MATERI RPP DARING 1
Kata Pengatar
Puji Syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena
telah memberikan rahmat berupa kesempatan untuk menyusun materi ini dengan
baik. penulis tetap ingin meyempurnakan materi ini. Penulis berharap ada kritik
dan saran yang bersifat membangundari pembaca.
Pendahuluan
Materi yang penulis susun kali ini berjudul “Pengaruh Interaksi Sosial
Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial”. Pada Materi ini penulis akan menguraikan
secara lengkap sesuai dengan cakupan materinya.
Petunjuk Belajar
Anak-anak yang saya kasihi, Bapak berharap Kalian membaca materi ini
dengan baik, pahami isinya. Apabila belum paham bacalah sekali lagi sampai
kalian benar-benar paham. Jika belum juga paham, jangan ragu-ragu untuk
bertanya kepada Bapak Guru. Pesrsoalanmu pasti akan selesai.
Sekolah :
SMP Negeri 2 Cibal
Kelas/Semester :
7/Ganjil
Materi :
IPS
Kompetensi dasar : 3.2
Mengidentifikasi interaksi sosialdalam
ruang dan pengaruhnyaterhadap kehidupan sosial, ekonomi,dan budaya dalam nilai
dan normaserta kelembagaan sosial budaya.
Indikator :
1. Memahami
pengaruh interaksi sosial
terhadap pembentukan lembaga sosial
2. Menganalis karakteristik lembaga sosial
3. Menguraikan tipe-tipe lembaga sosial
Tujuan
Pembelajaran: Setelah berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik
Kelas 7 diharapkan mampu:
Materi Pokok : Pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan
lembaga sosial
Judul Materi : PENGARUH
INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL
PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL
A. Pengertian Lembaga
Sosial
Pengertian Lembaga Sosial adalah lembaga yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang berkumpul menjadi satu kesatuan karena adanya satu kesamaan visi dan misi. Lembaga Sosial sering disebut juga sebagai lembaga kemasyarakatan.
Menurut Soerjono Soekanto dalam Sosiologi Suatu Pengantar (2013), setiap masyarakat mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok yang bila dikelompok-kelompokkan terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan.
Mengutip Kemdikbud RI,
interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi
sosial tidak akan ada kehidupan bersama.
Bertemunya orang-perorangan (individu) atau kelompok dalam pergaulan hidup akan menghasilkan kelompok sosial yang hidup bersama yang membutuhkan aturan. Dari situ lahirlah lembaga yang terbentuk akibat berbagai aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui interaksi sosial.
Dari situ lahirlah lembaga
yang terbentuk akibat berbagai aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan
melalui interaksi sosial.
Contoh, manusia
membutuhkan pendidikan. Orang tua akan mendaftarkan anak ke sekolah, mematuhi
peraturan sekolah dan semua hal terkait pendidikan diatur pada lembaga
pendidikan.
Contoh lain,manusia membutuhkan nafkah atau penghasilan yang diatur dalam lembaga ekonomi. Misal, dengan bekerja, berdagang atau melakukan kegiatan ekonomi lain.
Sumber; https://www.maxmanroe.com/vid/umum/lembaga-pendidikan.html
Jadi, interaksi sosial
adalah syarat utama dalam pembentukan suatu lembaga dalam masyarakat. Interaksi
sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya lembaga sosial masyarakat yang
bersangkutan.
B. Proses terbentuknya
lembaga sosial
1. Lembaga Sosial Terencana
Lembaga sosial muncul
melalui proses perencanaan yang matang. Contohnya sebuah daerah dengan
kepadatan penduduk, pemerintah melakukan transmigrasi demi mengurangi kepadatan
penduduk.
2. Lembaga Sosial Tidak
Terencana
Lembaga sosial muncul secara
bertahap karena lembaga ini terjadi ketika masyarakat menghadapi masalah.
Contohnya ketika dulu masyarakat menggunakan sistem barter dan dirasa tidak
efisien lagi maka dibuat alat pembayaran uang.
C. Proses Pembentukan
Lembaga Sosial
Interaksi sosial memiliki pengaruh
besar terbentuknya lembaga sosial. Hubungan antar manusia tidak akan terjadi
tanpa adanya interaksi sosial. Sehingga interaksi sosial yang sesuai dengan
norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat sangat penting dan
dibutuhkan.
Lembaga sosial
terbentuk karena adanya interaksi sosial antar anggota masyarakat yang saling
memiliki kebutuhan. Dengan adanya kebutuhan ini menimbulkan interaksi sosial,
kemudian mendorong terbentuknya lembaga sosial.
Lembaga sosial juga terbentuk
berdasarkan keteraturan bentuk sosial. Beberapa tahapan untuk mencapai
keteraturan tersebut, yaitu:
·
Adanya
tertib sosial
·
Adanya
tahapan masyarakat menerima dan memandang bentuk sosial
·
Adanya
interaksi sosial, norma, dan ciri nilai sosial dalam masyarakat
·
Adanya
pola interaksi sosial yang terus-menerus dilakukan
D. Karakteristik Lembaga
Sosial
1.
Memiliki symbol
2.
Memiliki tingkat
kekekalan tertentu
3.
Memiliki tradisi,
baik tertulis maupun tidak tertulis
4.
Memiliki tujuan yang
jelas
5.
Memiliki alat dan
kelengkapan
6.
Memiliki pola prilaku.
E. Tipe-tipe Lembaga
Sosial
1.
Berdasarkan sudut
perkembangan
Lembaga
sosial terdiri dari cresive institutions, yaitu lembaga yang tumbuh melalui
adat istiadat dalam masyarakat. Contohnya lembaga agama, pernikahan, dan
lainnya.
2.
Berdasarkan sudut
nilai dan norma
·
Basic institutions yaitu
lembaga sosial yang dianggap penting dalam memelihara tata tertib di
masyarakat. Contohnya keluarga, sekolah, dan negara.
·
Subsidiary institutions
yaitu lembaga sosial yang meliputi hal dalam masyarakat di mana hal tersebut
dianggap kurang penting.
3.
Berdasarkan sudut
penerimaan masyarakat
·
Social sanctioned
institutions yaitu masyarakat sudah menerima lembaga sosial yang ada. Misalnya
sekolah atau negara.
·
Unsanctioned institutions
yaitu masyarakat menolak lembaga sosial dan tidak mampu menghilangkannya,
misalnya organisasi kejahatan.
4.
Berdasarkan sudut
fungsinya
·
Operative institutions
yaitu lembaga sosial yang mengumpulkan pola atau metode yang diperlukan untuk
mempengaruhi interaksi sosial dalam membentuk lembaga sosial. Misalnya lembaga
ekonomi.
·
Regulative instituions
yaitu lembaga sosial yang memiliki tujuan untuk mengawasi tingkah laku di
masyarakat. Misalnya lembaga hukum atau politik
5.
Berdasarkan sudut penyebarannya
·
Berdasarkan sudut
penyebarannya Secara penyebarannya, lembaga sosial terbagi dalam: General
institutions yaitu lembaga sosial yang diketahui oleh sebagian besar
masyarakat, seperti lembaga agama.
·
Restrikted institutions
yaitu lembaga sosial yang hanya diketahui sebagian kecil masyarakat, seperti
Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha.
Sumber Belajar
1.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , 2016 : Buku siswa IPS
SMP / MTs KelasVII edisi revisi, Jakarta
2.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , 2016 : Buku Guru IPS
SMP / MTs KelasVII, Jakarta
3.
Modul 4 Profesional
PPG 2020
4.
Internet https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Lembaga-Sosial-2016/menu3.html
5.
Internet : https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_sosial
6.
Buku IPS tentang lembaga sosial
7.
Lingkungan sekitar tempat
tinggal peserta didik


Tidak ada komentar:
Posting Komentar