Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami Keanekaragaman geografis Indonesia yang membentuk karakteristik geografis
unik Indonesia. Memahami iklim tropis
Indonesia, serta dampaknya terhadap kehidupan manusia dan ekosistem melalui kegiatan pembelajaran
seperti eksplorasi visual, simulasi
dan presentasi proyek.
Peserta didik akan memiliki kesempatan yang luas untuk memahami dan menginternalisasi keanekaragaman geografis Indonesia yang membentuk karakteristik geografis unik
Indonesia.
Keberagaman Kondisi Geografis Indonesia
A. Letak dan
Luas Indonesia
Indonesia merupakan negara terluas di Asia Tenggara. Luas daratan
mencapai 1.900.932,37 km2. Sedangkan luas lautan mencapai 5,8 juta
km2 (Kemenko Maritim, 2019).
1. Letak
Geografis
Letak geografis merupakan posisi suatu wilayah
berdasarkan kenyataannya di permukaan bumi. berdasarkan letak geografis,
Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia serta
berada diantara dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Pasifik.
Keuntungan posisi geografis Indonesia yaitu:
a. Menjadi jalur
perdagangan internasional
b. Transportasi
laut berkembang pesat
c. Memiliki
kebudayaan yang beragam
Letak geografis juga memberi dampak negatif bagi masyarakat
Indonesia yakni:
a. Rawan bencana alam
b. Rawan konflik kedaerahan
c. Rawan terjadi perdagangan ilegal
d. Budaya dari luar mudah masuk
e. Akses pendidikan dan pembangunan tidak merata
2. Letak
Astronomis
Letak astronomis adalah posisi suatu wilayah
berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis bujur adalah garis khayal
yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Indonesia berada di antara
6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT.
Letak garis lintang Indonesia yang
berada pada 6 derajat Lintang Utara - 11 derajat Lintang Selatan menjadikan
Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri:
v Intensitas curah hujan tinggi
v Mendapatkan sinar matahari sepanjang
tahun
v Memiliki 2 musim yaitu kemarau dan
penghujan
v Kelembaban udara yang tinggi
v Memiliki hutan hujan tropis
Letak
garis bujur Indonesia yang berada pada 95 derajat Bujur Timur - 141 derajat
Bujur Timur berpengaruh pada pembagian waktu di Indonesia, yaitu:
v Waktu
Indonesia Barat (WIB)
Daerah
yang berada di Indonesia bagian Barat memiliki selisih waktu +7 terhadap GMT
(Greenwich Mean Time). Wilayah-wilayah tersebut adalah seluruh Pulau Sumatra,
Pulau Jawa, Pulau Madura, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan
Tengah, dan pulau-pulau kecil disekitarnya.
v Waktu
Indonesia Tengah (WITA)
Daerah
Indonesia bagian tengah memiliki selisih waktu +8 terhadap GMT (Greenwich Mean
Time). Wilayah-wilayah tersebut adalah Pulau Bali, Pulau Nusa Tenggara,
Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan
pulau-pulau kecil disekitarnya.
v Waktu
Indonesia Timur (WIT)
Daerah
Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu +9 terhadap GMT (Greenwich Mean
Time). Wilayah-wilayahnya adalah Kepulauan Maluku, Pulau Papua, dan pulau-pulau
kecil disekitarnya.
Keuntungan
Letak Astronomis Indonesia
v Memiliki
hutan hujan tropis yang luas
Iklim
tropis membuat Indonesia memiliki hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis
merupakan penyumbang oksigen terbesar di dunia yang bisa mengurangi pemanasan
global. Hutan hujan tropis juga merupakan habitat yang ideal untuk flora dan
fauna.
v Memiliki
keragaman flora dan fauna yang bervariasi
Indonesia
memiliki flora dan fauna yang beragam. Hal ini tidak terlepas dari kondisi
iklim di Indonesia. Iklim tropis sangat ideal untuk pertumbuhan flora dan
perkembangbiakan fauna.
v Lahan
pertanian dan perkebunan yang subur
Intensitas
curah hujan yang tinggi dan disinari matahari sepanjang tahun menyebabkan tanah
di Indonesia sangat subur. Melimpahnya hasil pertanian dan perkebunan dapat
membantu meningkatkan perekonomian negara.
3. Letak
Geologis
Letak geologis adalah posisi suatu wilayah
berdasarkan struktur geologi atau susunan batuan disekitarnya. Letak geologis Indonesia yang berada di titik pertemuan dari
tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia
dan Lempeng Pasifik.
Di daerah pertemuan antar lempeng ini mengakibatkan bebarapa daerah di
Indonesia rawan terjadi gempa bumi.
Secara
geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia yaitu pegunungan Sirkum
Mediterania dan Sirkum Pasifik. Jalur pegunungan tersebut membentang hingga
wilayah Indonesia. Hal tersebut menyebabkan wilayah Indonesia memiliki sebanyak
127 Gunung api katif.
Jalur
pegunungan api di Indonesia membentang dari ujung utara Sumatra memanjang
melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda,
Sulawesi, dan Halmahera.
Letak
geologis memberi pengaruh bagi alam Indonesia yaitu:
a.
Memiliki banyak gunung api aktif
b.
Sering terjadi gempa
c.
Kaya akan barang tambang
d.
Tanahnya subur
e.
Flora dan fauna beranekaragam
f.
Laut di Indonesia
memiliki kedangkalan
Kondisi geologis Indonesia memberi pengaruh
terhadap keragaman alam yang dapat ditemukan pada kekayaan sumber daya alam
seperti flora dan fauna, barang tambang, dan sumber daya laut.
B.
Keanekaragaman
Geografis Indonesia
Sahabat IPS! Tahukan
kalian bahwa bentuk permukaan bumi tidak sama antara daerah yang satu dengan
daerah yang lainnya. Bentuk muka bumi ada gunung, lembah, dataran tinggi,
perbukitan, dataran rendah, sungai, danau, laut, dan lain sebagainya.
Diantara bentuk muka di
atas, bentuk muka bumi apa yang kalian pernah lihat? Mengapa bentuk muka bumi
berbeda-beda?
Secara umum kondisi lingkungan tempat tinggal kita terdiri
dari:
1. Gunung
Gunung adalah bentuk
permukaan bumi yang menjulang tinggi dibandingkan dengan daerah disekitarnya.
Pemanfaatan daerah gunung untuk kegiatan manusia sangat tergantung dari
kebiasaan masyarakat sekitarnya.
Manfaat daerah
gunung adalah
a. Sebagai tempat
tinggal dan ketersedian pangan atau bahan makanan
Ada banyak jenis makanan yang kita
makan sehari-hari berasal dari daerah pegunungan. Jenis makanan tersebut
terdiri dari jagung, kentang, shorgum, tomat, dan buah-buahan. Ada banyak
makanan yang bernilai tinggi yang dihasilkan oleh masyarakat yang tinggal di
daerah pegunungan seperti kopi, kakao, madu, rempah-rempah.
b.
Gunung
menyediakan air bersih
Gunung
menjadi penyedia air bersih bagi warga disekitarnya. Air dari pegunungan
mengandung banyak mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia terutama
untuk menjaga kesehatan tulang dan jantung serta dapat meningkatkan sistem
kekebalan tubuh.
Air mineral
berasal air hujan yang turun dan meresap kedalam lapisan tanah di daerah
pegunungan. Air hujan yang telah meresap tersebut muncul kembali ke permukaan
tanah disekitar area gunung dan digunakan olah masyarakat sekitar sebagai
sumber air bersih yang kandungan mineralnya tinggi.
c. Gunung menjaga
keanekaragaman hayati
Gunung
merupakan tempat hidup atau rumah bagi banyak hewan dan tumbuhan. Hewan dan
tumbuhan tersebut dikelompokkan kedalam flora dan fauna. Flora merupakan dunia
tumbuh-tumbuhan. Sedangkan fauna adalah dunia hewan.
d. Gunung untuk tempat pariwisata:
Gunung memiliki pesona alam yang sangat indah sehingga banyak orang yang
suka pergi berwisata ke gunung demi menikmati keindahan alamnya. Gunung yang
sering dikunjungi para wisatawan di pulau Flores adalah Gunung Poco Likang,
Gunung Ranaka, di Kabupaten Manggarai Gunung Inerie di Kabupaen Ngada, Gunung
Mbeling di Manggarai Barat.
2. Lembah
Lembah
adalah dataran yang lebih rendah dari daratan dan umumnya berada di kaki
gunung. Lembah terbentuk karena proses geologis salah satunya adalah proses
pengikisan tanah oleh angin dan air yang berlangsung sangat lama. Di Indonesia
ada banyak lembah, beberapa lembah yang sangat terkenal adalah Lembah Ramma di
kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Lembah Colol di
kabupaten Manggarai Timur yang banyak menghasilkan kopi Colol.
3.
Dataran
tinggi
Dataran
tinggi merupakan dataran yang terletak pada ketinggian 200-700 mdpl. Dataran
tinggi terbentuk dari hasil erosi dan sedimentasi. Dataran tinggi identik
dengan suhu udara yang dingin. Pemanfaatan dataran tinggi oleh penduduk
dilakukan dengan cara pertanian terasering yang mirip seperti tangga dengan
tujuan menhan laju erosi tanah.
Pada
masyarakat Manggarai, pemanfaatan dataran tinggi untuk menunjang kehidupan
dilakukan dengan cara membuat sawah bertingkat dilereng bukit. Selain itu juga
ditanami tanaman jangka pendek seperti kedelai, kacang hijau, kacang tanah.
Sedangkan tanaman jangka panjang yang biasa ditanam di dataran tinggi oleh
masyarakat manggarai adalah pohon jati, pohon mahoni, kopi, cengkeh, kakao,
kemiri, dan lain-lain.
Dataran tinggi
yang terkenal di Indonesia dalah dataran tinggi Dieng, dataran tinggi Bromo,
dataran tinggi Goya, dan lain-lain. Sedangkan dataran tinggi yang ada di Manggarai
adalah dataran tinngi Mbeling di Manggarai Barat, dataran tinggi Colol di
kabupaten Manggarai Timur.
Sahabat
IPS! Tahukan kalian bahwa Kabupaten Manggarai merupakan daerah dataran tinggi
yang didominasi oleh bentuk permukaan daratan yang bergelombang dengan
kemiringan lahan yang bervariasi.
4.
Perbukitan
Perbukitan
adalah rangkaian bukit yang berjajar cukup luas disuatu daerah. Bukit sebagai
bentuk wujud alam yang memiliki permukaan tanah lebih tinggi dibandingkan
permukaan tanah disekililingnya namun dengan ketinggian relatif rendah jika
dibandingkan dengan gunug.
Bukit dapat
dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi masyarakat disekitarnya yakni: pertanian,
perkebunan, peternakan dan budidaya komoditas lainnya. Selain itu daerah
perbukitan bisa dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata.
5. Dataran
Rendah
Dataran
rendah adalah suatu hamparan
tanah lapang yang luas dengan tingkat ketinggian yang di ukur dari permukaan
laut adalah relatif rendah yaitu tidak lebih dari 200 meter di atas permukaan
laut. Dataran rendah dikenal juga dengan sebutan alluvial.
Dataran rendah bagi masyarakat Indonesia sering
dijadikan sebagai tempat tinggal atau pemukiman penduduk. Hal ini dikarenakan
suhu udara di dataran rendah berkisar antara 23-28 derajad celcius, sehingga
tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin bagi tubuh manusia.
Selain sebagai tempat tinggal dataran rendah juga
dapat dimanfaatkan sebagai tempat persawahan, tempat industri, pertanian,
perkebunan dan peternakan.
6. Sungai
Sungai adalah aliran air di
permukaan tanah dan berbentuk memanjang yang mengalir secara terus-menerus
dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). Arah aliran sungai sesuai dengan sifat air mulai dari
tempat yang tinggi ke tempat rendah. Sungai bermula dari gunung atau dataran
tinggi menuju ke danau atau lautan.
Sungai dapat dimanfaatkan sebagai irigasi untuk
persawahan, sebagai sumber air minum. Sungai juga dapat dijadikan sebagai
tempat pariwisata bahkan bisa dimanfaatkan sebagai arus lalu lintas sungai
untuk menghubungkan wilayah hulu dan hilir serta pesisir kiri dan kanan sungai.
7. Danau
Danau adalah suatu wilayah yang berbentuk cekungan besar di
permukaan bumi yang terisi oleh air, dan dikelilingi oleh daratan. Sumber air
di dalam danua berasal dari mata air bawah tanah, air sungai, dan air hujan.
Ada dua jenis danau yaitu danau alami dan danau buatan
(waduk). danau alami terbentuk karena proses vulkanis, sedangkan danau buatan
(waduk) dibuat dengan tujuan untuk mengairi lahan pertanian, pembangkit listrik
tenaga air, perikanan darat, pengendali banjir dan erosi, serta smenjadi obyek
wisata.
Manfaat danau banyak sekali. Contohnya:
1.
Untuk irigasi
pengairan sawah, ternak, serta kebun
2.
Sebagai obyek
pariwisata yang dapat meningkatkan ekonomi
3.
Penggerak PLTA atau
pembangkit listrik tenaga air
4.
Tempat usaha
perikanan darat
5.
Sumber penyediaan air
bagi makhluk hidup
6.
Sebagai pengendali
banjir dan erosi
7.
Dapat djadikan
sebagai sarana olahraga air, seperti dayung, perahu boat, memancing, dan
lain-lain.
8. Laut
Laut adalah wilayah perairan asin yang luas dan mengelilingi
sebagian besar daratan Bumi. Laut membentang di antara benua dan memiliki
kedalaman bervariasi, mulai dari beberapa meter hingga ribuan meter.
Laut merupakan sumber kehidupan di bumi, jantung dunia, tempat kehidupan bermula dan terus berkembang. Laut memberikan oksigen makanan, dan sumber daya lainnya yang sangat penting bagi makhluk hidup.
Laut memiliki
berbagai manfaat yang sangat penting bagi manusia dan lingkungan. Beberapa
manfaat utama dari laut termasuk: Sumber
Makanan tama bagi manusia, laut sebagai transportasi utama untuk menyalurkan
barang dan jasa yang kita gunakan sehari-hari. Laut dapat digunakan sebagai
tempat pariwisata karena memiliki ekosisten yang idah seperti terumbu karang,
pantai berpasir putih atau pink. Laut sebagai sumber energi yang dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik bagi masyarakat. Laut sebagai
pengatur iklim, dan sumber bahan kimia dan obat-obatan.
C.
Keanekaragaman
Geologis Indonesia
Bumi yang
kita tinggal terdiri dari banyak lempeng yang bergerak satu sama lain. Wilayah
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia,
Pasifik, dan Indo-Australia. Lempeng tersebut bergerak satu sama lain dan
saling bertumbukan.
Lempeng
Indo-Australia bertumbukan dengan lempeng Eurasia. Sedangkan lempeng Pasifik
bertumbukan dengan lempeng Eurasia. Tumbukan lempeng tersebut membentuk
rangkaian pegunungan di pesisir selatan Indonesia mulai dari Pulau Sumatra,
Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Selain gunung dan gunung api tumbukan
antar lempeng juga menghasilkan peristiwa gempa bumi. Indonesia juga rawan
terjadi letusan gunung api.
Disamping
kondisi geologis Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh pertemuan deretan
pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Akibatnya Indonesia memiliki
banyak gunung api, dan menjadi daerah gempa bumi. Bencana alam yang sering
terjadi di Indonesia diakibatkan oleh kondisi geologis dengan deretan gunung
api yang melingkari wilayah Indonesia yang dikenal dengan sebutan ring of fire.
Keanekaragaman kondisi geologis ini menyebabkan
1.
Flora dan fauna beraneka ragam
2.
Kaya barang tambang dan mineral
3.
Tanahnya subur
Pengaruh letak geologis Indonesia, yaitu:
1. Memiliki
banyak gunung api aktif
Indonesia memiliki banyak gunung api aktif karena dilalui oleh
rangkaian pegunungan muda yakni Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Jumlah
gunung api aktif di Indonesia mencapai 127 buah atai 13 % dari jumlah gunung
api dunia.
2. Sering
terjadi gempa bumi
Wilayah Indonesia berada diantara tiga lempeng tektonik yaitu
lempeng Indo-Australia, pasifik dan Eurasi. Ketiga lempeng tersebut sering
terjadi gesekan, akibatnya wilayah Indonesia sering terjadi gempa bumi, baik
gempa tektonik maupun vulkanik.
3. Kaya sumber
daya tambang dan mineral
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya tambang dan
mineral. Hal terjadi karena banyaknya gunung api yang ada di Indonesia. Letusan
gunung api tersebut mengakibatkan beranekaragamnya sumber daya tambang dan
mineral di Indonesia.
4. Mempunyai
tanah yang subur
Tanah di Indonesia sangat subur karena sering terjadi gempa bumi. Setiap
terjadi gempa bumi akan mengeluarkan lahar dan abu dan akan membentuk tanah
vulkanik. Lahar dan abu ini memiliki kandungan mineral yang tinggi sehingga
tanah menjadi subur dan dapat ditanami dengan berbagai jenis tanaman serta
rumah yang baik bagi fauna di Indonesia.
5. Kenaekaragaman
hayati yang tinggi
Sebagai negara beriklim tropis Indonesia memiliki hutan hujan
tropis yang sangat luas. Hutan yang sangat luas tersebut menjadi rumah yang
ideal bagi flora dan fauna. Sehingga tidak heran jika flora dan faunanya
beranekaragam. Hutan Indonesia memiliki 6.000 spesies tumbuhan, 1.000 spesies
hewan, dan 100 spesies jasad renik yang sudah diketahui manfaat dan potensinya.
D. Keanekaragaman
Hayati Indonesia
Keanekaragaman hayati Indonesia ditunjukkan dengan beragamnya
tumbuhan dan hewan. Tumbuh-tumbuhan disebut flora, sedangkan hewan-hewan
disebut juga fauna.
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang
menunjukkan bervariasinya gen, spesies, dan ekosistem disuatu wilayah.
Tingkat
keanekaragaman hayati
o Tingkat gen
Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada tumbuhan:
a.
Padi (Oryza sativa)
dengan varietas Padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung, dan lain-lain
b. Mangga (Mangifera indica)
dengan Varietas Mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek, dan lain-lain
c. Durian (Durio zibethinus)
dengan Varietas Durian petruk, durian bawor, durian monthong, dan lain-lain.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada hewan:
a. Anjing (Canis familiaris)
dengan ras anjing golden retrieve,
anjing bulldog, anjing german shepherd, dan lain-lain
b.
Kucing (Felis catus)
dengan ras kucing anggora, kucing persia, kucing sphinx, dan lain-lain
c.
Sapi (Bos taurus) dengan
ras sapi bali, sapi madura, sapi fries
holland, dan lain-lain.
o Tingkat spesies
Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada tumbuhan:
a. Tingkat genus: Genus Citrus
misalnya pada Jeruk bali (Citrus maxima),
jeruk nipis (Citrus aurantifolia),
dan jeruk manis (Citrus nobilis).
Juga Genus Musa pada Pisang buah (Musa
paradisiaca) dan pisang serat (Musa
textilis).
b. Tingkat family dibagi menjadi Famili Poaceae pada padi (Oryza
sativa), jagung (Zea mays), dan
alang-alang (Imperata cylindrical),
dan Famili Zingiberaceae pada kunyit
(Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinalis).
Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada hewan:
a. Tingkat genus dibagi menjadi Genus Felis dan Genus Bos. Genus
Felis, diantaranya kucing leopard (Felis bengalensis), kucing rumahan (Felis
silvestris), dan kucing hutan (Felis chaus) dan Genus Bos pada sapi berpunuk
(Bos indicus), sapi potong dan perah di Eropa (Bos Taurus), dan sapi asli
Indonesia (Bos sondaicus).
b. Tingkat family, dibagi menjadi Famili Bovidae pada sapi (Bos) dan
kerbau (Bubalus) dan Famili Canidae: Serigala (Canis) dan rubah (Lycalopex).
o Tingkat ekosistem
Perbedaan letak geografis antar wilayah menyebabkan perbedaan
iklim dan berpengaruh pada perbedaan suhu, curah hujan, intensitas cahaya
matahari. perbedaan-perbedaan tersebut menyebabkan flora dan fauna
beranekaragam.
Contoh
keanekaragaman hayati tingkat ekosistem:
a. Ekosistem lumut yang terletak di wilayah sekitar puncak gunung
atau di daerah dingin sekitar kutub dan didominasi oleh tumbuhan lumut. Hewan yang dapat dijumpai di
dalamnya ialah hewan-hewan berbulu tebal seperti beruang kutub.
b. Ekosistem hutan konifer yang didominasi oleh tumbuhan yang berdaun
seperti jarum, misalnya pinus atau cemara yang di dalamnya, terdapat hewan juga
salah satunya beruang.
c. Ekosistem hutan hujan tropis yang ditumbuhi beragam pohon, liana,
dan epifit. Hewan yang hidup di dalamnya misalnya kera.
d. Ekosistem padang rumput yang terdapat di wilayah kering di
ketinggian sekitar 4000 MDPL dan didominasi oleh rumput-rumputan. Pada
ekosistem ini, hidup mamalia besar, karnivora, dan herbivora.
e. Ekosistem gurun yang memiliki perbedaan suhu mencolok antara siang
dan malam, angin kencang, iklim panas, dan hujan yang sangat sedikit serta
didominasi oleh kelompok tumbuhan xerofit seperti kaktus. Hewan yang dapat
dijumpai di dalamnya adalah reptil dan mamalia kecil.
f. Ekosistem pantai yang didominasi oleh formasi pes-caprae dan
barringtonia berbentuk perdu atau pohon. Di dalamnya, terdapat serangga, burung
pantai, dan lain-lain.
Manfaat kaenaragaman hayati antara lain:
o Bidang Pangan
dan Sandang
Sumber makanan yang kita makan sehari-hari merupakan flora dan
fauna. Kayu untuk membuat rumah berasal dari pohon yang tumbuh di hutan. Dengan
demikian flora dan fauna mampu memenuhi banyak kebutuhan manusia.
o Bidang Ekologi
Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia. Kegiatan fotosintesis
pada hutan dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer
sehingga pencemaran uadara berkurang.
Hutan juga berfungsi untuk menjaga kestabilan iklim bumi karena
dapat mempertahankan suhu dan kelembaban udara sehinggan dapat menunjang
keberlangsungan hidup manusia dan hewan.
o Bidang
Farmasi
Flora dan fauna dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional dan obat
herbal. Flora yang dapat digunakan untuk obat adalah pohon kina yang dapat
dijadikan sebagai obat malaria. Buah mengkudu digunakan untuk menurunkan
tekanan darah tinggi.
Fauna yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit ular yang
dapat dijadikan sebagai obat kulit. Madu yang sering kita konsumsi dapat
meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu manfaat fauna bagi kita.
o Bidang ilmu
pengetahuan dan Teknologi
Keanekarahgaman hayati dimanfaatkan untuk perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi seperti melakukan penelitian terhadap flora dan
fauna. Obat-obatan yang kita minum merupakan hasil kajian ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan sumber bahan flora dan fauna.
https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/
Keanekaragaman
hayati di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar.
Besarnya kanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim
dan kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yang tinggi memungkinkan
tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan, sebab tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang
pada daerah yang memiliki kandungan air, maka hewan pun dapat hindup didaerah
tersebut.
Persebaran flora dan fauna di Indonesia juga tidak merata. Ada
banyak faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna, salah satunya letak
geologis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Hal tersebut membuat flora
dan fauna Indonesia berbeda dengan negara atau kawan di belahan bumi lainnya.
1. Flora
a. Flora Sumatra
– Kalimantan
Wilayah flora ini didominasi oleh wilayah iklim hutan hujan tropis
dengan tipe vegetasi hutan lebat dan jenis tumbuhan yang heterogen.
Flora khas wilayah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan Meranti (Dipterocarpus) dan tumbuhan endemik yang
sangat langka seperti bunga padma (Raflessia arnoldi) dan bunga bangkai
(Amorphpophallus Titanium).
b. Flora Jawa –
Bali
Iklim di pulau
Jawa dan Bali memiliki banyak variasi dimana tingkat curah hujan dan kelembaban
udara semakin berkurang ke arah timur.
Kondisi ini
menyebabkan banyak perbedaan vegetasi hutan dari wilayah barat ke timur yaitu
hutan tropis, hutan musim, hutan sabana, dan stepa.
c. Flora
Kepualauan Walaccea
Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor, dan Maluku masuk dalam
wilayah Kepulauan Wallacea. Iklim pada wilayah ini lebih kering dengan kelembaban
udara yang lebih rendah.
Vegetasi
yang ada pada Kepulauan Wallacea yakni:
v
Vegetasi savana tropis di wilayah Nusa Tenggara;
v
Vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan di Pulau Sulawesi;
v
Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku, yang terdiri dari
berbagai jenis rempah- rempah (seperti pala, cengkih, kayu manis), kenari, kayu
eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.
d. Flora Papua
Meskipun masuk dalam tipe hutan hujan tropis, tetapi vegetasi
wilayah Flora Papua lebih bercorak hutan hujan tipe Australia Utara.
Daerah pegunungan Jaya Wijaya, banyak ditumbuhi vegetasi
pegunungan tinggi. Sedangkan pada area pantai banyak dijumpai vegetasi hutan
bakau atau mangrove.
2. Fauna
a. Fauna Asiatis
Wilayah yang masuk ke dalam wilayah Asia atau Asiatis adalah
Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Jenis-jenis fauna atau binatang tipe Asiatis diantaranya:
v
Mamalia: gajah, badak bercula satu, rusa, tapir, banteng, kerbau,
monyet, orang utan, harimau, macan tutul, macan kumbang, tikus, bajing,
beruang, kijang, anjing hutan, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan
kukang.
v Reptilia: biawak, buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, bunglon,
dan trenggiling.
v
Jenis-jenis burung: elang bondol, jalak, merak, ayam hutan, burung
hantu, kutilang dan berbagai macam jenis unggas lainnya. Ikan seperti mujair
dan arwana serta pesut (mamalia air tawar).
b. Fauna
Peralihan
Wilayah peralihan atau campuran Asia-Australia biasa disebut juga
dengan Kepulauan Wallacea. Wilayah ini
meliputi Pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan
Maluku.
Jenis fauna yang bisa ditemukan di wilayah peralihan yakni:
v Mamalia:
anoa, babi rusa, tapir, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius,
monyet seba, kuda, sapi, banteng.
v Amphibia:
katak pohon ,katak terbang, dan katak air. Reptilia: ular, buaya, biawak dan
komodo
v Berbagai
macam burung: burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah,
rangkong, kakatua, merpati, dan angsa.
c. Fauna
Australis
Pulau-pulau yang masuk dalam wilayah fauna Australis yakni Pulau
Papua, Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Contoh jenis-jenis fauna pada kelompok wilayah ini antara lain:
vMamalia: kanguru, walabi, beruang, koala, nokdiak (landak Irian),
oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kanguru pohon.
v
Reptilia: buaya, biawak, ular, kadal, kura-kura.
v
Amphibia: katak pohon, katak terbang, dan katak air.
v
Beragam jenis burung: kakatua, beo, nuri, raja udang, cendrawasih,
dan kasuari.
v
Ikan seperti arwana dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya.
Flora dan
Fauna di Indonesia Barat
Flora dan fauna di zona ini tersebar di pulau-pulau bagian barat
Indonesia, mulai dari Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Flora dan
fauna di zona ini mirip dengan yang ada di Benua Asia.
a. Flora Indonesia Bagian
Barat
Persebaran flora di Indonesia Bagian Barat dipengaruhi oleh iklim
Af (tropis basah) dan Am (tropis musim). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
v
Banyak pohon tinggi
v
Tumbuhannya lebat dan rapat
v
Pohon beraneka ragam
v
Tumbuhan selalu hijau sepanjang tahun
Contoh flora di zona ini antara lain seperti gandaria, kasturi,
rotan, majegau, meranti, Rafflesia Arnoldii, serta anggrek hutan.
b. Fauna Indonesia Bagian
Barat
Fauna di wilayah Indonesia Bagian Barat kerap disebut juga sebagai
Oriental. Ciri-ciri fauna di wilayah ini yaitu:
v
Mamalia besar
v
Berbagai jenis kera
v
Mamalia air tawar
v
Beberapa jenis burung tidak banyak warna
v
Tidak terdapat mamalia berkantung
Contoh fauna di wilayah ini adalah gajah, harimau Sumtra, badak
bercula satu, elang jawa, tapir, orang utan, macan, pesut, dan merak Jawa
hijau.
Flora dan
Fauna Daerah Indonesia Tengah (Peralihan)
Flora dan fauna di wilayah ini tersebar di pulau-pulau bagian
Tengah Indonesia, seperti Pulau Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Beberapa
flora dan fauna di wilayah ini memiliki kekhasannya sendiri, sehingga disebut
sebagai endemik.
a. Flora Indonesia Bagian
Tengah
Persebaran flora di Indonesia Bagian Tengah dipengaruhi oleh iklim
Am (tropis musim) dan Aw (sabana tropis).
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
v
Pohonnya tinggi tetapi jarang
v
Dapat beradaptasi di wilayah kering
v
Meranggas atau menggugurkan daun saat musim kemarau
Contoh flora di zona ini antara lain lontar, cendana, longusei,
dan ajang kelicung.
b. Fauna Indonesia Bagian
Tengah
Hewan di wilayah Indonesia Bagian Tengah kerap disebut hewan
endemik atau hanya ada di wilayah ini dan tidak bisa kita temukan di wilayah
lain.
Ciri-cirinya adalah berikut ini:
v Beberapa
jenis burung, kera, dan reptil
v Hewan mamalia
tidak besar
v Tidak
terdapat hewan berkantung
v Beberapa
hewan bersifat endemik yaitu hanya ditemukan di wilayah ini
Contoh fauna di zona ini adalah komodo, anoa, yaki, tarsius, babi
rusa, sapi bima, rangkong, dan maleo.
Indonesia
Bagian Timur (Australis)
Flora dan fauna di wilayah Indonesia Bagian Timur tersebar pada
wilayah Timur Indonesia, yaitu di Kepulauan Maluku dan Papua.
a. Flora Indonesia Bagian
Timur
Persebaran flora di wilayah ini dipengaruhi oleh iklim Af (tropis
basah).
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
v Mirip dengan
hutan hujan tropis Australia
v Banyak
tumbuhan epifit, yaitu tumbuhan yang menumpang hidup pada tumbuhan lain
v Banyak
tumbuhan endemik (asli wilayah tersebut)
v Banyak
rempah-rempah
Contoh flora di zona ini antara lain matoa, sagu, eukaliptus,
pala, cengkeh, dan lada.
b. Fauna Indonesia Bagian Timur
Fauna Indonesia Timur disebut juga fauna Australis.
Berikut adalah ciri-ciri fauna di wilayah ini:
v Terdapat
binatang berkantung
v Beberapa
mamalia kecil
v Burung-burung
berbulu indah
Contoh hewan yang ada di wilayah ini adalah kanguru pohon, kanguru
tanah, cendrawasih, nuri, kasuari, wallabi, dan namdur.
https://regional.kontan.co.id/news/flora-dan-fauna-di-indonesia-wilayah-persebaran-dan-jenis-jenisnya#google_vignette
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20231002115551-569-1006070/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia-wilayah-serta-jenisnya
https://www.ruangguru.com/blog/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia
Konservasi Alam untuk Melindungi Spesies Endemik
Indonesia
memiliki flora dan fauna langka dan dilindungi. Sayangnya flora dan fauna
langka tersebut berkurang jumlahnya akibat kerusakan hutan. Beruang madu di
Riau terancam punah akibat kebakarandan kerusakan hutan. Selain itu kebakaran
hutan yang terjadi di Kalimantan mengakibatkan orang utan mati dan jumlahnya
terus berkurang.
Upaya-upaya
yang dapat dilakukan untuk melindungi spesies endemik yaitu:
1. Memberikan
edukasi dan sosialisasi
Pemerintah
harus memberikan sosialisasi dan edukasi tentang binatang apa saja yang
dilindungi pemerintah.
2. Mendukung
upaya pelestarian lingkungan
Masyarakat
harus mendukung upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah
dengan memberikan dukungan moril.
3. Membuat
penangkaran
Cara
melindungi satwa langka berikutnya dengan membuat penangkaran atau menyediakan
tempat pemeliharaan hewan langka tersebut agar tidak punah.
4. Melaporkan
orang yang berburu satwa langka
Melaporkan
orang yang berburu satwa langka kepada pihak berwajib akan membuat efek jera
bagi masyarakat
5. Membuat
papan larangan
Dalam papan
larangan dicantumkan ancaman hukuman pidana jika perburuan tetap dilakukan.
6. Hindrari
transaksi jual beli binatang langka
berkurangnya
satwa langka di Indonesia disebabkan oleh transaksi jula beli yang bahkan
diekspor keluar negeri. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk menghindari
transaksi jual beli tersebut demi melindungi satwa langka yang hampir punah.
A.
Cuaca dan
Iklim Indonesia
Sahabat IPS! Kamu pasti pernah mendengar atau menyaksikan disuatu
tempat sedang terjadi hujan sementara di tempat lainnya matahari sedang
bersinar. Kamu juga pernah mendengar ucapan atau baca berita saat ini kita
sedang terjadi perubahan iklim? Sebenarnya kedua hal tersebut berkaitan dengan
cuaca dan iklim.
Pengertian
Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara yang terjadi pada suatu wilayah pada
periode tertentu. Kindisi cuaca berubah dalam waktu yang singkat.
Perbedaan cuaca diberbagai daerah disebabkan perbedaan suhu dan
kelembaban udara. BMKG adalah lembaga yang khusus mengamati cuaca dan iklim di
Indonesia. Sedangkan ilmu yang khusus mempelajari cuaca dan iklim adalah
Klimatologi.
Iklim adalah kondisi atau keadaan rata-rata cuaca pada suatu
daerah yang sangat luas. Perhitungan iklim dapat dilakukan selama 11 hingga 30
tahhun.
Letak Astronomis sangat mempengaruhi iklim di suatu wilayah atau
negara. Posisi astronomis Indonesia 60LU – 110LS dan 950BT
– 1410BT sehingga negara kita beriklim tropis. Wilayah dengan iklim
tropis memiliki 2 musim yaitu kemarau dan hujan.
Perbedaan
Cuaca dan Iklim
|
No
|
Cuaca
|
Iklim
|
|
1.
|
Cakupan wilayah sempit dan terbatas
|
Cakupan wilayah luas
|
|
2.
|
Waktu pengamatan dikakukan 24 jam
|
Pengamatan dilakukan 11-30 tahun
|
|
3.
|
Sigfat cepat berubah dan tidak stabil
|
Bersifat stabil dan sulit berubah
|
|
4.
|
Prediksinya mudal dilakukan
|
Prakiraan iklim sulit dilakukan
|
Unsur-Unsur
Cuaca dan Iklim
1. Cahaya
matahari
Sinar
matahari memancarkan sinarnya keseluruh pelosok bumi. Pada waktu-waktu tertentu
ada belahan bumi yang mendapat sinar matahari, dan ada belahan bumi yang tidak
mendapat sinar matahari. Kondisi tersebut terjadi karena rotasi dan revolusi
bumi terhadap matahari.
Pergantian
menerima cahaya matahari dalam waktu dan kapasitas yang berbeda menyebabkan
iklim dan cuaca yang berbeda pada setiap belahan bumi.
2. Suhu
Disebut juga
temperatur udara. Adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer,
atau udara yang timbul karena radiasi panas matahari yang diterima Bumi.
Tingkat penerimaan panas tersebut mengakibatkan perbedaan suhu di tiap daerah.
3. Angin
Adalah udara
yang bergerak karena perubahan suhu di suatu wilayah. Perbedaan suhu di Bumi
mengakibatkan perubahan tekanan udara dan menyebabkan terjadinya angin.
4. Awan
Merupakan
unsur cuaca dan iklim berupa titik-titik air atau kristal es halus di atmosfer
yang berkumpul menjadi satu. Udara dari permukaan Bumi yang naik akan menjadi
dingin. Sehingga menambah kelembapan udara. Ketika mencapai titik jenur dengan
air, udara akan berubah menjadi awan dengan ketinggian tertentu.
5. Kelembaban
udara
Merupakan
jumlah uap air yang ada di udara. Kelembapan ini memengaruhi pengendapan air
dalam udara yang bisa berbentuk awan, kabut, embun, serta hujan.
6. Curah hujan
Adalah
intensitas hujan di suatu daerah. Proses terjadinya hujan diawali dengan
penguapan air di sumber air, seperti sumur, sungai, danau, laut, samudra, dan
lain-lain.
7. Listrik di
udara
Merupakan
energi listrik yang ada di atmosfer karena fenomena alam, seperti petir atau
kilat yang bersumber dari hujan badai. Sehingga mengakibatkan terjadinya
gesekan di atmosfer.
Jenis-Jenis
Cuaca
1. Cuaca cerah
Cuaca cerah ditandai dengan sinar matahari yang terlihat jelas dan
terang namun udara tidak terasa panas karena disertai dengan udara yang
berhembus pelan.
2. Cuaca panas
Cuaca panas ditandai dengan sinar matahari yang bersinar terang di
siang hari. Biasanya terjadi saat musim kemarau.
3. Cuaca berawan
Cuaca berawan terjadi karena sinar matahari ditutup oleh
sekumpulan awan yang mendung. Ketika matahari tertutup awan, kondisi udara
menjadi tidak terlalu panas dan langit agak gelap.
4. Cuaca dingin
Saat cuaca dingin, kelembapan akan meningkat dan angin akan
bertiup lebih kencang. Suhu udara cenderung lebih rendah.
5. Cuaca Hujan
Cuaca hujan terjadi akibat pengaruh dari peningkatan uap air di
udara, karena pemanasan dari sinar matahari.
6. Cuaca Berangin
Cuaca berangin ditandai dengan udara yang bergerak lebih cepat.
Saat cuaca berangin, langit biasanya tampak berawan dan suhu udara lebih
rendah.
7. Cuaca Bersalju
Salju merupakan air atmosfer yang membeku dan jatuh ke tanah.
Salju terjadi ketika suhu udara turun hingga mencapai 0º Celcius.
Jenis-Jenis
Iklim
1. Iklim Tropis
Iklim tropis
terjadi di kawasan sekitar garis khatulistiwa, seperti Indonesia. Cuaca pada
iklim ini akan terasa hangat sepanjang hari dan tidak ada musim dingin.
2. Iklim Sub Tropis
Daerah dengan iklim subtropis memiliki suhu harian dan musiman
yang lebih beragam dari daerah beriklim tropis. Misalnya kawasan Mediterania,
seperti Yunani dan Italia, iklimnya akan terasa hangat, musim panasnya kering,
sedangkan musim dinginnya basah. Iklim subtropis memiliki curah hujan sedang
sepanjang tahun.
3. Iklim Sedang
Iklim sedang atau siklon dapat
dijumpai di Bumi belahan utara. Di kawasan ini, kutub yang dingin bertemu
dengan udara hangat, sehingga memungkinkan terjadinya hujan dan salju. Jenis
iklim ini akan menghasilkan suhu musiman, seperti musim panas, gugur, musim
dingin, dan semi.
4. Iklim Dingin
Iklim dingin terjadi di Kutub Utara dan Selatan. Musim dingin di
kedua wilayah ini terjadi sepanjang tahun. Di sejumlah area, suhunya bahkan
selalu berada di bawah 0º Celcius. Sebagian tempat memiliki salju dan es bahkan
lapisan tanah bawahnya akan membeku.
https://www.kompas.com/skola/read/2022/09/05/130000969/cuaca-dan-iklim--pengertian-perbedaan-unsur-dan-jenisnya
B.
Dampak Iklim
Tropis Indonesia
Iklim Tropis dimiliki oleh wilayah yang berada disekitar garis
khatulistiwa. Indonesia merupakan negara yang berada disekitar garis khatulistiwa
sehingga seluruh wilayahnya beriklim tropis. Iklim Tropis membawa dampak
positif dan negatif.
Dampak
positif iklim tropis bagi bangsa Indonesia
Curah hujan tinggi dan mendapat sinar matahari sepanjang tahun,
sehingga tanah untuk pertanian menjadi subur dan flora dan faunanya beraneka
ragam.
Iklim tropis membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yakni:
1.
Iklim tropis yang subur
Iklim tropis Indonesia menyebabkan curah hujan tinggi menyebabkan
tahan untuk pertanian di Indonesia sangat subur, sehingga tanaman pertanian
dapat tumbuh dengan subur dan dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
2.
Curah hujan tinggi
Curah hujan merupakan unsur penting mendukung kelangsungan hidup
manusia, hwaan dan tumbuhan. Curah hujan yang tinggi juga membantu meningkatkan
kesuburan tanah sehingga hasil panen meningkat.
3.
Sinar matahari berlimpah
Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi mahkluk hidup
karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembangkit listrik
tenaga surya, mengeringkan hasil panen, dan digunakan untuk proses fotosintesis
pada tumbuhan.
4.
Potensi wisata alam yang kaya
Iklim tropis dan curah hujan yang tinggi menyebabkan flora dan
fauna di Indonesia beraneka ragam, sehingga dapat dijadikan sebagai tempat
pariwisata
5.
Peluang maritim yang strategis
Indonesia terletak di antara dua samudra besar, yaitu Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik.
Letak ini memberikan peluang maritim yang strategis bagi
Indonesia.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor
kelautan, seperti perikanan, pelayaran, dan perdagangan maritim.
6.
Kesetaraan durasi siang dan malam
Indonesia mengalami durasi siang dan malam yang hampir sama
sepanjang tahun, yaitu setiap 12 jam.
Hal ini memberikan keuntungan bagi sektor pertanian dan
peternakan karena aktivitas enggak terhambat oleh perubahan waktu yang drastis.
Sekarang sudah tahu ya, Kids, apa saja dampak positif bagi
Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa.
Dampak
positif iklim tropis bagi bangsa Indonesia
Iklim tropis membawa dampak positif bagi kehidupan manusia yaitu:
1. Dampak
positif iklim tropis bagi lingkungan
Wilayah dengan iklim tropis memiliki kenekaragaman hayati yang
unik dan menarik. Hewan yang unik dan menarik seperti komodo. Sedangkan
tumbuhan yang unik dan menarik adalah raflessia arnoldi, edelweiis, kantong
semar, dan pohon ulin.
2. Dampak
negatif iklim tropis bagi kesehatan
Wilayah dengan iklim tropis suhu udaranya tidak terlalu panas dan
juga tidak terlalu dingin sehingga memungkinkan makluk hidup seperti manusia
dapat hidup dengan baik. Negara dengan iklim dingin pada musim dingin tingkat
kematiannya meningkat.
3. Dampak
negatif iklim tropis pada bidang ekonomi
Sumber daya alam hayati dan nonhayati yang melimpah dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat. Sumber daya alam hayati seperti ceengkeh,
kopi, kemiri, dan lain-lain dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Sedangkan sumber daya alam nonhayati seperti sinar matahari
digunakan sebagai sumber energi bagi manusia.
4.
Dampak positif iklim tropis
terhadap pertanian
Suhu udara yang tinggi mengakibatkan proses fotosintesis pada
tanaman berlangsung dengan baik. Curah hujan yang tinggi pada wilayah tropis
dan didukung oleh sinar matahari yang berlangsung sepanjang tahun menyebabkan
tanaman dapat tumbuh dengan baik, sehingga hasil panen petani meningkat.
Dampak
negatif iklim tropis bagi bangsa Indonesia
Iklim tropis membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia yaitu:
1.
Rawan bencana
alam
Iklim tropis rentan terhadap bencana alam, seperti banjir,
longsor, dan kekeringan. Bencana alam tersebut terjadi akibat perubahan cuaca
yang ekstrem. Banjir dan longsor terjadi pada musim hujan, sedangkan kekeringan
terjadi pada musim kemarau.
2.
Perubahan
iklim
Perubahan iklim global dipengaruhi iklim tropis. Pembakaran hutan
dan penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang pada
akhirnya terjadi perubahan iklim global. Kebakaran hutan merupakan salah satu
penyebab terjadinya emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu hutan jangan dibakar,
tetapi harus dilestarikan dengan baik.
3.
Penyakit
tropis
Iklim tropis berdampak pada berkembangnya beberapa penyakit yang
identik dengan wilayah beriklim tropis. Penyakit tersebut diantaranya adalah
penyakit malaria, dan demam berdarah yang sering terjadi di Indonesia.
Pada bidang infrastruktur iklim tropis berdampak pada rusaknya
bangunan akibat lonsor dan banjir. Longsor dan banjir pun dapat mengganggu
kegiatan ekonomi masyarakat. Sedangkan pada bidang kesehatan masyarakat banjir
dan longsor menyebabkan wabah penyakit menular seperti demam berdarah, diare,
dan penyakit kulit.
Peristiwa
alam yang berpengaruh pada iklim di Indonesia
1. El Nino dan
La Nina
2. Daerah
pertemuan angin antartropis
3. Dipole Mode
Dampak
perubahan Iklim di Indonesia
1. Naiknya
permukaan air laut (banjir rob)
2. Kebakaran
hutan ekstrem
3. Resiko
kekeringan meningkat
4. Gelombang
panas yang ekstrem
5. Meningkatnya
resiko banjir
6. Lenyapnya
terumbu karang dan wisata bahari
7. Terhambatnya
pertumbuhan di bidang ekonomi
C.
Warisan
Budaya Indonesia
Negara Indonesia kaya akan budaya yang diwariskan dari nenek moyang
kita. Teman-teman pasti mengenal warisan budaya tersebut. Warisan budaya dapat
dikelompokan menjadi warisan budaya benda, dan warisan budaya tak benda.
Warisan budaya adalah peninggalan yang merepresentasikan beragam
sistem berupa sistem nilai, kepercayaan, tradisi, hingga jejak-jejak suatu
kebudayaan masa lampau hingga sekarang.
Warisan budaya adalah sesuatu yang terus diwariskan dalam beragam
bentuk hingga masih dijalankan atau dijaga sampai saat ini.
Jenis-Jenis
warisan budaya
1.
Warisan
budaya benda
Warisan budaya benda bisa dilihat dan diraba. Contoh warisan
budaya benda adalah bangunan, dan benda-benda pusaka yang dijaga dan
dilestarikan oleh nenek moyang kita seperti kiris, lopa, gendang loke nggerang,
kain songke, dll.
2.
Warisan
budaya tak benda
Warisan budaya tak benda tidak dapat dilihat dan diraba. Contoh
warisan budaya tak benda yang ada dilingkungan sekitar kita adalah
tradisi-tradisi lisan seperti congko lokap, barong wae, penti, sanda – mbata,
dll.
Warisan
budaya nasional
Warisan budaya nasional Indonesia sangat diapresiasi oleh UNESCO.
Kebudayaan tersebut meliputi batik, angklung, wayang, tari-tarian, dan seni
bela diri.
Kebudayaan tersebut harus kita jaga dan lestarikan agar anak cucu
kita mengenal dan memahami budaya tersebut.
Warisan budaya daerah setempat
Keragaman
Sosial Budaya di Masyarakat
Indonesia memiliki keragaman sosial budaya yang tinggi. Oleh
karena itu kita harus bangga karena kekayaan budaya tersebut kita dapat hidup
rukun dan berdampingan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keragaman
budaya sebagai berikut:
1. Pengaruh faktor geografis Terhadap keragaman budaya
Lingkungan fisik akan mempengaruhi keragaman budaya. Indonesia
memiliki budaya yang beragam. Keberagaman budaya di Indonesia dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya:
a. Pengaruh isolasi geografis terhadap keragaman budaya
Indonesia adalah negara kepulauan dan setiap pulau dipisahkan oleh
lautan. Laut merupakan isolasi alamiah antara pulau-pulau tersebut, sehingga
setiap kelompok dalam pulau tersebut tumbuh dan berkembang menjadi satu kesatuan
suku bangsa. Setiap suku bangsa mengembangkan kebudayaannya masing-masing
sesuai dengan kebutuhan dan keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Perbedaan budaya antardaerah berdampak positif dan negatif.
Berdampak positif karena dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Apabila tidak dikelola dengan baik keberagaman budaya akan menimbulkan konflik.
Kita merasa bahwa kebudayan kita paling baik dibandingkan kebudayaan saudara
kita di daerah lainnya. Hal tersebut dikenal dengan istilah etnosentrisme.
b. Pengaruh iklim terhadap keragaman budaya
Letak astronomis Indonesia disekitar garis khatulistiwa menjadikannya
sebagai negara beriklim tropis dengan dua musim yakni kemarau dan hujan. Musim
kemarau petani menanam tanaman palawija sedangkan nelayan melaut untuk
menangkap ikan. Pada musim hujan petani menanam berbagai jenis tanaman,
sedangkan nelayan berhenti melaut karena arus air laut tinggi. disinilah nampak
perbedaan budaya dalam upaya pemenuhan kebutuhan antar wilayah.
Suhu udara yang berbeda antara wilayah pesisir dengan pegunungan
berpengaruh terhadap cara berpakaian. Masyarakat pesisir cenderung menggunakan
pakain tipis, sedangkan pakaian tebal dan berlengan panjang cenderung digunakan
oleh masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. Hal tersebut menunjukkan
iklim berpengaruh terhadap keragaman budaya masyarakat Indonesia.
c. Pengaruh letak geografis terhadap keragaman budaya
Letak geografis Indonesia dipersilangan antara Benua Asia dan
Australia, serta diantara Samudra Hindia dan Pasifik. Dampak dari kondisi
strategis ini banyak bangsa asing yang melintasi wilayah Indonesia. Bangsa
asing tersebut memperkenalkan budayanya kepada nenek moyang kita. sehingga
budaya kita beragam.
Latar belakang budaya Indonesia dipengaruhi oleh kebudayaan
Hindu-Budha, Islam, Tionghoa, dan Eropa. Interaksi antara nenek moyang kita
dengan warga asing berpengaruh terhadap kebudayaan. Akulturasi yakni
pencampuran kebudayaan asing dengan kebudayaan asli Indonesia dengan tidak
menghilangkan unsur budaya asli nenek moyang kita membuat kebudayaan Indonesia
beragam. Akulturasi tersebut membentuk ras, kepercayaan, dan agama yang berbeda-beda
di Indonesia.
2.
Jenis
keragaman budaya
Jenis keragaman budaya tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan
fisik tempat tinggal seperti dataran tinggi dan dataran rendah saja, tetapi
dipengaruhi juga oleh jumlah penduduk dan luas wilayah. Penduduk yang heterogen
cenderung memiliki keragaman budaya, sedangkan masyarakat yang homogen
cenderung memiliki budaya yang seragam. Misalnya masyarakat di pulau Flores
memiliki bahasa yang berbeda-beda disetiap kabupaten.
Jenis
keragaman budaya dapat dibedakan yakni:
a. Bahasa
b. Sistem
pengetahuan
c. Sistem
organisasi kemasyarakatan
d. Sistem
peralatan hidup dan teknologi
e. sistem mata
pencaharianhidup dan sistem ekonomi
f.
Sistem religi
g. Kesnian
Keberagaman budaya antar wilayah membentuk masyarakat Indonesia
menjadi bangsa yang majemuk. Keberagaman budaya atau pluralitas ini nampak dari
714 suku bangsa dan 1.200 bahasa daerah (sesuai sensus penduduk 2020).
Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa. Oleh karena itu
harus kita jaga demi anak cucu kita agar mereka tidak kehilangan jati diri
kebudayaannya. Kebudayaan daerah perlu dilestarikan karena budaya daerah bagian
dari kebudayaan nasional, dan kebudayaan nasional menjadi bagian dari kebudayaan
global.
Mari kita lestarikan kebudayaan nasional tidak hanya untuk
kepentingan pariwisata saja, tetapi juga untuk meningkatkan jati diri bangsa.