MENJELAJAH EKONOMI DIGITAL
Era digital telah mengubah cara manusia hidup
dan bekerja. Dalam sektor ekonomi, digitalisasi mendorong lahirnya berbagai
bentuk kegiatan ekonomi baru seperti e-commerce, financial technology
(fintech), dan startup digital. Kalian mungkin sering berbelanja online atau
menggunakan dompet digital untuk membayar makanan. Nah, itulah salah satu
bentuk nyata dari ekonomi digital!
Apa itu Ekonomi
Digital? (Mencakup
KKTP 1, 2, dan 3)
1.
Konsep Ekonomi Digital (KKTP 1)
· "Siapa di sini yang pernah beli
barang lewat HP?" atau "Siapa yang pernah lihat orang bayar
bakso pakai scan QRIS?"
·
Materi Sederhana:
o Ekonomi
Tradisional: Kita harus bertemu tatap muka, pegang uang
kertas/logam, dan barangnya ada di depan mata.
o Ekonomi
Digital: Segala kegiatan ekonomi (jual, beli, sewa,
kerja) yang menggunakan bantuan internet dan teknologi. Kita tidak harus
bertemu penjualnya, dan uangnya bisa berupa angka di layar HP (dompet digital).
o Kata
Kunci: Internet, Teknologi, Cepat.
2.
Karakteristik/Ciri-Ciri Ekonomi Digital
(KKTP 2)
Gunakan analogi "Pasar
vs Aplikasi" untuk diskusi.
· Serba Cepat (Real-Time):
Pesan ojek online, 5 menit sampai. Bandingkan dengan zaman dulu harus jalan ke pangkalan
ojek.
· Tidak Terbatas Ruang (Borderless):
Kita di rumah bisa beli keripik yang dijual di Jakarta atau bahkan luar negeri.
· Berbasis Data:
Aplikasi "tahu" apa yang kita suka. Kalau kita sering lihat video
sepatu, iklan sepatu akan muncul terus.
· Pengetahuan/Kreativitas adalah Aset:
Di ekonomi digital, ide kreatif (seperti bikin konten video review) bisa
menghasilkan uang.
Dapat
disimpulkan bahwa ekonomi digital adalah sistem ekonomi yang bertumpu pada
teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dengan karakteristik utama yakni:
a. Transaksi
dilakukan secara daring (online)
b. Akses
informasi terbuka dan real-time
c. Muncilnya
profesi baru berbasis teknologi
d. Perubahan
pola produksi, distribusi, dan konsumsi
Contoh nyata:
a. UMKM
menjual produknya lewat marketplace seperti tokopedia, atau shopee, bahkan
melalui facebook.
b. Seseorang
menjadi konten kreator di youtube, facebook, dan lain-lain sehingga
menghasilkan uang dari iklan.
c. Transportasi
online yang menggunakan aplikasi digital seperti ojol, grap, maxim, bahkan
pesan tiket pesawat, kereta api, kapal laut berbasis daring.
3.
Contoh di Lingkungan Sekitar (KKTP 3)
Ajak siswa menyebutkan apa yang mereka
lihat sehari-hari:
·
Belanja:
TikTok Shop (Keranjang Kuning), Shopee, beli pulsa lewat WA teman.
·
Transportasi:
Gojek, Grab, Maxim (jika ada di daerah Bapak/Ibu).
·
Pembayaran:
QRIS di warung, transfer pakai DANA/OVO, Mobile Banking.
· Hiburan:
Langganan Netflix, Top Up Diamond game Mobile Legends (ini pasti siswa paham!).
Siapa Pelakunya
dan Apa Peran Negara?
1.
Peran Pelaku Ekonomi Digital (KKTP 4)
Gunakan
studi kasus sederhana. Misal: "Ibu Budi jualan sambal kemasan lewat
Facebook dan dikirim pakai J&T"
· Produsen (Penjual/Kreator):
Ibu Budi. Perannya menciptakan barang atau konten kreatif untuk dijual secara online.
· Inovator: pelaku mengembangkan produk atau layanan berbasis teknologi digital seperti aplikasi
game online.
·
Pekerja digital:
menjadi konten kreator, programmer, freelancer, dan lainnya.
· Platform (Wadah/Pasar):
Facebook/Marketplace. Perannya menyediakan tempat bertemu penjual dan pembeli
secara maya.
· Distributor (Jasa Logistik):
Kurir J&T/SiCepat. Perannya mengantar barang fisik sampai ke tangan
pembeli.
· Konsumen (Pembeli):
Kita. Perannya memilih barang, memberikan ulasan (review bintang 5), dan
membayar secara digital.
Kisah inspiratif:
Siska,
siswi SMP di Yogyakarta, belajar membuat kerajinan tangan dan menjualnya lewat
Instagram. Ia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya, dan
mendapat banyak pelanggan. Ia pun membantu ekonomi keluarganya
2.
Peran Negara/Pemerintah (KKTP 5)
Jelaskan
bahwa "Wasit" dan "Pembangun Jalan" dalam ekonomi digital
adalah Negara.
· Regulator (Pembuat Aturan):
Membuat UU ITE atau aturan perlindungan data pribadi agar kita tidak tertipu
saat belanja online.
· Fasilitator (Penyedia Sarana):
Membangun tower sinyal internet (seperti proyek Palapa Ring) sampai ke pelosok
desa agar semua bisa internetan.
· Pemberdayaan:
Melatih UMKM (pedagang kecil) agar bisa jualan online (Digitalisasi UMKM).
· Dukungan bagi UMKM:
pelatihan
bisnis digital, dan akses pembiayaan yang mudah melalui kredit usaha rakyat (KUR).
·
Mendorong inovasi teknologi berbasis potensi
lokal.
Contoh
program:
a. Program
100 smart city
b. Digital talentscholarship
oleh kementerian kominfo.
c. Bantuan
sosial melalui aplikasi digital.
Tantangan dan
Peluang (Diskusi Kelompok) (Mencakup KKTP 6
dan 7)
1.
Tantangan Pengembangan Ekonomi Digital
(KKTP 6)
Ajak
siswa diskusi masalah apa yang sering mereka alami:
· Keamanan Siber (Cyber Security):
Penipuan online, akun di-hack, link phishing (link palsu) dan lainnya.
· Kesenjangan Digital:
Sinyal internet di kota kencang, tapi di desa/pegunungan susah sinyal (Blank
Spot).
· Persaingan Kerja:
Toko fisik sepi karena kalah murah dengan toko online, atau pekerjaan manusia
digantikan mesin/AI.
2.
Peluang Pengembangan Ekonomi Digital
(KKTP 7)
Ajak
siswa berpikir positif tentang masa depan:
· Pasar Lebih Luas:
Orang Manggarai bisa jual kopi atau kain tenun ke orang Amerika lewat internet
tanpa harus punya toko di Amerika.
· Pekerjaan Baru:
Muncul profesi baru yang dulu tidak ada, seperti Content Creator, Affiliate
Marketer, admin Medsos, atau Game Streamer.
·
Kemudahan Hidup:
Bayar listrik, air, beli tiket pesawat bisa dari kamar tidur.
Ide Kegiatan
Diskusi di Kelas
1. Analisis Masalah:
Minta siswa menceritakan barang terakhir yang mereka atau orang tua mereka beli
online. Diskusikan: Kenapa beli online? Apakah karena murah? Atau karena
malas keluar rumah? (Ini melatih analisis perilaku konsumen).
2. Debat Mini:
Topik "Apakah Toko Online Mematikan Pasar Tradisional?" Bagi
kelas menjadi dua kubu (Pro dan Kontra).
3. Simulasi:
Minta siswa membuat rencana bisnis digital sederhana. Misal: Jualan keripik
singkong. Platform apa yang dipakai? Bagaimana cara bayarnya? Bagaimana cara
kirimnya?
|
No.
|
Karakteristik
/ Ciri-Ciri
|
Ekonomi
Tradisional
|
Ekonomi
Digital
|
|
1
|
Pembeli dan penjual harus
bertemu tatap muka di satu tempat.
|
|
|
|
2
|
Pembayaran menggunakan uang
elektronik (Dompet Digital/QRIS).
|
|
|
|
3
|
Toko buka 24 jam tanpa henti.
|
|
|
|
4
|
Jangkauan pembeli hanya warga
sekitar pasar saja.
|
|
|
|
5
|
Barang bisa dikirim ke luar
kota atau luar negeri dengan mudah.
|
|
|
|
6
|
Membutuhkan koneksi internet
sebagai syarat utama.
|
|
|