|
CAPAIAN PEMBELAJARAN |
TUJUAN PEMBELAJARAN |
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN |
MATERI
ESENSIAL |
ALOKASI
WAKTU |
KELAS
/ SMS |
|
Menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional, dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, Lembaga keuangan, perdagangan internasional; menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju;
mengelaborasi proses interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan system sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis keterhubungan
antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari
sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian
penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek
moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara. |
1.Murid Mampu menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional, dan global; |
1.Menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia 2.Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan
pelestarian potensi sumber daya alam 3. Mempredisksi faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim . 4. Menganalsis potensi bencana alam yang disebabkan oleh faktor alam dan
aktivitas manusia; 5. Merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim 6. Menjelaskan upaya mitigasi bencana untuk menunjang
sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional, dan global; |
1.Menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia 2.Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan
pelestarian potensi sumber daya alam 3. Mempredisksi faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim 4. Mempredisksi potensi bencana alam yang disebabkan oleh faktor manusia
dan alam; 5. Merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim 6. Menjelaskan upaya mitigasi bencana untuk menunjang sustainable
development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional, dan global; |
3 X P 3 X P 3 X P 3 X P 3 X P 3 X P |
7 / 1 7 / 2 |
|
2.Murid mampu mengidentifikasi upaya masyarakat dalam
memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, Lembaga
keuangan, perdagangan internasional; |
1.Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui
kegiatan ekonomi 2.Harga, pasar, Lembaga keuangan. 3.Menganalisis perdagangan internasional. |
1.Mengidentifikasi upaya masyarakat
dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi 2.Harga, pasar, dan Lembaga keuangan. 3.Menganalisis perdagangan internasional. |
3 X P 3 X P 3 X P |
8/3 |
|
|
3.Murid mampu menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi diera digital, 4.Murid mampu menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju. |
1. Menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi di era digital, 2.Menjelaskan potensi Indonesia menjadi negara maju; |
1. Menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi di era digital, 2.Mengjelaskan potensi Indonesia menjadi negara maju; |
3 X P 3 X P |
8/4 |
|
|
4.Murid bisa mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial,
dinamika sosial dan perubahan system sosial budaya dalam masyarakat yang
majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; |
1.Mengelaborasi proses interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial 2.Mengananisis perubahan system sosial budaya dalam masyarakat yang
majemuk 3. Menganalisis ntegrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; |
1. Mengelaborasi proses interaksi
sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial 2.Mengananisis perubahan system
sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk 3. Menganalisis ntegrasi bangsa
dengan prinsip kebhinekaan; |
3 X P 3 X P 3 X P |
8/4 |
|
|
5. Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; |
1.Menjelaskan konsep dasar ilmu
sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; |
1.Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu,
kronologi, perubahan; |
3 X P |
9/5 |
|
|
6.Menganalisis
keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika
mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau
kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul
nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara. |
1. Menganalisis keterhubungan
antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang pada kajian sejarah
lokal dan toponimi wilayah. 2. Mengolah
informasi peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan
global. 3. Menganalisis
asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara. |
1. Menganalisis keterhubungan
antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang pada kajian sejarah
lokal dan toponimi wilayah. 2. Mengolah
informasi peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan
global. 3. Menganalisis
asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara.
|
3 X P
3 X P
3 X P |
9/5
9/6
9/6
|
Blog ini bertujuan untuk berbagi Ilmu Kepada Semua Orang. Sahabat IPS mari bergabung bersama kami! dengan mengikuti blog ini.
Selasa, 28 April 2026
ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN IPS FASE D
Jumat, 24 April 2026
MEMAHAMI UPAYA MITIGASI BENCANA UNTUK MENUNJANG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DALAM KONTEKS LOKAL, REGIONAL, DAN GLOBAL.
MATERI IPS KELAS 7
Mitigasi bencana adalah upaya untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana alam. SDGs dan mitigasi bencana sangat penting karena membantu kita membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Mitigasi perubahan iklim adalah semua upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau mencegah dampak buruk dari perubahan iklim, terutama yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil, penebangan hutan, dan limbah industri
Mitigasi bersifat pencegahan, sedangkan adaptasi bersifat penyesuaian.
Bentuk-Bentuk Mitigasi Bencana Perubahan Iklim (IKTP 2)
1. Mengurangi gas rumah kaca.
Fokus utama mitigasi adalah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Bajan bakar fosil tersebut melepaskan gas CO2 saat digunakan.
a. Menggunakan kendaraan umum, sepeda, atau berjalan kaki saat bepergian
b. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi
c. Beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya, kincir angin, dan tenaga air
d. Menggunakan perangkat elektronik yang hemat daya dan mematikan lampu saat tidak digunakan.
2. Pelestarian hutan dan penanaman pohon.
Hutan berperan menyerap gas karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan gas oksigen (O2) untuk pernapasan manusia.
a. Reboisasi: penanaman kembali hutan yang telah gundul
b. Afiliasi: penanaman hutan baru pada lahan yang sebelumnya bukan hutan
c. Penghentian deforestasi: melindungi hutan yang masih ada dari penggundulan liar
d. Penghijauan di lingkungan rumah dan sekolah
3. Pengolahan limbah dan sampah.
Sampah yang menumpuk akan menghasilkan gas metana (CH4), yang jauh lebih berbahaya bagi atmosfer dibandingkan (CO2).
a. Prinsip 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (gunakan kembali), dan Recycle (daur ulang)
b. Pengomposan: mengolah sampah organik menjadi pupuk
4. Menghemat energi
a. Mematikan listrik saat tidak digunakan
b. Menggunakan lampu hemat energi (LED)
c. Mengurangi penggunaan energi berdaya besar seperti kulkas, megicom, dan AC.
Urutan Upaya Mitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim (IKTP 3)
1.Pahami Masalah (Edukasi): mencari tahu penyebab perubahan iklim agar tahu cara menghadapinya.
2.Tanam Pohon (Penghijauan): menanam pohon untuk menyerap gas penyebab polusi dan mendinginkan suhu bumi.
3. Kelola Sampah (3R): mengurangi, memakai kembali, dan mendaur ulang sampah agar tidak menyumbat saluran air.
4. Hemat Energi: mematikan listrik dan air jika tidak digunakan untuk mengurangi polusi udara.
5. Siapkan Resapan Air: membuat lubang biopori atau sumur resapan agar tidak terjadi banjir saat hujan deras.
6. Latihan Kebencanaan (Simulasi): rutin berlatih cara menyelamatkan diri jika bencana terjadi tiba-tiba
Contoh Aksi Mitigasi Perubahan Iklim (IKTP 4)
1. Lingkup Individu (Diri Sendiri)
Aksi yang bisa dilakukan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari:
a. Membawa botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.
b. Mematikan lampu dan alat elektronik saat selesai digunakan untuk menghemat energi.
c. Menghabiskan makanan agar tidak menjadi sampah organik yang menghasilkan gas metana.
2. Lingkup Sekolah
Aksi yang dilakukan bersama teman-teman dan guru di lingkungan sekolah:
a. Membuat kebun sekolah atau menanam pohon di area taman sekolah.
b. Melakukan piket kebersihan dan pemilahan sampah (plastik, kertas, dan organik) di kelas.
c. Membuat lubang biopori di halaman sekolah untuk membantu penyerapan air hujan.
3. Lingkup Masyarakat
Aksi yang dilakukan bersama tetangga atau warga di lingkungan tempat tinggal:
a. Kerja bakti membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan menyebabkan banjir.
b. Membangun Bank Sampah untuk mengelola limbah rumah tangga secara kolektif.
c. Gerakan menanam sejuta pohon atau pembuatan taman kota di lahan kosong.
SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terdiri dari 17 tujuan utama. Agenda global ini memiliki 169 target yang disepakati oleh PBB untuk dicapai pada tahun 2030, bertujuan mengakhiri kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan melindungi lingkungan.
Berikut adalah ke-17 tujuan SDGs tersebut: (IKTP 5)
1. Tanpa Kemiskinan: Menghapus kemiskinan di mana pun.
2. Tanpa Kelaparan: Mengakhiri kelaparan dan mencapai ketahanan pangan.
3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera: Menjamin kehidupan sehat.
4. Pendidikan Berkualitas: Menjamin pendidikan inklusif dan merata.
5. Kesetaraan Gender: Mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan.
6. Air Bersih dan Sanitasi Layak: Menjamin akses air bersih.
7. Energi Bersih dan Terjangkau: Akses energi terbarukan.
8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi inklusif.
9. Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Membangun infrastruktur tangguh.
10. Berkurangnya Kesenjangan: Mengurangi ketimpangan.
11. Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: Kota aman dan inklusif.
12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: Konsumsi berkelanjutan.
13. Penanganan Perubahan Iklim: Bertindak cepat mengatasi iklim.
14. Ekosistem Laut: Melestarikan laut dan samudera.
15. Ekosistem Daratan: Mengelola hutan dan keanekaragaman hayati.
16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh: Masyarakat damai.
17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Kemitraan global
Hubungan Upaya Mitigasi Terhadap Perubahan Iklim Dengan SDGs (IKTP 6)
|
Aksi Mitigasi (Sebab) |
Hubungan Langsung |
Hasil di SDGs (Akibat |
|
Hemat Energi |
Mengurangi polusi asap |
Dunia dapat Energi Bersih (SDG 7) & Suhu bumi stabil (SDG 13). |
|
Menanam Pohon |
Menyerap racun CO2 |
Alam jadi Sehat (SDG 15) & Udara segar untuk manusia (SDG 13). |
|
Kelola Sampah |
Saluran air lancar |
Kota Aman dari Banjir (SDG 11) & Lingkungan bersih (SDG 12). |
Kesimpulan Mitigasi terhadap SDG 11 (Kota & Pemukiman) (IKTP 7)
a. Upaya Mitigasi: Membuat ruang terbuka hijau dan memperbaiki saluran air/biopori di kota.
b. Kesimpulan: Mitigasi membuat kota aman dari bencana. Jika kita rajin membersihkan selokan dan menanam pohon di kota, maka saat cuaca ekstrem (hujan lebat), kota tidak akan banjir.
c. Hasil: Kota menjadi tempat tinggal yang nyaman dan berkelanjutan bagi penduduknya.
Kesimpulan Mitigasi terhadap SDG 13 (Penanganan Iklim) (IKTP 8)
a. Upaya Mitigasi: Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menghemat listrik.
b. Kesimpulan: Mitigasi adalah rem untuk pemanasan global. Dengan mengurangi asap dan polusi, kita sedang berusaha menghentikan kenaikan suhu bumi.
c. Hasil: Dampak buruk perubahan iklim (seperti kekeringan atau badai) bisa berkurang.
Kesimpulan Mitigasi terhadap SDG 15 (Ekosistem Darat) (IKTP 9)
a. Upaya Mitigasi: Melakukan reboisasi (menanam hutan kembali) dan tidak membuang sampah plastik ke tanah.
b. Kesimpulan: Mitigasi adalah cara melindungi rumah makhluk hidup. Hutan yang terjaga akan menyerap karbon sekaligus menjadi tempat tinggal hewan.
c. Hasil: Tanah tetap subur, hewan tidak punah, dan ekosistem darat tetap lestari.
Mitigasi bencana adalah kunci keselamatan. Tanpa mitigasi, kota kita hancur (SDG 11), iklim makin panas (SDG 13), dan hutan kita gundul (SDG 15). Jadi, melakukan mitigasi berarti kita sedang menjamin masa depan dunia.
Daftar Pustaka
1.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3.Nusa, I. M. (2026). Memahami Upaya Mitigasi Bencana untuk Menunjang Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Konteks Lokal, Regional, dan Global. (Modul Ajar SMP).
4.Pusat Komunikasi Publik Universitas Airlangga. (2023). Kenali 17 Tujuan SDGs dan Penjelasannya. Diakses dari https://unair.ac.id/kenali-17-tujuan-sdgs-dan-penjelasannya.
Materi Kelas 7
LKPD IPS KELAS 8: TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA
A. PEMAHAMAN KONSEP MATERI 1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan (Studi Kasus Gempa Manggarai) Kebutuhan manusia ...




