MATERI RPP DARING 1
Kata Pengatar
Puji Syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena
telah memberikan rahmat berupa kesempatan untuk menyusun materi ini dengan
baik. penulis tetap ingin meyempurnakan materi ini. Penulis berharap ada kritik
dan saran yang bersifat membangundari pembaca.
Pendahuluan
Materi yang penulis susun kali ini berjudul “Lembaga Sosial (Lembaga
keluarga)”. Pada Materi ini penulis akan menguraikan secara lengkap sesuai
dengan cakupan materinya.
Petunjuk Belajar
Anak-anak yang saya kasihi, Bapak berharap Kalian membaca materi ini
dengan baik, pahami isinya. Apabila belum paham bacalah sekali lagi sampai
kalian benar-benar paham. Jika belum juga paham, jangan ragu-ragu untuk
bertanya kepada Bapak Guru. Pesrsoalanmu pasti akan selesai.
Sekolah :
SMP Negeri 2 Cibal
Kelas/Semester :
7/Ganjil
Materi :
IPS
Kompetensi dasar :
3.2 Mengidentifikasi
interaksi sosialdalam ruang dan pengaruhnyaterhadap kehidupan sosial,
ekonomi,dan budaya dalam nilai dan normaserta kelembagaan sosial budaya.
Indikator :
1. Menelaah pengertian lembaga keluarga menurut
para ahli sosiologi
2. Menganalis
fungsi-fungsi lembaga keluarga berdasarkan kegiatan produksi dan konsumsi dan
distribusi
3. Menguraikan
peran lembaga keluarga dalam meningkatkan kualitas pendidikan anggota
keluarganya.
Tujuan Pembelajaran: Setelah berdiskusi dalam
kegiatan pembelajaran, peserta didik Kelas 7 diharapkan mampu:
1.
Menelaah
pengertian lembaga keluarga menurut 3 ahli sosiologi dengan benar
2.
Menyimpulkan pengertian lembaga keluarga
berdasarkan pendapat para ahli sosiologi
3.
Melalui pengamatan gambar tentang
fungsi-fungsi lembaga keluarga yang dikirim lewat WA Grup, siswa mampu
menganalisis fungsi lembaga keluarga berdasarkan kegiatan produksi, konsumsi
dan distribusi.
Materi Pokok : Lembaga Keluarga
Judul Materi : JENIS
DAN FUNGSI LEMBAGA SOSIAL (LEMBAGA KELUARGA)
JENIS DAN FUNGSI LEMBAGA SOSIAL (LEMBAGA KELUARGA)
A. Pengertian Lembaga
Keluarga
A. Sayekti, berpendapat bahwa keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan
atas dasar pernikahan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup
bersama atau seorag laki-laki atau perempuan yang sudah sendirian dengan atau
tanpa anak, baik anak sendiri atau adopsi yang tinggal dalam sebuah rumah tangga.
B. Effendy, berpendapat bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal
di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
C. Raisner, berpendapat bahwa keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri
dari dua orang atau lebih masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang
terdiri dari bapak, ibu, kakak, dan nenek.
Mengutip
Kemdikbud RI, lembaga keluarga adalah salah satu dari jenis-jenis lembaga
sosial, bersama dengan lembaga agama, lembaga ekonomi, lembaga pendidikan, dan
lembaga politik.
Lembaga
keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah,
ibu dan anak. Dari keluarga akan melahirkan individu dengan berbagai macam
bentuk kepribadian dalam masyarakat. Anak-anak nantinya akan berkembang dan
mulai melihat dan mengenal arti diri sendiri, kemudian mulai dikenal sebagai
individu.
D. Fungsi-fungsi Lembaga
Keluarga
·
Fungsi reproduksi: Dalam
keluarga, keturunan merupakan inti dari terjadinya sebuah pernikahan.
·
Fungsi ekonomi: Dalam
keluarga, terdapat fungsi ekonomi yang dalam hal ini adalah peran ayah, namun
ibu juga berperan sebagai fungsi ekonomi dalam menghidupi keluarga mereka
termasuk mereka sendiri dan anak-anaknya.
·
Fungsi proteksi: Dalam
keluarga, terdapat fungsi proteksi, artinya keluarga menciptakan rasa
ketentaraman dan keterlindungan baik secara psikologis maupun fisik.
·
Fungsi sosialisasi:
Dalam keluarga, terdapat fungsi sosialisasi yang mengajarkan anak segala hal
baik berlatih dan diperkenalkan cara-cara hidup yang baik dan benar agar dapat
berperan dalam masyarakat.
·
Fungsi afeksi: Dalam keluarga,
terdapat fungsi afeksi yang tidak lain adalah orang tua dari anak tersebut
dengan memberikan kehangatan dan kasih sayang.
·
Fungsi pengawasan sosial:
Dalam keluarga, fungsi pengawasan sosial yang mengontrol segala aktivitas dan
tingkah laku dalam keluarga mereka, hal ini biasanya dipegang oleh orang tua
untuk mengawasi anaknya.
·
Fungsi pemberian status:
Dalam keluarga, terdapat fungsi pemberian status melalui lembaga perkawinan
sebagai pasangan suami istri.
E. Peran lembaga
keluarga dalam meningkatkan kualitas pendidikan anggota
keluarganya (Wenny
Hulukati: 274 – 280)
1.
Meningkatkan perkembangan
karakter anak. pendidikan
orang tua karena tumbuh kembangnya anak pertama kali adalah dalam lingkungan
keluarga, maka peran orangtua (Istri/suami) sangat di butuhkan dalam pembinaan
karakter anak kearah yang pribadi paripurna anak
2.
Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak. Perkembangan kognitif
anak dapat di berikan oleh keluarga dalam bentuk pemahaman benda-benda dan
gambar-gambar
3.
Meningkatkan
perkembangan sosial anak. Peran
keluarga yang dapat memberikan tingkat kepercayaan diri anak adalah dalam
memberikan ruang gerak kepada anaknya untuk dapat beraktualisasi dengan teman
sebayanya juga dengan orang lain.
4.
Meningkatkan
perkembangan moral anak. Peran orang tua tampak ketika anak-anaknya tumbuh dan
memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap diri, sesame dan lingkungannya.
5.
Meningkatkan
kreativitas anak. Peran keluarga dalam meningkatkan potensi anak, bakat, dan
minat yang dimiliki oleh anaknya.
F. Peran Lembaga Keluarga
dalam bidang Produksi, ditribusi, dan konsumsi
1. Peran
lembaga keluarga di bidang produksi yaitu untuk memproduksi barang dan jasa
contohnya memetic kopi, cengkeh, vanili dari kebun.
2. Peran
lembaga keluarga di bidang distribusi yaitu mengangkut barang hasi perkebunan
ke rumah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
3. Peran
lembaga keluarga dalam bidang konsumsi yaitu melakukan kegiatan konsumsi untuk
meningkatakan kesejahteraan kehidupan keluarga.
G. Proses Terbentuknya
keluarga
Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut
agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :
1.
Tahap formatif atau pre
neptual, masa persiapan sebelum perkewinan. Meliputi peminangan atau
pertunangan,
2.
Tahap perkawinan atau
nuptual stage, yaitu ketika dilangsungkannya perkawinan dan sesudahnya tetapi
sebelum melahirkan anak- anak,
3.
Tahap pemeliharaan
anak-anak atau child rearing stage yaitu keluarga dengan anak-anak hasil
perkawinan,
4.
Tahap keluarga dewasa
atau maturity stage yaitu suatu kelaurga dengan anak-anak yang telah mampu
berdiri sendiri dan membentuk keluarga baru.
H. Karakteristik
Keluarga
Menurut Mac Iver dan
Charlen Horton:
·
Merupakan hubungan
perkawinan
·
Bentuk suatu kelembagaan
yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang dibentuk atau dipelihara
·
Mempunyai suatu sistem
tata nama (nomeclatur) termasuk perhitungan garis keturunan
·
Mempunyai fungsi ekonomi
yang dibentuk oleh anggotanya
·
Merupakan tempat tinggal
bersama, rumah atau rumah tangga
Sumber Belajar
1.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , 2016 : Buku siswa IPS
SMP / MTs KelasVII edisi revisi, Jakarta
2.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , 2016 : Buku Guru IPS
SMP / MTs KelasVII, Jakarta
3.
Modul 4 Profesional
PPG 2020
4.
Internet https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Lembaga-Sosial-2016/menu3.html
https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Lembaga-Sosial-2016/menu3.html
https://media.neliti.com/media/publications/114008-ID-peran-lingkungan-keluarga-terhadap-perke.pdf
5.
Internet : https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_sosial
6.
Buku IPS tentang lembaga sosial
7.
Lingkungan sekitar tempat
tinggal peserta didik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar