Materi IPS Kelas 8
Memahami proses interaksi sosial berarti memahami bagaimana individu dan kelompok saling memengaruhi satu sama lain. Obrolan, kerja sama, maupun persaingan merupakan bentuk interaksi sosial yang sering terjadi.
Pengertian Interaksi Sosial (IKTP 1)
Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan induvidu, individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
Ciri-Ciri Interaksi Sosial (IKTP 2)
Agar sesuatu bisa dikatakan interaksi sosial harus memenuhi beberapa ciri sebagai berikut:
1. Ada lebih dari satu individu
2. Ada kontak dan komunikasi
3. Ada maksud dan tujuan
4. Ada stimulus dan respon
5. Berlangsung dalam konteks sosial tertentu
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial (IKTP 3)
Dalam interaksi sosial ada dua syarat utama yang harus dipenuhi yaitu kontak sosial dan komunikasi.
1. Kontak sosial bisa berupa tatap muka, maupun tanpa tatap muka yaitu melalui media sosial, maupun surat.
2. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari suatu pihak kepada pihak lain berupa kata-kata, gestur tubuh, ekspresi, dan simbol.
Interaksi sosial memiliki beberapa unsur yaitu kontak sosial, komunikasi, status dan peran sosial, serta nilai dan norma sosial.
1. Kontak sosial, awal mula pertemuan bisa tatap muka maupun melalui ruang virtual.
2. Komunikasi, proses penyampaian pesan dari suatu pihak ke pihak lainnya.
3.Status dan peran sosial, misalnya status sebagai bapak, ibu, dan anak masing-masing memiliki cara interaksi yang berbeda.
4. Nilai dan norma sosial, sebagai batasan dan pedoman dalam berinteraksi.
Proses-Proses Terjadinya Interaksi Sosial
Proses terjadinya interaksi sosial memiliki dua bentuk yaitu proses asosiatif, dan disosiatif. Proses asosiatif dan akomodatif merupakan interaksi sosial yang bersifat positif, sedangkan proses disosiatif, merupakan interaksi sosial yang bersifat negatif. Proses-proses interaksi sosial ini dapat terjadi pada berbagai konteks seperti keluarga, masyarakat, organisasi, maupun melalui media sosial.
A. Proses Asosiatif (IKTP 4)
Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang yang melakukan interaksi sosial memiliki pandangan yang sama.
1. Kerja sama, merupakan usaha bersama antara individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk kerja sama adalah kerukunan, bargaining, kooptasi, koalisi, dan joint ventura. Contoh kerja sama adalah gotong royong, bakti sosial, mengerjakan tugas kelompok, dan lain-lain.
2. Akomodasi, merupakan proses menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial seperti sikap toleransi, mediasi, kompromi, dan lain sebagainya. Akomodasi merujuk pada usaha-usaha menyelesaikan pertentangan. Contoh akomodasi yaitu kompromi dalam pernikahan, perkelahian antara dua siswa dan diselesaikan melalui pihak sekolah, dan lain-lain.
3. Asimilasi, merupakan peleburan dua atau lebih kebudayaan, budaya lama hilang, dan menghasilkan budaya baru. Contoh perpaduan antara musik melayu dengan musik India menghasilkan musik dangdut.
4. Akulturasi, merupakan pencampuran dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, tanpa menghilangkan unsur budaya asli, dan menghasilkan budaya baru. Contoh perpaduan antara budaya India dan Indonesia menghasilkan Candi Borobudur.
B. Proses Disosiatif (IKTP 5)
Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah pada ketegangan dan perpecahan.
1. Kompetisi (persaingan), merupakan proses individu atau kelompok yang bersaing untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.
2. Kontravensi, merupakan tindakan menentang secara tidak langsung biasanya berupa sindiran.
3. Pertentangan (konflik), merupakan bentuk persaingan yang melibatkan perlawanan terhadap pihak lain.
C. Proses Akomodatif (IKTP 6)
Bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dan ketenangan dalah hubungan sosial. Proses akomodatif meliputi:
1. Kompromi, merupakan bentuk interaksi sosial berupa kesepakatan yang melibatkan kedua belah pihak, misalnya kompromi dan negosiasi.
2.Mediasi, merupakan bentuk interaksi sosial berupa upaya dari pihak ketiga untuk menyelesaikan persoalan tanpa mengambil keputusan, misalnya pertikaian antar murid yang di mediasi oleh guru.
3. Arbitrase, merupakan bentuk interaksi sosial di mana pihak ketiga memutuskan penyelesaian konflik.
4. Toleransi, merupakan bentuk interaksi sosial dengan sikap menghargai perbedaan, misalnya menghargai teman yang sedang beribadah.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Interaksi Sosial (IKTP 7)
Timbulnya interaksi sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor mendasar seperti faktor individu, faktor kelompok, dan faktor struktural.
a. Sugesti, anjuran atau saran yang diberikan kepada orang lain yang dapat memengaruhi perilaku atau tindakan seseorang. Contoh pasien yang mengikuti anjuran dokter.
b. Imitasi, merupakan kecenderungan untuk meniru perilaku orang lain yang dianggap baik dan menarik. Contoh seorang anak yang meniru cara berbicara orang tuanya.
c. Identifikasi, merupakan keinginan untuk menjadi seperti orang lain yang dianggap sebagai tokoh yang di idolakan. Contoh seorang anak yang memakai seragam polisi karena ingin menjadi seperti polisi.
d. Empati, merupakan kepedulian yang mendalam terhadap orang lain, biasanya disertai dengan tindakan nyata. Contoh Andi menolong teman yang jatuh dari motor dan membawanya ke puskesmas.
e. Simpati, merupakan perasaan peduli atau ikut merasakan apa yang dialami oleh orang lain, tetapi tanpa ada tindakan nyata. Misalnya merasa kasihan melihat teman jatuh dari motor.
f. Motivasi, merupakan dorongan atau keinginan untuk melakukan sesuatu. Contoh memberikan ucapan selamat kepada orang lain.
Dampak Interaksi Sosial
Interaksi sosial memiliki dampak yang luas dan kompleks, karena memengaruhi cara berpikir, bersikap dan berperilaku.
Dampak Positif Interaksi Sosial (IKTP 8)
1. Meningkatkan kerja sama. Melalui interaksi sosial, tugas-tugas di sekolah dapat diselesaikan dengan baik.
2. Membentuk solidaritas sosial. Melalui interaksi sosial orang menjadi lebih peduli, saling tolong menolong, serta kompak dalam komunitas dan keluarga.
3. Transfer nilai dan norma. Melalui interaksi sosial kita belajar untuk mengenal dan memahami nilai dan norma, adat istiadat, aturan, dan etika sosial yang berlaku di masyarakat.
4. Memperluas wawasan dan jaringan sosial. Semakin banyak interaksi sosial, wawasan dan jaringan sosial juga semakin luas.
5. Penyelesaian konflik secara damai. Melalui komunikasi yang baik dan intensif suatu persoalan bisa diselesaikan lewat musyawarah dan kompromi.
Dampak Negatif (IKTP 9)
1.Timbulnya konflik, dalam interaksi sosial sering terjadi perbedaan pendapat akibatnya terjadi perselisihan atau pertentangan antar pihak.
2. Diskriminasi dan stereotip, interaksi yang penuh dengan prasangka yang keliru bisa menyebabkan perilaku negatif.
3. Penyimpangan sosial, jika interaksinya bersama kelompok dan individu yang negatif maka seseorang bisa terbawa arus.
4. Terjadi disintegrasi sosial, ketika persoalan tidak bisa diselesaikan akan timbul perpecahan dalam masyarakat.
Daftar Pustaka
1. Iwan Setiawan, dkk. 2016. Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7. Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud. (85 – 93).

