orang tuanya.
d. Motif memperoleh kekuasaan, adalah dorongan untuk memengaruhi orang lain agar bertindak sesuai yang kita inginkan. Contoh kampanye seorang siswa agar terpilih menjadi ketua OSIS.
3. Prinsip ekonomi, adalah pedoman atau cara untuk melakukan tindakan ekonomi. Contoh menjual produk yang sedang trend dengan tujuan barangnya laku dan memperoleh banyak keuntungan. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan ekonomi dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi
1. Menggunakan bahan baku yang baik. Contoh memilih bibit jagung yang berkualitas untuk ditanam.
2. Mendirikan tempat usaha yang dekat dengan bahan baku. Contoh membangun pabrik porang di tempat yang banyak menghasilkan porang.
3. Menggunakan tenaga kerja dengan upah murah. Contoh rata-rata upah kepala tukang bangunan Rp100.000 sampai Rp150.000. Pilihlah kepala tukang yang banyarannya Rp100.000.
b. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi
1. Memilih saluran distribusi yang yang aman, cepat, dan murah
2. Melayani pelanggan dengan baik
3. Menempatkan usaha diantara produsen dan konsumen
c. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi
1. Membeli barang dengan kualitas baik
2. membuat skala prioritas sesuai dengan daftar kebutuhan
3. Bertindak rasional dalam membeli barang
B. Jenis-Jenis Kegiatan Ekonomi
Untuk memenuhi kebutuhan, manusia harus melakukan kegiatan ekonomi yang didasari oleh prinsip-prinsip ekonomi seperti pemanfaatan sumber daya alam yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga jenis yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.
1. Produksi, proses menghasilkan barang atau jasa. Contoh membuat kue, menanam padi, dll.
2. Distribusi, proses menyalurkan barang atau jasa. Contoh menjual sayur, menjual kue, dll.
3. Konsumsi, kegiatan memakai atau menggunakan barang atau jasa. membeli kue, minum es, dll.
Kegiatan ekonomi memerlukan pelaku ekonomi yang berperan untuk menghasilkan, menyalurkan, dan menggunakan barang atau jasa. Pelaku ekonomi merupakan orang atau pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Pelaku ekonomi terdiri dari produsen, konsumen, dan distributor.
1. Produsen, orang yang menghasilkan barang atau jasa. Contoh orang yang membuat kue.
2. Konsumen, orang yang menggunakan barang atau jasa. Contoh orang yang makan kue.
3. Distributor, orang yang menyalurkan barang atau jasa, Contoh orang yang menjual kue.
Jadi kegiatan ekonomi dan pelaku ekonomi, merupakan satu kesatuan karena memiliki hubungan yang sangat erat. Contoh dalam kegiatan produksi, Ibu Margareta setiap hari membuat kue untuk dijual. Kue tersebut dititipkan di kios milik Ibu Martina. Andi, Dikson, dan Ezron setiap hari membeli kue yang dijual Ibu Martina.
Berdasarkan contoh tersebut, membuat kue merupakan kegiatan ekonomi produksi sedangkan Ibu Margareta sebagai pelaku ekonomi yaitu produsen. Sedangkan jual kue merupakan kegiatan ekonomi distribusi, dan Ibu Martina bertindak sebagai pelaku ekonomi yaitu distributor. Sementara, membeli atau makan kue merupakan kegiatan ekonomi konsumsi, dan orang yang membeli kue seperti Andi, Dikson, dan Ezron merupakan pelaku ekonomi yakni, konsumen.
Nah! Sahabat IPS sampai disini sudah paham kan! perbedaan antara kegiatan ekonomi dengan pelaku ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitar kita!
Dalam kegiatan ekonomi produksi merupakan kegiatan yang sangat penting karena dapat menghasilkan dan menambah nilai guna barang atau jasa. Nilai guna barang dikenal juga dengan sebutan utilitas. Nilai guna barang terdiri dari:
1. Nilai guna bentuk (form utility), adalah barang akan lebih berguna jika berubah bentuknya. Contoh kacang kedelai nilainya meningkat jika diolah menjadi tahu atau tempe.
2. Nilai guna tempat (place utility), barang akan lebih berguna jika berpindah tempat. Contoh pasir di kali nilainya meningkat jika dibawa ke toko bangunan.
3. Nilai guna waktu (time utility), adalah barang akan lebih berguna jika digunakan pada waktu yang tepat. Contoh jas hujan akan meningkat nilainya jika digunakan pada musim hujan.
4. Nilai guna kepemilikan (ownership utility), adalah barang akan lebih berguna jika digunakan oleh orang yang tepat. Contoh traktor lebih tepat dimiliki oleh seorang petani, seragam sekolah lebih tepat dimiliki oleh seorang siswa.
C. Faktor yang Memengaruhi Kegiatan Ekonomi
Faktor yang memengaruhi kegiatan ekonomi antara lain kondisi geografis, ketersediaan sumber daya alam, teknologi dan informasi, serta modal dan tenaga kerja. Faktor-faktor ini saling terkait dan menentukan tingkat produksi, konsumsi, dan distribusi barang atau jasa.
1. Kondisi geografis, wilayah pesisir cenderung mengembangkan perikanan, sementara wilayah dataran tinggi cocok untuk pertanian.
2. Ketersediaan sumber daya alam, setiap wilayah memiliki potensi seperti tanah yang subur mendorong kegiatan pertanian, padang rumput yang luas mendorong kegiatan peternakan. Kegiatan ekonomi dapat dikembangkan sesuai potensi lokal masing-masing wilayah.
3. Teknologi dan informasi, keberadaan teknologi dan informasi sangat mendukung kegiatan ekonomi. Seperti internet memudahkan kegiatan pemasaran dan jual beli online.
4. Modal dan tenaga kerja, semakin banyak tenaga kerja dan modal yang tersedia, kegiatan ekonomi juga semakin berkembang.
D. Perubahan Pola Kegiatan Ekonomi
Perubahan pola kegiatan ekonomi dahulu dan sekarang bersifat evolusi yakni dari pola kegiatan ekonomi yang bersifat lokal dan sederhana menjadi kegiatan ekonomi yang kompleks dan global.
Tabel Pola Kegiatan Ekonomi Dahulu dan Sekarang
|
Aspek |
Pola Kegiatan Ekonomi |
|
|
Dahulu |
Sekarang |
|
|
Skala operasi |
Kecil karena bersifat lokal dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri |
Besar bersifat nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan banyak orang. |
|
Tingkat efisiensi |
Kurang efisien, karena teknologi dan sumber daya terbatas. |
Efisien karena sistem online dan teknologi modern |
|
Teknologi |
Sederhana dan mengandalkan alat tradisional |
Canggih, dengan sistem digital dan internet |
|
Sistem distribusi |
Barter atau pertukaran barang secara langsung |
Menggunakan e-commerce |
|
Jenis pekerjaan |
Berburu, bertani, dan beternak (dominan pekerjaan primer) |
Beragam (pekerjaan sekunder: manufaktur), (pekerjaan tersier: jasa, teknologi). |
|
Tujuan ekonomi |
Memenuhi kebutuhan dasar |
Mencari keuntungan, dan peningkatan standar hidup |
|
Pemanfaatan sumber daya |
Pemanfaatan alam secara langsung dan terbatas |
Pemanfaatan SDA secara kompleks dan dikelola dengan baik |
|
Interaksi ekonomi |
Terbatas pada lingkungan sekitar |
Melintasi batas negara melalui perdagangan dan investasi |
E. Dampak Kegiatan Ekonomi Terhadap Kehidupan Sosial
Kegiatan ekonomi memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat yakni:
1. Dampak positif
Memenuhi
kebutuhan masyarakat, kegiatan ekonomi bertujuan menciptakan barang atau jasa
sehingga kebutuhan manusia terpenuhi.
Meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan, maksudnya kegiatan ekonomi dapat meningkatkan pendapatan
sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
Menciptakan
lapangan kerja, kegiatan produksi dan distribusi menciptakan lapangan kerja
sehingga membutuhkan tenaga kerja, pada gilirannya tingkat pengangguran
menurun.
Menumbuhkan
kreatifitas dan inovasi, kegiatan ekonomi dapat menumbuhkan kreativitas dan
inovasi melalui ekonomi kreatif karena dapat menciptakan produk baru.
2. Dampak negatif
- Kesenjangan sosial dan ekonomi, apabila hasil produksi tidak di distribusikan secara merata ke berbagai daerah akan menciptakan kesenjangan sosial dan ekonomi karena ada daerah yang terpenuhi kebutuhan sedangkan daerah lainnya tidak terpenuhi kebutuhannya.
- Kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, pengolahan limbah, dan pembangunan industri tidak kontrol menyebabkan kerusakan lingkungan.
F. Contoh Upaya Pemenuhan kebutuhan di Lingkungan Sekitar
|
Jenis Kegiatan Ekonomi |
Contoh di Desa |
Contoh di Kota |
|
Produksi |
Bertani Jagung |
Mengolah jagung menjadi snack |
|
Distribusi |
Pedagang keliling |
Ojek online |
|
Konsumsi |
Membeli pupuk |
Berlangganan internet |
G. Refleksi dan Diskusi
Pertanyaan refleksi
1. Apa saja kegiatan ekonomi yang sering kamu lakukan
2. Kegiatan ekonomi apa yang paling penting bagi masyarakat
Sumber:
https://www.zenius.net/blog/materi-tentang-nilai-guna-barang/
Iwan Setiawan, 2016, Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud
Muhammad Nursa'ban, 2020, Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud
Muh. Nurdin, dkk, 2008, Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud




Tidak ada komentar:
Posting Komentar