Rabu, 02 September 2026

LKPD IPS KELAS 8: TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA

 


A.   PEMAHAMAN KONSEP MATERI

 

 

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan (Studi Kasus Gempa Manggarai)

Kebutuhan manusia bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh situasi lingkungan sekitar. Bencana gempa di Manggarai menunjukkan beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia:

a.   Kondisi Lingkungan / Keadaan Alam: Sebelum gempa, kebutuhan utama warga adalah pupuk untuk kebun atau perlengkapan sekolah. Saat gempa merusak pemukiman di wilayah pesisir maupun pedalaman Manggarai, kebutuhan mendesak berubah total menjadi tenda darurat, terpal, dan selimut, dan obat-obatan.

b.  Kondisi Darurat dan Kesehatan: Akses jaringan listrik putus, air bersih yang menjadi keruh akibat pergeseran tanah memicu kebutuhan mendadak akan arus listrik dan air bersih.

c.   Usia dan Kelompok Rentan: Kebutuhan di posko pengungsian Manggarai terbagi berdasarkan kelompok usia:

1.   Bayi/Balita: Membutuhkan bubur bayi, susu formula, dan minyak telon.

2.   Lansia: Membutuhkan obat pegal, minyak kayu putih, dan tempat tidur lipat (velbed).

3.   Orang Dewasa/Relawan: Membutuhkan alat penggali, cangkul, dan perlengkapan dapur umum.

 

2.  Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Cara Memperolehnya

Perubahan kondisi fisik wilayah Manggarai pascagempa mengubah cara warga memperoleh barang:

a.   Barang Bebas: Barang yang didapat tanpa pengorbanan karena jumlahnya melimpah.

Sebelum gempa: Air bersih dari mata air pegunungan Manggarai dapat diambil bebas oleh warga.

b.   Barang Ekonomi: Barang yang terbatas sehingga membutuhkan pengorbanan (biaya/tenaga) untuk mendapatkannya.

Pascagempa: Karena mata air keruh, air bersih berubah menjadi barang ekonomi. Pemerintah/relawan harus mengeluarkan biaya armada tangki air, dan warga harus mengantre atau membeli air mineral kemasan untuk kebutuhan minum.

c.   Barang Illith: Barang yang jumlahnya berlebihan hingga mendatangkan kerugian/bencana.

Saat gempa: Angin kencang, dan dan sinar matahari yang sangat panas melanda tenda pengungsian di daerah bencana Manggarai menyebabkan banyak pengungsi mengalami sakit, sehingga angin dan sinar matahari yang berlebihan menjadi barang illith.

 

3.  Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Hubungannya dengan Barang Lain

Di tengah keterbatasan sarana akibat gempa, keterkaitan antarbarang sangat menentukan kelangsungan hidup warga:

a.   Barang Komplementer (Saling Melengkapi): Barang yang baru berfungsi jika digunakan bersama barang pasangannya.

1.   Genset + Bahan Bakar (Solar/Bensin): Di daerah pedalaman Manggarai yang listriknya padam, genset posko kesehatan tidak bisa menyala tanpa pasokan BBM.

2.   Kompor  + Minyak Tanah: memasak secara darurat di dapur umum tidak dapat digunakan memasak tanpa bahan bakar berupa minyak tanah.

b.   Barang Substitusi (Saling Menggantikan): Barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain saat terjadi kelangkaan.

1.   Beras ➔ Singkong / Ubi / Mie Instan: Ketika jalur darat ke Manggarai terhambat dan stok beras habis, pengungsi memanfaatkan ubi atau mie instan sebagai pengganti makanan pokok.

2.   Tenda Peleton ➔ Terpal Plastik: Ketika bantuan tenda resmi belum merata, warga membuat perlindungan sementara menggunakan terpal, bamboo, daun kelapa dan daun aren.

 

4.  Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Tujuan Penggunaannya

Bantuan logsitik yang didistribusikan ke Manggarai dikelompokkan berdasarkan penggunaannya:

a.   Barang Konsumsi: Barang yang langsung digunakan atau dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Contoh: Nasi bungkus dari dapur umum, biskuit balita, air minum kemasan, dan pakaian layak pakai.

b.   Barang Produksi (Barang Modal): Barang yang digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan barang/jasa penanganan bencana lainnya.

Contoh: Excavator (alat berat) untuk membersihkan puing jalanan yang tertutup longsor akibat gempa, mobil ambulans untuk evakuasi korban, serta peralatan masak di dapur umum.

 

5.  Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Proses Pembuatannya

Proses pengolahan sumber daya di posko bencana Manggarai terbagi menjadi tiga tingkatan:

a.   Barang Mentah (Bahan Baku): Bahan dasar yang belum mengalami proses pengolahan.

Contoh: Beras mentah bantuan, sayuran segar dari kebun warga yang tidak terdampak, kayu bakar dari perbukitan atau hutan.

b.   Barang Setengah Jadi: Bahan yang sudah diolah tetapi masih memerlukan tahapan lanjut sebelum dikonsumsi.

Contoh: Adonan kue/roti di posko mandiri, atau air mentah yang sedang direbus di panci besar dapur umum.

c.   Barang Jadi: Produk akhir yang siap langsung dimanfaatkan oleh korban gempa.

Contoh: Makanan siap saji (nasi bungkus), obat-obatan medis kemasan, dan tenda darurat yang sudah berdiri siap huni.

 

 

B.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

 

Mata Pelajaran                : Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas / Semester              : VIII / Ganjil

Tahun Ajaran / Fase       : 2026-2027 / D

Materi                               : Kebutuhan Manusia dan Alat Pemuas Kebutuhan

Tema Kasus                      : Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Manggarai

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

Murid mampu mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, Lembaga keuangan, perdagangan internasional.

 

INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1.   Melalui penyajian masalah kontekstual siswa kelas 8 mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia dengan benar.

2.    Melalui penyajian masalah kontekstual siswa kelas 8 mampu menganalisis alat pemuas kebutuhan berdasarkan cara memperolehnya dengan benar.

3.    Melalui penyajian masalah kontekstual siswa kelas 8 mampu menganalisis alat pemuas kebutuhan berdasarkan hubungannya dengan barang lain dengan benar.

4.    Melalui penyajian masalah kontekstual siswa kelas 8 mampu menganalisis alat pemuas kebutuhan berdasarkan tujuan penggunaannya dengan benar.

5.    Melalui penyajian masalah kontekstual siswa kelas 8 mampu menganalisis alat pemuas kebutuhan berdasarkan proses pembuatannya dengan benar.

 

PETUNJUK PENGERJAAN

1. Bacalah teks materi di atas dengan saksama, jika ada bagian materi yang kurang paham tanyakan kepada guru melalui WA.

2.   Diskusikanlah jawaban untuk setiap pertanyaan soal analisis di LKPD bersama anggota kelompokmu.

3.   Jawablah pertanyaan secara kritis dan logis berdasarkan situasi kontekstual dilingkungan kita masing-masing.

4.  Lingkari jawaban A, B, C, dan D pada soal dan tuliskan alasan sederhana pada tempat yang telah disediakan di bagian alasan pada setiap soal.

5.   Setelah selesai, kumpulkan hasil kerja kelompok kalian melalui japri, atau WA pribadi guru Mapel IPS.

6.   Anggota kelompok terdiri dari siswa kelas 8 di kampung masing-masing.

 

SOAL-SOAL

1.   Pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai, warga pengungsian di Desa Timbu sangat membutuhkan tenda darurat, selimut, dan air bersih secara mendesak. Sementara itu, warga di daerah yang tidak terdampak gempa tetap beraktivitas normal seperti biasa. Faktor utama yang paling memengaruhi perbedaan kebutuhan mendadak warga di pengungsian tersebut adalah ....

A.      Kondisi alam dan lingkungan

B.      Kemajuan teknologi

C.      Tingkat pendidikan warga

D.      Tingkat Pendapatan masyarakat

Alasannya: ………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

2.   Saat terjadi bencana gempa bumi di Manggarai, para pengungsi dapat mengambil air bersih secara bebas dari mata air pegunungan yang mengalir di sekitar posko. Namun, untuk mendapatkan air mineral dalam kemasan botol di kios terdekat, warga harus membelinya menggunakan uang. Berdasarkan cara memperolehnya, air mineral botol kemasan tersebut tergolong sebagai ....

A.      Barang produksi

B.      Barang konsumsi

C.      Barang bebas

D.      Barang ekonomi

Alasannya: ………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

3.   Di Posko Pengungsian Gempa Manggarai, stok gas LPG untuk memasak makanan warga habis. Petugas relawan kemudian menggunakan kayu bakar yang dikumpulkan dari sekitar lokasi untuk memasak darurat. Dalam kasus ini, kayu bakar berfungsi sebagai barang ....

A.    Komplementer

B.    Produksi

C.    Mentah

D.    Subtitusi

Alasannya: ………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

4.   Tim relawan bencana gempa Manggarai mendatangkan mesin genset ke lokasi pengungsian. Mesin genset tersebut tidak langsung dikonsumsi warga, melainkan digunakan oleh relawan untuk menghasilkan energi listrik agar penerangan posko dan alat medis dapat berfungsi. Ditinjau dari tujuan penggunaannya, mesin genset tersebut termasuk ....

A.      Barang mentah

B.      Barang bebas

C.      Barang konsumsi

D.      Barang produksi

Alasannya: ………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

5.   Untuk memperbaiki rumah-rumah warga Manggarai yang rusak berat akibat gempa, pemilik rumah membawa kayu gelondongan hasil tebangan pohon dari hutan. Kayu gelondongan tersebut belum bisa langsung dijadikan tiang dan dinding rumah sebelum dipotong dan diolah menjadi balok, bantal, dan papan kayu. Kayu gelondongan tersebut tergolong ke dalam ....

A.      Barang jadi

B.      Barang setengah jadi

C.      Barang mentah

D.      Barang komplementer

Alasannya: ………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

Materi Kelas 7

LKPD IPS KELAS 8: TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA

  A.    PEMAHAMAN KONSEP MATERI     1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan (Studi Kasus Gempa Manggarai) Kebutuhan manusia ...