Jumat, 12 September 2025

KONSEP HARGA, PASAR, DAN LEMBAGA KEUANGAN

 

A.    Pengantar

Kita sering mendengar bahwa “harga barang-barang naik”. Kalian juga sering menyaksikan kondisi pasar yang sangat ramai. Kadang-kadang kalian ke bank dan menyaksikan orang sedang antri untuk menabung dan mengambil uang. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ekonomi. Sahabat IPS! agar mengetahui bagaimana sistem ekonomi bekerja, kita harus memahami konsep dasar tentang “Harga, Pasar, dan Lembaga Keuangan”.

 

Konsep harga adalah nilai suatu barang yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar. Transaksi jual dan beli barang atau jasa oleh penjual dan pembeli terjadi di pasar. Lembaga keuangan seperti bank berfungsi menyalurkan uang baik berupa tabungan maupun kredit kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi.

 

B.    Harga

Harga adalah nilai tukar suatu barang atau jasa yang dinyatakan dalam satuan uang. Harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dibeli. Sedangkan penawaran adalah jumlah barang yang ingin dijual.

Proses terbentuknya harga melalui tawar-menawar dan ada kesepakatan harga antara penjual dan pembeli, sehingga terbentuklah harga pasar atau harga keseimbangan (equilibrium).

 

Permintaan (demand)

Pada awal tahun ajaran baru permintaan buku sangat tinggi. Meskipun harganya naik buku tersebut tetap dibeli oleh siswa karena digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Keinginan membeli buku pada tingkat harga dan waktu tertentu disebut dengan permintaan.

Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dibeli oleh masyarakat pada waktu dan harga tertentu. Bunyi hukum permintaan: jika harga barang naik, jumlah barang yang akan diminta turun. Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang diminta naik. Hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik atau negatif.

 

Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan

a.  Harga barang itu sendiri, jika harga barang naik, permintaan akan barang tersebut berkurang. Sebaliknya jika harga barang turun, permintaan akan barang tersebut meningkat.

b.   Pendapatan masyarakat, semakin tinggi tingkat pendapatan, permintaan akan barang tersebut juga meningkat.

c. Selera masyarakat, apabila selera masyarakat terhadap suatu barang tinggi, permintaan akan barang tersebut ikut meningkat.

d.  Kualitas barang, jika kualitas barang bagus dan harganya lebih mahal sedikit dari barang sejenis, maka masyarakat cenderung memilih barang yang berkualitas.

e.  Harga barang lain, banyak sedikitnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh harga barang lain yang sejenis. Contoh, jika harga kopi naik, masyarakat akan cenderung membeli teh karena harganya lebih murah.

f. Jumlah penduduk, semakin tinggi jumlah penduduk di suatu wilayah, maka permintaan terhadap barang juga meningkat.

g.  Ramalan masa depan, jika prediksi harga BBM akan naik meskipun saat ini haga masih tetap, masyarakat cenderung membeli banyak BBM.

 

Permintaan dapat dibedakan menjadi permintaan menurut daya beli dan permintaan berdasarkan jumlah konsumen.

a.      Permintaan menurut daya beli

1.  Permintaan efektif, adalah permintaan yang didukung kemampuan membeli. Artinya sudah melakukan pembelian. Contoh Anjelo merasa lapar dan membeli kue karena memiliki uang.

2.  Permintaan potensial, adalah permintaan yang didukung kemampuan membeli, namun belum melakukan transaksi pembelian. Artinya masih berupa rencana. Contoh Putra memiliki uang untuk membeli sepatu, namun belum melakukan transaksi pembelian.

3.  Permintaan absolut, adalah permintaan yang tidak didukung oleh kemampuan membeli. Contoh, Herto ingin memiliki ponsel, namun tidak punya cukup uang untuk membelinya.

b.     Permintaan menurut jumlah konsumen

1. Permintaan individual, adalah permintaan dari masing-masing orang sesuai dengan kemampuan tiap-tiap orang. Contoh permintaan Alves terhadap buku tulis.

2.  Permintaan pasar, adalah permintaan yang dilakukan oleh masyarakat. Caranya menghitung semua permintaan masing-masing individu terhadap suatu barang atau jasa. Contoh total pembelian minyak goreng di Kios Tiga Nera Podor.

 

Kurva Permintaan

Kurva permintaan adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta konsumen. Kurva Permintaan memiliki ciri-ciri:

1.     Harga barang berbanding terbalik dengan permintaan barang

2.     Kurva berslope negatif

3.     Kurva turun dari kiri atas ke kanan bawah

4.     Kurva permintaan berbentuk garis lurus

 

Tabel Permintaan Jeruk                                          

No

Harga/kg


Permintaan kg

1.

Rp3.000

10

2.

Rp6.000

8

3.

Rp9.000

6

4.

Rp12.000

4

5.

Rp15.000

2

 

Kurva permintaan jeruk 


Penawaran (Supply)

Pada awal tahun ajaran baru, produsen menawarkan buku dalam jumlah banyak. Hal tersebut terjadi karena tingginya permintaan buku. Menyediakan sejumlah buku pada waktu dan tingkat harga tertentu disebut penawaran.

Penawaran adalah jumlah barang yang ingin dijual oleh masyarakat pada waktu dan tingkat harga tertentu. Bunyi hukum penawaran: jika harga barang naik, jumlah barang yang ditawarkan akan naik. Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang ditawarkan akan turun. Hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus atau positif.

 

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Penawaran

1.     Biaya produksi

2.     Teknologi

3.     Harapan mendapat laba

4.     Faktor-faktor nonekonomi

 

Kurva Penawaran

Kurva penawaran adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen. Kurva Penawaran memiliki ciri-ciri:

1.     Harga barang berbanding lurus dengan penawaran barang

2.     Kurva berslope positif

3.     Kurva naik dari kiri bawah ke kanan atas

4.     Kadang berbentuk garis lurus untuk menyederhanakan hubungan harga dengan penawaran barang.

 


Tabel Penawaran Jeruk                                                       

No

Harga/kg

Penawaran/kg

1.

Rp3.000

2

2.

Rp6.000

4

3.

Rp9.000

6

4.

Rp12.000

8

5.

Rp15.000

10


 

 Kurva Penawaran jeruk

 


 

Harga Keseimbangan (Equilibrium), merupakan sebuah kondisi dimana jumlah barang yang diminta konsumen sama dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen. Faktor-faktor yang memengaruhi harga keseimbangan:

a.     Permintaan meningkat, sementara jumlah barang terbatas

b.    Penawaran meningkat, sementara daya beli konsumen menurun

c.    Tinggi dan rendahnya biaya produksi

d.    Kesamaan jumlah permintaan dan penawaran

 

Tabel permintaan dan penawaran Jeruk                       

No

Harga

Permintaan


Penawaran

1.

Rp3.000

10

2

2.

Rp6.000

8

4

3.

Rp9.000

6

6

4.

Rp12.000

4

8

5.

Rp15.000

2

10

       Kurva Keseimbangan Pasar

C.    Pasar

Sahabat IPS! masih ingat tentang kegiatan ekonomi terutama kegiatan distribusi? Kegiatan penjualan yang yang dilakukan melalui mekanisme pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern. Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Perlu diingat bahwa transaksi jual beli tidak hanya dilakukan melalui pasar, tetapi dapat juga secara online. Jual dan beli barang secara online dikenal dengan istilah e-commerce.

Unsur-unsur penting yang harus dipenuhi dalam membentuk pasar

1.     Ada penjual dan pembeli

2.     Ada barang yang diperjualbelikan

3.     Ada kesepakan antara penjual dan pembeli

4.     Ada media komunikasi

 

Fungsi Pasar:

a.  Fungsi Distribusi, yaitu menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Contoh Pak Markus setiap hari menjual ikan di stan miliknya di pasar Puni Ruteng.

b. Fungsi pembentukan harga, yaitu melalui tawar-menawar antara penjual dan pembeli. Contoh, Pak Maximus sedang menawar ikan milik pak Markus dan disepakati Rp30.000 per kilo gram.

c.   Fungsi promosi, yaitu sarana untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dan meningkatkan penjualan. Contoh PLN memberi diskon 50% untuk naik daya listrik.

 

Pasar memiliki banyak jenis, yaitu pasar menurut wujud, pasar menurut barang yang diperdagangkan, pasar menurut luas jaringan distribusi, pasar menurut waktu penyelenggaraannya, dan pasar menurut organisasi atau strukturnya.

1.    Pasar menurut wujudnya

a.    Pasar kongkrit, yaitu pasar nyata karena pembeli dan penjual bertemu langsung, dan ada barang yang dijual. Contoh pasar tradisional, dan pasar modern.

b.  Pasar abstrak, yaitu pasar yang tidak nyata karena penjual dan pembeli tidak bertemu langsung, barang yang dijual berupa contoh, kesepakatan, dan janji. Contoh Pasar modal, pasar uang, dan pasar online.

2.    Pasar menurut jenis barang yang diperdagangkan

a. Pasar barang konsumsi, yaitu pasar yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Contoh pasar buah, pasar ikan, dan supermarket.

b.  Pasar barang produksi, yaitu pasar yang menjual faktor-faktor produksi seperti barang modal, mesin, dan bahan mentah, dan pasar tenaga kerja.

3.    Pasar menurut luas jaringan distribusi

a. Pasar lokal, yaitu pasar yang mencakup wilayah suatu daerah, penjual dan pembeli berasal dari satu daerah, contoh Pasar Reo, pasar Puni Ruteng.

b.  Pasar nasional, adalah pasar yang mencakup wilayah satu negara, penjual dan pembeli berasal dari berbagai wilayah negara tersebut. Contoh Pasar Senen, dan Pasar Tanah Abang Jakarta.

c.   Pasar regional, yaitu pasar yang mencakup wilayah beberapa negara dalam satu kawasan, penjual dan pembelinya berasal dari berbagai negara dalam satu wilayah. Contoh MEA, dan AFTA di Asia Tenggara.

d.   Pasar global, yaitu pasar yang menjual dan membeli produk ke berbagai negara. Contoh pasar kopi di Brasil, pasar tembakau di Breman Jerman, dan pasar minyak bumi di Uni Emirat Arab.

4.     Pasar menurut waktu penyelenggaraan

a.   Pasar harian, yaitu pasar yang dibuka setiap hari. Contoh Pasar Reo, dan Pasar Puni Ruteng.

b.  Pasar mingguan, yaitu pasar yang dibuka satu kali dalam satu minggu. Contoh pasar Pagal yang dibuka setiap hari Kamis.

c.  Pasar bulanan, Pasar yang dibuka sebulan sekali, Contoh Bazaar bulanan yang menjual makanan khas daerah, atau kerajinan lokal.

d. Pasar tahunan, pasar yang dibuka sekali  dalam setahun. Contoh pasar yang dibuka saat festival Golo Koe di Labuan Bajo.

5.     Pasar menurut organisasi atau struktur

a.     Pasar persaingan sempurna, yaitu pasar di mana penjual dan pembeli mempunyai informasi yang sama tentang keadaan pasar. Contoh pasar sayur-mayur, pasar buah-buahan, toko baju, dll.

b. Pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar dimana pembeli dan penjual memiliki kebebasan untuk menentukan harga dan jumlah barang yang ingin diperdagangkan. Contoh Pertamina, industri motor dan rokok, dan produsen sampoo dan detergen.

 

D.    Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan adalah lembaga yang bergerak di bidang pengelolaan keuangan untuk masyarakat. Lembaga keuangan dibagi menjadi dua yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank. Kedua lembaga ini memiliki peran yang sama yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat. Namun, perbedaannya lembaga keuangan memiliki kewenangan yang lebih luas berupa penawaran jasa-jasa perbankan, jasa pengiriman uang, pembuatan rekening, pembuatan tabungan berjangka, dan lain-lain. Sementara, lembaga keuangan bukan bank tidak memiliki kewenangan tersebut.

Lembaga keuangan bank terdiri dari bank sentral, bank-bank umum, dan bank perkreditan rakyat. Sementara, lembaga keuangan bukan bank terdiri dari perusahaan sewa guna (leasing), perusahaan asuransi, perusahaan dana pensiun, bursa efek, pegadaian, dan koperasi.

 

Jenis lembaga keuangan bank

a. Bank sentral, adalah lembaga keuangan independen yang bertugas mengelola kebijakan moneter, memastikan kestabilan nilai mata uang, mengendalikan inflasi, dan menjaga kelancaran sistem pembayaran suatu negara. Bank sentral di Indonesia yaitu Bank Indonesia

b.    Bank umum, lembaga keuangan yang bertugas mengumpulkan dana (tabungan), dan menyalurkan (pinjaman/kredit) kepada masyarakat. Fungsi utama bank umum adalah menghimpun dana, menyalurkan dana, dan melayani pembayaran. Contoh bank umum: BRI, BNI, BCA, Bank Mandiri, dll.

c.    Bank perkreditan rakyat, adalah bank yang fokus untuk membantu masyarakat kecil dan menengah. Tugas Bank perkreditan rakyat adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan berjangka, dan menyalurkan kembali dalam bentuk pinjaman atau kredit kepada masyarakat kecil dan menengah.

 

Jenis lembaga keuangan bukan bank

a.    Perusahaan sewa guna (leasing), lembaga keuangan yang meminjamkan uang dalam bentuk kredit kepada masyarakat. Contoh seseorang ingin memiliki sepeda motor tetapi tidak cukup uang. Ia bisa meminjam dana kepada leasing dan mencicilnya secara bertahap.

b.  Perusahaan asuransi, lembaga yang memberikan jaminan keuangan secara darurat kepada masyarakat. Masyarakat membayar sejumlah uang (premi) ke asuransi dan disetujui. Ketika mengalami kecelakaan lalu lintas, dan dirawat di rumah sakit, asuransi mengganti sejumlah uang untuk biaya rumah sakit, sesuai dengan perjanjian asuransi (polis).

c.    Perusahaan dana pensiun, lembaga yang memberikan jaminan masa tua. dengan cara mengumpulkan dana dengan potong gaji saat masih aktif bekerja. Uang tersebut diambil saat sudah pensiun.

d.  Pasar modal, lembaga keuangan yang memiliki kegiatan jual beli surat berharga dalam bentuk penyertaan modal (saham) dan obligasi (surat hutang jangka panjang). Pasar modal merupakan tempat bertemunya para pencari dana (emiten) dengan para penanam modal (investor).

e.  Pegadaian, lembaga yang menyediakan pinjaman dengan jaminan barang. Contoh Pak Stefanus memiliki sepeda motor, dan sedang membutuhkan uang. Sepeda motornya di tahan di pegadaian, dan Pak Stefaus mendapat uang dan dibayar cicilannya setiap bulan.

f.  Koperasi. lembaga keuangan yang menghimpun dana dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman dengan prinsip kekeluargaan.

 

E.     Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

1.     Membandingkan harga barang di beberapa toko sebelum membeli

2.     Membeli barang sesuai dengan kemampuan

3.     Menabung di bank untuk masa depan

4.     Memanfaatkan platform digital untuk belanja dan berjualan

 

F.      Refleksi dan Diskusi

Pertanyaan refleksi

1.     Mengapa masyarakat penting mengetahui fungsi lembaga keuangan?

2.     Apa dampaknya jika pasar tidak diawasi oleh pemerintah?

3.     Bagaimana teknologi digital mengubah konsep pasar saat ini?

 

G.    Penilaian Diri

1.     Saya memahami apa yang dimaksud dengan harga, pasar, dan lembaga keuangan

2.     Saya mampu menjelaskan jenis-jenis pasar dan fungsinya

3.     Saya mampu memberikan contoh lembaga keuangan dan fungsinya yang ada disekitar kita

 

Daftar Pustaka:

https://guruipstop.blogspot.com/2025/09/upaya-masyarakat-dalam-memenuhi.html

https://www.ruangguru.com/blog/definisi-dan-faktor-faktor-memengaruhi-permintaan-dan-penawaran

https://majoo.id/solusi/detail/hukum-permintaan-adalah

https://www.kompas.com/skola/read/2022/06/16/073000369/pengertian-harga-keseimbangan-serta-faktor-yang-memengaruhinya

https://www.ruangguru.com/blog/jenis-jenis-pasar-untuk-ekonomi-kelas-10

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-lembaga-keuangan/

Iwan Setiawan dkk, 2016, Ilmu Pengetahuan Sosial kelas 7 K-13, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud

Muhammad Nursa'ban, dkk, 2020, Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kumer, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud

Muhammad Nursa'ban, dkk, 2022, Ilmu Pengetahuan Sosial kelas 9, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud 

 

Minggu, 07 September 2025

UPAYA MASYARAKAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHANNYA MELALUI KEGIATAN EKONOMI

 

A.     Pengertian Kebutuhan dan Kegiatan Ekonomi

Manusia merupakan makhluk sosial dan selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Setiap kebutuhan harus dipenuhi agar dapat hidup dengan layak. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup demi mencapai kesejahteraan.

Kebutuhan manusia beraneka ragam namun alat pemuas kebutuhan terbatas. Oleh karena itu manusia harus membuat skala prioritas terhadap kebutuhannya. Misalnya seorang siswa lebih penting membeli perlengkapan utama sekolah daripada membeli jajan.

Kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas, namun alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia dinamakan kelangkaan. Kelangkaan adalah kondisi di mana barang atau jasa yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas.

Terbatasnya ketersediaan barang dan jasa menuntut manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi yang bermartabat. Kegiatan ekonomi bertujuan untuk menghasilkan, menyalurkan, dan menghabiskan nilai guna barang atau jasa.

 

Jenis-jenis Kebutuhan Manusia

1.     Kebutuhan manusia menurut tingkatannya

a.  Kebutuhan primer, adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi dan jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan hidup. Contoh makan, minum, pakaian, dan rumah.

b.   Kebutuhan sekunder, merupakan kebutuhan pelengkap setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh perabot rumah tangga, topi, arloji dan lain-lain.

c.  Kebutuhan tersier, adalah kebutuhan akan barang mewah, dan tidak mutlak dipenuhi karena berhubungan dengan harga diri. Kebutuhan tersier bervariasi, tergantung tingkat pendapatan seseorang. Contoh, emas, mobil, dan barang mewah lainnya.

2.     Kebutuhan manusia menurut sifatnya

a.      Kebutuhan jasmani, kebutuhan untuk tubuh manusia. Contoh, makan, minum, sabun, dll.

b.      Kebutuhan rohani, kebutuhan untuk kepuasan jiwa manusia. berdoa, rekreasi, nonton TV.

3.     Kebutuhan manusia menurut waktu penggunaannya

a. Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang karena sedang dibutuhkan. Contoh, makanan dan minum bagi orang yang lapar dan haus, dan obat bagi orang yang sakit.

b.  Kebutuhan masa yang akan datang, adalah kebutuhan yang dipenuhi di masa yang akan datang tetapi dipersiapkan dari sekarang. Contoh, menabung untuk biaya pendidikan, belajar agar sukses dan lulus ujian.

4.     Kebutuhan manusia menurut subyeknya

a.   Kebutuhan individu, adalah kebutuhan orang perorangan. Contoh, minyak rambut, handbodi, sepatu, dan lain-lain.

b.  Kebutuhan kelompok, adalah kebutuhan untuk masyarakat banyak. Contoh, jembatan, jalan raya, gedung sekolah, dan lain-lain.

 


Jumlah kebutuhan setiap manusia berbeda dan beragam karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:

a.  Jenis kelamin, kebutuhan antara pria dan wanita berbeda. Wanita membutuhkan bedak dan pembalut, sedangkan laki-laki membutuhkan minyak rambut.

b.   Tingkat Pendidikan, kebutuhan setiap manusia berbeda tergantung tingkat pendidikan. Anak SD membutuhkan seragam merah putih, sedangkan anak SMP membutuhkan seragam putih biru.

c.    Lingkungan tempat tinggal, kebutuhan manusia juga dipengaruhi oleh kondisi geografis tempat tinggalnya. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dengan suhu yang dingin cenderung membutuhkan jaket dan pakaian yang tebal. Sedangkan Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai cenderung membutuhkan baju yang tipis.

d.  Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memengaruhi keragaman kebutuhan manusia. Setiap orang membutuhkan jaringan internet sehingga dapat mengakses informasi dan interaksi melalui berbagai media sosial.

e.   Tingkat pendapatan, semakin besar pendapatan seseorang kebutuhannya juga semakin banyak. Sebaliknya semakin kecil pendapatannya kebutuhan juga semakin sedikit.

f.   Status sosial, kedudukan atau status sosial seseorang dalam masyarakat berpengaruh terhadap kebutuhannya. Seorang pejabat negara seperti presiden, dan bupati membutuhkan pengawal pribadi. Sedangkan masyarakat biasa tidak membutuhkannya.

g.    Perbedaan selera, setiap orang memiliki selera yang berbeda sehingga memengaruhi perbedaan kebutuhannya. Orang dengan minat baca yang tinggi membutuhkan banyak buku untuk dibaca. Sedangkan orang yang selera dengan musik membutuhkan berbagai alat musik seperti gitar, dan piano.

 

Alat Pemuas Kebutuhan

1.     Alat pemuas kebutuhan berdasarkan cara memperolehnya

a.   Barang ekonomis, adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya perlu pengorbanan fisik dan materiil. Contoh untuk memperoleh sepatu harus mengeluarkan sejumlah uang.

b.    Barang bebas, adalah barang yang jumlahnya banyak dan untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan. Contoh sinar matahari, dan udara segar di lingkungan sekitar kita.

 

2.     Alat pemuas kebutuhan berdasarkan hubungannya dengan barang lain

a.    Barang subtitusi, adalah barang yang dalam pemakaiannya bisa diganti dengan barang lain karena fungsinya sama. Contoh nasi dan singkong memiliki kandungan karbohidrat sehingga nasi bisa diganti dengan singkong.

b.    Barang komplementer, barang yang pemakaiannya saling melengkapi. Contoh sepeda motor membutuhkan bensin sehingga bisa berjalan.

3.     Alat pemuas kebutuhan berdasarkan tujuan pemakaiannya

a.  Barang produksi atau modal, adalah barang yang bisa menghasilkan barang lain. Contoh mesin giling kopi bisa menghasilkan kopi tepung.

b.     Barang konsumsi, barang jadi yang siap dipakai. Contoh pulpen, buku tulis, dan sepatu.

4.     Alat pemuas kebutuhan berdasarkan proses pembuatannya

a.   Barang mentah, adalah barang yang belum dapat digunakan karena harus diproses terlebih dahulu sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh padi harus digiling menjadi beras sehingga bisa dimasak.

b.   Barang setengah jadi, adalah barang yang membutuhkan proses lanjutan agar siap dipakai. Contoh beras harus dimasak terlebih dahulu sehingga siap untuk dimakan.

c.  Barang jadi, adalah barang yang sudah siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Contoh nasi, kue, dan pakaian.

 

Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi

1.      Tindakan ekonomi, kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Contoh menjual barang

2.      Motif ekonomi, alasan untuk melakukan tindakan ekonomi. Contoh mendapat untung.

Jenis-jenis motif ekonomi

a.   Motif memenuhi kebutuhan, seseorang bekerja agar mendapat uang sehingga kebutuhannya terpenuhi. Kegiatan belajar tujuannya agar nilainya bagus.

b. Motif berbuat sosial, adalah dorongan untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Contoh memberi pulpen dan buku kepada teman yang sedang membutuhkan.

c.   Motif mendapat penghargaan, dorongan untuk mendapat pengakuan atau penghargaan dari orang lain. Contoh seorang pelajar yang giat belajar agar mendapat hadiah dari kedua orang tuanya.

d. Motif memperoleh kekuasaan, adalah dorongan untuk memengaruhi orang lain agar bertindak sesuai yang kita inginkan. Contoh kampanye seorang siswa agar terpilih menjadi ketua OSIS.

3.  Prinsip ekonomi, adalah pedoman atau cara untuk melakukan tindakan ekonomi. Contoh menjual produk yang sedang trend dengan tujuan barangnya laku dan memperoleh banyak keuntungan. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan ekonomi dapat diuraikan sebagai berikut:

a.      Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi

1.  Menggunakan bahan baku yang baik. Contoh memilih bibit jagung yang berkualitas untuk ditanam.

2.  Mendirikan tempat usaha yang dekat dengan bahan baku. Contoh membangun pabrik porang di tempat yang banyak menghasilkan porang.

3.  Menggunakan tenaga kerja dengan upah murah. Contoh rata-rata upah kepala tukang bangunan Rp100.000 sampai Rp150.000. Pilihlah kepala tukang yang banyarannya Rp100.000.

b.     Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi

1.       Memilih saluran distribusi yang yang aman, cepat, dan murah

2.       Melayani pelanggan dengan baik

3.       Menempatkan usaha diantara produsen dan konsumen

c.      Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi

1.       Membeli barang dengan kualitas baik

2.       membuat skala prioritas sesuai dengan daftar kebutuhan

3.       Bertindak rasional dalam membeli barang

 

B.     Jenis-Jenis  Kegiatan Ekonomi

Untuk memenuhi kebutuhan, manusia harus melakukan kegiatan ekonomi yang didasari oleh prinsip-prinsip ekonomi seperti pemanfaatan sumber daya alam yang terbatas  untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga jenis yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

1.       Produksi, proses menghasilkan barang atau jasa. Contoh membuat kue, menanam padi, dll.

2.       Distribusi, proses menyalurkan barang atau jasa. Contoh menjual sayur, menjual kue, dll.

3.       Konsumsi, kegiatan memakai atau menggunakan barang atau jasa. membeli kue, minum es, dll.

 

Kegiatan ekonomi memerlukan pelaku ekonomi yang berperan untuk menghasilkan, menyalurkan, dan menggunakan barang atau jasa. Pelaku ekonomi merupakan orang atau pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Pelaku ekonomi terdiri dari produsen, konsumen, dan distributor.

1.       Produsen, orang yang menghasilkan barang atau jasa. Contoh orang yang membuat kue.

2.       Konsumen, orang yang menggunakan barang atau jasa. Contoh orang yang makan kue.

3.       Distributor, orang yang menyalurkan barang atau jasa, Contoh orang yang menjual kue.

 

Jadi kegiatan ekonomi dan pelaku ekonomi, merupakan satu kesatuan karena memiliki hubungan yang sangat erat. Contoh dalam kegiatan produksi, Ibu Margareta setiap hari membuat kue untuk dijual. Kue tersebut dititipkan di kios milik Ibu Martina. Andi, Dikson, dan Ezron setiap hari membeli kue yang dijual Ibu Martina.

Berdasarkan contoh tersebut, membuat kue merupakan kegiatan ekonomi produksi sedangkan  Ibu Margareta sebagai pelaku ekonomi yaitu produsen. Sedangkan jual kue merupakan kegiatan ekonomi distribusi, dan Ibu Martina bertindak sebagai pelaku ekonomi yaitu distributor. Sementara, membeli atau makan kue merupakan kegiatan ekonomi konsumsi, dan orang yang membeli kue seperti Andi, Dikson, dan Ezron merupakan pelaku ekonomi yakni, konsumen.

Nah! Sahabat IPS sampai disini sudah paham kan! perbedaan antara kegiatan ekonomi dengan pelaku ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitar kita!

 

Dalam kegiatan ekonomi produksi merupakan kegiatan yang sangat penting karena dapat menghasilkan dan menambah nilai guna barang atau jasa. Nilai guna barang dikenal juga dengan sebutan utilitas. Nilai guna barang terdiri dari:

1.  Nilai guna bentuk (form utility), adalah barang akan lebih berguna jika berubah bentuknya. Contoh kacang kedelai nilainya meningkat jika diolah menjadi tahu atau tempe.

2.    Nilai guna tempat (place utility), barang akan lebih berguna jika berpindah tempat. Contoh pasir di kali nilainya meningkat jika dibawa ke toko bangunan.

3.   Nilai guna waktu (time utility), adalah barang akan lebih berguna jika digunakan pada waktu yang tepat. Contoh jas hujan akan meningkat nilainya jika digunakan pada musim hujan.

4.   Nilai guna kepemilikan (ownership utility), adalah barang akan lebih berguna jika digunakan oleh orang yang tepat. Contoh traktor lebih tepat dimiliki oleh seorang petani, seragam sekolah lebih tepat dimiliki oleh seorang siswa.

 

C.     Faktor yang Memengaruhi Kegiatan Ekonomi

Faktor yang memengaruhi kegiatan ekonomi antara lain kondisi geografis, ketersediaan sumber daya alam, teknologi dan informasi, serta modal dan tenaga kerja. Faktor-faktor ini saling terkait dan menentukan tingkat produksi, konsumsi, dan distribusi barang atau jasa.

1.  Kondisi geografis, wilayah pesisir cenderung mengembangkan perikanan, sementara wilayah dataran tinggi cocok untuk pertanian.

2.  Ketersediaan sumber daya alam, setiap wilayah memiliki potensi seperti tanah yang subur mendorong kegiatan pertanian, padang rumput yang luas mendorong kegiatan peternakan. Kegiatan ekonomi dapat dikembangkan sesuai potensi lokal masing-masing wilayah.

3. Teknologi dan informasi, keberadaan teknologi dan informasi sangat mendukung kegiatan ekonomi. Seperti internet memudahkan kegiatan pemasaran dan jual beli online.

4.  Modal dan tenaga kerja, semakin banyak tenaga kerja dan modal yang tersedia, kegiatan ekonomi juga semakin berkembang.

 

D.     Perubahan Pola Kegiatan Ekonomi

Perubahan pola kegiatan ekonomi dahulu dan sekarang bersifat evolusi yakni dari pola kegiatan ekonomi yang bersifat lokal dan sederhana menjadi kegiatan ekonomi yang kompleks dan global.

Tabel Pola Kegiatan Ekonomi Dahulu dan Sekarang

Aspek

Pola Kegiatan Ekonomi

Dahulu

Sekarang

Skala operasi

Kecil karena bersifat lokal dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri

Besar bersifat nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan banyak orang.

Tingkat efisiensi

Kurang efisien, karena teknologi dan sumber daya terbatas.

Efisien karena sistem online dan teknologi modern

Teknologi

Sederhana dan mengandalkan alat tradisional

Canggih, dengan sistem digital dan internet

Sistem distribusi

Barter atau pertukaran barang secara langsung

Menggunakan e-commerce

Jenis pekerjaan

Berburu, bertani, dan beternak

(dominan pekerjaan primer)

Beragam (pekerjaan sekunder: manufaktur), (pekerjaan tersier: jasa, teknologi).

Tujuan ekonomi

Memenuhi kebutuhan dasar

Mencari keuntungan, dan peningkatan standar hidup

Pemanfaatan sumber daya

Pemanfaatan alam secara langsung dan terbatas

Pemanfaatan SDA secara kompleks dan dikelola dengan baik

Interaksi ekonomi

Terbatas pada lingkungan sekitar

Melintasi batas negara melalui perdagangan dan investasi

 

E.      Dampak Kegiatan Ekonomi Terhadap Kehidupan Sosial

Kegiatan ekonomi memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat yakni:

1.       Dampak positif

* Memenuhi kebutuhan masyarakat, kegiatan ekonomi bertujuan menciptakan barang atau jasa sehingga kebutuhan manusia terpenuhi.

* Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, maksudnya kegiatan ekonomi dapat meningkatkan pendapatan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

* Menciptakan lapangan kerja, kegiatan produksi dan distribusi menciptakan lapangan kerja sehingga membutuhkan tenaga kerja, pada gilirannya tingkat pengangguran menurun.

* Menumbuhkan kreatifitas dan inovasi, kegiatan ekonomi dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi melalui ekonomi kreatif karena dapat menciptakan produk baru.

2.    Dampak negatif

-      Kesenjangan sosial dan ekonomi, apabila hasil produksi tidak di distribusikan secara merata ke berbagai daerah akan menciptakan kesenjangan sosial dan ekonomi karena ada daerah yang terpenuhi kebutuhan sedangkan daerah lainnya tidak terpenuhi kebutuhannya.

-     Kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, pengolahan limbah, dan pembangunan industri tidak kontrol menyebabkan kerusakan lingkungan.

 

F.        Contoh Upaya Pemenuhan kebutuhan di Lingkungan  Sekitar

Jenis Kegiatan Ekonomi

Contoh di Desa

Contoh di Kota

Produksi

Bertani Jagung

Mengolah jagung menjadi snack

Distribusi

Pedagang keliling

Ojek online

Konsumsi

Membeli pupuk

Berlangganan internet

 

G.    Refleksi dan Diskusi

Pertanyaan refleksi

1.       Apa saja kegiatan ekonomi yang sering kamu lakukan

2.       Kegiatan ekonomi apa yang paling penting bagi masyarakat

 

Sumber: 

https://www.zenius.net/blog/materi-tentang-nilai-guna-barang/

Iwan Setiawan, 2016, Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud

Muhammad Nursa'ban, 2020, Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud 

Muh. Nurdin, dkk, 2008, Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud  

 

Materi Kelas 7

MEMAHAMI LEMBAGA SOSIAL

  Materi IPS Kelas 8   PROSES TERBENTUKNYA LEMBAGA SOSIAL (IKTP 1) Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, sebab t...